
Sikembar sudah tertidur pulang, kemudian Dewa membuka matanya dan menyentuh wajah Aya, Sementara Aya langsung membuka matanya saat merasakan sentuhan Dewa. Aya menatap Dewa,,,
"Kita makan dulu yuk" ucap Dewa pelan
Aya mengangguk, lalu keduanya perlahan turun dari tempat tidur. Dewa menggandeng tangan Aya saat mereka keluar dari kamar, Aya sempat kaget dan menatap Dewa, namun dewa hanya tersenyum tanpa melihat Aya. Aya sedikit malu dilihat oleh pelayan dirumah itu sementara Dewa terlihat cuek saja. Lalu keduanya duduk dan pelayan menghidangkan makan siang untuk Dewa dan Aya. Dewa membalik piringnya dan mengambil sendok juga garpunya
"Mau lauk apa mas?" tanya Aya dengan ramah
"Udangnya mau,," jawab Dewa bersemangat
Kemudian Aya mengambilkan nasi dan lauknya untuk Dewa, tak lupa Aya menambahkan sayurnya. Dewa merasa senang karena Aya mau memperhatikannya lagi, begitu juga dengan pelayan dirumah itu mereka senang dan bahagia melihat Dewa dan aya bersama lagi seperti dulu, Lalu keduanya makan siang bersama. Setelah selesai makan siang, Dewa mengajak aya untuk ibadah zuhur bersama.
"Bunda gak pindah tidur di atas sama Ayah?" tanya Dewa pelan saat mereka selesai sholat
"Dibawah aja sama anak-anak" jawab Aya dengan senyum kecilnya
"Bundaaaa,,,, memangnya bunda gak rindu sama Ayah? gak mau sayang-sayangan sama Ayah?"ucap Dewa saat merapat kepada Aya yang tengah melipat mukenanhnya
"Gak rindu tuh dan gak mau sayang-sayangan!" jawab Aya sengaja jutek
"Bunda tega banget biarin Ayah tidur sendiri" ucap Dewa dengan nada sedih
"Selama 3 tahun lalu kan juga tidur sendiri, apa jangan-jangan......" ucap Aya
"Ayah tidur sama guling sendiri! tapi kan sekarang sudah ada Bunda lagi, masak Ayah masih tidur sendiri, dingin tau gak bunda" ucap Dewa
"Tinggal matikan AC aja biar gak dingin!Udah deh jangan lebay! jangan manja! malu sama Anak!" ucap Aya sedikit kesal karena sikap manja Dewa
"Ya sudah kalau gitu" jawab Dewa merajuk, yang kemudian dia berdiri dan meninggalkan musholah kecil mereka. Begitu juga dengan Aya yang meninggalkan musholah. Aya masih berfikir apa sebaiknya dia pindah kamar bersama dewa atau tetep bersama anak-anak nya.
Aya melihat Dewa menuju ke kamar atas, ingin menyusulnya tapi Aya malu karena tadi sempat menolaknya. Lalu Aya memilih untuk masuk kedalam kamar putranya dan ikut tidur.
Aya merasa tidak bisa tidur, lalu ia keluar dari dari kamarnya dan malah bertemu dengan Dewa yang sudah berada didepan pintu kamar tamu
"Mas?"
"Aya?"
__ADS_1
"Emm,,, mau ngobrol dirooftop?" tanya Dewa
"Boleh" jawab Aya
Kemudian Dewa dan Aya berjalan menuju ke rooftop dan duduk di ayunan.
"Bunda, mau gak kalau kita buatin kamar untuk Sikembar?" tanya Dewa membuka obrolan
"Kamar yang mana yah?" tanya Aya
"Dirumah ini kan masih ada 2 kamar kosong, kita buat satu untuk Faza dan satu untuk Gaza, supaya mereka terbiasa dengan kamar terpisah. Mereka harus belajar, karena sebentar lagi mereka akan sekolah. Kamar tamu biar jadi kamar tamu" ucap Dewa
"Boleh juga" jawab Aya
"Nanti sore kita ajak anak-anak keluar, biar mereka memilih sendiri mau seperti apa kamar mereka, pasti kedua anak kita memiliki selera berbeda" ucap Dewa
"Iyah" jawab Aya singkat
Perlahan tangan Dewa bergerak keatas dan lama-lama turun lalu merangkul bahu Aya, Dewa tersenyum kaku karena keinginannya takut di tolak Aya, sementara Aya hanya senyam-senyum melihat tingkah Dewa yang pandai sekali mencari alasan agar Aya mau 1 kamar lagi dengannya. Dewa benar-benar merencanakan ini semua agar Aya tidak ada alasan lagi akan tidur bersama anak-anak mereka dengan alih-alih kedua putra mereka harus belajar tidur sendiri agar nanti ketika dewasa sudah terbiasa.
