
Hari berikutnya.......
Pagi itu, Aya tengah mempersiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya, sementara Dewa tengah mengajak kedua putranya keluar disekitaran halaman rumah mereka. Kemarin Dewa membelikan sikembar 2 sepeda kecil, dan pagi ini mereka akan mencobanya.
Ditemani oleh penjaga dirumah Dewa, mereka mngajari sikembar bermain sepeda. Terlihat sikembar begitu senang menaiki sepeda mereka meski belum bisa untuk mengayuhnya dengan benar. Untung saja sepeda itu memiliki roda bantu yang membuat mereka tidak gampang jatuh. Hampir 1 jam Dewa menemani kedua putranya bermain sepeda dan mereka berdua belum mau diajak masuk kedalam rumah untuk sarapan.
“Faza,, Gaza,,, mas,,, ayo kita sarapan dulu,,,” ucap Aya saat keluar dan memanggil suami dan anak-anaknya untuk sarapan
“Ayo sayang kita sarapan dulu, itu bunda undah manggil mau sarapan bersama” bujuk Dewa
“Kami macih mau naik cepeda Ayah,,, cebentallllll lagiii” ucap Faza dan Gaza bersahutan
Aya menghampiri mereka dan mendengar jawaban kedua putranya itu,
“Faza, Gaza,,, papa mau ke kantor, nanti terlambat. Kita sarapan dulu yah, nanti sudah sarapan kalian boleh main sepeda lain” ucap Aya
Keduanya menurut lalu turun dari sepeda dan masuk kedalam rumah bersama Dewa dan Aya
“Dasar kalian anak bunda yah!” ucap Dewa dan hanya disambut tawa oleh istri dan anak-anaknya
Kemudian mereka duduk di depan meja makan dan siap menikmati sarapan pagi mereka. Aya mengambilkan makanan di piring Dewa lalu dikedua piring anak-anak mereka dan terakhir dipiringnya sendiri. Setelah berdoa, mereka menikmati sarapan pagi mereka bersama.
Setelah selesai sarapan, anak-anak sudah langsung ngacir kedepan untuk kembali bermain sepeda sementara Aya dan Dewa menuju ke atas karena Dewa akan bersiap untuk kekantor. Dewa masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sementara Aya mempersiapkan pakaian Dewa dan perlengkapan lainnya.
Tak lama Dewa sudah keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk sepinggang. Aya sempat menatapnya dan hampir saja mimisan jika terus menatapnya, sementara Dewa hanya tersenyum melihat gelegat istrinya yang sepertinya tergoda hanya dengan melihatnya seperti itu.
“Ini kaos dalem mas” ucap Aya saat memberikan kaos dalam milik Dewa
Bukannya mengambil kaos, tapi Dewa menarik tangan Aya dari bawah dan membuatnya merapat kepadanya.
“ Kenapa wajahnya merah gitu hm?” Tanya Dewa saat mengintip rona mewah dipipi Aya
“Gak papa mas, mungkin kamar kita terlalu panas, nanti Aya panggil orang buat benerin Ac nya" jawab Aya yang kemudian Aya memilih untuk menunduk agar rona merah dipipinya terhalangi
Dewa tersenyum lalu mengangkat dagu istrinya dengan jari telunjuknya
"Katakan, kamu mau apa sayang?" tanya Dewa
__ADS_1
"Gak mas,,, jangan memulai mas! mas harus kekantor pagi ini.
Dewa terkekeh lalu mengecup istrinya dengan begitu dalam setelah itu melepaskannya
"Andai tidak ada rapat direksi pagi ini, mas gak akan lepasin kamu!" ucap Dewa yang kemudian melepas Aya dan memakai pakaiannya.
Aya mengambil kemeja dan memasangkan pada suaminya.
"Mas, nanti jadi mas mau ke proyek sama Nadya?!" tanya Aya
"Jadi, karena mas sudah tau kalau dia seperti itu. Mas gak akam deket-deket kok. Kan ada Devan juga nanti yang ikut mas ke sana" ucap Dewa
"Bagua kalau mas sudah tau, inget ya mas! Mas gak boleh lagi lirik-lirik wanita lain!" ucap Aya dengan memperingatkan Dewa
"Iya iyah sayang,,,,, mas gak akan lirik-lirik tapi kalau mereka yang melirik gimana?!" tanya Dewa
"Biar Aya colok matanya kalau berani ngelirik suami Aya! hahahaha" terdenger serius tapi diujung Aya malah tertawa. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana dia akan mencolok mata wanita yang menggoda Dewa. Sementara Dewa hanya menggaruk kepalanya sendiri mendengar ucapan istrinya.
