
Sepulang dari kantor, Dewa mampir kerumah papa untuk menjemput anak-anak dan istrinya yang masih berada disana, karena Edo sudah di suruh pulang lebih dulu setelah mengantarkan Aya tadi pagi. Sesampainya Dewa dirumah papanya, Dewa segera masuk kedalam rumah
"Assalamualaikum" ucap Dewa
"Wa'alaikumsalam,,, jawab semua orang yang berada diruang tamu.
"Mas sudah pulang?" ucap Aya saat berdiri dan menyambut kedatangan suaminya
"Iyah,,, ayo kita pulang" ucap Dewa
"Kamu gak istirahat dulu Wa?" tanya mama
"Enggak ma, udah sore anak-anak belum mandi" jawab Dewa mencari alasan
Lalu Aya bersiap untuk pulang, setelah membereskan barang-barang si Kembar, Dewa mengajak mereka untuk masuk kedalam mobil
"Kami pamit ya ma,,," ucap Aya mencium tangan mama Dewa
"Ya" Jawab mama Dewa singkat
"Eyang,,, kami pamit yah" ucap Si kembar
"Iyah,,, kalian sering-sering main kerumah Eyang yah" ucap mama Dewa
"Iya eyang" jawab anak-anak
Kemudian mereka pamit kepada eyang Kakung, setelah itu mereka masuk kedalam mobil dan Dewa menjalankan mobil meninggalkan rumah papa dan mamanya.
"Ma,,,,,"
"Ada apa pa?" tanya mama
"Kenapa sikap mama terhadap Aya masih dingin seperti itu? gak enak sama Dewa dan anak-anak ma" ucap Papa Dewa
"Enggak kok bisa aja" jawab mama
"Mama gak bisa bohong dari papa! rasa ketidak sukaan mama itu begitu terlihat kepada Aya. Sebenarnya apa yang mama pikirkan tentang Aya itu salah ma. Dia wanita yang baik kalau menurut papa, dia ibu dan istri yang gemari, bukan seperti kakaknya" ucap Papa Dewa
"Terus aja papa belain Aya! gak usah pikirin perasaaan mama" ucap mama Dewa
"Papa gak belain ma,, papa hanya ingin mama membuka mata dan hati mama, lihat baik-baik mantu mama itu" ucap papa
"Papa belum aja tau aslinya! nanti kalau tau baru papa yang kebuka matanya! papa itu udah kayak Dewa!" ucap mama
"Terserah mama mau bilang apa! kalau sampai ada apa-apa dengan mereka, jangan sampai mama menyesal kemudian" ucap papa yang kemudian pergi meninggalkan mama Dewa di ruang tengah
__ADS_1
"Dih gak anak gak suami semua sama, sama-sama dibutakan dengan topeng kebaikan Aya! lihat aja kalau mereka udah tau sifatnya seperti Megan pasti pada nyesel!! apa gak belajar dari Megan, dulu dia juga sangat baik, bahkan baiknya melebihi Aya, tapi ujungnya apa?? dia cuma mau hartanya Dewa!!!" ucap mama kesal sendiri.
Beberapa menit kemudian mobil Dewa sudah sampai dirumah, lalu mereka turun dan Dewa mengajak anak-anak dan istrinya untuk masuk kedalam rumah.
"Ayah keatas dulu yah,, kalian mandi sama Bunda" ucap Dewa
'Iya Ayah' jawab anak-anak bersama.
Dewa berjalan ke kamar atas sementara Aya mengajak anak-anak untuk segera mandi. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian anak-anak bermain dengan para pelayan dan juga penjaga dirumah itu, sementara Aya ke atas untuk membersihkan dirinya.
