
Syno dan para bawahannya pun meninggalkan Arena Kerajaan menggunakan portal. King dan Arthur mencoba mengejar namun berhasil dihalangi oleh Cerberus.
"Sial.. Anjing ini sangat mengganggu !" kata Arthur
"Ya.. saya sependapat dengan anda." kata King
Orang orang yang bertarung dengan Cerberus pun langsung menghabisi Cerberus hingga membuat Cerberus mati seketika.
"Dengan ini.. dia sudah mati bukan.." kata Orrobo
"Seharusnya." kata Aldizech
"Sial !" kata King memukul tanah
"Mengapa mengurus anjing seperti ini saja aku sampai kewalahan !" kata King yang emosi
"Tenangkan dirimu. Cerberus bukanlah iblis yang lemah. Dulu ia pernah mengacaukan Essaract dan sekarang kau bisa menghadapinya, bukankah itu hebat ?" kata suara seseorang memegang bahu King
"Suara ini..!" kata King
"Yang Mulia !" kata orang orang yang bertarung dengan berlutut
"Berdirilah. Maafkan ketidakhadiranku." kata Kron
"Tidak.. ini kesalahan kami yang lalai dalam menjalankan tugas !" kata Arthur dengan sangat bersalah
"Ya.. ini murni kesalahan kami." kata Aldizech
"Tidak.. sebagai seorang Raja sudah seharusnya mengawasi setiap kegiatan. Namun, aku malah lalai dalam menjalankan tugas sehingga serangan seperti ini bisa terjadi." kata Kron
"Maafkan ketidaksopanan saya, Yang Mulia. Namun, bagaimana mungkin anda bisa tidak menyadari serangan seperti ini ?" tanya Silvanna
"Silvanna !" bentak Arthur dan Aldizech
"Tak apa. Harus aku akui bahwa ada sesuatu yang janggal. Sehingga aku tidak bisa menyadari keanehan di dalam Arena ini." kata Kron
"Apakah maksud anda.." kata Silvanna
"Ya, ada yang membuat penghalang untuk merasakan kekuatan Mantra di dalam Arena ini." kata Kron
"Jikalau Yang Mulia sampai tidak menyadarinya, berarti penghalang itu bukan Mantra biasa." kata Silvanna
"Ya, kemungkinan itu adalah Mantra Hitam." kata Kron
Orang orang yang ikut hadir dan mendengarkan pun terkejut. Karena lagi lagi mereka harus berhadapan dengan seorang pengguna Mantra Hitam. Kron pun memerintahkan untuk para siswa dan warga lainnya segera diobati. Dan para petinggi langsung dikumpulkan untuk mengadakan rapat dadakan.
RUANG RAPAT ISTANA
"Maafkan kedatanganku yang terlambat baik ketika melawan Cerberus maupun ketika datang ke sini." kata Kron
"Tidak apa, Yang Mulia." jawab para petinggi
"Apakah anda berhasil menemui Kuraraku, Yang Mulia ?" tanya Aldizech
__ADS_1
"Ya, dan beliau bersedia untuk membantu persiapan kita untuk mempercepat pembuatan Senjata Mantra." jawab Kron
"Untuk bayarannya bagaimana, Yang Mulia ?" tanya Lisa
"Harta rampasan perang melawan Kerajaan Sweba." jawab Kron
Para petinggi beserta Kron pun berbincang bincang sebentar soal permasalahan yang terjadi. Baik kedatangan dari Syno dan gerombolannya yang tidak diketahui, Mantra Transformasi, dan pasukan yang sudah bersiap untuk menyerang dalam 1 pekan.
"Ya, aku tadi sudah mengeceknya. Pasukan mereka berjumlah 22.000. Nampaknya 15000 pengguna pedang dan perisai, 5000 pengguna panah, dan sisanya Pemantra." kata Kron
"Sial.. pasukan kita hanya berjumlah 5000 orang saja !" kata Arthur
"22.000 melawan 5000.. 1 banding 4 kah.." kata Marquis
"Bagaimana menurutmu Marquis ?" tanya Kron
"Kita bisa memenangkan pertempuran ini, Yang Mulia." kata Marquis dengan percaya diri
Para petinggi pun terkejut dengan perkataan Marquis.
