
Sore menjelang,,,,
Dewa baru saja sampai dirumah setelah padatnya jadwal pertemuannya bersama kliennya di kantor. Saat Dewa masuk kedalam rumah hanya di sambut oleh pelayan dirumah itu.
"Nyonya dimana?" tanya Dewa
"Nyonya ada di kamar tamu tuan, tadi lagi mandikan sikembar"
Lalu Dewa masuk kedalam kamar tamu dan melihat kedua putranya tengah lompat-lompat diatas tempat tidur
"Gazaaaa,,, Fazaaa,,,cepet pakai baju sayangggg" ucap Aya pasrah ketika kedua anaknya tidak segera mendekat kepadanya
Dewa tersenyum saat melihat wajah Aya terlihat lelah
"Faza, Gaza cepat pakai baju kalian, kasihan bunda nak" ucap Dewa
"Ayah?" teriak Sikembar yang langsung turun dan mengampiri Ayahnya
"Ayo cepat pakai baju, nanti masuk angin " ucap Dewa yang kemudian menggandeng putranya mendekat kepada bundanya.
Lalu Aya memakaikan pakaian untuk Faza dan Dewa memasangkan pakaian Gaza.
"Udah pulang mas,,, sore banget?" tanya Aya
"Tadi di kantor banyak agenda ketemu klien. Oh iya bunda, nanti malam temenin Ayah makan malam bersama kolega Ayah ya" ucap Dewa
"Kami boleh ikut Yah?" tanya Gaza
"Emm boleh, tapi gak boleh nakal" ucap Dewa
"Siapppp" jawab Faza dan Gaza bersamaan.
"Mas mau dibuatin minum apa?" tanya Aya
"Es Jeruk boleh bunda, nanti anter ke atas ya, Aya mau mandi dulu. Gerahh" ucap Dewa
Kemudian Dewa keluar meninggalkan kamar Tamu, anak-anak bermain di ruang depan sementara Aya kedapur membuatkan es jeruk untuk Dewa. Tak menunggu lama, Aya sudah membawakan segelas es jeruk ke kamar Atas.
Ceklekkk
"Loh mas, kok belum mandi? katanya tadi mau mandi?" tanya Aya saat melihat Dewa yang masih berbaring diatas tempat tidurnya . Lalu Aya menaruh es jeruk dimeja
"Nungguin bunda buat mandiin ayah hehe" jawab Dewa yang kemudian menghampiri Aya dan memeluknya dari belakang.
"Eh sebentar, pintu belum di kunci, nanti anak-anak masuk lagi" ucap Dewa yang kemudian berjalan menuju pintu dan menguncinya.
__ADS_1
"Selesai,,,, ayo kita mandi" ucap Dewa dengan sumringah
"Tapi bunda udah mandi" jawab Aya
"Benarkah? ah ayah gak peduli! pokoknya temani Ayah mandi!" ucap Dewa yang kemudian menggendong Aya dan sedikit oleng, hampir saja mereka jatuh
"Kenapa yah? berat ya?" Tanya Aya
"Emm lumayan, kayaknya bunda tambah berisi hehe" ucap Dewa
"Bilang aja gendutan! Wajar ajalah kan bunda mengandung 2 anak sekaligus makannya juga double-double!" sahut Aya
"Gak gendut kok, tetep langsing hehe" ucap Dewa menyenangkan hati Aya
"Halah Gombal!" ucap Aya saat mencubit hidung Dewa
"Hahaha,,,, sakit bunda! mau pake shower apa Bathup?" tanya Dewa saat menurunkan Aya
"Shower aja biar cepet, pasti anak-anak nungguin kita" ucap Aya
"Hmmm,,,, ya sudahh ayo mandi" ucap dewa
Kemudian Dewa menutup pintu kamar mandi dan hanya mereka berdua yang tau selanjutnya ❤❤
**
"Bunda tunggu disini yah, Ayah ambilkan pakaian bunda" ucap Dewa
Dewa keluar dari kamar dan turun kebawah menuju ke kamar tamu untuk mengambil pakaian Aya, saat Dewa akan masuk kedalam kamar, Sikembar menghampiri nya dan menanyakan keberadaan bundanya.
"Bunda diatas habis mandi, Ayah ambilkan pakaian bunda dulu yah. Kalian tunggu di musholah, kita sholat bareng" ucap Dewa
"Iya Yah"
Dewa masuk kedalam kamar lalu membuka lemari dan mengambil pakaian Aya, Setelah itu Dewa keluar dari kamar menuju ke atas.
