Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Wanita Mata Duitan


__ADS_3

Evan terus mengendarai mobilnya tanpa Megan tau kemana arah Evan akan pergi, dan Megan pun terus mengendarai mobilnya mengejar mobil Evan di depannya. Hingga Evan memberhentikan mobilnya di sebuah gedung kosong dan dia langsung turun dari mobilnya. Megan pun juga ikut menghentikan mobilnya dan segera turun dari mobilnya


"Mas Evan!!!" teriak Megan


"Apa lagi?! kau senang bukan sudah menghancurkan semua rencana ku!!!" Hardik Evan


Plaaakkkkkkkkkkkkk


Tamparan keras mengenai wajah Evan dengan sangat kuat.


"Beraninya kau menamparku!!" Hardik Evan


"Kenapa aku gak berani mas?! kau,,, kau akan lari dari tanggungjawab setelah membuatku hamil!!! Dan kau,, akan menikah dengan wanita lain disaat aku mengandung anakmu!!!" Sarkas Megan


"Apa kau lupa Megan?! kita melakukan nya suka sama suka! dan kau juga sudah mendapatkan mobil mewah!! apartemen!!! dan uang yang banyak dari aku!!!! Buka matamu!!! kau itu wanita mata duitan yang hanya menjual dirimu padaku!!!" ucap Evan dengan nada tinggi


Plaaakkkkkkkkkkkkk


"Tutup mulutmu mas!!!! jaga ucapan mas Evan!!! siapa yang merayu lebih dulu!!! kau yang mulai!!! Sekarang sudah begini, mas mau lari dari tanggungjawab!! pria macam apa kamu mas!!!" Sarkas Megan meledak-ledak


"GUGUR KAN ANAK ITU!!!!" Hardik Evan


"Gak!! aku gak akan mengugurkan anak ini!!!" teriak Megan


"Kau harus mengugurkan anak itu Megan!!! aku tidak mau dia hidup!!!!!" Teriak Evan yang kemudian menarik Megan dan akan membawanya ke gudang tua


Megan meronta-ronta saat Evan terus menariknya masuk kedalam. Kemudian Megan menginjak kaki Evan dengan heelsnya yang tajam dan membuatnya menjerit kesakitan


"Aaarrgghhh!!! sial!!!" Hardik Evan yang kemudian memegangi kakinya yang terasa begitu sakit


Kesempatan itu tidak di sia-siakan Megan untuk kabur, lalu dia berlari masuk kedalam mobil dan segera kabur dari kejaran Evan. Evan pun tidak tinggal diam, lalu dia segera berlari walau pincang menuju ke mobilnya dan akan mengejar Megan. Evan tidak ingin kelak anak itu akan menjadi batu sandungan untuk dirinya. Karena Evan masih ingin mengejar Erika. Bagaimana pun dia tidak ingin sampai Erika jatuh ke tangan pria lain, bisa-bisa perusahaan nya akan beneran bangkrut nanti.


Megan terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, begitu juga Evan yang tidak ingin kalah cepat mengejar Megan.


"Kemana aku harus pergi!!!" batin Megan jadi cemas sendiri


Kemudian Megan mengarahkan mobilnya menuju jalan ke rumah Evan. Tidak ada tempat yang lebih aman selain berlari ke keluarga Evan. Megan berfikir Evan tidak akan mungkin lari dari tanggungjawab jika Megan mencari perlindungan di keluarga Evan.


Saat Megan terus mengendarai mobilnya, Evan menyalip mobil Megan dan membuat Megan banting stir karena sangat kaget


Ciiiiiiitttttttttttttt


"Aaaaaaaa!!!!" teriak Megan dari dalam mobil


Duaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrr


Mobil Megan menabrak mobil Evan yang berada didepannya. Keduanya mobil itu sama-sama terpental dan mobil Evan terdorong hingga menabrak pembatas jalan. Setelah itu Megan maupun Evan sama-sama sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Mobil-mobil yang melintas pun langsung berhenti dan melihat korban, lalu membawanya ke rumah sakit terdekat dan tidak membutuhkan waktu lama kemacetan terjadi dijalan itu.


Sementara itu di tempat lain,,,,,,


Dewa dan Aya tengah berbincang bersama Bagas dan Erika di acara pernikahan mereka.


