
"Apa maksudmu Judo ?!" teriak Justin dengan memukul meja rapat
Para petinggi dari Bullaford selain Judo hanya memalingkan wajah, sedangkan Judo menatap ke depannya dengan berani. Suasana rapat pun menjadi panas.
Mata dari Judo mengarah tepat ke arah Kron seolah menampakkan kesan bahwa ia tidak takut kepada Kron dan ia tidak takut akan kematian.
"Mereka, adalah musuh, Yang Mulia." kata Judo dengan yakin
"Sudah saya katakan, apa maksudmu, Judo ?!" kata Justin
"Biarkan hamba yang menjelaskan, Yang Mulia." kata Ista
"Silahkan." kata Justin
"Mereka, mereka bersekongkol dengan Kerajaan Sweba." kata Ista
Perkataan dari Ista membuat Justin dan orang orang dari Orion terkejut. Justin pun meminta keterangan dari Ista mengapa mereka menyatakan bahwa orang orang dari Orion bersekongkol dengan Sweba.
Ista pun menjelaskan bahwa ketika 3 hari sebelum penyerangan terjadi, salah satu petinggi dari Sweba yaitu Reamus mendatangi Raja Bullaford. Reamus mengatakan bahwa Kerajaan Sweba telah menjalin kerja sama dengan Orion. Ia mengatakan pula bahwa Kerajaan Sweba dan Orion telah menjalin kerja sama untuk menguasai Essaract bersama sama.
Pernyataan dari Reamus tentu membuat orang orang dari Bullaford terkejut, apalagi mereka sudah melihat sendiri kekuatan dari seorang Kron. Reamus juga mengatakan bahwa Kerajaan Sweba tak lama lagi akan memulai invasinya ke kerajaan kerajaan lain meskipun ia tidak mengatakan kerajaan manakah yang pertama kali akan didatangi.
Ketika Reamus pergi ia dimata-matai oleh beberapa orang dari Bullaford. Ia dimata-matai agar pihak dari Bullaford mendapatkan info yang lebih valid. Dan setelah Reamus kembali ke tempat penginapannya, ia menghubungi pihak Kerajaan Sweba bahwa peringatan perang telah disampaikan.
Reamus juga mengatakan agar menyampaikan kabar ini kepada pihak Kerajaan Orion supaya pihak Kerajaan Orion dapat bersiap-siap untuk menyerang kerajaan yang sudah disepakati.
Mata mata dari Bullaford pun kembali ke kerajaan dan menceritakan tentang apa yang berhasil mereka dapatkan. Dan mendengar kabar tersebut pula, membuat para petinggi langsung memaksa raja mereka untuk bersiap dalam menghadapi peperangan tersebut.
Raja Bullaford sempat ingin meminta waktu agar ia dapat menghubungi Kerajaan Orion agar mendapatkan kejelasan lebih lanjut. Namun keinginannya ditolak mentah mentah oleh para petinggi lainnya. Mereka menganggap bahwa penjelasan yang disampaikan oleh musuh hanyalah sebuah bualan belaka. Mereka menganggap bahwa apa yang dilakukan Raja Bullaford hanyalah buang buang waktu saja. Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk mempersiapkan strategi dalam menghadapi gempuran dari Kerajaan Sweba.
Hari penyerangan pun terjadi. Di samping kedatangan dari Kerajaan Sweba nampak berdiri tegak bendera Kerajaan Orion. Melihat bendera tersebut berdiri sejajar, membuat para petinggi semakin yakin bahwa Kerajaan Orion telah bersekutu dengan Kerajaan Sweba.
Penyerangan dari Kerajaan Sweba pun dilakukan. Mereka mengeluarkan iblis yang sangat banyak hingga membuat para prajurit Bullaford panik. Warga yang sedang dievakuasi pun ikut kepanikan dan membuat proses evakuasi menjadi berantakan.
Penyerangan oleh pasukan iblis tersebut membuat pertahanan Bullaford terporak-porandakan dengan sangat mudah. Tak butuh waktu lama untuk pasukan iblis itu membantai orang orang yang ada di Bullaford.
Raja Bullaford sudah diminta untuk ikut para penduduk dan petinggi lainnya mengungsi. Mereka sampai memaksa namun Raja Bullaford menolak dengan tegas. Ia bersikukuh untuk tetap tinggal sembari menahan dan mengulur waktu agar ada lebih banyak rakyatnya yang selamat.
Ia dengan tegap berdiri di depan balkon istana menghadap ke arah pasukan iblis tersebut. Ia berdiri dengan tangan ditaruh di bagian bawah gagang pedang dengan pedang yang tertancap ke tanah. Nampak tidak ada sedikitpun keraguan di matanya ketika menghadapi pasukan iblis tersebut.
Raja Bullaford pun meminta agar para petinggi lainnya meninggalkannya, ia meminta agar para petinggi menemani dan mendampingi rakyat tersebut hingga anaknya muncul menggantikannya. Ia juga memasang Mantra penghalang agar para petinggi lainnya tidak dapat menarik dirinya.
__ADS_1
Hingga akhirnya pasukan iblis tersebut mendekat dan para petinggi terpaksa meninggalkan orang yang mereka hormati tersebut. Sang Raja dengan tersenyum menghadapi serangan pasukan iblis tersebut.
