Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Kabar Bahagia


__ADS_3

Setelah semuanya sempat terdiam, Dewa tersadar dan langsung beranjak dari tempat duduknya lalu berlarian masuk kedalam rumah


"Massss mau kemana??" tanya Aya kaget ketika melihat Dewa yang berlarian dengan cepat. Namun Dewa tidak menjawab sama sekali


"Mau kemana suami mu Ya?" tanya Mama


"Gak tau ma,,," Jawab Aya


Beberapa saat kemudian Dewa sudah kembali dengan nafas ngos-ngosan dan menghampiri istrinya


"Ini testpack yang pernah mas belikan waktu itu, coba kamu tes sekarang" ucap Dewa saat memberikan tespack kepada istrinya


"Mas lari-larian ambil ini??" tanya Aya dan diangguki Dewa


"Ayoo sayangggggg,,,, cepattt tes sekarang gih" ucap Dewa menarik Aya dan mendorongnya perlahan hingga mereka sudah berada di depan kamar mandi belakang.


Kemudian pelayan memberikan botol kecil kepada Aya dan setelah itu Aya masuk kedalam kamar mandi. Dewa mondar mandir didepan pintu kamar mandi menantikan Aya keluar sementara papa dan mama hanya mengeleng-geleng tersenyum melihat seantusias itu menginginkan kehamilan Aya yang kedua.


Ceklekkk


Pintu kamar mandi terbuka perlahan, dengan wajah harap-harap cemas Dewa menantikan hasil dari tespack itu


"Bagaimana sayang???" tanya Dewa dengan tidak sabarnya


"Garis 2 mas" jawab Aya


"Alhamdulillah,,,,,,,," ucap Dewa yang kemudian langsung memeluk Aya dengan rasa bahagianya. Dewa melonggarkan pelukannya dan berkali-kali menghujani Aya dengan berjuta kecupan. Dewa tidak peduli sebanyak apa orang melihat nya dirumah itu. Dewa sungguh bahagia benar-benar bahagia mendapatkan kabar bahagia ini.


"Tapi yang satu masih samar mas" ucap Aya


"Gak papa yang penting udah garis 2, nanti seminggu lagi di cek lagi pasti udah kelihatan jelas,,, mas bahagia bangett kamu hamil lagi,,," ucap Dewa yang kemudian kembali mengecup istrinya


"Malu mas,, banyak orang! dari tadi mas gak sudah nyiumin Aya" ucap Aya sedikit malu


"Mas gak peduli!!!!" jawab Dewa yang kembali mengecup istrinya dan membuat Aya terkekeh


"Aya lupa kalau suami Aya Udah gak punya rasa malu!" sindir Aya dan Dewa tidak peduli dengan semuanya. Yang dia tau adalah saat ini dia bahagia, itu saja.


Lalu Dewa menggandeng Aya kembali ketempat duduk mereka


"Selamat ya Aya,, atas kehamilannya" ucap papa


" Terima kasih pa " ucap Aya


" Kamu harus jaga kesehatan Aya, jangan terlalu capek" ucap mama


"Iya ma" jawab Aya


"Bunda,,,, mana dedek bayinya?" tanya Faza saat menghampiri bundanya


"Dedek bayinya ada di perut bunda, masih kecilll,,," jawab Dewa

__ADS_1


"Kok didalam pelut bunda? nanti gak bica napac dong yah?" ucap Gaza


"Bisa dong sayang,,, pokoknya kalian berdua harus jagain bunda dan gak boleh buat bunda Marah ataupun capek" ucap Dewa


"Baik Yah,,,,!" jawab Sikembar bersamaan


"Ya, apa gak sebaiknya kalian cari baby sister untuk jagain Si kembar? gak mungkin kan Aya bisa ngehendel semuanya kalau kondisinya lagi hamil" ucap mama


"Ada Sofi yang bisa bantuin Aya jagain anak-anak ma, lagian Si kembar sudah kenal dan Sofi juga anak yang baik" jawab Aya


"Ya sudah kalau begitu,,," jawab mama


"Dirumah ini sudah banyak pembantu ma, jadi tidak akan sepi" sahut Dewa


"Iyah"


Mereka kembali berbincang hangat sore itu, dan dilanjutkan dengan menjalankan ibadah maghrib bersama ketika mendengar suara adzan berkumandang. Setelah mereka makan malam bersama.


Beberapa menit setelah makan malam, papa dan mama Dewa berpamitan untuk pulang karena mereka tidak ingin menginap. Kemudian Keluarga Dewa mengantar Eyang Kakung dan Eyang putri sampai didepan rumah mereka


"Hati-hati yaaa eyang" ucap Sikembar


"Iyah Assalamualaikum" ucap papa dan mama Dewa


"Wa'alaikumsalam" jawab Dewa ,Aya dan anak-anak bersama


Setelah mengantarkan eyang pulang, Dewa mengajak anak dan istrinya masuk kedalam rumah dan bersiap untuk ibadah Isya' mereka.


