
Perjalanan kembali menuju ke Kerajaan Orion dilaksanakan. Mobil yang berjalan beriring-iringan depan belakang. Kron berada di Mobil yang belakang sambil memikirkan tentang perbuatannya tadi.
Ia berpikir tentang kesalahannya dalam menunjukkan sedikit kekuatannya ke anak kecil yang tidak berdosa. Ia menaruh tangannya di jendela sembari menikmati hembusan angin segar khas sejuknya hutan.
"Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu Kron." kata Aldizech
"A- Ketahuan kah?" kata Kron
"Ya.. siapa pun pasti sadar melihat ekspresimu seperti itu." kata Aldizech
"Hah.. baiklah." kata Kron
Di reruntuhan Kerajaan Bullaford, orang orang dari Bullaford masih dalam posisi setengah sujud. Setelah 10 menit tertunduk, orang orang Bullaford mulai mengangkat kepalanya.
Mereka memegang kepala mereka dengan satu tangan seolah sedang pusing. Anak kecil yang tersenyum kembali cemberut setelah melihat orang orang dari Bullaford berdiri dengan wajah yang tidak mengenakkan.
Si anak kecil yang polos tersebut akhirnya sadar bahwa selama ini yang salah bukanlah Kron dan Kron bukanlah sosok yang menyeramkan seperti yang dirumorkan orang dewasa di Bullaford.
Uldag yang memiliki harga diri tinggi langsung mengumandangkan suaranya dengan sangat keras dan lantang meski dengan badan yang agak gemetar. Ia mengatakan bahwa semua baik baik saja dan memang sesuai rencananya.
"Tenang saja ! Kita telah berhasil mengusir iblis itu dari tanah suci kita ! Kita harus berbangga !" teriak Luca yang membantu mengangkat harga diri Uldag
"Ya ! Sekarang tanah kita sudah kembali suci dari dosa dosa iblis itu !" teriak Chiwa yang ikut meyakinkan orang orang Bullaford
Orang orang Bullaford bersorak namun dengan suara yang tidak sekeras biasanya, seolah mereka masih menunjukkan ketakutan dalam diri mereka. Uldag yang tidak senang dengan suasana itu langsung menaiki kereta kudanya dan kembali ke kediamannya dengan kekesalan sebab dipermalukan.
"Kron Gokami.. tunggu saja pembalasanku..!" kata Uldag
Judo dan Ista yang sudah tersadar 80% mulai mengarahkan para penduduk Bullaford untuk kembali ke pengungsian. Darius, Sebas, dan orang orang dari Horseman juga ikut membantu dalam mengarahkan.
"Maaf merepotkan, Tuan Darius." kata Judo yang menghampiri Darius menggunakan kuda
"Tidak, ini memang sudah tugas seorang bangsawan." jawab Darius
Mereka tidak berbicara selama beberapa saat meski berdekatan.
"Tapi.. sangat disayangkan karena orang sekuat Tombas harus berpindah ke sisi lawan." kata Darius
__ADS_1
"Ya.. anda benar." jawab Judo
Di tempat lainnya, setelah menempuh perjalanan yang lama, Kron dan yang lain sampai di area perbatasan Kerajaan Orion. Gerbang langsung dibuka tanpa pencegahaan seperti ketika Kron berangkat.
Kali ini para prajurit sudah bersiap dan berbaris serta memberikan penghormatan kepada Korn dan yang lain. Kron meminta William untuk berhenti sejenak.
"Selamat malam para prajuritku sekalian." kata Kron yang membuka kaca jendela mobilnya
"Se-Selamat malam, Yang Mulia !" jawab para prajurit
"Loh? Kenapa pada terkejut ?" kata Kron
"Ahahaha ! Mungkin saja mereka tidak menyangka kau akan berhenti dan menyapa mereka !" tawa Arthur dari kaca Mobil yang lain
Kron mengajak turun yang lain dari Mobil untuk berehat sejenak. Kron menyuruh Gordon untuk membagikan sisa perbekalan mereka ke para prajurit baik yang sedang bertugas atau yang sedang beristirahat.
Para prajurit yang terkejut dengan pemberian dari Kron awalnya sungkan untuk menerima pemberiian Kron, dan Kron pun memutar otaknya. Ia mendapatkan ide untuk membuat semacam perayaan kecil untuk penyambutan anggota kerajaan baru yaitu Archy, Vitan, dan Tombas.
Para prajurit terkejut mendengar nama Tombas. Mereka tahu bahwa nama Tombas adalah nama yang cukup disegani di medan pertempuran karena kelihaiannya dalam menggunakan perisai dan tombak.