Aya tersenyum lalu mengangguk meski tak berani menatap kearah Dewa,
"Makasih bunda" ucap Dewa yang kemudian mengecup kilas pipi Aya dan membuat Aya terkejut dan memegangi pipinya yang langsung merona
"Ups,, maaf kelepasan" ucap Dewa ketika melihat reaksi kaget Aya
"Mesum banget sihhh!!!" teriak Aya kepada Dewa sementara Dewa hanya tersenyum kaku
"Kalau gak mesum, gak mungkin jadi sikembar kan?!" ucap Dewa kaku
Kemudian Dewa menarik bahu Aya dan membawa kedalam pelukannya. Aya merasa begitu damai saat berada didalam pelukan Dewa. Pelukan yang selama 3 tahun lalu begitu ia rindukan. Keduanya terlarut didalam suasana romantis itu, Aya memejamkan matanya begitu juga Dewa, tanpa terasa keduanya malah tertidur karena terbawa suasana...
****
1 jam kemudian,,,,
Aya dan Dewa terbangun, kemudian mereka turun kebawah untuk melihat kedua putra mereka. Sampai diruang tengah Sikembar bermain bersama Sofi dan beberapa pelayan dirumah itu,lalu Dewa mengajak Faza dan Gaza ke supermarket bangunan untuk membeli perlengkapan renovasi kamar mereka, keduanya tampak begitu senang ketika Ayah mereka akan membuatkan kamar mereka. Setelah selesai bersiap, Dewa mengajak Istri dan anak-anaknya berangkat ke supermarket khusus bangunan.
__ADS_1
Begitu sampai disana Dewa langsung menuju ke barang-barang yang perlu di belinya, sementara Aya dan anak-anak tengah memilih motif wallpaper untuk dinding kamar mereka, Faza ingin kamarnya bergambar mobil-mobilan sementara Gaza ingin bergambar robot.
Cukup lama mereka berada disana memilih ini dan itu, setelah semuanya sudah lengkap, Mereka pun pulang kerumah diiringi mobil pickup membawa barang- barang yang mereka beli dari supermarket itu.
Sampainya dirumah para penjaga rumah membantu menurunkan barang-barangnya kemudian membawanya masuk kedalam rumah, 2 kamar kosong itu juga sudah di bersihkan oleh pelayan dirumah Dewa dan sudah siap untuk di renovasi. Karena orang yang bekerja dirumah itu cukup banyak, mudah saja bagi Dewa tinggal menyuruh mereka bekerja, tentunya Dewa sudah menyiapkan bonus untuk para pekerja dirumah mereka. Sementara Dewa mengawasi dan menginstruksikan ini dan itu kepada mereka.
Aya mengajak kedua putranya untuk segera mandi dan ibadah Ashar bersamanya. Setelah itu anak-anak diajak main oleh Sofi ke depan sementara Aya melihat orang keluar masuk kamar yang tengah di renovasi, ia pun mendekat ke kamar itu dan melihat proses renovasi
"Belum selesai mas?" tanya Aya saat menghampiri Dewa
"Belum, sebentar lagi,,, tapi ini belum bisa di pakai anak-anak. Palingan lusa udah bisa di pake" ucap Dewa yang tengah menempelkan wallpaper di dinding kamar Faza
"Iya mas,, mau dibantuin??" tanya Aya
"Nanti malem aja bantuin pijit pundak Ayah" ucap Dewa saat berbisik kepada Aya, Wajah Aya memerah ketika mendengar bisikan Dewa, Aya rasa Dewa bukan berbisik, karena orang lain bisa mendengar dan ikut tersenyum saat itu.
"Dih ngomong apaan sih!" ucap Aya memukul bahu Dewa pelan lalu pergi meninggalkannya dengan cepat. Bisa-bisa aya jadi gak waras jika terus-terusan berdekatan dengan Dewa.
Aya berjalan menuju ke dapur untuk membantu keriwehan para pelayan menyiapkan makanan dan minuman untuk para penjaga rumah yang mengerjakan renovasi kamar sikembar. Kemudian Aya membantu membawakan makanan dan minuman ke ruang keluarga yang lebih dekat dengan kedua kamar sikembar.
"Mas, ini minuman sama makanannya udah siap" kata Aya
"Iyah,, makasih bunda sayang" ucap Dewa
Para pelayan dan pekerja disana cekikikan mendengar jawaban tuan besar mereka, sungguh bagi mereka Tuannya berubah 180° ketika ada Nyonya besar mereka.
Ibarat kata, 'Habis gelap terbitlah terang, setelah derita terbitlah bahagia'
Para pelayan dan penjaga dirumah itu begitu senang Aya kembali dan memberi kebahagiaan untuk semua orang disana...
.
.
.
Bersambung, lanjut besok.......
__ADS_1