Overpowered Unknown Hero

Overpowered Unknown Hero
Chapter 105 - Latihan 2 Tahun


__ADS_3

Setelah beristirahat dan dirasa oleh Raptor, Rias, serta Yuno cukup, mereka memutuskan untuk menetap sejenak dan melakukan sejumlah latihan untuk mengembangkan kekuatan mereka.


"Jadi, kalian ingin berlatih di sini dulu ?" tanya Kron


"Ya, kalau anda mengizinkan, Yang Mulia." jawab Raptor


"Heh.. sekarang kau sudah memanggilku Yang Mulia ya.." kata Kron


Raptor tidak bisa membalas perkataan Kron dan hanya wajah yang memerah yang bisa ia perlihatkan. Yuno dan Rias menahan tawanya.


"Hahaha, santai saja. Kalian bisa berlatih di sini sampai sekiranya menurut kalian cukup." kata Kron


"Baik! Terima kasih, Yang Mulia !" jawab mereka bertiga


"Hm tapi, latihan di sini terlalu berat untuk kalian yang sekarang.." kata Kron


"Mengenai itu, kami sudah ditawarkan oleh Dewa Hellian untuk dibina dan dilatih oleh orang kepercayaannya." kata Yuno


"Hm? Ah, jadi begitu, baiklah semoga sukses." kata Kron yang kemudian berbalik badan dan meninggalkan Yuno dan yang lain


"Ya! Terima kasih, Yang Mulia !" jawab mereka bertiga


Kron melambaikan tangannya sembari berjalan membelakangi mereka. Yuno dan yang lain kemudian menuju ke tempat pelatihan. Tempat tersebut seperti sebuah tanah hijau yang luas, memiliki banyak boneka samsak, dan suasana yang menenangkan.


Ketika mereka sudah sampai, mereka melihat seseorang dengan tinggi sekitar 140 cm sedang melap sebuah pedang kecil (dagger). Mereka kemudian menghampiri orang tersebut dan bertanya mengenai orang yang diutus oleh Dewa Hellian.


"Permisi dik." kata Raptor


Orang tersebut langsung menoleh dengan cepat dan memasang pandangan mata yang tajam. Kuping seekor rubah nampak di orang tersebut. Ekor yang tiba tiba muncul serta dagger yang kemudian dimainkan layaknya seseorang yang sudah asli dalam memainkan senjata tersebut.


"A.. dik..?" kata orang tersebut


"A-Apa aku salah memanggil..?" bisik Raptor ke Yuno dan Rias


"Kau panggil aku apa tadi..?" kata orang tersebut yang kemudian berdiri dengan dagger yang menari nari di jari jarinya


"Sepertinya.. iya.." jawab Yuno dengan berbisik


"Kau panggil orang sepertiku ini.. adik..?" kata orang tersebut yang kemudian berjalan mendekat ke mereka


"Raptor.. sebaiknya kau segera minta maaf." bisik Yuno


"Mustahil mustahil mustahil! Kau tidak lihat seberapa tajamnya tatapannya itu ?!" bisik Raptor


"Daripada kita mundur ketakutan seperti ini terus ?!" bisik Yuno


"Kalian diamlah! Lakukan sesuatu !" bisik Rias


"Sedang kami usahakan !" bisik Yuno dan Raptor


Orang tersebut kemudian berhenti berjalan mendekat dan dagger yang menari nari tersebut berhenti dan langsung digenggam oleh orang tersebut.


"White Mantra : Furasi." kata orang tersebut


Dari orang tersebut keluar aura berwarna biru seperti api yang menyala, mata yang sepenunya berubah menjadi putih, dan listrik yang sesekali muncul dari kedua tangannya.


"Si" kata Raptor dan yang lain


Ketika orang tersebut akan menyerang Raptor dan yang lain, Hellian berteriak dengan keras dari atas bukit dekat mereka. Teriakan tersebut langsung membuat orang orang yang berkelahi tadi berlutut.


Mereka langsung berlutut dan meminta maaf. Hellian kemudian datang dan menusukkan pedangnya ke tanah. Ia kemudian memperkenalkan orang yang menyerang Raptor dan yang lain.


"Perkenalkan, orang ini yang akan melatih kalian." kata Hellian


Angin berhembus sejenak.