"Seneng bangetttt hawa nya" ucap Dewa menjahili Bagas


"Tuan,,,, anda selalu menggoda saya" ucap Bagas


"Apa anda menyangka menikah dengan Asisstent saya?!" tanya Dewa


"Tidak tuan Dewa,,, bahkan memimpikannya saja tidak!!" jawab Erika


"Rikaaaaaa,,,,, jangan memulai,,,!!" ucap Bagas menatap Erika dan Erika malah terkekeh


"Sekali lagi selamat yahh Bagas, Erika,,, semoga kalian bahagia, dan dikaruniai anak yang banyak. Aamiin" ucap Aya


"Terimakasih Nyonya" jawab Bagas


"Setelah menikah, apa kamu masih bekerja di kantorku Bagas?!" tanya Dewa


Deg!


Bagas langsung terdiam ketika mendengar pertanyaan Dewa. Dia juga bingung apa dia harus berhenti dan mengurus perusahaan Erika namun tidak ada perintah apapun yang dia terima. Bagas menoleh kearah Erika dan Erika hanya diam menunggu jawaban Bagas


"Tentu,,, aku tunggu jawabanmu secepatnya. Karena bagaimanapun sekarang kamu adalah mantu pak Syahbana dan lagi pula tidak mudah untuk mencari Asisstent pengganti dengan cepat" jawab Dewa


"Baik tuan,,," jawab Bagas


Saat mereka tengah berbincang, ponsel Aya berdering. Lalu Aya membuka tasnya dan melihat panggilan dari mamanya


"Mama nelfon mas,,, " ucap Aya


"Angkat lah" jawab Dewa


Kemudian Aya mengangkat telfon dari mamanya


"Hallo ma Assalamualaikum" ucap Aya


"APAAAAAA????!!" Ucap Aya kaget dengan tangannya sudah bergetar saat mengenggam ponselnya


"Ada apa sayang??!" tanya Dewa ikut cemas


"Kak Megan,,, kecelakaan mas!!!" jawab Aya


"Apa?!" ucap Dewa juga kaget

__ADS_1


"Sekarang kak Megan ada di rumah sakit Merpati putih, kita harus segera kesana mas!!" ucap Aya


"Baiklah,,,, Bagas, Erika,, kami pamit dulu, maaf tidak bisa mengikuti acara kalian sampai selesai. Bagaimana mana pun dia tetaplah anggota keluarga" ucap Dewa


"Baik tuan,,, hati-hati" ucap Bagas


"Salam untuk tuan Syahbana dan istrinya. Assalamualaikum" ucap Dewa


"Wa'alaikumsalam" jawab Erika dan Bagas bersamaan


Kemudian Dewa dan Aya berjalan cepat menuju mobil mereka. Terlihat Aya begitu panik, apalagi Aya juga sudah tau jika kakaknya tengah hamil karena Bagas sudah menceritakan semuanya kepadanya dan juga Dewa. Lalu Aya dan Dewa masuk kedalam mobil dan menuju ke rumah sakit tempat Megan di rawat.


Sementara itu Bagas mengajak Erika untuk bergabung dengan yang lainnya


"Mas,, itu namanya hukuman untuk orang jahat!!" ucap Erika masih merasa kesal


"Sayang,,, jangan bicara begitu,,, Gak baik" ucap Bagas


"Tapi dia benar-benar orang jahat mas!" ucap Erika


"Iya mas tau,,, tapi kita tidak perlu menjudge seseorang. Hapus dendam di hatimu, karena itu tidak akan baik" ucap Bagas


"Mas gak bisa ngerasain betapa sakit hatinya aku!! makanya mas enak ngomong gitu!!' jawab Erika


"Jika kamu terus memendam benci, berarti kamu tidak bahagia menikah denganku. Bagaimana pun aku bisa menikahi mu karena insiden mereka juga kan?" ucap Bagas dengan lembut saat menatap wajah istrinya yang masih terlihat kesal


"Bukan aku tak bahagia mas, tapi,,, "


"Jika kamu masih begini, lebih baik aku ikut tuan pergi dari sini, bagaimana?!" tanya Bagas


"Jangan!!!!" ucap Erika yang kemudian merangkul lengan Bagas dengan sangat erat


"Ya sudah kalau jangan,, belajar memaafkan kesalahan orang yah" ucap Bagas dan Erika hanya mengangguk. Kemudian Bagas tersenyum dan mengusap tangan Erika dengan lembut


Sementara di tempat lain, papa Erika diam-diam sudah menyuruh Asissten nya untuk mencabut semua saham investasi yang ditanamkan di perusahaan Evan sebagai balasan dari penghianatan dan rasa malu yang ditorehkan nya kepada keluarga Syahbana. Bukan itu saja, Papa Erika juga menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi lengkap tentang menantunya.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...

__ADS_1


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2