
Sampainya dirumah, Aya mengajak putranya segera masuk kedalam rumah.
"Bunda,,, ayah mau bicara sama bunda" ucap Dewa saat melihat Aya akan masuk kekamar tamu bersama kedua putra mereka. Langkah Aya terhenti lalu menoleh kebelakang
"Sofi" ucap Dewa
Berlarilah salah satu pelayan bernama sofi dirumah itu
"Iya tuan besar?" ucap mbak Sofi
"Tolong ajak Faza dan Gaza kebelakang ya,,,, Sayang, kalian ikut mbak Sofi ya, dibelakang ada cookies dan makanan lainnya. Ayah mau bicara sebentar sama bunda, boleh?" tanya Dewa
"Boleh Ayah" ucap Faza dan Gaza bersamaan
Lalu Mbak Sofi mengajak Faza dan Gaza bermain dibelakang disana banyak para pelayan yang pasti senang bermain bersama sikembar. Sementara itu Dewa dan Aya masih berdiri didepan pintu kamar tamu
"Mau bicara apa? bicara saja disini" ucap Aya
"Aku gak mau ada orang lain mendengar pembicaraan kita" ucap Dewa yang kemudian menekan gagang pintu kamar dan mengajak Aya masuk kedalam kamar tamu, lalu Dewa mengunci dan mengantongi kunci kamar itu.
"Kenapa harus dikunci?! jangan macem-macem kamu mas!" sarkas Aya
"Aku gak akan macem-macem kalau kamu gak mancing aku Aya" ucap Dewa yang kemudian duduk di tepi tempat tidur
"Duduklah" ucap Dewa saat menepuk samping tempat tidur, lalu Aya duduk disamping Dewa tanpa ingin menatapnya
"Aku disini Aya, lihat kesini ,,, bukan ketembok" ucap Dewa dengan lembut
"Ngomong tinggal ngomong mas" ucap Aya jutek
"Baiklah,,, mas cuma mau tanya apa yang kamu bicarakan dengan megan di belakang tadi?" tanya Dewa, Aya langsung menoleh kearah Dewa
"Bukan urusan mas Dewa" ucap Aya
"Tentu jadi urusanku Aya, karena mas yakin pasti kalian berdua membicarakan mas, pasti Megan mengatakan hal yang bukan-bukan soal mas, benarkan?" ucap Dewa yang tepat saat menebak
Aya terdiam dan membenarkan didalam hatinya namun tidak ingin berkata 'Iya' kepada Dewa
"Tanpa kamu katakan 'iya' mas sudah tau jawabannya Aya. Aya,,,, mas bingung harus bagaimana menjelaskan dan membuktikan kepadamu jika mas ingin memperbaiki semuanya..." ucap Dewa belum selesai
__ADS_1
"Kenapa mas mau memperbaiki semuanya?!" tanya Aya dengan cepat
"Apa karena sikembar?? karena Aya sudah melahirkan kedua anak kita dan mas merasa bersalah kepadaku? apa karena mas masih belum puas membalas dendam kepada keluargaku? apa mas mau mengambil Sikembar ....." Belum selesai Aya bicara dengan menangis
"Sssttt Aya,, Aya,,, sayang,, please dengerin penjelasan mas dulu,,," ucap Dewa saat menangkup wajah Aya dan menghapus air matanya
"Mas akui awal kita menikah memang karena mas ingin balas dendam karena kakakmu menghianatiku, tapi Aya seiring berjalannya waktu, rasa cinta itu terus tumbuh tanpa mas sadari. Mas sangat merasa kehilangan ketika kamu pergi meninggalkan mas selama 3 tahun terakhir dan mas begitu frustasi karena gak bisa nemuin jejak kamu Aya. Tatap mata mas Aya,,," ucap Dewa dan aya menatap dewa dengan penuh keseriusan
"Aku mencintaimu dari hatiku yang terdalam" ucap Dewa dengan mantap saat menatap Aya begitu dalam, Jantung Aya kembali berdetak cepat saat Dewa menyatakan cintanya didepan matanya, bahkan Aya bisa melihat keseriusan Dewa saat mengatakan itu semua.