"HAA?!!" teriak orang orang tersebut

__ADS_1


"Dewa, maafkan ketidaksopanan hamba, namun melatih orang orang ini ??" kata orang tersebut


"Apa kau mempertanyakan keputusanku..?" kata Hellian


"Tidak, maafkan kelancangan hamba." kata orang tersebut yang langsung berdiri dengan posisi siap dan ketakutan


Hellian kemudian memperkenalkan pelatih baru Raptor dan yang lain. Pelatih baru mereka bernama Rexus. Rexus adalah seorang Demi Human berjenis Rubah. Perawakannya seperti Harith di game Mobile Legends.


"Baiklah, selamat berlatih." kata Hellian yang kemudian terbang ke langit dan meninggalkan tanah yang rusak karena menjadi pijakannya


Suasana menjadi canggung. Rexus membalikkan badannya dan bergumam kesal karena ia harus melatih Raptor dan yang lain. Rexus jongkok dan mencoret coret tanah dengan daggernya.


Raptor dan yang lain merasa tidak enak kepada Rexus, mereka saling melihat dan memasang wajah yang memberi kode sekarang mereka harus bagaimana. Mereka saling melihat dan memberi kode seolah menyuruh salah satu diantara mereka untuk segera bicara ke Rexus atau setidaknya lakukan sesuatu pada suasana canggung ini.


Raptor dan Yuno kemudian menyetujui sesuatu, mereka memandang ke arah Rias dan memasang wajah seolah mengatakan agar Rias yang bicara ke Rexus.


Rias menghela nafas dan berjalan mendekati Rexus yang sedang bergumam. Rias dengan keraguan menapuk pundaknya Rexus.


"Cepatlah berlari keliling hutan ini 10 kali !" teriak Rexus tanpa menoleh


"Ba-Baik !" jawab Rias dan yang lain dengan terkejut


Rias dan yang lain kemudian mematung sebentar.


"Kalian tunggu apa lagi ?!!" teriak Rexus yang melihat ke arah Rias dan yang lain dengan wajah ngambek khas seorang anak anak.


Rias dan yang lain kemudian membalikkan badannya dan langsung berlari. Dan dengan begitu, pelatihan Raptor dan yang lain dimulai.


Hari hari pun berlalu, Rias dan yang lain menjalani latihan yang lebih berat daripada yang pernah mereka laksanakan di Essaract.


Mereka menjalani latihan seperti yang mereka lakukan di Essaract namun dibuat 3 kali lebih berat oleh Rexus. Selain itu, tekanan gravitasi yang lebih berat daripada di Essaract tentu membuat mereka semakin kewalahan dalam menghadapi pelatihan tersebut.


"Cepatlah.. Aku tak memiliki waktu untuk melatih kalian." kata Rexus dengan nada malas


"Bocah tengik belagu." gumam Raptor


"TIdak !!" teriak Rias dan Yuno


Rexus yang tadinya berdiri kembali berbaring dengan menaruh tangannya  di salah satu tangannya. Rexus kemudian tertidur karena bosan.


Hari hari pelatihan terus berlajuti, dan ketika waktu istirahat, Iris akan datang dengan membawakan makan siang dan mengobati luka luka yang dialami oleh orang orang yang berlatih. Rexus nampak manja ketika dihadapan Iris, ia menjadi seperti seekor kucing jinak yang manja terhadap tuannya.


Raptor dan yang lain menatap sinis Rexus yang bertingkah manja tersebut. Menyadari dirinya ditatap dengan sinis, ia melirik mereka bertiga dengan tajam. Raptor dan yang lain kemudian berpura pura tidak melihat apa apa dan bertingkah seolah hanya sedang makan saja.


Hari hari terus berlanjut. Sesekali Hellian datang mengunjungi latihan tersebut. Ketika Hellian datang, Rexus akan bersikap seperti seorang tentara menyambut kedatangan tuannya. Sikap malasnya sirna begitu saja berganti menjadi tegas dan berwibawa.


Seperti kasusnya Iris, Raptor dan yang lain menatap tajam ke arah Rexus. Rexus yang menyadarinya juga, melirik tajam ke arah mereka. Hellian yang tahu bahwa mereka berempat sebenarnya saling berseteru tertawa lepas.


Rexus merasa bangga karena dirinya berhasil membuat tertawa tuannya.


