Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Modus


__ADS_3

Evan sudah berpakaian rapi dan akan bersiap untuk ke kantornya hari itu. Setelah selesai bersiap Evan mengambil ponselnya dan akan turun kebawah, Evan lupa jika dirinya masih menggunakan kursi rodanya, sementara Megan tengah duduk santai di balkon kamarnya dengan memainkan ponselnya. Mau tidak mau Evan membutuhkan bantuan Megan untuk membawanya turun kebawah.


"Ehm,,, Megan, aku mau ke kantor" ucap Evan


"Ke kantor ya tinggal ke kantor" jawab Megan dengan datar.


"Bilang minta tolong kek!! jadi orang kok gengsian!!!" Sarkas Megan didalam hati. Dia tau pasti Evan sebenarnya ingin menyuruh membantunya turun kebawah


"Bantu aku turun kebawah" ucap Evan dengan menekan rasa gengsinya


Megan tersenyum tipis lalu beranjak dari tempat duduknya


"Bilang gitu aja pake gengsi!! Dasar!" ejek Megan


Kemudian Megan mendorong kursi roda Evan dan membantu nya turun kebawah. Sebenarnya Megan tidak sepenuhnya membenci Evan, karena Megan belum tau jika Evan tengah berada di ujung tombak kebangkrutan. Yang Megan tau Evan hanya menarik apartemen dan juga mobil mewah yang pernah dia berikan pada Megan karena Evan marah kepadanya.


Sampai di depan, Megan dan Evan melihat Asisstent Evan sudah menunggu didepan


"Malam ini kita pindah ke rumahku" ucap Evan melihat Megan sekilas


"Ya" jawab Megan


Lalu Asisstent Evan membantu Evan masuk kedalam mobil dan setelah itu mereka segera pergi meninggalkan rumah keluarga Megan. Saat mobil Evan sudah tidak terlihat, Megan masuk kedalam dan akan membereskan barang-barang nya.


**


Sesampainya di kantor, Evan langsung memeriksa dokumen dan laporan yang di berikan asisten nya. Rasanya kepala Evan ingin pecah melihat besarnya dana yang di tarik oleh perusahaan papa Erika, kini saham Evan tinggal 40% . Belum lagi Evan harus membayar gaji para karyawan nya yang cukup banyak di perusahaan itu.


"Tuan,,,, kita harus bergerak cepat untuk mendapatkan investor baru. Jika tidak maka perusahaan ini akan benar-benar tutup"


"Tidak mudah mencari investor yang mau bekerjasama dengan kita dalam kondisi seperti ini!" ucap Evan


"Bukankah, anda memiliki adik ipar yang memiliki perusahaan kertas terbesar di Indonesia tuan? kenapa anda tidak meminta Nyonya untuk membujuk istri tuan Dewa agar mau menyuntikkan dana ke perusahaan kita?!" tanya Asisstent Evan


"Apa kamu sudah gila!! mana mau Dewa bekerjasama dengan kita?! kau tau Dewa sangat membenci Megan! dan aku rasa itu hal yang sia-sia!! lebih baik kita cari investor lain!" jawab Evan


"Kita belum mencobanya tuan,,,"


"Tidak perlu, lebih baik kita maksimalkan dana yang ada saja!!"


"Tapi itu tidak cukup tuan, karena kita harus membayar gaji para karyawan di perusahaan ini"


Kemudian Evan menjalankan kursi rodanya dan membuka berangkas miliknya. Evan mengambil beberapa dokumen penting dari dalam brangkas nya.

__ADS_1


"Lebih baik kita jual aset perusahaan untuk menyambung hidup perusahaan ini. Ini kita akan jual beberapa tanah dan bangunan yang dimiliki perusahaan" ucap Evan yang kemudian memperlihatkan dokumen berisi surat-surat berharga


"Baiklah kalau begitu tuan" ucap Asisstent Evan


"Kau hubungi beberapa klien besar kita yang sering menggunakan jasa kita untuk menawarkan kepada mereka, siapa tau diantara mereka ada yang mau membeli Aset kita"


"Baik tuan" kemudian Asisstent Evan pamit dan akan kembali keruangannya


Sementara Evan tengah berfikir dengan memijit kepalanya yang terasa ingin pecah memikirkan semua masalah didalam hidupnya.


"Ini semua gara-gara Megan!! harusnya aku sudah menikah dengan Erika dan mendapatkan perusahaan Syahbana!! Arrgghhhhhh!!!" teriak Evan merasa kesal sendiri.


Di tempat lain,,,,,,


Bagas dan Erika sudah berada di ruangan papa Erika setelah semua koleganya dan juga papa Erika pulang. Kemudian Bagas merengkuh pinggang Erika dan membuatnya semakin merapat kepadanya. Tatapan mereka bertemu dengan senyuman yang terus terbit seolah tidak ingin luntur barang sedetikpun.


