
Dewa sejenak terdiam dan memikirkan semuanya
"Kak Megan jadi selingkuhnya Evan??" ucap Aya yang sudah berdiri di dekat tangga
Dewa dan Bagas serempak menoleh ke samping dan melihat Aya disana
"AYA" Ucap Dewa kaget ketika melihat istrinya ada di sana. Begitu juga Bagas yang sangat kaget, bahkan mungkin setelah ini dia tidak akan berani lagi bicara karena takut menyinggung perasaan istri tuannya.
Aya rasa tidak percaya dengan apa yang dibicarakan Bagas tentang kakaknya Megan. Tidak mungkin Megan melakukan hal rendahan seperti itu, setahu Aya selama ini Megan selalu baik dihadapannya, meski Memang sesekali terlihat Megan bersikap egois namun tidak sejahat itu dia berselingkuh dengan pria yang sudah akan menikah. Bahkan Aya tidak tau jika kakaknya pun juga berniat untuk merebut suaminya sendiri.
Aya berjalan pelan mendekat kearah Dewa dan Bagas berdiri. Tatapannya tajam kearah Bagas tanpa melepasnya sedikitpun. Sementara Bagas saat ini hanya mampu menunduk setelah apa yang dikatakannya bersama Dewa. Bagas sungguh tidak enak kepada Aya
"Katakan sekali lagi,,," ucap Aya dingin kepada Bagas
Bagas benar-benar terpojok dan lidahnya kelu untuk mengulang perkataannya. Keringat pun bercucur deras, dan Bagas tidak berani menatap Aya saat itu
"Cepat katakan apa yang kau katakan dengan suamiku! kenapa kau diam hah?!!!!" Sarkas Aya semakin dibuat bingung dan juga bimbang
"Nyonya,,,,, saya,,,, saya hanya menyampaikan apa yang saya dengar dari Erika,, tanpa saya mengada-ada" jawab Bagas terbata, bergetar, dan wajahnya sudah pucat
Dewa bisa melihat kemarahan dari sorot mata istrinya dan juga ketakutan pada Asisstent nya saat ini.
"Sayang,,,,, " ucap Dewa yang kemudian menarik kedua bahu Aya dan mengarahkan untuk menatapnya. Mata Aya sudah berkaca-kaca ketika tatapannya bertemu mata Dewa. Lalu Dewa memeluknya dan mengusap punggungnya perlahan untuk menenangkannya
"Itu semua baru dugaan Erika, dengan semua hal yang sudah di alami oleh dirinya. Bagas gak salah,,, dia sebagai teman ingin membantu temannya untuk menguak semua masalah yang menimpa Erika." ucap dewa menjelaskan kepada Aya
"Tapi mas,,, dia bilang kak Megan adalah selingkuhan Evan! Aya gak percaya kak Megan melakukan hal rendahan seperti itu!!" ucap Aya
"Bagaimana kau tidak percaya?! apa kau lupa Aya, kenapa aku ceraikan Megan?! dia menghianatiku! dan bagaimana bisa kau tidak bisa melihat buruknya sifat kakakmu yang akan menghancurkan rumah tangga kita?!" batin Dewa memanas
"Nyonya,,, saya mengenal sosok Erika cukup baik, dan selama kami bersama-sama, saya yakin 1000% Erika bukan orang yang asal bicara ataupun suka berbohong, atau,,,, suka mengarang cerita. Dan juga tidak mungkin dia berkata seperti itu jika dia tidak mengalami sendiri kejadian itu. Ini soal sebuah kesetiaan Nyonya, bahkan Erika dan Evan akan menikah, tidak mungkin Erika tiba-tiba meminta saya untuk membantu mencari kebenaran itu jika dia tidak menemukan kejanggalan?!" ucap Bagas yang sudah mendapatkan kekuatannya kembali untuk bicara
Aya melepaskan pelukan suaminya dan menatap Bagas kembali
__ADS_1
"Apa yang di lihat oleh Erika?!" tanya Aya
"Dia,,, menceritakan kepada saya,,, beberapa kali dia ke kantor Evan dan selalu ada ibu Megan diruangan itu. Dan,,,,, tadi pagi terjadi keributan diruangan Evan saat Erika melihat ibu Megan keluar dari ruangan Evan. Erika mengamuk di sana dan ketika dia menyerang ibu Megan, dia melihat,,,, bekas-bekas biru kemerahan di tubuh ibu Megan, begitu juga dengan Evan" jawab Bagas
Deg!
Jantung Aya serasa di remas ketika mendengar penjelasan Bagas. Matanya kembali berair dan rasanya sangat panas seperti hatinya
"Gak! Gak mungkin kak Megan melakukan itu!!!" ucap Aya masih tidak bisa menerima jika itu mungkin sebuah kebenaran
"Nyonya,,, saya mengatakan apa yang saya dengar. Maka dari itu,, Erika meminta saya untuk membantu nya menguak masalah ini sebelum terlambat" ucap Bagas
Rasanya Aya sangat lemas, otaknya tidak bisa berfikir dengan jernih, Hatinya berperang antara mempercayai atau tidak.
