
"Majulah kalian !" teriak Syno menantang Arthur dan Aldizech
"Jangan meremehkanku bocah !!" teriak Arthur menyerang Syno
Arthur mengayunkan pedangnya ke dada kanan Syno. Syno yang sadar arah serangan tersebut langsung menangkisnya dengan pedangnya. Aldizech yang melihat adanya sedikit celah langsung melancarkan serangan dari bawah tanah. Serangan tersebut merupakan tangan golem raksasa yang tepat mengenai rahang Syno.
"Agh.. Mantra : Tebasan Api !" sambil terpental Syno merapalkan Mantra untuk menyerang Aldizech
"?! Mantra : Dinding Tanah !" kata Aldizech yang menyadari serangan tersebut
Serangan tersebut berhasil ditahan oleh dinding Aldizech. Namun efek dari serangan tersebut adalah membakar daerah disekitarnya.
"Hah.. hah.. mengapa kalian bisa sekuat ini sialan !" kata Syno yang mencoba berdiri
"Kami.. kami yang harusnya bertanya seperti itu.." kata Aldizech yang kelelahan
"Kau sudah tumbuh besar ya, bocah !" kata Arthur
"Cih ! Jumlah dalam pertarungan ini sepertinya sangat penting.. Dengan izin Dewa Perang Hellian, aku mengutusmu wahai para penjaganya ! Mantra : Summon ! Guardian of Hellian !" teriak Syno
"Sial.. dia masih ada Mantra lain." kata Aldizech dan Arthur
Dari bawah tanah muncul dua sosok dengan api menyala diseluruh tubuhnya. Tidak memiliki kaki dan mengapung di atas tanah. Aura intimidasi yang kuat dipancarkan oleh kedua sosok tersebut.
"Ini, akan jadi lebih berat dari sebelumnya.." kata Aldizech
"Tenang saja !" kata Arthur
"?" kata Aldizech
"Kekuatan terkuat kita belum muncul kan !" kata Arthur
"Hm? Oh Beliau kah ? Hahaha.." kata Aldizech
Arthur dan Aldizech kembali fokus ke pertempuran mereka. Sedangkan di sisi lainnya, Silvanna bersama dengan Heractus langsung melakukan pertolongan pertama dan operasi kepada Yuno, Rias, dan Raptor.
"Heractus ! Kau tangani bocah Ninja itu. Biar aku tangani sisanya !" perintah Silvanna
"Baik, Nyonya !" jawab Heractus
Keduanya langsung memulai operasi untuk menyelamatkan nyawa ketiga orang tersebut. Semua orang yang ada di medan pertempuran sedang sibuk dalam urasannya masing masing. Marquis sibuk dalam mengatur dan mengomandoi orang orang yang butuh arahan, Edward dan Alfonso pun demikian. King beserta 10 Pilar lainnya sibuk menghadapi 100 orang dari pasukan khusus Kerajaan Sweba.
"Kalian jangan menyerah ! Kita harus memenangkannya demi Yang Mulia !" teriak King
"YAA !!" jawab semangat para prajurit Orion
"Mantra : Tebasan Malaikat !" teriak King mencoba menyerang dari jarak jauh
Perang tersebut terus berlanjut. Hingga korban di kedua belah pihak semakin bertamah. Perang tersebut telah berlangsung lebih dari 4 jam.
"Sial.. kalau kita seperti ini terus maka tidak akan ada habisnya..!" kata Alfonso
"Ya.. mereka benar benar tangguh.." kata Edward
Arthur dan Aldizech yang terlempar kebelakang hingga terseret di tanah akibat serangan dari kedua Guardian of Hellian membuat pasukan Orion terkejut.
__ADS_1
"Tuan !" teriak Marquis yang langsung menghampiri Arthur dan Aldizech
"Ahak ! Tak apa !" jawab Arthur yang mengeluarkan darah dari mulutnya
"Kalian harus tetap fokus.." kata Aldizech
"Tetap fokus melawan mereka ! Urusan yang disini serahkan saja pada kami !" teriak Arthur
"Ba-Baik !" teriak pasukan Orion
*jedeerrr* tiba tiba petir menyambar dengan sangat kencang di tengah tengah area pertempuran. Semua orang yang terkejut dengan petir tersebut langsung menghentikan serangannya dan memfokuskan perhatiannya ke petir tersebut.
