
"Ada hal penting yang ingin Erika sampaikan kepada papa dan mama" ucap Erika yang kemudian mengeluarkan ponselnya
"Apa?" tanya papa
"Erika,,, sudah membatalkan rencana pernikahan Erika dan mas Evan!" ucap Erika
Deg!
Papa dan mama Erika sangat kaget ketika mendengar ucapan Erika saat itu
"Kenapa nak?!" tanya mama
"Ma,,, mas Evan berselingkuh dengan wanita lain!" jawab Erika dan papa Erika masih diam menatap Erika dengan tatapan tajam
"Selingkuh? apa itu benar? kamu tau dari mana?!" tanya mama
Kemudian Erika memutar Video yang sudah sempat di kirimkan Bagas sebelumnya. Mama Erika sangat syok saat mendengar dan melihat video itu.
"Kau hanya memberikan bukti seperti itu dan bilang Evan berselingkuh?! apa kau lihat sendiri Evan dan wanita itu berlaku lebih?! apa kau lupa kenapa papa menjodohkan mu dengan Evan??, kau dan Evan pun lama-lama juga sudah saling cinta! Kau tau jelas Erika, karena papa berhutang nyawa kepada papa Evan! Kalau bukan papa Evan yang mendonorkan jantungnya untuk papa, mungkin papamu saat ini tidak akan pernah lagi kau lihat!!! Papa sudah berjanji pada mendiang papa Evan akan menikah kan kalian berdua. Papa akan urus wanita itu dan pernikahan kalian akan di percepat!!!" Jawab papa dan mengagetkan Erika dan mamanya
"Pa!! masak anak kita nikah sama bekas perempuan lain?! papa tega?! masih tunangan saja dia sudah berselingkuh, apalagi kalau sudah menikah?! mama gak yakin kalau Evan bisa merubah sifatnya itu!!" Sarkas mama
"Mama benar pa!! papa sangat-sangat jahat kalau sampai tetap Menikah ku dengan pria brengsk itu!!!" Sarkas Erika
"Janji tetaplah janji, dan harus di tunaikan! Besok pernikahan kalian akan di langsungkan!!" ucap papa yang kemudian pergi meninggalkan Erika dan mamanya.
Erika menangis sejadi-jadinya begitu juga dengan mama yang tidak rela jika putrinya semata wayang akan dinikahkan dengan pria brengsk yang suka bermain perempuan. Keduanya berpelukan dengan meluapkan semua perasaannya
"Ma,,, apa aku boleh kabur?!" tanya Erika kepada mama
"Percuma,,, pasti anak buah papamu akan menemukanmu juga. Mungkin lebih baik kau racuni saja suamimu!!" ucap mama dengan sangat kesal
"Ide mama gak buruk, setelah itu kita masuk kedalam penjara sama-sama" jawab Erika dan mereka berdua kembali menangis.
Sementara itu papa Erika menghubungi anak buahnya untuk mencari Megan dan menyuruh nya untuk menghabisi nya. Jika berurusan dengan keluarga Syahbana maka nyawa taruhannya. Setelah itu papa Erika menghubungi Evan dan mengajaknya bertemu.
Setelah kepergian papa, Erika menaiki taksi menuju ke kantor Dewa. Pikiran Erika sudah buntu dan dia membutuhkan bantuan Bagas saat itu. Beberapa menit kemudian sampailah Erika di kantor Dewa, lalu dia masuk kedalam dan menuju keruangan Bagas.
Bagas membuka pintu saat akan mengantarkan laporan kepada Dewa, namun langkahnya terhenti saat melihat Erika berdiri didepan pintu ruangannya dengan menangis. Tanpa berkata Erika langsung berhambur memeluk Bagas dan mereka terdorong kembali masuk kedalam. Pintu pun langsung otomatis tertutup kembali.
