
Terlihat di kediaman Dewa dan Aya di penuhi oleh banyak para tamu undangan. Hari ini dirumah Dewa diadakan acara aqiqah Baby CIA dan juga Sikembar Faza dan Gaza yang diselenggarakan secara bersamaan. Selain para keluarga, teman dan sahabat yang diundang dalam acara tersebut, Dewa dan Aya juga mengundang beberapa panti asuhan dalam acara tersebut.
"Alhamdulilah ya mas, banyak yang datang ke acara ini" ucap Aya
"Iya sayang,, Alhamdulillah banyak yang memberi doa untuk anak-anak kita" jawab Dewa
Terlihat para tamu undangan tengah menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh keluarga Dewa.
"Aya bawa CIA masuk kekamar ya mas, kasihan dia kalau diluar terus" ucap aya
"Iya sayang" jawab Dewa
Kemudian Aya membawa baby CIA masuk kedalam kamarnya, sementara Dewa masih berada di depan bersama yang lainnya. Setelah acara selesai, satu persatu para tamu undangan berpamitan kepada Dewa dan keluarga.
"Selamat ya tuan, atas kelahiran putrinya, semoga kelak menjadi anak Solehah, dan si kembar juga menjadi anak-anak yang Soleh berbakti kepada orang tuanya" ucap Bagas saat akan berpamitan pergi
"Aamiin,,, terima kasih doanya,, semoga kalian juga segera diberi kebahagiaan" jawab Dewa
"Aamiin,,, kami pamit dulu tuan Dewa" ucap Bagas
"Baiklah, hati-hati"
Saat satu persatu tamu sudah pergi meninggalkan kediaman Dewa, tinggallah keluarga besar saja yang ada di rumah itu.
"Wa, Kami pamit dulu,,," ucap Evan kepada Dewa
"Oh iya,,, terimakasih sudah datang kemari" jawab Dewa
"Iya,,," ucap Evan
Terlihat Megan sedikit canggung saat menatap Dewa saat itu. Hubungan Megan dan Dewa masih terasa begitu hambar, meski dewa dan Megan sering bertemu disaat keluarga juga ada, namun keduanya tidak ada yang saling sapa. Karena terlalu banyak kesalahan yang dilakukan Megan terhadap Dewa membuat Megan takut menegur sapa Dewa
"Wa,,, aku minta maaf atas semuanya" ucap Megan kepada Dewa, dan Dewa terdiam sejenak
"Sudahlah, semua sudah berlalu, aku tidak ingin membahas masa lalu. Cukup dijadikan pelajaran untuk kehidupan mendatang" jawab Dewa
"Hm" sahut Megan
Kemudian Evan bersama Megan meninggalkan kediaman keluarga Dewa. Sementara Dewa, masuk kedalam kamarnya setelah tamu-tamu sudah tidak ada lagi dirumah itu.
"Masss,,,," ucap Aya saat merasa tangan hangat menyentuh wajahnya. Sayup-sayup Aya membuka mata dan melihat benar Dewa yang menyentuhnya
"Bangun,,,, kita makan siang dulu" ucap dewa
Aya tersenyum lalu mengangguk pelan, Setelah itu Aya duduk dan ternyata dewa sudah membawakan makanan untuk Aya. Aya melihat jam sudah menunjukkan pukul 1 siang, dan sepertinya Aya ketiduran saat menyusui baby cia.
__ADS_1
"Mas sudah makan?" tanya Aya
"Sudah tadi sama anak-anak setelah Zuhur" jawab Dewa
"Sekarang anak-anak dimana?" tanya Aya
"Dikamar Faza, lagi main. Mungkin karena banyak teman dia tidak mau tidur siang" ucap Dewa
"Seperti nya begitu mas,,, anak-anak itu pasti sangat senang karena banyak teman dirumah hari ini" ucap Aya
Beberapa menit kemudian Aya selesai makan, dan bersamaan dengan itu, baby CIA pun terbangun dari tidurnya.
"Ooeekkk oooeeekkkkk"
"Sayang,,,,, udah bangun yahh,,,, hauss yahh?" ucap Aya yang dengan cepat mengangkat baby CIA dan menyusuinya
"Enak banget ya kamu CIA, bangun tidur langsung nyusu gitu, coba ayah juga digituin sama bunda!" ucap Dewa saat menggoda CIA
"Masssss!! iih ngomongnya kok gitu sih!!" ucap Aya dengan mencubit ringan pipi suaminya
"Hehe,, habis bundamu CIA, sekarang lebih sibuk ngurusin kamu, kakak-kakakmu dan melupakan ayahmu" ucap dewa menyindir Aya
Aya terkekeh mendengar aduan Dewa yang tak lain sedang menyindirnya.
