
Hari berikutnya,,,,
Pagi itu Dewa tengah bersiap-siap untuk ke kantor, sementara Aya baru saja selesai memandikan anak-anak dan mereka akan bersiap untuk sarapan bersama pagi itu.
Dddrrrttttt Dddrrrttttttttt
Ponsel Dewa bergetar, lalu Dewa melihat siapa yang menelfonnya sepagi itu. Dilihatnya panggilan dari Asissten Dewa
"Assalamualaikum tuan,,, maaf mengganggu pagi anda"
"Ada apa?" tanya Dewa
"Begini, menurut hasil pelaporan dari Devan, pemasokan bahan baku kita ke pabrik akan terhambat tuan" ucap bagas
"Hah?! bagaimana bisa?! kalian sudah menyelidikinya?!" tanya Dewa
"Sudah tuan, mereka bilang adanya penebangan liar yang terjadi di lahan. Itu yang di laporkan oleh kolega kita di papua" jawab Bagas
"Penebangan liar?! kenapa baru kamu sampaikan hal sepenting ini hah?!" sarkas Dewa
"Devan baru memberitahukan kepada saya semalam dan semalam saya mencoba menghubungi anda tapi tidak diangkat, Devan pun juga menghubungi anda namun tidak ada jawaban" jawab Bagas
"Kau siapkan penerbangan kita ke Papua! kita harus mencari tau sendiri apa sebabnya! menurutku ini sangat ganjal jika mereka baru melapor setelah sekian lama menjadi pemasok di perusahaan kita! Kau tau, ini akan berakibat fatal untuk kelangsungan perusahaan kita!"perintah Dewa
"Baik tuan, akan saya laksanakan segera!"
"Ingat, jangan kau beritahukan kepada mereka jika aku akan berkunjung kesana!" perintah bagas
"Baik,,, "
Kemudian Dewa mematikan ponselnya dan melepas kemejanya lagi lalu mengambil pakaian biasa
Ceklekk
" Loh, mas,,, mas mau kemana? kok pake baju itu?" tanya Aya
"Sayang,,, mas harus ke papua pagi ini, ada masalah dengan pemasok bahan mentah di perusahaan mas. Sepertinya mereka ingin bermain-main dengan mas!" ucap Dewa saat menangkup wajah istrinya
"Tapi mas,, itu sangat jauh, Aya khawatir" jawab Aya
__ADS_1
"Cukup kamu doakan mas agar pulang baik-baik saja,, mas hanya ingin menyelesaikan permasalahan ini segera" jawab Dewa menenangkan istrinya
"Tapi,, mas janji harus hati-hati! dan jangan gegabah mas! Aya takut" ucap Aya
"Iya,, mas janji akan segera menyelesaikan semuanya,,, kamu jaga anak-anak yah,," ucap Dewa
Kemudian Dewa memeluk istrinya dengan erat, sesekali dikecup kening istrinya dengan sayang. Didalam dekapan suaminya Aya berdoa dengan hati yang terdalam
"Ya Allah,,, jaga suamiku, berikan kemudahan baginya menyelesaikan semua masalahnya, dan jauhkan suamiku dari segala mara bahaya. Aamiin" batin Aya
Setelah cukup lama berpelukan, Dewa melepaskan istrinya lalu mengecupnya dalam dan singkat.
"Mas berangkat ya sayang" ucap Dewa mengusap sayang wajah istrinya
Aya mengangguk dan mengecup tangan Dewa yang masih berada di pipi nya.
Lalu Dewa mengambil ponselnya dan mengajak istrinya untuk turun kebawah.
"Kita sarapan dulu ya mas" ucap Aya
"Iya sayang" jawab Dewa
Kemudian Keduanya berjalan menuju ke meja makan dan disana sudah ada Sikembar yang menunggu mereka.
Lalu mereka menikmati sarapan mereka bersama. Beberapa menit setelah Mereka selesai sarapan, Aya dan anak-anak mengantarkan keberangkatan Dewa sampai didepan rumah
"Nanti mas Telfon papa dan mama untuk menemani kalian dirumah" ucap Dewa
"Iya mas" jawab Aya
"Anak-anak,,, ayah akan pergi ke luar kota untuk perjalanan bisnis Ayah beberapa hari kedepan, kalian harus nurut sama bunda, jangan bandel dan jagain bunda" ucap Dewa
"Baik Ayah"
"Doakan ayah supaya segera menyelesaikan masalah di kantor Ayah dan bisa segera pulang" ucap Dewa
"Baik Ayah"
Setelah berpamitan kepada istri dan anak-anaknya, Dewa masuk kedalam mobil lalu Edo menjalankan mobil menuju ke bandara. Sebenarnya Aya merasa berat ketika Dewa akan pergi jauh, namun bagaimanapun dia tidak boleh egois, ini juga demi kepentingan semua bukan hanya demi keluarganya namun demi semua karyawan yang sudah berkerja keras. Jika perusahaan itu tutup makan akan banyak sekali tenaga kerja yang akan kehilangan pekerjaannya, bahkan sampai ribuan pekerja. Aya hanya bisa mendoakan agar masalah ini segera selesai.
__ADS_1
Lalu Aya mengajak kedua Anak-anak untuk masuk kedalam rumah.
Sementara itu, Dewa mengambil ponselnya menghubungi papanya
Tuuutttt Tuuuttttt Tuuuttttt
"Hallo pa,, Assalamualaikum" ucap Dewa
"Wa'alaikumsalam,,, ada apa wa?" jawab papa
"Pa,,, pagi ini Dewa ke Papua, karena ada masalah di pemasok bahan baku perusahaan Dewa, Aya dirumah bersama anak-anak. Tolong papa dan mama nginep di rumah Dewa pa, kasihan mereka pa" ucap Dewa
"Ohh baiklah,, papa dan mama nanti akan ke rumahmu. kau hati-hati dijalan" ucap papa
"Iya pa,, terima kasih,,, Assalamualaikum" ucap Dewa
"Wa'alaikumsalam" jawab papa
Setelah selesai menelfon Dewa menutup telfonnya. Sementara papa menemui mama yang ada di dapur
"Maaa,, kita siap-siap kerumah Dewa" ucap papa saat sampai didapur dan melihat mama Dewa yang tengah membereskan meja makan
"Kenapa sepagi ini pa?" tanya Mama
"Dewa ke Papua, Aya dan anak-anak ada dirumah. Dia minta kita nginep dirumah nya selama Dewa pergi" jawab papa
"Ada masalah apa pa? kok sampai Dewa ke sana? biasanya Gak sampai kesana dia" tanya mama lagi
"Papa gak tau gimana detailnya,, nanti kita tanya saja sama Aya" jawab papa
"Baiklah,, mama siap-siap dulu" ucap mama
Kemudian mama berjalan ke kamar untuk menyiapkan pakaian mereka sebelum pergi kerumah Dewa dan menginap disana. Sementara papa menunggu mama didepan rumah. Tidak lama kemudian mama sudah keluar dengan membawa tas berisi perlengkapan mereka dan juga paperbag berisi makanan untuk kedua cucu kembarnya. Setelah itu papa dan mama berangkat kerumah Dewa.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,