"Ya sudah begini saja. Kau,,, kerjakan apa yang harus kau kerjakan! apapun hasilnya nanti,, itulah sebuah kebenaran yang kita tidak bisa pungkiri!" ucap Dewa menengahi
"Baik tuan,,,, kalau begitu saya permisi" ucap Bagas yang kemudian membungkuk dan pergi meninggalkan Aya juga Dewa.
Dewa menarik bahu Aya dan membuatnya kembali berhadapan, Dewa mengusap air mata kesedihan Aya dengan sangat lembut, sementara Aya masih menunduk
"Aya masih sangat sulit percaya dengan apa yang Aya dengar mas" jawab Aya
"Lihat mas Aya" Ucap Dewa dan Aya menatap suaminya
"Apa kamu ingat,,, dulu kenapa mas menceraikan kakakmu?" tanya Dewa dengan pelan dan Aya mengangguk
"Karena dia memilih pria lain dibanding mas, dan dia sudah menghianati kepercayaan mas bahkan sebelum kami menikah. Dia pergi bersama Donny. Dan kamu tau,,, Kakakmu juga akhirnya meninggalkan Donny disaat perusahaan Donny diambang kebangkrutan, Itu sudah jelas menggambarkan sifat kepribadian kakakmu, dia tidak akan tahan dengan hidup kekurangan dan dia akan berusaha untuk mendapatkan pria kaya yang mampu mencukupi semua kebutuhan nya. Buka matamu Aya,,, lihat dengan jelas siapa kakak mu sebenarnya. Bahkan Aku,,, aku sangat beruntung karena mendapatkan pengganti yang sangat luar biasa seperti mu, yang bisa benar-benar menentramkan jiwa dan raga ku" ucap Dewa panjang lebar, tapi tetap dengan hati yang tenang namun mampu menusuk kedalam hati istrinya
"Jadi,,, apa yang harus Aya lakukan mas?!" tanya Aya yang sudah mulai terbuka hati dan pikirannya
"Biarkan Bagas menyelidiki Megan dan Evan, kita tidak perlu ikut campur dalam masalah ini. Hanya perlu memantau dan melihat semuanya dari jauh. Mungkin ini akan menjadi pelajaran berharga untuk kakakmu setelah ini. Karena aku yakin Erika tidak akan tinggal diam dengan semuanya dan aku yakin Bukan hanya Bagas yang akan mencari tau kebenarannya" ucap Dewa
"Tapi mas,,, kalau sampai terjadi kenapa-kenapa sama kak Megan gimana? Aya takut papa dan mama sedih" ucap Aya
__ADS_1
"Dia harus menuai hasil dari bibit yang sudah dia tanam. Kamu tidak perlu memikirkan hal itu Aya,,, dia saja tega padamu, tapi kamu masih saja memikirkan dia" ucap Dewa
"Mungkin Aya terlalu bodoh mas, sampai tidak bisa melihat kejahatan didalam diri orang lain" ucap Aya yang kemudian menjatuhkan dirinya kedalam pelukan Dewa
"Bukan terlalu bodoh, tapi hatimu terlalu baik,,, Karena kamu sudah mendengar semua, jadi jangan halangi Bagas untuk melakukan tugasnya, kamu tau,,, bahkan Bagas sangat takut kepadamu jika marah" ucap Dewa menggoda istri nya
Aya terkekeh kecil lalu mengeratkan pelukannya.
"Maaasss!!!" ucap Aya dengan nada manja dan dewa tersenyum lalu membalas pelukan istrinya
"Oh iya mas,,, kata mama kak Megan udah pindah ke apartemen barunya. Terus dapet mobil mewah dari bossnya" ucap Aya mengingat perbincangan nya dengan mama
"Benarkah?! apa itu tidak janggal kalau bukan ada sesuatu diantara mereka?!" tanya Dewa
"Iya juga sih mas,,," ucap Aya
"Mungkin saja mereka sudah tidur bersama" ucap Dewa
"Maass!!! gak boleh berprasangka buruk kepada orang lain!" ucap Aya
"Astagfirullah!!! udah lah,, ayo kita turun, disini malah ngomongin orang! banyakin dosa!" ucap Dewa yang kemudian mengajak istrinya turun kebawah dan bergabung kembali bersama keluarga yang lainnya.
Sementara Bagas sudah lebih dulu pergi dari acara itu dan menuju ke apartemen tempat Megan tinggal sekarang. Bagas tidak ingin membuang waktu untuk mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan Megan dan juga Evan untuk Erika.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
__ADS_1
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...