
Perjuangan Aya
Pagi yang cerah secerah wajah Aya pagi ini, Bagaimana tidak, saat Aya membuka matanya setelah tidur malamnya Aya melihat setangkai bunga mawar merah berada tepat di hadapannya. Aya tersenyum lalu mengambil bunga itu dan mencium wanginya.
"Harummm" ucap Aya
"Selamat pagi istriku,,,,," ucap Dewa yang kemudian menghampiri Aya
Kemudian Aya duduk dan menatap suaminya yang sudah rapi dengan pakaian muslimnya
"Pagi mas,,, mas Dewa bangun jam berapa?" Tanya Aya saat menatap Dewa dengan penuh cinta
"Emm,,, jam 4 tadi hehe,,, mas udah siapin sarapan untuk kita, kamu bersih-bersih dulu yah setelah itu kita sholat subuh bersama" ucap Dewa dan Aya mengangguk
Kemudian Aya beranjak dari tempat tidurnya, dan berjalan dengan kesulitan menuju ke kamar mandi. Sementara Dewa membereskan tempat tidur mereka.
Beberapa saat kemudian Aya sudah rapi dan mengambil mukenah setelah itu Dewa mengajak anak dan istrinya untuk menjalankan ibadah subuh bersama.
"Kita jalan pagi yuk, supaya bunda dan adik kalian sehat" ucap Dewa setengah mereka selesai menjalankan ibadah
"Ayo Yah" jawab Anak-anak serempak
Kemudian Dewa, Aya dan anak-anak nya keluar rumah dan jalan santai di sekitar tempat tinggal mereka.
"Aku gak sabal nunggu adik kelual" ucap Faza
"Aku juga kak,,, pasti dia cantik yahh" ucap Gaza
Dewa dan Aya hanya tersenyum saat mendengar obrolan kedua putranya. Terlihat keduanya sangat senang karena sebentar lagi adik mereka akan lahir memberi kebahagiaan untuk keluarga.
Saat mereka berjalan-jalan santai, para tetangga menyapa ramah Dewa dan Aya, Keduanya pun membalas sapaan para tetangganya juga dengan ramah. Sambil berjalan santai, Dewa terus memegang tangan Aya dan tidak ingin melepaskan nya sedikitpun.
__ADS_1
"Aaahhh,,, Perut Aya mules mas!" Ucap Aya saat mereka sudah sampai di halaman rumah besar Dewa. Aya mencengkram kuat tangan Dewa karena merasa mulas luar biasa dari dalam perut nya
"Sayang! apaaa kamu mau lahiran?!" Ucap Dewa panik
"Sepertinya begitu mas!" Jawab Aya
Dewa melihat ke kaos kaki Aya terlihat basah, celana panjangnya juga seperti itu. Dewa semakin panik karena baru pertama ini dia mendapati istrinya akan lahiran.
"EDOOOOO,,,, SIAPKAN MOBIL!" teriak Dewa dan tak jauh dari mereka, Edo segera menyiapkan mobil untuk membawa tuannya kerumah sakit.
Lalu Dewa membopong Aya dan membawanya masuk kedalam mobil, Setelah itu Dewa ikut masuk kedalam mobil
"Anak-anak, kalian nanti nyusul sama Nenek dan pak Dodi , Ayah dan bunda ke rumah sakit dulu" ucap Bella kepada anak-anak nya yang masih berdiri tegak di luar mobil
"Iya ayah" jawab Sikembar
Lalu Edo menjalankan mobilnya menuju kerumah sakit, sementara anak-anak berlarian kedalam untuk memberitahukan Oma Widia jika bunda mereka akan lahiran. Sebelum mereka berangkat, mama Aya mengambil semua keperluan Aya dan bayinya nanti. Setelah siap mereka barulah mereka akan menyusul kerumah sakit. Tidak lupa mama Aya mengabari besannya dan juga Megan soal kabar ini.
"Uuhh sakitt masss!!" Ucap Aya yang kemudian menjambak rambut Dewa tanpa ampun
Dewa pasrah, menahan sakitnya jambakan dan juga cengkraman kuat Aya pada lengannya
"Kamu,,, yang sabar ya sayang,,, sebentar lagi kita sampai" Ucap Dewa merasa prihatin melihat kondisi istrinya. Dewa bahkan tidak sanggup membayangkan bagaimana sakitnya Aya dulu saat akan melahirkan kedua putranya dan tanpa adanya suami di sampingnya, rasanya sangat pilu dan dan pedih.
Dewa sampai tertunduk didepan perut Aya yang besar karena Aya menarik rambutnya. Berkali-kali Dewa mengecupi perut Aya dan mengusapnya dengan sebelah tangannya dengan lembut
"Dia,,,, udah mau keluar massss!!! aaaaa!!" ucap Aya lagi saat kontraksi kembali terjadi.
"Hah?! jangan lahiran disini sayang! nanti mas gak tau harus apa" ucap Dewa panik dengan melihat kebawah, takut jika Aya benar-benar lahiran saat itu.
"Aya,,, udah gak kuaaaat masss!!" Ucap Aya yang berkali-kali melafazkan doa untuk kemudahan dalam persalinan disela-sela nafasnya. Keringat bercucur deras, Aya sudah tidak bisa lagi menahan kelahiran putri mereka,
__ADS_1
Mobil Dewa sudah sampai di sebuah klinik bersalin, karena tidak mungkin lagi Edo meneruskan perjalanan nya menuju ke rumah sakit yang masih membutuhkan waktu lagi sementara Aya sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi.
Setelah mobil berhenti Edo dengan cepat membuka pintu mobil Dewa kemudian keluar dan dewa membopong aya masuk kedalam klinik.
"Dokter!! tolong istri saya!!" Teriak Dewa yang panik dan tidak peduli dengan situasi di klinik itu juga banyak pasien yang mengantri.
Beberapa Suster mengarahkan Dewa untuk membawa keruang persalinan, dan ada juga yang menghubungi dokter kandungan yang bisa menghandle disaat jam itu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Dokter sudah masuk bersama Asissten nya dan siap membantu Aya untuk persalinannya.
"Sa,,ya boleh menemani istri saya dok?" Tanya Dewa
"Boleh, silahkan" Jawab Dokter
Dewa berada di samping Aya dengan terus memegangi tangan Aya sembari berzikir untuk menguatkan Aya. Aya pun tak henti-hentinya berdoa agar Allah membantu bayi mereka segera lahir. Sementara dokter melihat kondisi bayi tersebut memang sedikit lagi sudah akan keluar
Bukan hanya Aya yang tegang dan berkeringat saat itu, Dewa pun juga ikut tegang, mulas, dan berkeringat cukup deras. Meski begitu Dewa menguatkan dirinya agar terus bisa memberikan doa dan semangat untuk istrinya saat berjuang melahirkan buah hati mereka. Dewa akan membayar kesalahannya dulu saat dia tidak bisa menemani Aya saat berjuang sendiri melahirkan kedua putra kembar mereka.
"Allah hu Akbar!" Teriak Aya dan sesaat kemudian terdengar tangisan bayi memenuhi ruangan itu.
"Ooeekkk oooeeekkkkk"
"Allah hu Akbar!! Alhamdulillah Ya Allah!!" Ucap Dewa dengan tangisnya yang malah pecah saat dokter mengangkat bayi merah itu. Tak henti-hentinya Dewa bersyukur dengan apa yang dirasakan saat ini.
Yuk Follow IG nya uni😘
Banyak teman banyak Rejeki😍
__ADS_1
Instagram : @uniramadhani.id