Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 23 - Kudeta Kerajaan Duca


__ADS_3

Pahlawan, sebuah julukan yang tak sembarangan orang bisa memilikinya. Butuh sebuah usaha yang luar biasa susahnya untuk mendapatkan julukan tersebut, baik menjadi Pahlawan Ras, Kerajaan, Desa, atau Sekolah. Ketika seseorang yang masih terhitung sangat muda mendapatkan julukan tersebut tentu akan ada banyak pihak yang merasa iri, terkhianati usahanya, atau tidak suka. Dan begitu pula yang terjadi di Kerajaan Duca.


Layaknya masa Kerajaan pada umumnya, sistem kasta ada di Essaract. Kasta teratas bernama Manusia  Suci, ke dua adalah Manusia Pilihan, ketiga adalah Manusia Umum, dan keempat adalah Manusia Pembantu. Bangsawan Kelas Atas, Kesatria Kehormatan, dan Pendeta Kerajaan adalah 3 golongan yang berada di kasta tertinggi. Lalu dibawahnya ada Kesatria Kerajaan, Bangsawan Kelas Menengah dan Pengusaha yang Memonopoli sistem jual beli kerajaan. Di kasta ketiga ada Bangsawan Kelas Bawah, Pedagang Kelas Menengah, dan Prajurit Kerajaan. Tingkat 4 ada Buruh, Petani, Peternak dan Pedagang biasa. Hanya 4 kasta tersebut yang dianggap berlaku di Ras Manusia di Essaract. Meski begitu ada beberapa golongan yang disebut sebagai Kasta Buangan yaitu orang orang miskin, pengemis, dan orang orang susah lainnya.


Kron Gokami merupakan orang biasa yang dianggap berasal dari kasta ke 4, Manusia Pembantu. Oleh karena itu ketika ada orang dari kasta rendah diangkat menjadi pahlawan tentu menimbulkan banyak pihak yang kontra. Kron sendiri sudah menyadari itu dan mencium akan ada sesuatu yang tidak mengenakkan pada dirinya dan mungkin saja, Kerajaan Duca. Dan benar saja, pada suatu malam hal yang tidak diinginkan dan diperkirakan oleh Kron, terjadi.


Pemberontakan besar besaran oleh kasta teratas terjadi. Mulai dari Jendral Perang, Schwerden Alteism. Calon Raja Duca, Trezeguet Duca 8. Menteri dan kepercayaan Sang Raja, Basiat Anaji. Dan pemegang kendali pasar Duca, Rieleyen Rupe melakukan kudeta terbesar sepanjang sejarah Kerajaan Duca.


Sang Raja, Aldizech Duca 7 tentu kewalahan menghadapi pemberontakan tersebut dikarenakan yang memberontak adalah orang orang yang sangat penting untuk masa depan Kerajaan tersebut. Sang Raja Aldizech terpaksa untuk mundur dari tahtanya dan diusir dari Kerajaan karena dianggap sebagai Orang HIna yang mengangkat seorang bocah sebagai pahlawan karena suatu kejadian yang dianggap oleh mereka sepele. Begitu pula dengan status kepahlawanan dari Kron Gokami yang dicabut karena dianggap sangat tidak pantas dan sangat tidak layak untuk menyandang gelar tersebut. Kron pun diusir dari Kerajaan tersebut, karena dianggap telah mengotori nama baik Kerajaan Duca.


Segala hal yang terjadi berlangsung terlalu cepat bagi Kron. 2 bulan yang lalu ia diangkat menjadi pahlawan, dipuja dan dipuji oleh orang orang di kerajaan, serta disanjung sanjung bahkan oleh orang orang yang melakukan kudeta. Namun saat ini ia diusir dari kerajaan. Ia mendapatkan fitnah bahwa ia menyebarkan kebohongan, melakukan hipnotis dan cuci otak seluruh siswa Terresia dan, serta penipuan tentang peristiwa yang terjadi tersebut agar dapat membuatnya menjadi seorang pahlawan.


Kron pun yang sudah mengetahui akan hal tersebut menerima segalanya dengan pasrah dan senyuman palsu. Baja, Liliana, dan teman teman kelasnya mencoba untuk melindunginya dengan melawan argumen argumen tak masuk akal yang dilayangkan oleh pihak kudeta namun dicegah oleh Kron. Karena Kron tahu bahwa jikalau mereka membelanya mereka akan ikut terusir oleh pihak kudeta.


Sebelum Kron diusir dari kerajaan, ia diarak keliling kerajaan dengan tangan yang diborgol layaknya seorang penjahat kelas atas yang tertangkap. Dibawa ke atas panggung eksekusi dan dicambuk 1000 kali, lalu penduduk kerajaan disuruh melemparkan batu yang telah disiapkan oleh pihak kudeta ke arah Kron. Pada awalnya para penduduk tidak tega untuk melempari batu ke arah anak muda tersebut, namun karena ada beberapa pihak yang memanas manasi, akhirnya terjadilah pelemparan batu tersebut. Di Masa yang akan mendatang peristiwa kudeta kerajaan tersebut akan diingat sebagai Awal Kehancuran Duca.