"Baguslah.. untuk urusan strategi pertempuran, kuserahkan padamu." kata Kron
"Suatu kehormatan bagi saya, Yang Mulia !" jawab Marquis
"Baiklah.. rapat setelah ini akan kalian lanjutkan sendiri. Aku masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan. William, Lisa kalian ikut aku." kata Kron
"Baik, Yang Mulia." jawab Lisa dan William
"Silahkan Marquis untuk memulai dan memimpin rapat." kata Kron
"Baik, Yang Mulia." jawab Marquis
"Baiklah.. izinkan saya untuk memulai rapat pada siang hari ini." kata Marquis
"Kita akan membahas tentang strategi perang kita. Untuk sementara kita akan memaksimalkan kekuatan tempur 5000 orang yang kita miliki. Kita masih belum mengetahui seberapa kuat pasukan kita dan seberapa kuat pasukan musuh kita." kata Marquis
"Berarti untuk saat ini perbandingan masih 1 banding 4.." kata Aldizech
"Aku rasa pasukan kita bisa menghadapi 2 orang sekaligus." kata Arthur
"Mengapa anda berpendapat demikian, Tuan ?" tanya Marquis
"Karena metode pelatihan baru yang diterapkan oleh kita jauh lebih baik daripada pelatihan biasa. Aku yakin Kerajaan Sweba menerapkan pelatihan yang keras, namun entah mengapa aku merasa yakin bahwa prajurit kerajaan kita mampu menghadapi jikalau masih 1 banding 2." kata Arthur
"(Tu-Tuan Arthur bisa berkata serius..)" kata para petinggi yang lain
"Hm.. berarti masalah selanjutnya adalah mengatasi perbandingan 2 sisanya.." kata Marquis
"Izin bertanya, untuk kekuatan dari Senjata & Kendaraan Mantra itu seberapa kuat ?" tanya Alfonso
"Untuk jawaban dari pertanyaan tersebut, Nyonya Silvanna lebih paham dari saya." kata Marquis
"Baiklah, izin menjawab. Untuk itu, sedang dipastikan oleh Kron sekali lagi. Namun untuk saat ini kekuatan Senjata Mantra itu jauh lebih kuat daripada Senjata terkuat yang ada di Essaract." jawab Silvanna
"Meski demikian, karena data tersebut belum sepenuhnya benar maka kita belum bisa menggunakan Senjata & Kendaraan Mantra tersebut sebagai bagian dari strategi kita hingga Yang Mulia memastikannya." kata Marquis
"Namun perbandingan 1 banding 4 ini akan menjadi sangat berat jikalau kita salah menggunakan strategi." kata Edward
__ADS_1
"Ya, oleh karena itu Yang Mulia langsung menyuruh kita untuk memulai membahas strategi perang dari sekarang." kata Aldizech
"Jadi, untuk saat ini saya ada saran seperti ini." kata Marquis
Marquis pun menjelaskan tentang rencana sementaranya.
"Jadi begini, Kerajaan kita adalah kerajaan yang disekitarnya terdapat banyak gunung atau perbukitan. Dan hanya ada 3 jalan saja yang bisa ditempuh jikalau menggunakan pasukan berskala besar." kata Marquis
"Berarti dari 3 arah ini saja, bukan ?" kata Aldizech
"Ya, dan karena Kerajaan Sweba berasal dari posisi sebelah timur kerajaan kita, maka mereka pasti akan menggunakan jalur ini." kata Marquis
"Hm.. mengapa kamu bisa seyakin itu ?" tanya Arthur
"Karena Kerajaan Sweba tidak ingin mengulur waktu mereka untuk menghabisi kerajaan kecil seperti kita, mereka cenderung menganggap remeh yang namanya strategi perang, dan mereka membawa pasukan yang banyak sehingga jikalau menggunakan jalur yang 'aneh' akan memperlambat pergerakan mereka." kata Marquis
"HAHA ! Begitu ya ! Lanjutkan !" tawa Arthur
"Baik, Tuan. Oleh karena itu saya menyarankan agar para pengguna Mantra untuk berada di atas kedua bukit yang menjadi jalur masuk dari timur kerajaan kita." kata Marquis
"Tunggu, bukankah nanti akan membuat para Pemantra menjadi ringkih akan terkena serangan ?" tanya Silvanna
"Tidak, kita akan mengalihkan perhatian mereka dengan menggunakan kabut dan serangan dari depan serta kejutan." kata Marquis
"Menggunakan kabut.. berarti kita akan menyerang di waktu fajar ?" kata Edward
"Kalau urusan waktu menyerang bisa kapan saja tergantung keputusan Yang Mulia. Jikalau menyerang di waktu fajar berarti kita tidak perlu menggunakan Mantra Kabut, namun kalau menyerang di waktu pagi atau siang kita perlu menggunakan Mantra Kabut." kata Marquis
"Dan untuk pengalihan dari depan kita menggunakan para prajurit jarak dekat. Lalu dari samping kita menggunakan para prajurit pemanah bukan ?" kata Aldizech
"Tuan ternyata memang jenius.." kata Marquis
"Hahaha.. tidak, saya hanya menebak saja. Justru kamulah yang jenius karena bisa merancang strategi seperti ini." kata Aldizech
"Tidak, Tuan. Saya hanya diajari oleh Yang Mulia saja." jawab Marquis
Suasana yang semula serius dan tegang perlahan namun pasti mulai mencair dan tenang. Mereka perlahan lahan mulai menemukan solusi dari permasalahan yang ada.
"Baiklah, karena waktu sudah hampir petang, maka rapat pembahasan strategi untuk hari ini saya sudahi dulu. Terima kasih atas partisipasinya dan selamat sore !" tutup Marquis
"Ya ! Selamat sore !" jawab para petinggi lainnya
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1