
Waktu terus berjalan hingga tanpa terasa waktu sudah beranjak malam, sementara Bagas dan Erika masih berada di kantor papanya. Erika melirik jam di dinding sudah menunjukkan pukul 22.00 dan dilihatnya Bagas masih duduk di tempat kerjanya dengan fokus pada dokumen didepannya. Lalu Erika memilih beranjak dari sofa dan menghampiri suaminya
"Mas,,, apa kita tidak pulang malam ini?!" tanya Erika
Bagas melihat jam di dinding dan dirinya baru sadar jika waktu sudah larut malam.
"Emm,,, tapi aku masih belum selesai sayang" jawab Bagas
"Ya sudah kalau begitu, kita menginap di kantor saja" ucap Erika yang kemudian berjalan menuju ke kamar pribadi milik papanya. Bagas hanya melihat istrinya masuk kedalam kamar Setelah itu Bagas kembali pada dokumen didepannya.
Erika melepas pakaiannya kerjanya dan setelah itu dia membersihkan dirinya sebelum tidur. Beberapa saat kemudian Erika sudah membaringkan dirinya diatas tempat tidur untuk melepas lelahnya.
1 Jam kemudian,,,,,
Bagas baru menyelesaikan tugas nya, kemudian Bagas membereskan dokumen- dokumen yang berada diatas meja lalu Bagas mengunci pintu ruangan itu. Setelah memastikan semuanya aman, Bagas masuk kedalam kamar pribadi menyusul istrinya yang sudah lebih dulu masuk dan dilihat nya Erika sudah terpejam dibalik selimut putih tebal. kemudian Bagas melepas pakaian kerjanya dan hanya mengenakan kaos putih dan juga celana pendeknya Setelah itu Bagas merebahkan dirinya di samping istri nya.
Bagas merapatkan Erika kedalam pelukannya, lalu Bagas mengecup kening Erika dengan sayang. Erika pun menggeliat kecil dan mempererat dirinya mencari kenyamanan didalam pelukan Bagas.
"Selamat tidur istriku" ucap Bagas yang kemudian ikut memejamkan mata dan menyusul istrinya ke alam mimpi yang indah.
Sementara di tempat lain,,,,
Papa Erika berada di ruang tengah dan tengah menerima telepon dari orangnya.
"Tuan,,, Mereka berdua saat sampai detik ini belum keluar juga dari ruangan anda, ada kemungkinan mereka menginap di kantor"
"Kau awasi saja mereka!"
"Baik tuan"
Kemudian papa Erika mematikan sambungan teleponnya.
"Ternyata dia benar-benar pekerja keras!! baguslah kalau begitu!" ucap papa Erika saat memikirkan Bagas
"Baru sadar pa kalau mantu kita itu pekerja keras?! bahkan papa nanti akan merasa beruntung mendapatkan mantu seperti Bagas! bukan seperti Evan yang hanya ingin perusahaan papa!!" ucap mama Erika yang saat itu tengah menguping pembicaraan suaminya dengan orangnya yang bertugas mengawasi gerak-gerik Bagas.
Sebelum ketahuan suaminya, mama Erika cepat-cepat pergi dari tempat persembunyian nya dan kembali ke kamarnya.
__ADS_1
***
Hari berikutnya,,,,,,
Dirumah Keluarga Aya terlihat ramai orang, kerabat dekat dan juga tetangga tengah berkumpul di rumah keluarga Aya untuk menghadiri akad nikah Megan dan juga Evan yang akan di adakan hari ini.
"Mbak Wid,,, Aya gak kesini?!" tanya seorang kerabat
"Kayaknya enggak mbak, Kondisi Aya lagi gak memungkinkan untuk keluar mbak, Kehamilan kali ini membuat Aya harus banyak istirahat dirumah"Jawab mama Aya memberi alasan
"Ohh,,, bukan karena Dewa itu mantan suaminya Megan kan?!" Sindir salah satu tetangga
"Aku rasa tidak begitu!" ucap mama Aya
Mama Aya terlihat sedikit kecewa karena Aya mengabarkan jika dirinya tidak bisa hadir di pernikahan Megan. Tapi tidak banyak yang bisa mama Aya lakukan, Kerena Bagaimana pun Aya sudah memiliki keluarga sendiri dan mama cukup mengerti alasan kenapa Aya dan suami nya tidak bisa datang hari ini.
Sementara itu di rumah Dewa,,,,
Aya terlihat diam dan memikirkan sesuatu hingga dirinya tidak fokus saat menyiapkan pakaian untuk suaminya, Aya malah mengambilkan pakaian kerja padahal hari itu weekend dan Dewa hanya ingin dirumah bersama keluarga.