Setelah selesai bersiap Dewa dan Aya keluar dari kamar mereka menuju ke depan.
Lalu Sikembar turun dari sepedanya dan berlari menghampiri kedua orang tua mereka. Faza dan Gaza mencium tangan Dewa bergantian dan mencium pipinya kanan dan kiri
"Hati-hati ya yahhh" ucap sikembar bersamaan
"Iyah,, kalian jagain bunda dirumah yah" ucap dewa
"Ciaappppp!" sahut sikembar
Dewa mengusap kepala kedua anaknya lalu sikembar langsung berlari mengarah kesepedanya lagi. Dewa mengecup pipi Aya lalu masuk kedalam mobilnya
"Hati-hati ya mas,,," ucap Aya
"Iya sayang, Assalamualaikum" ucap Dewa
"Wa'alaikumsalam" jawab Dewa dengan lambaian tangan nya mengiringi kepergian Dewa. Supir menjalankan mobil meninggalkan rumah Dewa. Setelah mobil Dewa tidak terlihat lagi Aya mengajak kedua putranya untuk segera mandi, karena katanya eyang putri mereka akan datang kerumah untuk menjenguk cucunya.
Beberapa saat kemudian,,,,,
__ADS_1
Sebuah taxi berhenti didepan rumah Dewa, lalu keluarlah Megan dan masuk kedalam rumah disambut oleh pelayan dirumah itu.
"Nyonya Aya dimana?!" tanya Megan
"Ada di kamar Tuan muda" jawabnya
"Oh,, tolong panggilkan, aku ingin bertemu" ucap Megan yang kemudian menunggu Aya di ruang tamu.
Tak lama kemudian Aya keluar sementara Anak-anak bersama Sofi dan juga Dara dikamar sedang bermain. Aya melihat kakaknya sudah berpakaian rapi saat itu
"Kak Megan" sapa Aya
"Aya,,, duduklah" ucap Megan, terbalik harusnya Aya yang menyuruh Megan duduk sebagai Nyonya dirumah itu. Malah Megan seperti merasa yang menjadi Nyonya.
"Ada apa kak?" tanya Aya
"Kakak mau mengajakmu berbelanja, kita Shopping ke mall. Kamu mau kan?!" tanya Megan langsung
"Shopping? kemarin Aya udah belanja sama mas Dewa dan anak-anak kak" ucap Aya
"Palingan kamu belanja untuk anak-anak kan bukan untuk dirimu sendiri? kamu itu istri orang kaya Ya, sering-sering shopping gak masalah. Toh mas Dewa gak akan miskin dengan kamu shopping trus" ucap Megan
"Hehe,,, tapi Aya gak bisa kak, Eyang putri mau kesini dan bertemu anak-anak, mungkin lain kali ya kak" ucap Aya
"Hmm... ya sudah deh kalau gitu. Kakak pulang, kamu sudah berubah ya', bukan seperti adikku dulu" ucap Megan yang kemudian berdiri dan pergi meninggalka Aya.
Sementara Aya berdiri dan mengantarkan kakaknya sampai masuk kedalam taxi. Sebenarnya Aya merasa tidak enak menolak ajakan kakaknya. Tidak dipungkiri oleh Aya, dulu saat mereka masih bersama, Aya dan Megan sangat sering jalan bersama dan berbelanja meski Aya tidak banyak membeli barang, tapi Pasti mereka menyempatkan diri untuk jalan berdua.
Belum lama taxi yang ditumpangi Megan pergi, mobil papa Dewa sudah tiba dirumah Dewa, Aya masih berdiri didepan pintu sembari menunggu mereka turund ari mobil. Mama Dewa keluar dari mobil dan Aya menyapa mama mertuanya dan juga papa mertuanya. Setelah itu Aya dan mama masuk kedalam rumah membawa berbagai macam makanan sementara papa Dewa akan pergi ke kantor Dewa karena akan ada Rapat disana.
.
.
.
Bersambung.......
__ADS_1