
Mobil Dewa baru saja sampai dirumah sakit, lalu Edo turun dan memanggil suster untuk menolong Nyonya nya dan membawanya keruangan IGD secepatnya. Kemudian papa dan mama Dewa mengikuti langkah suster membawa Aya sampai didepan ruangan
"Mohon tunggu diluar ya pak,, Bu" ucap suster yang kemudian menutup pintu IGD dan dokter langsung memeriksa kondisi Aya saat itu.
Papa dan mama Dewa terlihat sangat cemas, lalu mama Dewa mengambil ponselnya dan akan menghubungi dewa
"Mama mau telfon siapa?" tanya papa
"Dewa pa" jawab mama
"Dewa dalam masalah besar, jangan menambah beban pikirannya. Lebih baik mama telfon keluarga Wijaya" ucap papa
"Baiklah"
Lalu mama mencari nomer telfon mama Aya dan menghubunginya.
Tuuuuuttttttt Tuuuuuttttttt Tuuuuuttttttt
"Hallo,,, Assalamualaikum mbak"
"Wa'alaikumsalam mbak,,,"
"Mbak ke rumah sakit khusus ibu dan anak malam ini ya mbak, Aya baru saja masuk keruang IGD" ucap mama Dewa
"Apa?! baik mbak, saya segera kesana. Terimakasih informasinya" ucap mama Aya
Setelah mematikan sambungan telfon mereka, mama Aya bergegas ke kamar dan memberitahu kan kepada suaminya jika Aya masuk rumah sakit. Kemudian mereka segera berangkat kerumah sakit setelah selesai bersiap
"Mau kemana ma malam-malam gini?" tanya Megan saat dia turun dari tangga dan melihat langkah kedua orang tuanya tergesa-gesa
"Kerumah sakit, adikmu masuk IGD!" jawab mama
"Apa?! Aya masuk rumah sakit?! aku harus ikut!!" batin Megan
__ADS_1
"Megan ikut ma!" ucap Megan
"Tapi kamu jangan buat gaduh!!" peringatan dari papa
"Iya,,, tunggu sebentar, Megan siap-siap" ucap Megan yang berlari keatas dan bersiap-siap ikut ke rumah sakit.
Beberapa menit kemudian ketiganya sudah berada didalam taksi dan menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi Aya.
Sementara itu dirumah sakit,,,,
Dokter baru saja keluar dari ruangan IGD setelah memeriksa dan memberikan penangan pada Aya
"Bagaimana kondisi mantu saya dok?!' tanya mama Dewa dengan cemas
"Kondisi pasien saat ini masih lemah, pasien terlihat stress seperti banyak fikiran dan juga kelelahan jadi mempengaruhi perkembangan janin didalam perut ibunya. Kondisi janin itu sekarang sangat lemah dan kami sudah memberikan obat penguat kandungan. Kita lihat sampai besok pagi, jika janin itu masih bisa bertahan, maka akan tetap di pertahankan, tapi jika tidak bisa lagi maka dengan terpaksa kami akan melakukan tindakan. Dengan usia kandungan pasien baru masuk 10 Minggu jadi masih sangat rentan." ucap dokter
"Apa kami bisa melihat kondisi pasien dok?!' tanya papa Dewa
"Tentu bisa pak, sebentar lagi suster akan memindahkan pasien di ruang rawat" jawab dokter
Taksi yang ditumpangi keluarga Aya baru saja sampai di rumah sakit, lalu dengan cepat mereka segera turun dan menuju ke pusat administrasi rumah sakit untuk menanyakan ruangan Aya di rawat. Setelah mengetahui ruangannya, mereka berjalan dengan cepat menuju keruangan Aya. Papa dan mama Aya sangat cemas dengan kondisi putrinya, Sementara Megan hanya penasaran apa yang terjadi pada Aya. Sukur-sukur Aya tidak ada lagi dan dia bisa menggantikan posisi Aya di hati Dewa.
Ceklekkkk
Mama Aya membuka pintu ruangan yang di yakini tempat Aya dirawat.
"Assalamualaikum" ucap mama Aya saat melihat benar Aya tengah berbaring lemah di bed rumah sakit dan didampingi oleh mama Dewa
"Wa'alaikumsalam,,, masuk mbak" ucap mama Dewa
Mama Dewa sedikit tidak suka saat melihat kehadiran Megan saat itu. Tapi bagaimanapun Dia adalah anggota keluarga Wijaya dan tidak dipungkiri dia adalah kakaknya Aya dan juga mantan menantunya.
"Bagaimana kondisi Aya mbak?" tanya Mama Aya
__ADS_1
"Dia, sedang istirahat setelah dokter memberikannya obat. Tadi Aya mengeluh sakit pada perutnya dan kami bawa kemari. Kata dokter, dia terlalu banyak fikiran hingga stress dan membuat kandungannya melemah" jawab mama Dewa
"Ya Allah,,, apa yang difikirkan anak itu?! Dewa dimana mbak?" tanya mama Aya
"Dewa sedang ada perjalanan bisnis mbak, dan sedang menyelesaikan masalah di perusahaan. Makanya kami tinggal dirumah Dewa untuk menemani Aya dan anak-anak" jawab mama Dewa
"Mungkin Aya kepikiran karena ditinggal jauh suaminya" ucap Mama Aya
"Mungkin saja begitu" jawab mama Dewa
"Dih, lebay! baru di tinggal sebentar saja sudah stress begitu! dasar adik bdoh! harusnya dengan Dewa keluar kota, dia bisa menghabiskan banyak uang suaminya! bukannya malah kepikiran! Kalau aku jadi Aya, aku akan puas-puasin belanja mumpung suami gak ada dirumah!" batin Megan
Sementara itu di kamar hotel,,,,,,
Dewa merasa sulit tidur dengan nyenyak. Dia terbangun dan pikirannya terus memikirkan Aya, perasaannya juga sangat tidak enak. Padahal sebelum tidur, Dewa sudah sempat mendengar suara Aya, namun ntah kenapa perasaaan tidak bisa tenang malam itu.
Lalu Dewa melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 00.00 WIT, berarti di rumahnya sana sekitar pukul 22.00 WIB dan tentunya Aya sudah tidur jam segitu dengan kondisi dirinya tidak ada di samping Aya.
Kemudian Dewa beranjak ke kamar mandi dan mengambil air berwudhu lalu menjalankan ibadah tahajjud. Dewa berdoa didalam kesunyian malam itu untuk keluarganya, terutama untuk istrinya yang terus membayangi fikiran nya. Dewa tidak bisa berbuat apa-apa saat itu selain berdoa memohon keselamatan untuk semua keluarganya disaat dia tidak bisa bersama mereka.
Setelah selesai menjalankan ibadahnya, Dewa kembali membaringkan dirinya di tempat tidur lalu Dewa membuka ponselnya dan membuka galeri yang berisi foto-foto moment dirinya bersama istri dan anak-anak. Dewa melihat senyum manis merekah Aya dan juga Kedua putra kembar mereka Faza dan Gaza yang saat itu sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Semoga Allah selalu melindungi mu dan anak-anak kita" ucap Dewa
Tanpa terasa akhirnya Dewa dapat terlelap kedalam tidurnya malam ini setelah melihat beberapa foto keluarga pada ponselnya.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,,,,