Ceklekkk
Aya membuka pintu dan melihat Dewa yang baru saja selesai mengenakan pakaiannya. Aya menghampirinya lalu mengambil handuk Dewa yang basah
"Sayang,,,, tadi cerita apa sama mama?" tanya Dewa
"Gak banyak mas,,, mama masih dingin sama Aya, tapi kalau sama anak-anak mama gak gitu. Aya cuma bingung aja mas,, sebenernya Aya punya salah apa ya mas sama mama, sampai mama sebenci itu sama Aya?? apa karena Aya gak kerja?" tanya Aya yang kemudian duduk di tepian tempat tidur, dan Dewa juga ikut duduk di samping Aya
"Mas rasa bukan itu juga" jawab Dewa
"Tapi Aya merasa selalu salah dimata mama, berasa serba salah mas" ucap Aya tertunduk sedih
"Kamu yang sabar ya,,, mas yakin suatu hari nanti pasti mama bisa menerima kamu seutuhnya" ucap Dewa saat menyentuh wajah istrinya.
Dewa tersenyum dan menatap Aya dengan penuh cinta
"Mas jangan menatapku begitu,,,, malu" ucap Aya
"Hahahaha apakah kamu sekarang jadi pemalu istrikuuuuu???!" ucap Dewa yang kemudian memeluk Aya begitu erat
"Masss,,, Aya mau mandi,,," ucap Aya saat merenggangkan pelukan Dewa
"Mandilah,," ucap Dewa
Aya mengecup singkat pipi Dewa kemudian dia beranjak pergi, namun sebelum Aya melewati Dewa, sebuah pukulan kecil dari Dewa mengenai bo*ong Aya
"Aaaaa" Aya menjerit kecil karena kaget atas kelakuan suaminya
"Dasar mas Dewa mesummm!" ucap Aya saat berbalik menatap Dewa sementara Dewa terkekeh
Aya segera masuk kedalam kamar mandi lalu menguncinya, sedangkan Dewa memilih turun dan menemui kedua putranya.
***
Waktu menjelang Malam,,,,,,
__ADS_1
Keluarga Kecil Dewa tengah menikmati makan malam mereka, terlihat anak-anak begitu antusias karena malam ini Aya memasak makanan kesukaan mereka.
"Ayah,,, becok kan libul,,, kita jalan-jalan yuk yahh?" ucap Faza ketika dia sudah selesai makan.
"Mau kemana sayang?" tanya Dewa yang juga baru selesai makan
"Taman belmain yah,,, Aku mau main" ucap Faza
"Iya yah,,,, kami kan cudah ceminggu gak main" jawab Gaza
"Hmmm baiklah,,, besok kita main ke taman bermain yahhhh" ucap Dewa
Setelah mereka selesai makan malam bersama, Dewa mengajak anak-anak ke ruang keluarga dan menonton film favorit mereka. Dewa duduk didepan Aya dan Aya memijiti bahu suaminya.
"Enak sayang pijitanmu" ucap Dewa pelan
"Kalau gak enak, mas gak akan ketagihan" Jawab Aya dan Dewa terkekeh
"Bisa aja kamu,,,, Oh iya,, seminggu lagi mas ada jadwal ke pabrik Surabaya, kamu mau ikut gak?" ucap Dewa
"Memangnya boleh mas Aya ikut??" tanya Aya
"Tentu boleh,,, kalau kamu mau ketemu ibu Dessy, dan rencana mas mau memperkenalkan kamu dihadapan semua karyawan di pabrik itu. Mereka kan banyak belum tau" ucap Dewa saat merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya sementara Aya mengusap usap kepala Dewa dengan lembut
"Aya nurut saja mas,,," jawab Aya
"Oke,,, nanti anak-anak juga akan ikut" ucap Dewa yang kemudian memejamkan matanya
Aya menatap dalam wajah suaminya yang terpejam dengan damai, sorot mata elang yang tajam tidak lagi nampak. Pria yang dulu sempat sangat di bencinya kini malah menjadi pria yang paling dicintainya. Aya benar-benar merasa bahagia karena Dewa menepati janjinya untuk berubah dan membuka lembaran baru didalam kehidupan rumah tangga mereka. Dikecupnya perlahan ujung hidung Dewa dan membuat Dewa membuka matanya
"Aku mencintaimu mas" ucap Aya saat tatapan mereka bertemu
"Aku juga" jawab Dewa saat mengusap wajah istrinya dengan sayang.
Keduanya tersenyum dengan rasa bahagia yang sulit diukur dengan apapun didunia ini.....
.
.
.
.
Bersambung........
__ADS_1