
Ketika suasana sedang kacau, terdengar suara kereta kuda dari arah pintu masuk gua. Kereta kuda tersebut datang dan menabrak gerombolan orang yang sedang berada di depan kediaman Justin.
Kereta kuda tersebut berhenti tepat di depan kediaman Justin. Para prajurit yang berzirah emas menyilaukan datang dari belakang kereta kuda tersebut dan membuka karpet merah tepat di depan pintu kereta kuda tersebut.
Dari dalam kereta kuda tersebut keluar seseorang dengan pakaian penuh kemewahan. Pakaian dengan jubah putih dan dikelilingi garis garis emas serta mahkota berlian.
"Orang itu.." kata Justin
Orang tersebut berjalan masuk ke dalam kediaman Justin di dampingi oleh prajurit berzirah emas yang menyilaukan.
Ketika orang tersebut datang, para penduduk yang tadinya ribut dan berdemo tanpa henti menjadi hening seolah mereka segan untuk berdemo karena kedatangan orang tersebut.
Orang tersebut telah sampai di depan pintu ruang kerja Justin, pintu dibuka oleh para pengawalnya yang langsung masuk dan memberikan karpet merah.
"Ya ya ya.. apa kabar nak Justin.. tampaknya kau dalam kesulitan ya.." kata orang tersebut
"Hahaha.. seperti biasa anda tahu saja.. Paman Uldag." kata Justin
Uldag van Lasso. Kepala keluarga Lasso yang memiliki sifat dan perawakan 'bren*sek' seperti anaknya Luca van Lasso. Seorang kepala keluarga yang memiliki 7 istri, 8 anak perempuan dan 3 anak laki laki.
"Jadi, ada kepentingan apa hingga membuat paman repot repot kemari ?" tanya Justin
"Yayayaya.. seperti biasa sifatmu yang to the point ini tidak berubah ya.." kata Uldag dengan tawa
Suasana menjadi hening. Hanya senyum berbalas senyum yang ada dipancarkan antara Justin dengan Uldag. Setelah beberapa saat, Uldag pun menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya adalah untuk menjemput Justin ke acara perkumpulan 3 keluarga kerajaan.
"Mengapa anda sampai repot repot menjemput saya, Paman Uldag? Tidak biasanya anda mau merepotkan diri seperti ini." kata Justin
"Yayayaya.. ini kan demi keponakanku tercintaa.. mana mungkin ada kata repot sih ??" kata Uldag dengan nada merendahkan
Justin yang sedang dilanda berbagai tekanan tidak bisa berpikir dengan jernih, oleh karena itu dia dengan tanpa curiga ikut pamannya menuju ke tempat dimana perkumpulan 3 keluarga dilaksanakan.
Ketika Justin dan pamannya sudah sampai di depan pintu kediamannya, ia melihat warganya telah bersiap memegang batu untuk melemparinya. Namun hal tersebut dicegah dengan pidato 'busuk' dari Uldag.
"Para rakyat Bullaford yang aku cintai.. hari ini raja kalian sedang dalam kebimbangan dan kebingungan yang mendalam. Oleh karena itu, kami dari keluarga kerajaan akan membimbingnya dan menuntunnya kembali menjadi seorang raja yang pantas !" kata Uldag
Penduduk bersorak terhadap pidato singkatnya Uldag. Justin dan pamannya menaiki kereta kuda Uldag dan meninggalkan kediaman Justin menuju ke tempat pertemuan.
__ADS_1
Di perjalanan, Justin dan Uldag tidak membuka pembicaraan sama sekali seolah ada batas yang sangat lebar diantara mereka berdua. Mereka hanya diam diaman hingga akhirnya sampai di tempat pertemuan.
Tempat tersebut adalah kediaman keluarga besar Lasso. Sebuah rumah dengan luas yang sama dengan luas istana Kerajaan Orion, tidak bahkan lebih luas.
Di depan rumah tersebut sudah ada belasan pelayan yang siap menyambut kedatangan Uldag dan Justin. Mereka berbaris dan membentangkan karpet merah. Mereka pun menundukkan badan layaknya pelayan menyambut tuannya pada umumnya.
Rumah tersebut berwarna putih marmer dengan garis garis emas seperti pakaian Uldag. Di dalam rumah tersebut juga nampak pilar pilar yang dilapisi emas seperti di bagian luar rumah tersebut.
