Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 129 - Terdesak


__ADS_3

Kerajaan Orion yang mulai menyerang membuat alur pertempuran berubah. Kerajaan Orion yang memiliki teknologi jauh melampaui kerajaan kerajaan lainnya membuat kekuatan tempur dari Para Iblis bertambah sangat banyak.


Mobil mobil langsung dijalankan dan membuat menabrak penghalang yang diciptakan oleh Bullaford dan Para Malaikat lainnya. Jelas usaha yang dilakukan oleh mobil mobil tersebut sia sia.


Namun melihat usaha dari bawahannya terus menerus sia sia, Zlaruma membagikan sedikit kekuatannya kepada para prajuritnya. Zlaruma juga menurunkan seperempat dari jumlah pasukannya untuk membantu Raja Iblis serta bawahannya.


Mobil mobil yang tertahan mulai membuat retak penghalang yang diciptakan oleh Bullaford dan Para Malaikat lainnya. Para pengemudi mobil juga tidak menyangka bahwa mobilnya mampu menekan penghalang yang mustahil untuk mereka tembus pada awalnya, sekarang dapat dibuat retak.


"Akhirnya Dia mulai turun tangan ya.." gumam Raja Iblis


Ketika Raja Iblis sedang bergumam, Rewark memukul tanah dan membuat tanah muncul dan menghantam Raja Iblis. Raja Iblis yang teralihkan perhantiannya, terkena serangan dari Rewark dan terpental beberapa meter.


Derowe yang melihat Raja Iblis terkena serangan langsung berteriak memanggil Hellian.


"In the name of Hellian! Let him know the pain of death. Mantra : Hundred Pain in One Slash !" kata Hellian di dalam tanah


Hellian yang mendengar teriakan Derowe muncul dari bawah tanah dan langsung menyerang Raja Iblis dengan Mantra yang telah dia tahan selama di bawah tanah.


Tebasan tersebut mengenaii dada kiri hingga pinggang kanan dari Raja Iblis. Raja Iblis berteriak kesakitan sedangkan Zlaruma hanya memandang Raja Iblis yang kesakitan dari kejauhan.


"Dewa.. tolong hambamu ini.." kata Raja Iblis


Zlaruma yang daritadi terdiam akhirnya mulai berbicara.


"Aku tak tahu kau berbicara apa. Suaramu tak terdengar sampai sini." jawab Zlaruma


Raja Iblis tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Zlaruma karena jarak diantara mereka yang sangat jauh. Namun satu hal yang Raja Iblis ketahui bahwa Zlaruma, Dewanya tidak ada niatan untuk menolongnya.


".. Mati saja.. wahai Para Dewa.." kata Raja Iblis yang darahnya terus keluar dengan deras


Raja Iblis mengeluarkan sebuah pedang yang diciptakan dari kegelapan di tangan kirinya. Dengan darah yang terus mengalir dan rasa sakit yang terus menerus dirasakannya, ia mencoba menyerang Hellian dan Para Dewa lainnya yang ada dihadapannya sekarang.


Raja Iblis mengayunkan pedangnya berkali kali namun dapat dengan mudah dapat dihindari oleh Hellian. Ketika Raja Iblis mengayunkan satu serangan lagi, ia terjatuh.


"Hentikanlah, usahamu sia sia saja." kata Hellian memandang Raja Iblis yang terkapar


".. Diamlah.. kalian Para Dewa.. tidak pernah memikirkan nasib kami.. Para Iblis.." kata Raja Iblis


Hellian tidak menjawab perkataan Raja Iblis. Perlahan lahan bagian tubuhnya mulai berubah menjadi abu.


"In the name of Demon Lord.. Black Mantra : Metanoia !"


Hellian yang mendengar rapalan Mantra dari Raja Iblis langsung berteriak agar Derowe dan Tofa berlindung secepatnya. Hellian juga langsung memasang sebuah penghalang dengan 3 lapisan yang tebal.


".. Matilah !" teriak Raja Iblis


Raja Iblis meledakkan dirinya dan membuat sebuah gelombang kejut berwarna hitam yang meluas ke seluruh area pertempuran. Malaikat malaikat yang terkena gelombang tersebut dan belum sempat membuat penghalang langsung tertunduk lemas.


Sedangkan Para Iblis yang sedang bertarung merasa dirinya mendapatkan tambahan kekuatan yang sangat besar. Para Iblis langsung menyerang Para Malaikat yang tertunduk lemas.


Beberapa Malaikat mulai gugur karena tidak bisa menahan serangan dari Para Iblis. Dada dari Para Malaikat tiba tiba terasa sangat sakit dan sayap mereka mulai menghitam.


Iris yang melihat kejadian tersebut langsung merapalkan Mantra Putihnya dan mencoba mengobati Para Malaikat yang masih bertahan di medan pertempuran.

__ADS_1


Setelah gelombang tersebut hilang, tubuh Raja Iblis masih terbentuk namun sudah menjadi abu sepenuhnya. Tatapan kebencian terpancar dari wajahnya yang sudah menjadi abu.


Para prajurit ras gabungan merasakan sakit yang bukan main, begitu pula yang dirasakan orang orang, teman teman, dan bawahannya Kron.


Pasukan dari Para Dewa semakin terdesak mundur. Kekuatan tempur mereka sekarang telah berkurang 1/10 nya. Sedangkan dari pihak Para Iblis masih belum mengeluarkan kekuatan tempur terbaiknya.


Zlaruma yang melihat Raja Iblis telah mati mengambil alih komando seluruh pasukan Raja Iblis. Ia dengan cepat memerintahkan agar ketujuh Kerajaan Besar yang belum turun ke medan pertempuran untuk segera turun.


