Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Aku Merindukanmu


__ADS_3

Waktu terus beranjak sore, sementara Dewa masih berkutat pada pekerjaannya. Dewa beristirahat hanya saat makan siang dan terdengar Adzan berkumandang untuk segera menjalankan ibadahnya saja, selebihnya dia habiskan waktunya untuk menyelesaikan pemeriksaan akhir terhadap laporan tahunan perusahaan sebelum diadakan rapat besar nanti. Saat tengah sibuk-sibuknya, Asisstent dewa masuk dan memberitahukan jika rekan bisnisnya sudah berada di lobby depan


"Permisi tuan,,,, pak Andrew sudah berada di lobby kantor kita"


"Baiklah, segera persilahkan dia masuk" perintah Dewa.


"Baik tuan"


Asisstent langsung keluar dari ruangan Dewa sementara Dewa segera membereskan laporan yang ada diatas mejanya. Tak lama Kemudian Ketukan pintu terdengar dan Dewa mempersilahkan masuk.


Ceklek


"Assalamualaikum tuan Dewa"


"Wa'alaikumsalam tuan Andrew,, apa kabar?? silahkan duduk" ucap Dewa mempersilahkan mereka duduk di sofa tamu


"Alhamdulillah baik,,, bagaimana kabar anda?? sepertinya sekarang semakin segar saja,,,,"


"Alhamdulillah saya juga baik,,, bagaimana perjalanan anda?" tanya Dewa


"Alhamdulillah lancar,,, oh iya,,, kenalkan ini Tamara,,, Putri saya dan dia akan menjadi penerus perusahaan kami nanti" ucap pak Andrew memperkenalkan putrinya


"Tamara,,,," ucap Tamara tersenyum manis dengan mengulurkan tangannya


Dewa tersenyum tipis dan mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya


"Dewa" ucap Dewa singkat dan kembali berfokus pada papanya


"Ah iya tuan Dewa,,, ini saya bawakan oleh-oleh dari Pontianak,,, semoga anda suka ya"


"Terima kasih tuan,, anda sangat repot-repot membawakan saya oleh-oleh"


"Tidak,, ini hanya oleh-oleh kecil. Oh iyaa bagaimana soal penawaran waktu itu, apa perusahaan anda sudah memberikan jawaban?"


"Tentu sudah tuan, dan kami bisa menjadikan perusahaan anda sebagai perusahaan perwakilan kami disana. Semua sudah kami siapkan,, sebentar,,,"


Dewa menyuruh Asissten nya untuk mengambil dokumen kerja sama yang sudah disiapkan oleh Dewa. Dewa dan tuan Andrew nya terlihat berbincang akrab sementara putrinya juga menatap Dewa penuh kekaguman.


"Nah ini silahkan dibuka" ucap Dewa saat memberikan dokumen kerja sama kepada tuan Andrew.


Sesaat tuan Andrew dan Tamara mempelajari kontrak kerjasama itu


"Baik, kami setuju dengan isinya tuan Dewa,, saya pikir ini menguntungkan kedua belah pihak dan kami berharap kerja sama kita nanti akan berjalan lama"


"Mudah-mudahan" jawab Dewa singkat

__ADS_1


Mereka kembali berbincang membahas berbagai hal terkait kerjasama diantara keduanya. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan sebentar lagi akan memasuki waktu maghrib, Dewa berpamitan untuk menjalankan ibadah Maghrib saat sudah terdengar adzan berkumandang.


Beberapa menit kemudian Dewa sudah kembali ke ruang tamunya.


"Kita makan malam di luar bagaimana?"tanya Dewa


"Boleh tuan,,," jawab pak Andrew


"Bagaimana kalau kita makan malam dirumah tuan Dewa? jika tuan Dewa tidak keberatan" ucap Tamara


Dewa terdiam sesaat mendengar ucapan Tamara.


"Bagaimana tuan Dewa?? tapi jika anda keberatan makan diluar juga sama saja" ucap tuan Andrew


"Oh,, bukan begitu tapi sepertinya dirumah tidak ada persiapan untuk makan malam kita. Tapi Sebentar saya kabari yang dirumah dulu untuk menyiapkan makan malam" ucap Dewa beranjak menuju ke meja kerjanya.


Dewa mengambil ponsel dan menelfon Aya istrinya . Sementara Tamara tersenyum senang ketika rencananya akan kerumah Dewa berhasil, rencana selanjutnya Tamara akan menginap dirumah Dewa dan pulang besok pagi. Ntah kenapa sejak pertama kali melihat sosok Dewa, hatinya langsung bergetar hebat.


"Hallo sayang,,,, mas pulang sekarang, dan rekan bisnis mas mau mampir kerumah kita untuk makan malam,,,," ucap Dewa


"Baiklah sayang,,,, mas pulang sekarang yah,,, love you,, assalamualaikum" ucap Dewa yang kemudian mematikan sambungan telfonnya dan berjalan kedepan.