"Ini bun bajunya" ucap Dewa saat sampai didalam kamar mereka
"Makasih yah" ucap Aya, Lalu Aya memakai pakaiannya, kemudian mereka bersiap untuk ibadah maghrib bersama di musholah kecil mereka. Setelah ibadah maghrib mereka bersiap untuk makan malam bersama klien Dewa. Mereka berangkat menuju ke resto setelah menjalankan ibadah Isya terlebih dulu. Sepanjang perjalanan terlihat sikembar begitu senang diajak jalan-jalan malam melihat keindahan kota.
Tak lama kemudian mereka sampai di resto tempat mereka akan makan malam bersama. Saat keluarga Dewa keluar dari mobil mereka, Kliennya juga baru saja tiba di resto itu bersama Asisstentnya. Mereka bertegur sapa lalu masuk kedalam resto bersama dan menempati meja yang sudah di pesankan oleh Asisstent Dewa sore tadi.
"Makan malamnya jadi ramai karena anak-anak mau ikut" ucap Aya merasa tidak enak
"Tidak masalah Nyonya Dewa, ini hanya makan malam, bukan pembahasan bisnis juga" jawab klien Dewa. Kemudian mereka memesan makanan dan minuman, setelah itu Aya pamit sebentar ingin ke toilet.
__ADS_1
"Saya permisi sebentar " ucap Aya yang kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke toilet. Sementara Dewa tengah berbincang dengan kliennya
Tak lama Aya keluar dari kamar kecil dan bertemu dengan Nadya yang tengah mencuci tangannya. Nadya datang ke resto itu karena ada janji makan malam bersama temannya. Aya tidak mengenali Nadya tapi Nadya sudah mengawasi Aya ketika ia datang bersama Dewa dan Nadya teringat pernah melihat Aya berfoto keluarga saat acara resepsi pernikahan Dewa dan Megan dulu.
"Kamu adiknya Megan kan? Mantan istrinya Dewa!" tanya Nadya
Aya menoleh dan melihat wanita di sampingnya
"Iya, anda siapa ya?" tanya Aya dengan ramah, Aya mencoba mengingat wajah wanita itu yang sedikit tidak asing bagi Aya
"Aku Nadya, temen deket Dewa saat kuliah, ada hubungan apa kamu dan Dewa?!" Tanya Nadya
"Oh temennya mas Dewa,,, Perkenalkan Nama saya Cahaya,,,," ucap Aya saat mengulurkan tangan kepada Nadya dan Nadya bersalaman dengan Aya
"Istrinya Dewa" ucap Aya melanjutkan ucapannya
Nadya langsung menarik tangan dan buru-buru mencuci tangannya.
"Istri? haha bercanda kamu! mana mau Dewa dengan wanita gak modis kayak kamu?! aku kira cerai dari Megan, dia bakal milih wanita yang minimal selevel dengan Megan atau bahkan diatasnya, tapi ternyata dibawahnya malah sangat jauh!" ucap Nadya melihat tampilan Aya yang sederhana jauh dari kata mewah sama sekali. Bahkan Aya tidak memakai perhiasan sama sekali malam itu.
Sementara Aya hanya tersenyum simpul mendengar ucapan Nadya
"Saya tidak butuh komentar anda! dan sampai detik ini hanya saya wanita yang paling di cintai mas Dewa!" ucap Aya dengan tajam
Aya akan pergi meninggalkan Nadya namun Nadya mencengkram tangannya. Aya terhenti lalu menghempaskan tangannya.
"Kakak dan Adik sama saja! sama-sama murahan!Gak berhasil kakaknya jadi adiknya yang ingin memiliki Dewa!" ejek Nadya
"Jaga ucapan Anda! kalau tidak anda akan menyesal!" ucap Aya dengan tatapan tajamnya
"Haha aku sudah tau, kalian sekeluarga hanya mengincar kekayaan Dewa kan?! dasar orang miskin!" ucap Nadya dengan tawa menghinanya
Aya geregetan kemudian membuka kamar mandi dan mengambil ember sedang yang sudah berisi air, lalu Disiramkan kepada Nadya dan membuatnya basah kuyup. Nadya begitu kesal karena tindakan Aya kepadanya
"Itu belum seberapa ya mbak Nadya! bahkan aku bisa lebih kejam untuk menutup mulut mbak!" ucap Aya yang kemudian membanting Ember dilantai. Lalu Aya meninggalkan Nadya di toilet
"Aarrrgghhhhhhhh kenapa aku jadi kesiram!! dasar perempuan sialan!" sarkas Nadya kesal
Aya mengatur nafasnya dan bersikap biasa, seolah-olah tidak terjadi apapun dengannya. Lalu Aya kembali bergabung bersama Dewa dan juga yang lainnya. Dalam hati Aya cukup puas karena sudah memberi pelajaran pada Nadya yang menurut Aya ucapannya sangat keterlaluan.
Setelah selesai makan malam, Dewa mengajak istri dan anak-anaknya untuk pulang kerumah.....
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......