
"Justin ? Apakah dia tidak sekolah..?" tanya Bella
"Justin.. maaf.. King, Baja, bisa tolong jelaskan padanya ?" kata Kron
King dan Baja pun mulai menjelaskan situasi yang dialami oleh Justin, yaitu takluknya Kerajaan Bullaford serta kematian dari Sang Raja atau ayahnya. Bella yang terkejut mendengar berita itu langsung merapalkan Mantranya untuk mencari keberadaan Justin.
"Kron.. aku sudah menemukannya.." kata Bella
"Benarkah ? Bisa tolong sambungkan aku padanya ?" tanya Kron
"Akan aku coba.. Justin, kau mendengarku ?" tanya Bella
"Hm? Bella kah ?" kata Justin
"Ya.. turut berduka atas kejadian yang menimpamu.." kata Bella
"Be-beritanya sudah tersebar ya.." kata Justin
"Tidak.. aku baru saja mengetahuinya dari seseorang yang sedang mencarimu.." kata Bella
"Seseorang? Siapa dia ?" tanya Justin
"(Bella menganggukan kepala memberi kode kepada Kron) Lebih baik kamu bicara langsung dengan orangnya." kata Bella
"Justin, kau bisa mendengarku ?" tanya Kron
"K- Yang Mulia ?!" jawab Justin yang terkejut
"Aku sudah mendengar kabarnya dan aku turut berduka yang sangat mendalam." kata Kron
"T-Terima kasih Yang Mulia.. dan saya mohon anda jangan merasa bersalah !" jawab Justin
"Mengapa demikian ?" tanya Kron
"(A-Apa yang sudah kukatakan..) Ma-maafkan kelancangan saya.. mungkin saja anda merasa bersalah karena tak bisa menyelamatkan ayah saya dan orang orang dari Bullaford lainnya.." jawab Justin
"Hm.. kalau perasaan bersalah itu, tentu tak bisa aku hilangkan. Ayahmu atau Paman Erdia adalah sosok raja yang hebat, bahkan ia sudah menantikan untuk menjalin aliansi dengan Kerajaan Orion." kata Kron
"Ya.. namun dibatalkan karena para petinggi lainnya tidak setuju bukan.." jawab Justin
"Begitulah.. meski begitu, aku dan beliau tetap berharap dapat menjalin aliansi di masa yang akan datang.." kata Kron
Suasana hening.. terdengar suara Justin yang mulai meneteskan air mata.
"Justin, mungkin terdengar sombong bagi orang sepertiku mengatakannya namun ingatlah, kehidupan kadang membuatmu terjatuh dan membuatmu putus asa, tersesat dan hilang arah. Tapi ingat, kau memiliki orang orang yang ada di sampingmu. Seseorang yang akan senantiasa mengulurkan tangannya, menjadi pelita penunjuk arah, dan menolongmu bahkan ketika kau tidak sanggup untuk meminta pertolongannya." kata Kron
Justin tertegun mendengar perkataan Kron.
"Sekarang menangislah, luapkanlah segala kesedihanmu, lepaskanlah segala amarahmu.. tangisan dan amarah yang kau rasakan jangan pernah kau lupakan, sehingga itu menjadikan alasanmu untuk bangkit serta melindungi orang orang yang kau cintai." kata Kron
"... Lak.. sanakan.. Yang.. Mulia..." jawab Justin
"Ya.. sampai jumpa Justin.. aku tunggu kebangkitanmu." kata Kron dengan tersenyum
Mantra yang menghubungkan antara Justin dan Kron pun diputus oleh Bella sesuai perintah Kron.
"... hiks.. hiks... HUAAAGHHHH !!!!" tangis dan teriak Justin melampiaskan emosinya
"Mengapa.. mengapa aku sangat lemah ! Menjadi sangat lemah hingga membiarkan orang orang yang kucintai mati ! Menjadi sangat lemah hingga membuat orang orang yang menyayangi ku khawatir ! Menjadi sangat lemah hingga.. membuat Yang Mulia bersedih !" ungkap Justin dengan segala kekesalannya
__ADS_1
RUMAH BELLA
"Terima kasih Bella." kata Kron
"Ta-tak masalah Kron.." jawab Bella
"Heh? Kalian ikut menangis juga kah.." kata Kron menghadap King dan Baja
"Habisnya.. perkataan Yang Mulia itu.." kata King
"Sangat menyayat hati.." kata Baja
"Be-begitukah.. oh ya, ini ada buah buahan buatmu." kata Kron memberikan sekeranjang buah
"Te-terima kasih Kron.." jawab Bella
"Maaf cuma bisa memberi ini.. semoga kamu senang dan cepat sembuh ya !" kata Kron dengan tersenyum
"Terima.. kasih." jawab Bella dengan wajah memerah
"Baiklah.. karena sudah tidak ada kepentingan di sini dan Bella pun harus beristirahat, sebaiknya kami pulang dulu.." kata Kron
"E-Ehh? Tidak tidak.. aku tidak apa apa kok !" kata Bella merasa tidak enak
"Hm.. namun wajahmu memerah itu.." kata Kron dengan polos
"I-ini.. a.. intinya aku sudah tidak apa apa !" kata Bella
"Hm? Syukurlah kalau begitu.. tapi kami masih punya urusan yang harus diselesaikan." kata Kron
"Ya, terima kasih atas sambutannya dan kapan kapan kalau ada waktu aku akan main ke sini lagi. Sampai jumpa !" kata Kron sembari memakai jubah penyamarannya lagi
"Y-Ya.." jawab Bella
Kron dan teman temannya pun meninggalkan Ruang tamu dan diantar oleh Albertus menuju ke gerbang istana. Albertus menawarkan Kron dan yang lain untuk menggunakan kereta kuda menuju ke istana namun ditolak dengan halus oleh Kron. Kron dan yang lain pun meninggalkan Rumah Bella.