Setelah memastikan semuanya terkondisikan Dewa mengajak tuan Andrew dan Tamara kerumahnya. Kemudian mereka segera turun kebawah dan masuk kedalam mobil lalu meninggalkan kantor Dewa. Sementara itu dirumah Dewa, Aya dan koki Diah tengah menyiapkan makan malam untuk mereka, untung saja porsi masak mereka dilebihkan sedikit dari biasanya, sehingga mereka tidak begitu kelabakan.


Sesampainya di rumah Dewa , mereka berempat turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah


"Wa'alaikumsalam,,, Ayahhhh" teriak Sikembar dari dalam menyambut kedatangan Ayahnya


Deg!


"Ayah?!" batin Tamara


Sikembar pun langsung bergelayutan di pinggang Dewa


"Mas,,, sudah pulang" ucap Aya saat baru sampai diruang tamu


"Iya sayang" ucap Dewa saat Aya mencium tangan Dewa. Aya tersenyum ramah kepada pak Andrew dan putrinya.


"Tuan, ini Cahaya istri saya dan ini Faza dan ini Gaza putra-putra kami,,,, Sayang ini tuan Andrew kalau itu putrinya Tamara" ucap Dewa memperkenalkan istrinya


"Cahaya" ucap Aya dengan tersenyum ramah sementara Tamara terlihat sedikit kecewa ketika tau jika Dewa sudah memiliki istri dan anak. Padahal kata papanya Dewa adalah duda dan belum menikah lagi, makanya Tamara mau ikut papanya dalam perjalanan bisnisnya.


"Tau begini, aku gak ikut kesini!!" ucap Tamara ngedumel didalam hatinya


"Mas,,, makan malam sudah siap" ucap Aya

__ADS_1


"Baiklah,,, mari tuan kita langsung saja makan malam,,,, mari-mari silahkan masuk ke dalam " ucap Dewa mengajak tuan Andrew, Tamara dan Asisten Dewa makan bersama, begitu juga Aya dan anak-anak, mereka ikut makan malam bersama.


Saat makan malam tengah berlangsung, Sesekali Aya melihat ke arah Tamara dan melihat raut wajahnya sedikit kesal, ntah kenapa Aya juga tidak mengerti. Beberapa saat setelah selesai makan malam, Tamara mengajak papanya untuk kembali ke hotel yang sudah di booking nya.


Lalu Tuan Andrew berpamitan kepada Dewa dan keluarganya dan Dewa menyuruh Asissten nya untuk mengantarkan tuan Andrew juga putrinya ke hotel tempat mereka akan menginap. Setelah kepergian mereka, Dewa masuk kedalam rumah bersama istri dan anak-anaknya.


Dewa kekamar atas untuk membersihkan dirinya, sementara Aya berada di ruang keluarga menemani Sikembar menonton Film kesukaan mereka. Tak lama kemudian Dewa turun dengan sudah berpakaian santai lalu Dewa ikut berkumpul bersama keluarga kecilnya.


"Mas" ucap Aya saat Dewa menidurkan kepalanya di pangkuan istrinya


"Mas merindukan mu sayang" ucap Dewa saat mengecup tangan Aya


"Aya juga mas,,, Oh iya Mas,, kenapa Tamara tadi cepet-cepet ngajakin pulang ya?"


"Ntahlah, padahal ide dia mau makan dirumah ini,,," jawab Dewa memejamkan matanya


"Ohhhhh mungkin dia kaget pas sampai dirumah eh ternyata mas sudah punya istri dan anak heheh" ucap Aya


"Mungkin saja,,, sudah lah gak perlu di fikirkan" jawab Dewa memejamkan matanya merasakan pijitan lembut di kepala nya


"Bunda,,, kami ngantuk" ucap Sikembar


"Baiklah kita tidur sekarang ya" ucap Aya


Lalu Aya mengajak Faza ke kamarnya dan Dewa mengajak Gaza ke kamarnya sendiri. Setelah kedua putranya tidur kini giliran Aya yang harus menidurkan bayi besarnya.


Dewa menggendong istrinya dan membawanya ke kamar atas. Tatapan mereka bertemu dan tidak ingin saling melepas. Untung saja Dewa masih kuat menggendong istrinya


"Berat ya mas?" tanya Aya


"Lumayan,,, sepertinya berat badannya sedikit nambah" ucap Dewa tersenyum saat menurunkan Aya di tempat tidur mereka


"Ya sudah mulai besok Aya diet" jawab Aya dengan cemberut


"Gak usah diet, siapa tau didalam sini sudah ada adiknya Sikembar" ucap Dewa saat mengecup perut istrinya


"Aamiin" sahut Aya


Kemudian Dewa mematikan lampu utama dan menyisakan lampu tidur. Setelah itu Dewa dan Aya bersiap untuk mengarungi samudera cinta yang dalam dan,,,, malam yang hangat tercipta kembali malam ini.❤️❤️


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung........


__ADS_2