"Tapi,,, selama 3 tahun ini mas sering bertemu dengan wanita dan kak megan juga kan?" tanya Aya
"Wanita yang mana Aya? Mereka kolega mas dan mas juga pergi bersama Bagas, Siapa lagi? nadya? teman kampusku? itu juga mas ketemu sama Dion meski pernah sekali kami hanya berdua dan menunggu dion gak dateng-dateng. Dan memang Megan sering menemuiku di kantor, tapi maaf mas selalu mengacuhkan kakakmu,,,," ucap Dewa
"Kenapa mas? bukannya mas juga pernah mencintainya? dan bahkan mas lebih lama kenal dengan kak Megan dibanding aku" ucap Aya
"Aya,,, Meski bagaimanapun aku tidak bisa menghapus jejak Megan yang sudah pernah menjadi mantan istriku. Tapi sejak Dia menghianatiku, aku sudah membuang perasaaanku sejauh-jauhnya kepadanya, dia hanya bagian dari masalalu mas, dan mas sadari jika mas hanya menginginkan kamu Aya, mas hanya cinta sama kamu, mas gak bisa hidup tanpa kamu, kalau kamu gak percaya, belah dada mas, disana hanya terukir namamu" ucap Dewa
"Halah gombal!" ucap Aya saat memukul dada Dewa refleks karena merasa ucapan Dewa berlebihan
"Mas gak gombal Aya, mas serius! mas bener-bener cinta sama kamu!" ucap Dewa saat menangkap tangan Aya saat memukul dadanya. Aya terpaku dengan menatap Dewa, tatapan mereka bertemu dan Dewa menatap Aya dengan penuh cinta
Rasa hati Aya langsung luluh ketika melihat dimata Dewa penuh ketulusan, Aya sadari jika dirinya juga begitu mencintai Dewa, meski sekuat tenaga dan pikirannya Aya ingin membenci Dewa bukannya benci tapi rasa itu semakin dalam tertancap dihati Aya, Ingin rasanya Aya jujur, namun hatinya mengatakan bukan ini saat yang tepat untuk mengakui semuanya. Butuh waktu lagi bagi Aya melihat keseriusan Dewa terhadapnya.
Peralahan Dewa semakin mendekatkan wajahnya kepada Aya dan mengikis jarak diantara keduanya, Aya masih terpaku dengan tatapan mata Dewa yang seolah menyihirnya untuk diam dan menurut kepadanya
"Jika kamu menolak, mas gak akan melakukannya Aya" ucap Dewa saat wajah mereka sudah sangat dekat.
Aya tidak berkata apapun dan Dewa menganggapnya lampu hijau, lalu Dewa memejamkan matanya dan mengecup Aya perlahan, hanya menempel dan Aya tdak mendorongnya ataupun menolak, kemudian Dewa memperdalam kecupannya dan Aya pun memejamkan matanya, merasakan besarnya cinta Dewa yang merasuk dan menjalar keseluruh tubuhnya sampai menusuk ke jantung dan hatinya.
Dewa melakukannya dengan penuh perasaan dan rasa cinta yang begitu dalam tanpa adanya nafsu menggelora. Dewa benar-benar menahan nya meski sangat terasa sulit, karena Dewa ingin mengatakan dari hatinya kepada hati Aya jika hatinya Dewa sudah bersemanyam nama Cahaya dan terpatri disana.
Sementara Aya merasakan bunga-bunga seakan keluar dari dirinya, Bisa dikatakan ini adalah jatuh cinta aya untuk kesekian kalinya kepada Dewa, setelah sempat redup karena kesalahpahaman diantara mereka.
Setelah cukup lama Dewa menyalurkan energi cintanya, Dewa melepaskan Aya yang seolah tidak ingin lepas dari dewa
"Mas Anggep kamu mau memberikan kesempatan kedua untuk mas sayang, Mas akan berusaha membahagiakan kamu dan anak-anak kita bahkan adik mereka nanti" ucap Dewa dan Aya tersenyum
Dewa begitu bahagia melihat senyum terbit dibibir Aya yang bengkak, lalu Dewa memeluk Aya meluapkan kebahagiaannya
__ADS_1
"Terima kasih sayang,,, terima kasih,,,mas gak akan sia-siain kesempatan yang kamu berikan lagi untuk mas. Tolong ingatkan mas ketika mas salah, tapi jangan pergi lagi yah" ucap Dewa saat mengecup kening Aya
Tok
Tok
Tok
"Ayahhh, Bundaaa,,, buka dong pintunyaa" ucap Faza dan Gaza bersahutan didepan pintu
"Anak-anak kita sudah memanggil, ayo kita keluar" ucap Dewa saat menggandeng tangan Aya, lalu Aya mengangguk dan ikut berdiri dan berjalan menuju ke pintu, lalu Dewa merogoh kunci di sakunya dan membuka pintu kamar itu
Ceklekk
"Ayah cama bunda ngoblolnya lama banget cihhh,," ucap Faza
"Iya nih, ngoblol apa cih?" tanya Gaza
"Maaf ya sayang,, Ayah dan bunda lagi ngobrol penting dan ini pembicaraan orang dewasa. Jadi anak-anak belum boleh tau" ucap Dewa
"Oohhh gituuu" ucap Gaza
"Kalian udah makannya? mau bobok siang?" tanya Aya
"Udah tadi bunda, kami ngantuk mau bobok dulu" ucap Faza yang langsung berlari ke tempat tidur dan disusul Gaza. Kemudian mereka berbaring bersama
"Bunda, Ayah,, ciniiii bobok baleng" ucap Faza
"Iya bunda, Ayah ciniii" sahut Gaza
Lalu Dewa dan Aya masuk kedalam kamar, Dewa menutup pintunya lalu Aya berbaring disebelah Faza dan Dewa berbaring disebelah Gaza. Kemudian Keempatnya memejamkan mata meski Aya dan Dewa tidak tidur, mereka hanya ingin menemani putra-putra mereka tidur.
Ada rasa bahagia dihati Aya dan Dewa ketika mereka bisa hidup bersama lagi......
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......