"Boleh sayang" jawab Dewa, dan Aya tersenyum lalu menghampiri suaminya,


"Baiklah, nanti Aya telfon mama yah,," ucap Aya


Kemudian Aya mengajak anak-anaknya masuk kedalam kamar mereka dan menemani mereka tidur, Malam ini Gaza ingin tidur bersama Faza dikamar nya dan mereka berkumpul di kamar Faza malam itu. Aya mengambil buku cerita nabi dan Rasul lalu membacakan salah satu kisah diantaranya. Sambil mendengar cerita Sikembar mengusap sayang perut bundanya, meski masih terlihat rata, tapi mereka berdua begitu senang ketika mereka akan mendapatkan adik bayi nanti.


Setelah cukup lama Aya membacakan cerita, terlihat anak -anak juga sudah tertidur. Saat Aya akan beranjak, Dewa masuk kedalam kamar Faza


"Mas?"


"Mereka sudah tidur?" tanya Dewa dan diangguki Aya


Dewa mendekat dan mengecup kening kedua putranya bergantian. Lalu Dewa menggendong Aya dan membawanya ke kamar atas.


"Mas,, turunin Aya mas,,, Aya berat" ucap Aya


"Mas masih kuat kok sayang" ucap Dewa yang terus menaiki ana tangga keatas


Dewa dan Aya saling menatap, Aya memeriksa kening Dewa dan suhu badannya sudah tidak terasa hangat lagi.


"Mas sudah minum obat?" tanya Aya saat Dewa menurunkannya di atas tempat tidur


"Sudah tadi sebelum menjemputmu" ucap Dewa yang ikut berbaring di samping Aya

__ADS_1


"Panas mas sudah turun,,, pusingnya masih kerasa?" tanya Aya


"Sudah sembuh,,, mas mau disayang-sayang sama kamu" ucap Dewa yang kemudian menenggelamkan wajahnya dipelukan istrinya


Aya terkekeh geli merasakan jambang Dewa yang menggelitik dadanya


"Mas,, geli,,, " ucap Aya dengan tawa kecilnya


"Geli apanya?" tanya Dewa


"Itu jambang nya belum dibersihin, jadinya geli" ucap Aya terkekeh


"Ohh,,, besok mas bersihkan,,, malam ini ditahan dulu geli nya" ucap Dewa yang kembali memeluk erat istrinya


"Mas Bahagia banget,,,, bener-bener tokcer banget yah bisa langsung jadi" ucap Dewa setengah menggoda istrinya


"Gimana gak jadi coba? tiap malem mas gempur Aya dan saat itu Aya lagi masa subur,,, ya udah mesti jadi! tapi inget ya mas,,, Setelah ini mas gak bisa ajakin Aya lembur terus,,, kasihan kalau keguncang" ucap Aya saat Dewa menatapnya


"Iya janji,,, seminggu 3x ya??" ucap Dewa memohon


"Gak, itu terlalu sering mas,,, Seminggu sekali aja" ucap Aya


"Yah,,, kok gitu sih sayang?! 2x deh jangan sekali? yah?? yah??" Dewa bernegosiasi kepada istrinya


"Baiklah,,, tapi mas janji ya gak boleh kayak biasanya! " Sarkas Aya


"Iyah janji,,,, nanti pelan-pelan,,, " ucap Dewa saat membelai lembut wajah istrinya.


"Mas janji akan menebus waktu dulu meski mas tidak tau seberapa besar derita yang kamu rasakan saat mengandung Faza dan Gaza dulu" ucap Dewa dengan sendu


Aya membelai wajah suaminya dan menatapnya dengan penuh cinta


"Tidak perlu mengingat yang dulu mas, kita jalani hidup kita sekarang dan kedepannya. Aya hanya butuh cinta dan kasih sayang mas Dewa untuk Aya dan anak-anak kita" ucap Aya


"Mas begitu mencintaimu sayang" ucap Dewa mengecup istrinya pelan


"Aya juga mas" jawab Aya saat Dewa melepaskan Aya


Kemudian Dewa kembali mengecup istrinya dengan begitu dalam, ditumpahkan semua rasa bahagia dihati Dewa saat ini. Tanpa terasa buliran air mata jatuh di pelupuk mata Aya, Aya merasa begitu bahagia hingga sulit mengungkapkan bagaimana lagi rasa bahagianya. Dewa benar-benar sudah mengobati lukanya dulu selama bertahun-tahun di rasakan oleh Aya sendirian.


Setelah cukup lama mereka saling berbagi rasa, Dewa membawa istrinya kedalam dekapan hangatnya. Keduanya kini berlayar kelautan mimpi yang indah bersama.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,,,


__ADS_2