"Anu, Dewa Hellian." kata Rias


"Ya ?" jawab Hellian


"Yang Mulia Kron.. bagaimana keadaan beliau ?" tanya Rias


"Oh, Kron ya? Dia sedang mengurus sesuatu, kalian fokus saja pada latihan ini." jawab Hellian


"Baik, Dewa." jawab Rias


Rexus terkejut mendengar nama Kron. Ia merinding dan membatu tepat setelah mendengar nama tersebut. Ia menoleh ke arah Hellian dan Hellian memberi isyarat ke Rexus untuk tetap tutup mulut.


Rexus menelan ludahnya dan menganggukkan kepalanya. Dan setelah itu Hellian kembali terbang menyisakan tanah pijakan yang rusak dan hampir membuat longsor daerah sekitar.


Hari hari pelatihan telah berlalu. Raptor yang semakin mahir dalam menggunakan Mantra Api nya, Yuno yang berhasil menguasai banya jurus baru, dan Rias yang berhasil menguasai 4 elemen dan mengembangkannya.


Pelatihan yang berlangsung selama 2 tahun tersebut, menghasilkan hasil pelatihan yang jauh lebih baik daripada yang pernah mereka rasakan di Essaract selama ini.

__ADS_1


"Terima kasih, guru !" teriak mereka bertiga dengan menundukkan tubuhnya


"I-itu, itu sih bukan apa apa bagiku !" jawab Rexus yang malu malu kucing


"Tidak, pelatihan ini.. benar benar menghasilkan hasil yang jauh lebih baik daripada yang pernah saya rasakan ketika di Essaract." kata Yuno


"Te-tentu saja! Lihat dulu siapa pelatihnya !" kata Rexus yang masih malu malu kucing


"Terima kasih guru, akan saya ingat jasa jasamu." kata Rias


"Te-tentu saja! Ingatlah jasa gurumu yang hebat ini !" kata Rexus yang malu malu kucing dan semakin merasa tinggi


"(Bocah ini.. aku jadi tidak sudi berterima kasih padanya.)' kata Raptor dalam hati dengan memasang wajah kesal


Rexus yang sedang membusungkan dadanya dengan sombong melirik dengan satu mata ke arah Raptor. Raptor yang menyadari kode tersebut semakin kesal dan ia mengepalkan tangannya denga kuat.


"Terima kasih.. Rexus." kata Raptor dengan suara lirih


"Siapa yang mengizinkanmu memanggilku dengan nama itu, murid bodoh !" teriak Rexus yang memukul keras kepala Raptor dengan tangan yang berdiri.


"Sakit, dasar bodoh !" teriak Raptor


"Salah sendiri memanggilku tanpa seizinku !" teriak Rexus


Rias dan Yuno baru menyadari sesuatu ketika melihat perkelahian tersebut. Mereka baru menyadari bahwa perkelahian tersebut nampak seperti pasangan yang sedang bertengkar.


"Gu-guru.." kata Rias


"Ya, muridku ?" jawab Rexus


"Apa anda.. seorang wanita ?" tanya Rias


"Ya, memang kenapa ?" jawab Rexus


Jawaban tersebut membuat heboh Rias dan yang lainnya.


"Bohong! Tak ada wanita yang memiliki perawakan seperti kau !" teriak Raptor


"Kau tidak percaya kalau aku seorang wanita kah ?!" teriak Rexus


"Ya! Tak ada satupun hal yang menandakan kau seorang wanita !" teriak Raptor


"Oh ya?! Begitukah?! Kalau begitu coba rasakan ini !" teriak Rexus yang kemudian menarik tangan kanannya Raptor ke dadanya.


"Bagaimana?! Kau merasakannya ?!" teriak Rexus


Suasana hening, dan hanya angin berhembus saja yang terdengar. Setelah beberapa saat, suasana menjadi jauh lebih ruyam dan kacau.


Di atas bukit kecil dekat mereka, Kron dan Hellian sedang melihat mereka dan akan menjemput mereka. Kron tersenyum karena melihat orang orangnya sudah menjadi lebih kuat dan rasa bersalah mereka kepada Kron sudah tidak nampak di wajah mereka lagi.


Hellian yang menyadari hal tersebut kemudian merangkul Kron dengan tertawa.


"Setelah ini, perjalananmu yang sesungguhnya akan dimulai." kata Hellian yang langsung berubah serius


"Ya.. aku tahu." jawab Kron


---------=======-----------


AUTHOR :


Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !


Mohon dukungan dari teman teman ya !


Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !


Terima Kasih !

__ADS_1


----------=======-----------


__ADS_2