"Jadi Kron.. apa yang harus kita lakukan sekarang ?" tanya Baja
"Untuk sementara ini.. kita belum bisa berbuat apa apa.. kita masih harus mengembangkan kekuatan kita, memajukan perekonomian kita, dan menyejahterakan rakyat kita." kata Kron
"Lalu untuk kasus Bullaford, Yang Mulia ?" tanya King
"Aku akan menunggu jawaban yang diberikan oleh Justin. Segala keputusan ada ditangannya." jawab Kron
Kron pun menuju ke gedung militer untuk mengecek persenjataan Mantra dan kendaraan Mantra. Baja dan King yang diajak oleh Kron pun datang dan kagum dengan teknologi yang akan diciptakan oleh kerajaan mereka. Mereka terpukau dengan kedua barang tersebut.
"Yang Mulia !" teriak Rolando
"Ya !" jawab Kron
__ADS_1
Sontak seluruh pekerja yang hadir terkejut dengan teriakan Rolando dan langsung menghampiri dan berlutut dihadapan Kron. Kron pun menyuruh mereka untuk berdiri dan menjalankan aktivitas pekerjaan seperti biasanya.
"Jadi, sudah sampai mana perkembangannya ?" tanya Kron
"Untuk itu.. kata Tuan William, ini sudah sampai tahap ke 2, Yang Mulia." jawab Rolando
"Heh.. tinggal 1 tahap lagi kah.." kata Kron
"Ya, apalagi setelah perang tersebut, kita semakin tahu seberapa kuat senjata ini dan mampu mempercepat proses pengembangan dan pembuatannya !" kata Rolando dengan semangat
"Hm? Mengapa demikian ?" tanya Kron
"Karena dengan perang tersebut, kami tahu dimana kekurangan dari senjata Mantra ini, dan bagian bagian mana saja yang harus dikembangkan !" jawab Rolando dengan semangat
"Oo begitukan.. baguslah, lanjutkan kerja bagus kalian !" kata Kron dengan tersenyum lebar
"Ba-Baik, Yang Mulia !" jawab Rolando dengan sangat bersemangat
Rolando pun kembali bekerja dan Kron serta yang lainnya melanjutkan perjalanan mereka melihat lihat perkembangan yang ada di gedung militer.
"Yang Mulia, ada apa anda repot repot kemari ?" tanya William yang langsung datang menghampiri
"Hm? William kah? Tidak ada apa apa.. hanya ingin berkunjung saja." jawab Kron
"Begitukah.. baiklah, izinkan saya untuk menemani anda selama anda berkunjung disini !" kata William
"Hm? Dengan senang hati." jawab Kron
Kron dan yang lain pun melihat lihat dan mencoba senjata Mantra dan kendaraan Mantra yang sudah sampai di tahap 2. Baja dan King yang baru pertama kali mencoba menjadi lebih dan lebih terpukau lagi. Karena bagi mereka sesuatu yang diciptakan oleh Kerajaan Orion tidak pernah terbayang sama sekali di benak mereka. Sembari Baja dan King mencoba senjata Mantra, Kron berbisik kepada William.
"Oh ya William, aku ada permintaan." kata Kron berbisik kepada William
"Ya?! Kalau boleh tahu, apa itu Yang Mulia?! Anda tidak perlu meminta cukup perintahkan saja maka akan langsung kami kerjakan !" jawab William dengan sigap
"A-ah.. ini, aku ingin menciptakan satu hal lagi.." kata Kron
"A-apa itu, Yang Mulia ?!" jawab William dengan bersemangat
"Namun aku ingin ini menjadi proyek yang sangat sangat rahasia.. hanya boleh ada beberapa orang saja yang tahu." kata Kron
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------