"Sayang,,,, kok baju itu sih? mas kan dirumah gak ke kantor" ucap Dewa saat baru saja keluar dari kamar mandi. Aya baru sadar jika dirinya malah mengambil kemeja
Kemudian Dewa memakai pakaiannya dan menatap Aya yang juga menatap dirinya
"Kamu mikirin apa?!" tanya Dewa
"Gak ada mas hehe,,,," ucap Aya
"Kamu gak bisa bohong! katakan apa yang kamu pikirkan?" tanya Dewa saat mendekat pada istrinya
"Em,,,, hari ini kan acara dirumah mas, kalaupun kita gak bisa hadir, apa boleh Aya memberikan sesuatu untuk kak Megan?!" tanya Aya
"Kamu mau memberikan apa?!" tanya Dewa
"Ntah apa ya mas" jawab Aya
Kemudian Dewa mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada seseorang. Aya pun hanya mengawasi suaminya yang saat itu tengah mengetik pesan untuk seseorang.
__ADS_1
"Mas sudah menyuruh orang mas untuk memberikan hadiah yang pantas untuk mereka. Sudah kamu tidak perlu khawatir lagi" ucap Dewa yang kemudian mengajak Aya turun kebawah
"Terima kasih mas" jawab Aya yang kemudian bergelayutan manja di lengan suaminya, Dewa hanya tersenyum datar saat melihat Aya sudah kembali bisa tersenyum.
Kemudian keduanya berjalan turun kebawah untuk sarapan bersama keluarga.
Kembali kerumah keluarga Aya,,,,,,
Terlihat banyak mobil iring-iringan masuk ke area parkiran yang sudah di siapkan oleh keluarga Aya. Setelah mobil berhenti keluar lah keluarga Evan dari mobil mereka dan bersiap akan kerumah keluarga Aya yang sudah terlihat ramai. Paman Evan pun menurunkan Evan dari mobil dan mendudukkan nya di kursi roda lalu mereka beriringan menuju ke rumah keluarga Aya dan disana mereka disambut oleh para kerabat dekat. Evan terlihat datar dan tidak ada senyum bahagia terbit disana, karena bukan pernikahan ini yang dia inginkan tapi keluarga terus memaksanya untuk menikahi Megan.
Kemudian keluarga Evan masuk kedalam rumah dan disana sudah ada penghulu yang juga menunggu kedatangan mereka. Lalu kerabat membantu Evan untuk turun dari kursi roda dan berhadapan dengan penghulu. Terlihat para kerabat dan tetangga banyak yang membicarakan calon suami Megan yang cacat, dan pembicaraan itu sempat didengar oleh mama Aya yang membuat hatinya semakin sakit.
"Dulu sama suami kaya sempurna malah di tinggal dan sekarang dapetnya malah cacat gitu, kasihan yah nasibnya Megan! aku dengar juga dia sudah hamil duluan"
"Iyah,,,, kasihan banget! soalnya denger-denger juga dia itu matre, pengennya dapet suami yang bener-bener sempurna malah dapetnya kelewat sempurna!! masih beruntung Aya, meski dapet bekasan kakaknya tapi sekarang hidupnya benar-benar makmur"
Mendengar samar-samar pembicaraan dari tetangganya, Ibu Widia terlihat ingin sekali menangis, namun situasi nya tidak memungkinkan karena dirumah itu banyak orang yang datang, belum lagi pihak besan juga sudah sampai. Hal yang bisa mama Aya lakukan hanyalah bersabar dan menahan sakit hati dari perkataan para tetangga yang menggunjing keluarga nya. Jika dia labrak saat itu juga maka acara itu akan berantakan dan malah akan membuat suasana pagi itu ricuh.
Setelah pak penghulu memeriksa syarat-syarat sudah lengkap, lalu akad nikah pun dimulai. Evan mengucapkan ijab qobul didepan penghulu dan disaksikan oleh semua orang, pada detik itu juga dia dan Megan sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Tak lama kemudian Megan keluar dari kamarnya bersama tim WO yang sudah meriasnya secantik mungkin. Bahkan meski wajahnya cacat, pagi itu tidak terlihat sama sekali dan masih sama dengan Megan seperti biasa. Evan pun terheran-heran saat menatap Megan keluar dari kamar dan tidak terlihat seperti yang di cerita mamanya.
Kemudian Megan duduk di sebelah Evan dan akan menandatangani buku nikah mereka. Dari wajah Megan pun juga tidak ada pancaran kebahagiaan. Megan sama sekali tidak mau menatap Evan, bahkan saat Evan memasangkan cincin pernikahan, Megan hanya menunduk dan dengan cepat menyelesaikan tugasnya. Setelah prosesi ijab qobul dan sungkeman kepada keluarga selesai, Megan dan Evan kini duduk di pelaminan sederhana yang sudah di siapkan oleh keluarga untuk mendapatkan doa restu dari para kerabat dan juga tamu undangan.
"INI KAN YANG KAU INGINKAN?!!" Sarkas Evan kepada Megan saat tamu sudah tidak terlalu banyak
Deg!
Megan menatap Evan dengan tatapan sulit diartikan.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,
Maaf yah readers 2 hari gak update, karena uni sedang sibuk dengan pekerjaan lain jadi belum ada waktu untuk update lagi hehehe,,,
__ADS_1
Terima kasih tetap setia dengan tulisan uni😍