
"Yayaya.. supaya lebih adil, mari kita mulai dengan mengutarakan pendapat. Yayayaya, mari kita mulai dari Keluarga hm.. Horseman bagaimana ?" kata Uldag
"Baiklah, izinkan saya sebagai kepala keluarga yang akan menjadi perwakilan untuk bicara. Kami dari Keluarga Horseman merasa keberatan tentang pengangkatan Justin sebagai Raja Bullaford." kata Darius
"Alasannya? Supaya tidak ada yang keberatan." kata Luca dengan nada mengejek
"Ibarat sebuah telur yang baru menetas, tentu belum tahu apa apa tentang kejamnya dunia, belum tahu apa apa tentang apa apa saja yang ada di dunia. Oleh karena itu, seseorang yang sudah memiliki pengalaman tentu akan jauh lebih dibutuhkan." kata Darius
"Izin menambahkan, dan lagi, Justin diangkat menjadi Putra Mahkota hanya karena keegoisan mantan Raja Erdia semata." kata Sebas de Horseman
Kemudian orang orang dari Keluarga Horseman ikut angkat suara mendukung perkataan dari kepala keluarga mereka. Mereka melontarkan pendapat yang berisi dukungan agar Justin turun dari kursi rajanya.
"Baik baik baaikk.. kalau terlalu banyak yang bicara nanti waktu kita tidak cukup. Baiklah, selanjutnya silahkan pembelaannya.. Keluarga Bhunter." kata Uldag dengan menepuk tangan agar semua tenang
"Justin dipilih oleh mantan Raja Erdia karena beliau tahu tentang kualitas putranya ! Bukan hanya karena keegoisan semata seperti yang kalian katakan !" kata Vitan
"Benar ! Dan seperti yang kita ketahui bahwa di generasi muda Keluarga Kerajaan Bullaford yang paling berbakat adalah Justin, baik dari segi kemampuan bela diri, berpedang, Mantra, dan berkuda !" kata Archy
"Bahkan ia mendapatkan beasiswa dari kerajaan lama Duca, dan sekarang ia juga berteman baik dengan raja kerajaan baru Orion, Kron Gokami. Lalu, apakah kita masih perlu meragukan kemampuannya? Lagipula kita sendiri tahu bagaimana kekuatan dari Kerajaan Orion dan Justin bisa berteman baik dengan pimpinan kerajaannya ! Bukankah itu menakjubkan ?!" kata Tombas Bhunter
Seperti Keluarga Horseman, orang orang dari Keluarga Bhunter ikut angkat suara untuk membela Justin agar tetap berada di kursi kepemimpinan. Mereka membela mati-matian agar Justin tetap menjadi Raja Kerajaan Bullaford.
"Baik baik baik.. cukup berdebatnyaa. ekhem. Sekarang, dari keluargaku tercintaa, Keluarga Lasso ! Silahkan mulai utarakan pendapatnyaa !" kata Uldag
"Baiklah, izinkan saya yang mengutarakan pendapat pertama dari Keluarga Lasso. Sama seperti yang dikatakan Paman Darius, Justin masihlah sangat muda dan belum memiliki pengalaman apa apa. Perang saja dia belum pernah ikut bukan? Lalu, bisa dilihat dari rakyat Bullaford yang sekarang sedang ribut karena keputusan kontroversial yang dibuat Justin, ditambah ketidaksenangan para petinggi Bullaford terhadap tindakan dan keputusan Justin, bukankah itu sudah menjadi alasan kuat agar Justin turun dari tahtanya ?" kata Luca
"Ya ! Kalau kalian tahu, sekarang di pengungsian Bullaford, seeedang sangat ribut sekali ! Mereka protes karena merasa pemimpin muda mereka ini, terlalu pengecut karena menyuruh mereka agar tidak mendekati markas kecil orang orang Orion !" kata Chiwa
"Benar, rakyat disana benar benar sedang kacau. Kalau kalian melihatnya kalian akan sangat kecewa. Kerajaan kita yang dipenuhi dengan orang orang kaya dan kekayaan yang melimpah harus berada diambang kemiskinan dan kekacauan bukankah ini sangat memalukan ?" kata Olfy van Lasso
"Sialan ! Kalian memang sudah bersekongkol untuk menurunkan Justin bukan ?!" kata Vitan memukul meja
"Hah ?! Apa apaan maksudmu perjaka ?!" kata Chiwa yang ikut tersulut emosi
"A-Apa apaan maksudmu berkata demikian ?!" kata Vitan
"Hah?? Bukankah memang pantas julukan anjing kecil dijulukkan padamu?!" kata Chiwa
"Aku ini hanya mengabdi dengan sangat setia ! Bukan seekor anjing kerajaan !" kata Vitan
"Diamlah ! Kita sedang dalam pembicaraan yang serius !" kata Darius membentak
"Apa apaan kau kakek tua? Hak mu menyuruh diam apa ?!" kata Chiwa
"Hoi kau tidak sopan dengan, Tuan Darius !" kata Gerald de Horseman
"Bukankah kau sama saja tidak sopan dengan, Nyonya Chiwa ?" kata Riur de Lasso
__ADS_1
Ketiga keluarga pun mulai berdebat. Mereka berdebat mulai dari mementingkan harga diri, keputusan yang tidak diterima, lontaran kebencian, dan yang pasti penurunan Justin dari tahtanya.
Perdebatan tersebut terus berlangsung hingga matahari sudah sampai di puncaknya. Uldag pun menenangkan orang orang tersebut dan menyuruh pelayan untuk mengambil makan siang untuk orang orang yang ada.