".. Itulah yang kami tunggu tunggu !!" teriak Raja Westebar


"YAA !!!" kata seluruh prajurit


Dengan berlari kencang, ketujuh kerajaan besar langsung menyerbu barisan Para Malaikat. Prajurit Westebar dan Sweba menyerang dengan sangat brutal yang saking brutalnya hingga mereka hampir tidak bisa dibedakan dengan Para Iblis.


"Bantai mereka wahai orang orangku! Hahaha !" teriak Raja Sweba


Raptor yang melihat mantan rajanya dengan cepat langsung mementalkan barisan terdepan pasukannya. Raja Sweba terkejut karena melihat pasukan yang dibanggakannya dapat dengan mudah dipentalkan.


"Siapa kau.. tunggu, aku mengenalmu." kata Raja Sweba


"Lama tak berjumpa, wahai Raja Sweba." kata Raptor


"RAAPTOORR !!" teriak Syno yang muncul dari gerombolan pasukan Raja Sweba


Syno yang langsung mengayunkan pedangnya dapat ditangkis oleh Raptor. Syno mengayunkan pedangnya beberapa kali namun dapat dengan mudah dihindari dan ditangkis oleh Raptor.


Ketika Syno mengayunkan pedangnya terlalu lebar, Raptor langsung menghindari dan menendang Syno hingga terpental beberapa meter.


"Seperti biasa anda masih tidak sopan, Pangeran Syno." kata Raptor


Syno mencoba menyerang Raptor namun ketika ia mencoba beranjak dari tempatnya, kakinya telah berubah menjadi es menyatu dengan tempat ia berpijak.


"Sialan! Siapa yang melakukan ini !" kata Syno


Ketika Syno melihat ke depan sekali lagi ia melihat sosok Yuno yang berdiri di samping Raptor. Syno memandang sinis Yuno dan mengatakan hal yang sama seperti yang ia katakan kepada Raptor.


Di tempat lainnya, Para Prajurit Orion dapat ditahan oleh Aldizech, Arthur, dan Silvanna. Dengan satu tebasan, Arthur melempar sekitar 6 orang prajurit Orion.


"Naas sekali rasanya kalau harus melawan kerajaan sendiri." kata Arthur dengan mengangkat pedangnya di pundaknya


"Jangan berkata seperti itu jikalau kamu sendiri menikmatinya." kata Aldizech


"Kalian, lihatlah siapa yang menghampiri kita." kata Silvanna dengan santai


Para Penasihat Kerajaan datang dengan menggunakan mobil yang sudah diperbarui oleh William. Mobil tersebut nampak lebih kokoh dan lebih kuat daripada mobil mobil yang ada di peperangan tersebut.


"Wah.. ini pasti ulah William.." kata Arthur


"Biarkan aku yang mengatasinya." kata Aldizech


Aldizech merapalkan Mantra dan memunculkan sebuah tanjakan beberapa meter di depan mobil dari Para Penasihat Kerajaan. Mobil tersebut terbang tinggi dan menabrak bagian atas dari penghalang yang diciptakan oleh Bullaford dan Para Malaikat.


Mobil tersebut meledak namun orang orang di dalam mobil tersebut dapat melompat dan datang di hadapan Arthur, Aldizech, dan Silvanna dengan selamat.

__ADS_1


"Tuan dan Nyonya sekalian! Mengapa anda berkhianat terhadap kerajaan ?!" tanya King


"Benar! Nyonya Silvanna.. apa yang telah anda lakukan !' kata Sakura


Para Petinggi Kerajaan mulai bertanya tanya kepada Para Penasihat Kerajaan mengenai alasan mereka berkhianat. Dan ketika mereka sedang bertanya tanya, sebuah lingkaran cahaya muncul dihadapan Para Petinggi dan Para Penasihat.


"Kalian..!" kata King


"Selamat siang..? Kakak King." kata Justin


Justin beserta teman temannya muncul dari lingkaran cahaya tersebut. Para Penasihat Kerajaan terkejut melihat kemunculan dari Justin dan yang lain.


"Oi Justin, kau berpihak pada siapa ?" tanya Arthur dengan frontal


"Kami berpihak pada Lincoln, eh tidak maksudku Kron !" jawab Justin


"Ohh baguslah kalau kau tidak hilang ingatan !" kata Arthur


"Hilang ingatan? Apa maksud anda ?" tanya Rose


"Kalian ingat dengan Kron bukan ?" tanya Aldizech


"Tidak.. kami baru saja mengetahui nama aslinya beberapa pekan yang lalu." jawab Baja


Para Penasihat Kerajaan terkejut mendengar jawaban dari Baja. Mereka terkejut karena orang orang yang tidak memiliki ingatan tentang Kron dapat berpihak pada Kron.


"Anak itu.. apa saja yang sudah dilakukannya sih !" kata Silvanna dengan tersenyum


"Hahaha! Cucuku memang mengagumkan !" kata Arthur


"Meski begitu, kita harus fokus terhadap yang ada di hadapan kita sekarang." kata Aldizech


Area pertempuran semakin memanas. Pasukan terkuat Zlaruma masih belum dikeluarkan namun kondisi pasukan Para Dewa sudah semakin terpojok.


Melihat kondisi dari Para Dewa yang sudah semakin kelelahan, ditambah kondisi pasukan Para Dewa yang sudah semakin jelas melemahnya membuat Zlaruma ingin segera mengakhiri pertempuran ini karena baginya pertempuran ini sudah tidak seru lagi.


"Dasar orang orang lemah.. Kalian !" kata Zlaruma memanggil para bawahannya


"Ada keperluan apa, hingga anda repot repot memanggil kami, Wahai Dewa Agung ?" tanya para bawahannya dengan berlutut


"Turunlah ke medan perang." kata Zlaruma


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !

__ADS_1


----------=======-----------


__ADS_2