"Silahkan keponakanku.." kata Uldag dengan tubuh seolah menyambut kedatangan Justin
Mereka pun berjalan ke aula tempat perkumpulan 3 kerajaan dilaksanakan. Di tempat tersebut sudah nampak keluarga besar Lasso, Bhunter, dan Horseman yang menunggu.
"Akhirnya bintang utamanya datang.." kata Darius de Horseman
"Ah.. lama sekali dia dataang..!" kata Chiwa van Lasso
"Hoya hoya.. sepupu tercintaku sudah datang rupanya.." kata Luca van Lasso
Justin yang tidak memperdulikan sambutan tersebut langsung duduk ke tempat yang sudah disediakan yaitu di barisan keluarga Bhunter. Ia duduk di kursi kepemimpinan keluarga Bhunter.
"Hoya hoya.. selamat datang di kediaman kami, wahai saudara saudaraku sekalian. Maafkan kami jikalau dalam penyajian dan pelayanan banyak yang tidak memenuhi kepuasan dan standar saudara saudara sekalian." kata Luca
"Terutama untuk anda, Yang Mulia Bullaford. Jikalau pelayanan kami ada yang kurang katakan saja, maka kami akan segera memenuhi ekspetasi anda." kata Luca
Justin tidak memperdulikan hal itu dan ia mengambil segelas air yang sudah disediakan di meja tersebut. Luca pun melanjutkan pembukaannya. Hingga akhirnya topik utama dan rencana licik Luca pun dimulai.
"Seperti yang saudara saudara tercinta sekalian ketahui, Raja Erdia, telah gugur dan meninggalkan kita semua. Dan sepupu tercintaku, Luca, untuk sementara menggantikannya karena ia memiliki gelar Putra Mahkota." kata Luca
"Namun, apakah kalian tidak sadar akan kejanggalan ini ?! Seseorang yang belum memiliki pengalaman apa apa disuruh memimpin sebuah kerajaan ?! Jangan bercanda !" kata Luca
"Ya ! Itu benar !" kata Chiwa
"Apa yang kau katakan tidak sepenuhnya salah. Seorang bocah seperti Justin disuruh memimpin kerajaan yang besar sangatlah tidak pantas." kata Darius
"Tunggu dulu ! Apa maksud kalian ?!" kata Archy Bhunter
"Hahh?! Bukankah itu sudah faktanya !" kata Tubac van Lasso
__ADS_1
"Ya, ini sudah menjadi fakta. Hanya karena keluarga kalian yang menjadi pewaris bukan berarti bisa menentukan segalanya." kata Aglet de Horseman
Ketiga keluarga tersebut pun berdebat. Sebuah perdebatan mengenai pantas tidaknya seorang Justin menjadi pewaris selanjutnya. Perdebatan tersebut berlangsung dengan panas dan sengit sesuai rencana licik Luca.
"Baik baikk.. tolong tenang duluu.." kata Uldag dengan menepuk tangannya
Semua orang terdiam meski dengan mulut menganga karena belum sempat menyelesaikan perkataannya, Uldag dengan senyum tersirat mulai mengatakan sesuatu.
"Yayaya.. perdebatan tidak ada gunanya ini hanya akan buang buang waktu sajaa.. oleh karena itu, mari kita mulai voting saja !" kata Uldag
"Vo-Voting..?" kata Archy
"Tunggu dulu ! Bukankah ini tidak adil ! Kalau menggunakan voting sudah pasti keluarga kita akan kalah !" kata Vitan Bhunter
"Hoya hoya.. apakah keluarga kalian takut..? Sejak kapan keluarga Bhunter menjadi sepenakut ini..?" kata Luca
Keluarga Bhunter didesak dan dipojokkan oleh keluarga lainnya. Mereka seolah ditekan dan dipaksa untuk mengikuti alur sesuai keinginan dari keluarga Horseman dan Lasso.
"Sudah kuduga inilah maksud pertemuan ini." kata Justin dalam hatinya
Luca yang melihat Justin sedang kesal dan emosi, tersenyum jahat dengan merasa rencananya telah berjalan sesuai keinginannya.
"Baiklah.. mari.. kita.. mulai.. votingnyaa !!" kata Uldag dengan meriah
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1