"Baiklaah, silahkan dinikmati hidangan kecil kamii !" kata Uldag
Ketika makanan datang nampak sepaket makanan yang sangat mewah. Untuk makanan penutupnya saja ada emas yang melapisi permukaannya. Sebuah makanan yang hanya bisa dinikmati dan dibeli oleh orang orang yang sangat berduit.
Mereka pun mulai menikmati hidangan tersebut. Namun Justin sama sekali tidak menyentuh makanan tersebut. Ia tidak menyentuh makanan tersebut bukan karena tidak menghargai yang memberi makanan namun ia teringat dengan rakyat rakyatnya yang sedang dalam kemiskinan dan kelaparan.
"Baiklah, karena semua sudah menikmati hidangan yang kami sediakan, maka mari kita lanjutkan pembahasan kita yang tertunda sebelumnya !" kata Uldag
"Saya ada saran." kata Luca
"Silahkan, anakku tercintaa !" kata Uldag
"Daripada kita melanjutkan diskusi seperti tadi dan hanya akan berakhir dengan keributan saja, mengapa kita tidak langsung memulai voting saja? Bukankah itu akan menghemat waktu juga ?" kata Luca
Orang orang dari Keluarga Horseman dan Lasso menganggukan kepala, mereka memberi isyarat setuju dengan saran dari Luca.
"Baiklaah, karena 2 dari 3 keluarga setuju, maka kita akan memulai voting nyaa !" kata Uldag
"Bagi yang setuju dengan agar Justin tetap berada di tahtanya.. silahkan angkat tangan !" kata Uldag
Orang orang yang angkat tangan hanya Archy, Vitan, dan Tombas.
"Oi kalian ! Mengapa kalian tidak mengangkat tangan kalian ?!" kata Vitan
"Izmy, Hira, Knowgel, Tara, Ruma.. kalian.. kalian temannya Justin bukan..? Lalu mengapa kalian tidak mengangkat tangan kalian..?" kata Archy
"Mengapa.. mengapa yang tua tua juga tidak mengakat tangannya..?!" kata Tombas
Anggota Keluarga Bhunter yang ditekan oleh ketiga orang tersebut hanya memalingkan wajahnya. Mereka seolah telah setuju bahwa Justin harus turun sejak diskusi belum dimulai.
"Baik baik baiikk.. sekarang.. yang ingin Justin turun.. angkat tangan !!" kata Uldag
Sreggg. Dengan kompak orang orang yang ingin Justin turun langsung mengangkat tangannya. Mereka mengangkat tangan dengan mata yang dipejamkan dan menghadap ke meja makanan.
"Ka-Kalian..!" kata Vitan
"Baiklaah, karena sudah nampak dengan jelas pemenang votingnya. Maka dengan ini, 3 Keluarga Kerajaan Bullaford memutuskan bahwa, Justin, harus turun dari tahtanya !" kata Uldag
Justin langsung berdiri dari kursinya dan dengan sigap memakai jubahnya kembali. Ia pun berjalan menuju ke pintu keluar ruangan diskusi.
Ketika ia berjalan, ketiga orang yang mengangkat tangan tadi berlari mengejarnya. Mereka pun meminta Justin agar membela dirinya agar tetap menjadi Raja Bullaford. Setelah beberapa saat, Justin pun berpaling dan melihat ke arah semua orang.
"Aku.. sudah tidak ada kepentingan lagi disini. Semua orang sudah membenciku, bahkan sejak aku dilahirkan. Oleh karena itu, dengan diturunkannya aku dari jabatanku, maka aku sudah bisa bebas. Dan dengan ini pula aku menyatakan dengan tegas.. bahwa aku, keluar dari kerajaan ini !" kata Justin
__ADS_1
Pernyataan Justin membuat semua orang terkejut. Luca yang tadinya merencanakan penurunan tersebut pun ikut terjekut karena pernyataan Justin diluar dari rencananya.
"Ju-Justin.. apa yang kau katakan !" kata Vitan
"Maaf, namun keputusanku sudah bulat. Aku akan segera kembali ke tempat pengungsian dan meminta maaf kepada semua orang yang ada di sana atas keributan yang tercipta karena keputusanku." kata Justin
Justin pun berpaling dan langsung meninggalkan ruang rapat tersebut. Ia berjalan dengan mengingat segala kenangan yang ia rasakan selama menjadi anggota keluarga kerajaan.
Ia mengingat ketika berlatih pedang bersama dengan pamannya. Ia melihat ke sekeliling gambar yang telah terlukiskan wajahnya dengan kedua orang tuanya. Ia mengingat dengan janjinya kepada ibunya.
JUSTIN ANAK ANAK
"Ibundaa !" kata Justin membuka pintu kamar ibunya dengan tergesa gesa
"Uhuk, ada apa anakku ?" tanya Ibunya yang terbaring di kasur
"Apa ibu masih sakit..?" kata Justin
"Hahaha.. tidak.. cuma batuk biasa saja.." kata Ibunya
"Hm.. kalau begitu.. suatu saat, Justin akan menjadi seseorang yang hebat ! Lebih hebat dari ayah ! Sehingga Justin bisa menemukan ahli obat yang saangat hebat yang bisa menyembuhkan semua penyakit ibu !" kata Justin
Ibunya tersenyum manis kepada Justin.
"Anak ibu memang hebat.. ibu akan selalu mendampingimu dalam meraih cita citamu." kata Ibunya
"Yaa ! Aku saayang ibu !" kata Justin yang kemudian memeluk Ibunya
KEMBALI KE MASA SEKARANG
"Ibu.. maaf.. aku belum bisa menjadi seseorang yang lebih hebat dari ayah.." kata Justin yang mengusap air matanya
Justin pun berjalan menuju ke pintu keluar kediaman Lasso.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1