Keduanya nampak tertawa bersama karena obrolan unfaedah dewa dan Aya. Setelah menggoda Aya, Dewa membaringkan dirinya di samping Aya dan Aya tidak tinggal diam, tangan satunya mengusap sayang jambang tipis suaminya
"Terima kasih sudah memberi kebahagiaan yang luar biasa ini sayang" ucap Dewa dengan memejamkan mata saat merasakan sentuhan lembut Aya
"Tidak perlu berterima kasih mas, karena kebahagiaan ini kita berdua yang rasakan. Kita harusnya banyak-banyak bersyukur karena Allah memberikan nikmat dan karunia Nya yang sangat besar kepada kita" ucap Aya
"Iya kamu benar Aya,,," ucap Dewa
Ceklekkkk
Pintu kamar terbuka ada mama Dewa masuk kedalam kamar dan mendapati putranya yang tengah bermanja-manja pada istrinya
"Wa!,,, apa yang kamu lakukan hah?! mengganggu CIA menyusu saja!" sarkas mama
"Memangnya CIA saja yang boleh bermanja-manja an?! aku pun ingin di manja!" jawab Dewa yang masih tak bergeming untuk beranjak dari tempatnya
Aya hanya tersenyum mendengar jawaban Dewa yang seperti anak kecil saja.
"CIA,,,udah belum nyusunya?? ikut eyang uti yukkk,,,," ucap mama Dewa
Kemudian CIA melepaskan sumber kehidupan nya dan Aya memberikan baby CIA kepada mama mertua nya
__ADS_1
"Mama bawa CIA ke depan ya, kamu urusin bayi besarmu itu Aya!" sindir mama dan Aya malah terkekeh
"Baik ma" jawab Aya
"Jangan lupa kunci pintu!" ucap mama yang kemudian pergi dari kamar Aya dengan membawa CIA.
Mendengar mama sudah menutup pintu, dewa membuka matanya dan langsung berjalan menuju kearah pintu lalu menguncinya
"Maaass! ngapain pake di kunci?!" tanya Aya
"Kamu gak denger apa kata mama tadi? kamu harus gentian ngurusin bayi besarmu ayaaaaaa! dan mama menyuruh kita untuk mengunci pintu" jawab Dewa yang kemudian duduk di depan Aya
"Masss! massss! udah tua juga masih gak mau kalah sama anak!" ucap Aya dengan mengeleng-gelengkan kepala dengan terkekeh
"Ehh! siapa yang tua?! mas bukan tua tapi Dewasa!! gini-gini mas masih kuat buatin adik untuk CIA!" jawab Dewa dan Aya membulat
"Jangan macem-macem kamu mas! CIA masih bayi merah mau dibikinin adik?! enggak! aku gak setuju!" jawab Aya sedikit ketakutan
"Kenapa tidak?! mumpung kita masih muda Aya,,, nanti kalau sudah tua kita gak akan bisa produksi anak" Jawa Dewa merayu Aya, tak lupa tangan jahil Dewa sudah merajalela kemana-mana
"Iiihhh lepasin mas! ini punya CIA! aku gak setuju jika kita program anak dalam waktu dekat! kasihan CIA nanti kurang kasih sayang" jawab Aya yang sudah mati-matian menahan godaan suaminya
"Hihihi takut yahhh?! kenapa musti takut coba?! anak-anak kita tidak akan kekurangan kasih sayang sedikitpun karena kita akan mencurahkan seluruh kasih sayang kita kepada mereka tanpa membeda-bedakan satu sama lain! bahkan mereka-mereka nanti tidak perlu khawatir karena Allah sudah menggariskan rejeki masing-masing untuk mereka" ucap Dewa saat menatap Aya dengan penuh cinta
Aya membalas tatapan dewa yang seolah menenggelamkan nya kedalam lautan cinta yang dalam.
"Kamu tidak perlu khawatir sayang,,, kita tidak akan mungkin menelantarkan anak-anak kita,,,, karena mereka adalah amanah yang harus kita jaga. Cukup kita saja yang merasakan memiliki saudara sedikit" ucap Dewa sembari membelai lembut wajah istrinya dan membuat Aya memejamkan mata dengan jantung deg-degan tak karuan. Aya sangat takut jika Dewa khilaf dan melakukan apa yang diucapkan nya.
Kini Aya sudah merasakan kehangatan menerpa bibirnya, Dewa memperlakukan Aya dengan lemah lembut, menyalurkan energi cinta yang besar hingga merasuk kedalam hatinya. Tidak ada lagi kata terucap, karena kini Aya sudah larut kedalam manisnya cinta yang Dewa berikan, sangat manis, benar-benar manis membuat Aya lupa segalanya.
"Kita besarkan anak kita sama-sama ya?" ucap Dewa saat melepaskan Aya dan menyatukan kening mereka. Aya membuka mata dan melihat Dewa memejamkan mata dengan tersenyum
Aya mengangguk pelan dan keduanya saling berbalas senyuman.
"Aku benar-benar beruntung memiliki mu mas" Aya
"Mas juga beruntung memiliki mu Aya" jawab Dewa yang kemudian menarik Aya dan kembali menyalurkan hangatnya cinta mereka. Hati keduanya kembali menghangat ketika cinta semakin merekat kuat.
...~Kebahagiaan itu kita sendiri yang ciptakan~...
Yuk Follow IG nya uni😘
Banyak teman banyak Rejeki😍
Instagram : @uniramadhani.id
__ADS_1