Arthur berteriak dengan mengangkat gelas bir nya tinggi tinggi dan berkata, "Bersulang !". Para prajurit saling melihat satu sama lain sejenak, lalu ikut bersulang dengan Arthur.
Namun, Kron sudah menyuruh Gordon untuk mengawasi daerah sekitar menggantikan para prajurit.
Setelah berpesta hingga matahari hampir terbit, Kron dan yang lain kembali ke Mobil dan akan melanjutkan perjalanan mereka untuk kembali ke istana kerajaan.
Para prajurit sekali lagi memberikan penghormatan kepada Kron dan yang lain. Mobil pun berjalan dan meninggalkan area perbatasan.
Mobil tersebut melaju dengan tidak terburu buru, bahkan mereka menyempatkan diri untuk berhenti ke Desa Yagara. Di tempat itu, setelah sekian lamanya Aldizech akhirnya bertemu dengan orang yang membesarkannya, yaitu sang kepala desa.
Reuni tersebut diselimuti dengan suasana haru. Arthur yang kenal dengan kepala desa ikut memeluk kepala desa dan mengangkat kepala desa tinggi tinggi.
Matahari terbit dan sebelum menimbulkan keributan yang lebih lagi, Kron dan yang lain izin pamit untuk kembali ke istana. Kepala desa didampinigi cucunya mengantarkan hingga pintu keluar desa.
Mobil tersebut berjalan hingga sampai ke wilayah pusat Kerajaan Orion atau bisa disebut sebagai Kota Orion. Saat jarak Mobil terdepan kurang lebih berjarak 500 meter dari gerbang kota, gerbang sudah dibuka dan para prajurit sudah siap untuk menyambut kedatangan Kron dan yang lain.
Para penduduk yang heboh dengan sikap dari para tentara menduga duga mengenai siapa yang akan datang. Ketika salah seorang dari penduduk berteriak bahwa yang datang adalah raja mereka, sontak seluruh penduduk Orion langsung berlarian keluar.
__ADS_1
Para prajurit dengan sigap langsung membuka jalan agar Mobil dapat lewat tanpa halangan. Ketika Mobil memasuki gerbang kota, semua orang langsung bersorak menyambut kedatangan raja mereka tersebut.
Mobil berjalan perlahan sesuai arahan Kron. Kron membuka atap Mobil dan menyapa rakyatnya seperti seorang presiden atau raja pada umumnya menyapa rakyatnya.
Seorang anak kecil laki laki yang kira kira berusia 5 tahunan berlari menerobos barisan dan memasuki jalan utama. Si kakak perempuan yang berusia kira kira 7 tahunan menerobos juga untuk mengejar adiknya tersebut.
Si adik terjatuh dan nampak lututnya terluka. Kron yang menyadari anak kecil tersebut terjatuh karena mengejarnya menyuruh William untuk menghentikan Mobil. Ia turun dari Mobil dan menghampiri anak kecil tersebut.
Si adik yang tadinya mau menangis karena melihat Kron, orang yang diidolakannya datang menghampirinya menjadi tersenyum sangat lebar. Kron yang teringat dengan senyuman anak kecil di Bullaford langsung menyapanya.
"Raja ! Apakah.. apakah aku bisa menjadi sepertimu..?" tanya si adik
"Hm? Mengapa kau bertanya seperti itu ?" tanya Kron
"Ya.. karena Raja adalah orang yang sangaat kuat ! Masih kecil tapi sudah bisa jadi raja !" kata si adik
"Hahaha.. tidak kau tidak akan bisa jadi sepertiku." kata Kron
Perkataan Kron membuat semua orang menjadi terdiam. Mereka terkejut mendengar jawaban dari Kron yang seolah membuat si adik jatuh harapannya. Dan terpancar wajah sedih dari si adik mendengar jawaban dari Kron.
"Tapi kau bisa menjadi lebih dariku." kata Kron memegang kepala si adik
Kron berdiri kembali dan disoraki dengan lebih keras dari sebelumnya. Para penduduk Orion semakin terkagum dengan kebijaksanaan dari Kron.
Dan dengan begitu, selesai sudah urusan Kron dengan Kerajaan Bullaford.
---------=======-----------
AUTHOR :
Terima kasih telah membaca sampai Chapter ini !
Mohon dukungan dari teman teman ya !
Untuk kritik dan saran bisa dicantumkan di kolom komentar !
Terima Kasih !
__ADS_1
----------=======-----------