"Aku sangat bahagia mass" ucap Erika


"Mas juga sangat senang, bukan hanya karena semua orang menerima ide itu tapi,,, karena papamu sudah mulai menaruh kepercayaan kepada mas" jawab Bagas


"Iya mas,,, Aku tidak menyangka papa secepat itu memberikan kepercayaan kepada mas" ucap Erika


"Ini semua berkat kamu,,,," ucap Bagas


"Aku? aku bahkan tidak melakukan apa-apa mas, aku hanya duduk dan menemanimu saja" jawab Erika


"Ahh!! ini mah modus!! bilang aja mau cium!!" ucap Erika mencubit dada bidang Bagas


"Aww sakit sayang" ucap Bagas berpura-pura merasa sakit


"Yang bener mas???!!!" ucap Erika dengan cemas


Bagas tersenyum licik lalu menggendong Erika dan membawanya ke kamar pribadi papanya


"Ahhh!!! mas, kita mau kemana hah??" tanya Erika kaget saat tiba-tiba Bagas menggendong nya


"Mas sudah katakan padamu kan bukan??, setelah pekerjaan mas selesai, mas akan membawa kamu meledak-ledak ke angkasa berkali-kali!!!" jawab Bagas dengan smirk nakal nya


"Tapi mas,,,, kita gak bawa baju ganti??" ucap Erika mencoba menahan Bagas agar tidak bertindak lebih.


Kemudian Bagas menurunkan Erika dan mulai melepas pakaiannya satu persatu menyisakan celana yang dipakainya, sementara Erika berkisrut mundur hingga menabrak bantal. Bagas langsung naik ke atas tempat tidur dan semakin mendekat kepada istrinya.


"Mas,,,, kita bisa lakukan nanti dirumah?? maksudku jangan disini. Aku takut ada orang yang akan mendengar jeritanku!! mas tau sendiri bukan??" ucap Erika dengan bergetar saat Bagas mulai menyentuh nya

__ADS_1


"Emm,,, kalau mas maunya sekarang bagaimana?? mas sudah gak tahan sayang" ucap Bagas menggoda Erika


Erika mati-matian menahan suaranya karena takut ada orang yang akan mendengar suaranya. Namun saat Bagas terus membuai Erika, terdengar dering dari ponsel Erika dan membuyarkan segalanya. Dengan cepat Erika mendorong Bagas agar turun dari atasnya


"Sebentar mas ada telfon" ucap Erika yang kemudian meraih ponselnya dan melihat siapa yang menelfonnya. Ternyata Asisstent Erika yang saat itu mengganggu mereka. Lalu Erika mengangkat telfon dari Asissten nya


"Hallo?" ucap Erika dengan sedikit bergetar karena Bagas ternyata tidak membiarkan Erika lepas begitu saja


"Oh,,, baiklah,,, setengah jam lagi aku sampai di kantor, kamu atur semuanya ya" ucap Erika menahan segalanya


Tidak ingin berlama-lama, Erika langsung mematikan sambungan teleponnya dan menatap melas suaminya


"Mas,,,, sepertinya aku harus ke kantorku sekarang" ucap Erika


"Memangnya ada apa?" tanya Bagas dengan masih menyentuh istrinya


"Tuan Dimas akan berkunjung ke kantor untuk membicarakan kerjasama mas,,, dan setengah jam lagi dia akan sampai di kantor" ucap Erika


Bagas menghela nafas kasar lalu melepas Erika. Dengan berat hati Bagas harus membiarkan Erika pergi ke kantornya


"Ya sudah,,, bersiap-siap lah, aku akan mengantar mu" ucap Bagas terlihat lesu


Melihat wajah kecewa yang terpancar pada suaminya, Erika pun jadi tidak tega meninggalkan nya begitu saja. Sekilas Erika melihat jam dinding dan kembali menatap Bagas yang terlihat lesu


"10 menit cukup gak cukup!" ucap Erika dan Bagas tersenyum dengan sumringah


"Baiklah cintaku!!!" jawab Bagas


Dengan cepat tanpa membuang waktu, Bagas pun menyalurkan hasratnya yang sudah sampai Ke ubun-Ubun. Meski kilat namun setidaknya mengurangi rasa sakit kepalanya.


Beberapa saat kemudian Keduanya baru saja selesai membersihkan diri dan segera bersiap untuk ke kantor Erika. Masih ada waktu 15 menit untuk menuju ke kantor itu. Bagas tidak membiarkan Erika berangkat sendiri dan dia akan menemani Erika untuk bertemu dengan koleganya. Dengan cepat Bagas menyetir mobilnya agar segera sampai di kantor Erika.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,,,


Mampir ke Novel baru uni yukkk,,, Judulnya SKANDAL CINTA. Mampir yahhhh😍


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......

__ADS_1


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2