"Maaf kami terlambat !" terdengar suara dari dalam petir tersebut
"Suara itu !" kata Marquis
"Yang Mulia !!" teriak pasukan Orion dengan semangat
"Waktunya serangan penghabisan ! Kalian semua mundurlah !!" teriak Kron
Para pasukan Orion mundur dan menyisakan Kron sendirian menghadapi kurang lebih 1200 pasukan Sweba. Syno yang melihat Kron muncul tertawa merendahkan karena menganggap Kron bodoh berani menantang dirinya beserta 1200 orang yang ada bersamanya.
"Mau apa kau Raja lemah.. Kau ingin melancarkan serangan penghabisan ? Hahahaha !" kata Syno
"Hm.. bukan aku yang akan melancarkan serangan tersebut." jawab Kron dengan senyum tipis
Syno yang bingung dengan jawaban Kron pun berhenti tertawa.
"Tapi dialah yang akan melakukannya.. Mantra : Summon ! Sterben !" teriak Kron
Petir lagi lagi menyambar tengah area pertempuran. Kali ini bukan Kron yang muncul melainkan iblis yang dipanggil oleh pihak Sweba, yaitu Sterben. Syno dan para pasukannya terkejut dengan kemunculan Sterben di pihak Orion.
"K-Kau.. kau iblis pengkhianat ! Berani beraninya kau menentang Kerajaan Sweba !" teriak Syno
"Tidak.. sejak awal para iblis tidak pernah memiliki tuan.." kata Sterben
"Kalian hanya mengambil alih pikiran kami." sambungnya
"Mantra : Sambaran 500.000 volt !" teriak Sterben melancarkan serangan pamungkasnya
"S- Aagggghhh !!!" teriak Syno yang tersambar petir
"Agghhh !!" teriak para prajurit Sweba yang terkena sambaran petir
Semua orang yang melihat serangan penghabisan dari Sterben tersebut ternganga. Mereka tidak bisa membayangkan jikalau Sterben masih menjadi musuh mereka dan mereka terkena serangan tersebut.
"Se-serangan yang luar biasa.." kata King
"Ya.. kalau kita terkena serangan tersebut pasti kita langsung menderita kekalahan.." kata Orrobo
"Apa yang kalian katakan ?!" kata Arthur menjitak King dan Orrobo
"A-Ada apa Tuan ?" kata King
"Seandainya iblis itu masih di pihak lawan tentu cucuku yang akan menghabisinya !" kata Arthur dengan percaya diri
__ADS_1
"(terkejut).. ya.. Anda benar Tuan !" kata King dan Orrobo dengan tersenyum
Serangan petir tersebut berlangsung kurang lebih 10 detik. Hingga akhirnya serangan tersebut berhenti dan telah membuat terkapar semua pasukan Kerajaan Sweba yang melawan.
"Me-"
"MENANGG !!" teriak pasukan Orion
"Kita menang.. kita benar benar menang !" kata Marquis yang terjatuh lemas
"Hoi hoi.. belum saatnya untuk istirahat !" kata Edward yang merangkul Marquis
"Ya.. bukankah masih ada banyak hal yang harus kita selesaikan ?" kata Alfonso yang merangkul Marquis juga
"Ah.. kalian benar.." kata Marquis
"Sterben, kembalilah." kata Kron
"Baik, Yang Mulia.." kata Sterben yang langsung menghilang dari area pertempuran
"KROONN !!" teriak Baja yang langsung berlari ke arah Kron
"A-" kata Kron yang sudah tahu apa yang akan terjadi
"Syukurlah kau selamat !!" teriak Baja memeluk Kron hingga terjatuh
"Hoi Baja.. Kau sedang di hadapan Yang Mulia !" bentak Jessica menarik Baja
"Aku.. aku belum selesai melepaskan kerinduanku pada Kronn..!!" kata Baja yang ditarik Jessica
"Hah.. aku masih bisa bernafas.." kata Kron memegang lehernya dan mulai berdiri
"Yang Mulia !" kata pasukan Orion yang langsung berlutut
Kron terkejut melihat sikap yang ditunjukkan oleh para prajuritnya. Luka luka sisa pertempuran tadi menghiasi tubuh mereka. Kron yang terharu melihat perjuangan para rakyatnya dengan air mata yang tidak sengaja menetes menyuruh mereka untuk berdiri.
"Kalian berdirilah.." kata Kron dengan suara pelan
".. Lalu rayakanlah kemenangan kalian !!" teriak Kron dengan tersenyum lebar
"YAA !!" teriak pasukan Orion yang bersemangat
----------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
----------=======-----------
__ADS_1