"Dan begitulah kejadiannya, Yang Mulia." kata Ista dengan mata yang berkaca kaca
Justin pun duduk dengan lemas. Ia menangis mendengar cerita dari Ista. Ia tidak mengatakan apa apa, ia hanya menangis dengan tangan yang ditaruh di atas kepala dan wajah yang dihadapkan ke lantai.
Aldizech mengalirkan air matanya. Ia mengusap air matanya berkali kali namun tetap tidak dapat berhenti. Meski tetap duduk dengan tegar, air mata yang mengalir tidak dapat disembunyikannya.
Mata dari orang orang Orion pun tampak berkaca kaca meskipun badan mereka tetap tegar. Kron pun hanya terdiam dengan menutupi separuh wajahnya (dahi ke hidung) dengan tangan kanannya.
"Apa apaan kalian ini.." kata Ista
Perkataan Ista membuat Justin memandangnya.
"Kalian.. kalian telah bersekongkol dengan para bajin*an itu tapi malah sok-sok an meneteskan air mata di depan kami ?!" kata Ista memukul meja dan berdiri
"Kalian.. apakah kalian tidak memiliki rasa malu ?! Kalian yang sudah mencoba menipu raja kami, bersekongkol dengan lawan kami, masih berani menunjukkan wajah kalian di hadapan kami ?!" kata Kuza dengan mengepalkan tangannya dengan sangat kuat
"Kalian benar benar memalukan." kata Judo dengan tatapan penuh kebencian
Perkataan dari para petinggi Bullaford membuat Justin ternganga. Ia bingung harus mempercayai pihak yang mana. Ia tidak tahu yang mana yang benar karena kesedihan yang sedang dialaminya.
Di tengah cacian dan tuduhan tersebut, tiba tiba Kron berdiri. Semua orang dengan spontan menghadap ke arah Kron.
"Kita kembali ke Mobil." kata Kron
"A-Ada apa, Yang Mulia?? Mengapa anda terburu buru ??" tanya Justin yang langsung berdiri dan bertambah panik
Kron mendekati Justin, menepuk bahunya dan membisikkan sesuatu. Setelah itu, Kron pun menyuruh orang orang dari Orion untuk kembali ke Mobil.
"Kami izin dari sini. Selamat siang." kata Kron tanpa membelakangi orang orang Bullaford
Pintu pun dibuka oleh Gordon dan Edward. Mereka pun meninggalkan ruangan tersebut dan pintu tertutup.
"Apa apaan mereka itu ?!" kata Judo dengan emosi
"Tidak sopan ! Berani beraninya mereka melakukan tindakan tidak sopan seperti ini !!" kata Judo
"Sialan. Berani beraninya mereka meneteskan air mata palsu seperti itu !" kata Ista
Ketika para petinggi sedang emosi, Justin berjalan menuju ke arah pintu keluar ruangan tersebut. Ketika Justin membuka pintu tersebut, para petinggi terdiam dan bertanya mau kemana Justin.
__ADS_1
"Kalian.. tidak jadi.." kata Justin yang lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Kron dan yang lain pun berjalan menuju ke Mobil dengan dipandangi pandangan busuk dari orang orang Bullaford. Kron dan yang lain hanya menghadap lurus ke depan tanpa menghiraukan pandangan tersebut.
Dan tak sengaja seorang anak kecil yang sedang bermain kejar kejaran menabrak Kron.
"Aduh, maafkan saya tu-" kata anak yang menabrak Kron
"Tu-Tuan.. mengapa anda menangis..?" tanya anak kecil tersebut
"Tak apa.. apa kau baik baik saja? Apa ada yang terluka ?" tanya Kron mengelus anak kecil tersebut
"Hem hem ! Tak ada yang sakit kok ! Kata ibuku, seorang lelaki tidak boleh gampang menangis !" kata anak kecil
".. Hahaha.. ya.. benar kata ibumu.. lelaki tidak boleh gampang menangis." kata Kron
"Oh ya tuan ! Ini ada bunga untuk tuan ! Sebagai permintaan maaf karena menabrak tuan." kata anak kecil tersebut menyodorkan bunga
"Wah.. benar benar bunga yang indah.." kata Kron
"Tentu saja ! Ini adalah bunga kesukaan ibuku tuan !" kata anak kecil tersebut
"Ibumu.. pasti orang yang cantik." kata Kron
"Ya ! Ia seperti malaikat !" kata Anak kecil tersebut
Tiba tiba seorang wanita berusia 25 tahunan mendatangi dan langsung menggendong anak tersebut. Wanita tersebut langsung menunduk meminta maaf. Anak kecil tersebut langsung disuruh menunduk untuk meminta maaf juga.
Dan mereka meninggalkan Kron dan yang lain dengan terburu buru. Setelah agak ada jarak, si wanita seperti membisikkan sesuatu, dan setelah bisikan tersebut, senyuman tulus anak tadi berubah menjadi terkejut dan ketakutan.
Kron pun kembali berdiri dan menghadapkan wajahnya ke bawah. Setelah beberapa saat, Kron dan yang lainnya melanjutkan jalannya untuk kembali menuju ke Mobil.
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
__ADS_1
Terima Kasih !
----------=======-----------