"Pergi kau dari kerajaan ini, dasar manusia rendahan !" dengan menendang prajurit mengusir Kron


"Kau itu hanyalah orang hina ! Sok mengaku sebagai pahlawan ?!" sambung prajurit lainnya


"Benar ! Usir saja orang hina itu !"


"Tak kusangka ia menggunakan cuci otak pada anak anak suci itu !"


"Dasar orang hina ! Mati saja kau !"


Hinaan dan cacian terus dilayangkan kepada Kron seraya pijakan kakinya mulai meninggalkan kerajaan tersebut. Selama ia berjalan dari panggung eksekusi hingga ke depan gerbang, tak terhitung berapa jumlah kotoran, batu, makanan busuk, dan benda benda lainnya yang dilemparkan ke arahnya.


"KKKRRRRRROOOOOOONNNNNNNNN !!!!!" teriak sangat lantang dari Justin


"KAU HARUS TETAP HIDUP !!! DATANGLAH KE BULLAFORD ! KAU TIDAK AKAN TERTINDAS DI SANA !!" sambungnya dengan teriakan yang tambah keras dan lantang

__ADS_1


"I-itu kan pangeran Bullaford.."


"E-eh iya ya.."


"Si anak muda itu sampai diundang oleh pangeran..?"


"A-apakah benar dia anak yang baik..?"


"A-apa jangan jangan kita yang salah..?"


Teriakan lantang dari sang Pangeran Bullaford membuat keraguan di dalam hati para penduduk Kerajaan Duca. Mereka ragu ragu apakah yang mereka lakukan itu benar atau salah. Namun tetap saja, ada orang dibalik layar yang lagi lagi memanas manasi para penduduk


"Hoi hoi.. bukankah pangeran itu juga salah satu murid Terresia ?"


"Ya.. kalau begitu dia juga terkena cuci otak si hina itu kan..?"


"W-wah benar !"


"Ayo lemparkan lagi ! Kita lindungi pangeran !"


"YA !"


Lagi lagi penduduk termakan omongan pihak kudeta. Kron yang hanya terdiam selama proses penyiksaan tersebut terjadi perlahan mulai menolehkan pandangannya ke arah Justin. Justin berada di atas gedung di belakang panggung eksekusi bersama dengan teman teman kelas A nya. Mereka pun meneriaki Kron dengan air mata yang mulai mengalir.


"KRROOONN !! MAAFKAN KAMII !" teriak Rose


"MAAFKAN KAMI TAK BISA MENOLONG MU !!" sambung Ligit


"SUATU SAAT NANTI KAMI PASTI MENERIMA BATU NYA !!" kata Paul


"KRROONN !! TERIMA KASIH TELAH MENYELAMATKAN KAMI !" teriak Alramal

__ADS_1


"MAAFF !! MAAFF !! MAAFFF !!!" teriak Eclair


"RORORORORORO !!" teirak Tromoro


"(Kron.. maafkan aku yang hina ini..)" kata Meria


Seluruh siswa kelas A menangis dengan air mata terurai yang sangat deras. Kron, orang yang mereka anggap remeh awalnya, orang yang telah menyelamatkan mereka, orang yang telah membawa kehangatan di kelas mereka, orang yang telah menjadi bagian anggota keluarga mereka, orang yang mereka cintai. Tersiksa di hadapan mereka tanpa mereka bisa berbuat sesuatu.


"KRON !" teriak suara lainnya dari depan gerbang Kerajaan


"IZINKAN KAMI MENGAWALMU..." sambung suara lainnya


"... PAHLAWAN !" teriak lantang 10 Pilar Pelindung Sekolah


10 Pilar berusaha menahan air mata, namun meski telah mereka usahakan untuk menahannya air mata tersebut tetaplah mengalir. Baja, sang sahabat, menangis dengan sangat kencang. Sebuah tangisan yang belum pernah dilihat siapapun sebelumnya. Sebuah tangisan yang mempertegas seberapa dalam ikatan mereka. Kron, hanya bisa terdiam sesaat melihat tindakan dari teman temannya tersebut. Ia sempat terdiam di tengah jalan lalu ditendang kembali oleh para prajurit kerajaan.


"... teman teman... " kata Kron


Para Pilar dan teman temannya pun melihat gerak bibir dari Kron. Bella langsung mengaktifkan Mantranya agar suara dari Kron dapat terdengar oleh teman temannya dan para Pilar


"... Terima Kasih." sambungnya dengan senyumannya hangatnya yang khas


-----------\=\=\=\=\=\=\=-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari temen temen ya !


Terima Kasih !

__ADS_1


-----------\=\=\=\=\=\=\=-----------


__ADS_2