__ADS_1
"Rika" panggil Bagas tanpa menyentuh Erika sedikitpun
Lalu Erika melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya
"Maaf" ucap Erika
"Kamu kenapa?!" tanya Bagas bingung
"Papa,,, papa tetap memaksaku menikah dengan Evan! papa tidak peduli dengan bukti yang aku bawa! aku,,, aku gak mau menikah dengan dia!!!" ucap Erika yang kembali menangis
"Apa alasannya papamu masih kekeh ingin menikahkan kalian??" tanya Bagas
"Dulu Papa mengalami gagal jantung, dan saat akan di operasi kami tidak memiliki pendonor yang tepat. Tidak lama dari itu, papa Evan kecelakaan dan akhirnya jantung apa Evan yang di donorkan dan sebagainya gantinya papa berjanji akan menikahkan kami. Awalnya aku juga tidak cinta, tapi melihat kebaikan dan perhatian Evan membuatku luluh saat itu. Tapi,,, aku sudah tau kebusukannya, aku tidak mau manikah dengannya!!! Bagas,,, tolong bawa aku pergi!!!" ucap Erika memohon kepada Bagas
"Apa?! kamu,,, kamu ingin aku bawa lari?!" tanya Bagas dan Erika mengangguk
"Tidak Erika,,,, bagaimana bisa aku bawa kabur anak gadis orang?! aku bisa di gantung oleh papa mu!" ucap Bagas
"Apa kau tega melihatku besok menikah dengan pria brengsk?!" tanya Erika
"Yahhh gak tega,, tapi,,, bukan begini caranya!! aku tidak akan mungkin mengambil dirimu dengan cara kotor seperti ini" ucap Bagas
"Percayalah pada takdir,, apapun yang akan terjadi nanti itulah yang terbaik untukmu dan kita semua" ucap Bagas
"Kau jahat!!! kau tidak mau membantuku!!" ucap Erika memukul dada Bagas sementara Bagas pasrah dengan apa yang dilakukan Erika saat itu.
"Rika,,,,, heyy dengar!!,,,, jangan pernah berputus asa dengan pertolongan Allah, yakinlah,,,, pria yang baik akan bertemu dengan wanita yang baik, begitu sebaliknya dan itu janji Allah yang pasti!" ucap Bagas saat memegang kedua bahu Erika untuk menenangkannya. Erika menatap Bagas dengan tatapan yang sulit diartikan. Sesaat keduanya saling diam dan menyelami tatapan mata masing-masing.
"Jika aku tidak mendapatkan pria baik-baik, apa itu artinya aku bukanlah wanita baik? jika itu benar,,, sentuhlah aku Bagas!! sentuh aku!!!" ucap Erika yang sudah kalut dan air matanya terus menetes, Erika tidak mengerti dengan pikirannya sendiri saat itu
Deg!
Erika melepaskan kedua tangan Bagas lalu melepas satu persatu kancing kemejanya dan dengan cepat bagas menahan tangan Erika yang sudah akan melepas kancing ketiga dari kemejanya.
"TIDAK!! AKU TIDAK MAU MENYENTUHMU!! KAU BUKAN ISTRIKU! AKU TIDAK BERHAK MENYENTUHMU!" jawab Bagas dengan tegas
Erika terperosot jatuh kelantai dengan segala gundah gulana yang dirasakannya. Erika tidak pernah berfikir bahkan membayangkan jika kehidupannya akan seperti ini.
Kemudian Bagas berjongkok dan membenarkan pakaian Erika.
__ADS_1
"Besok aku janji akan datang ke rumahmu" ucap Bagas
"Untuk apa?! apa kau ingin mentertawakan ku?!" tanya Erika
"Tidak,,, aku akan mencoba bicara pada orang tuamu" ucap Bagas
"Percuma! kau tidak akan didengar!" sarkas Erika
"Setidaknya, aku memberi peringatan kepada mereka, dan aku akan datang sebagai bukti nyata dari perselingkuhan Evan dan Megan" ucap Bagas dan Erika hanya menatapnya
"Apa kamu ingin pulang??" tanya Bagas dengan lembut lalu Erika mengangguk
"Baiklah, aku akan antar kamu pulang, tapi kamu tunggu disini dulu, aku mau mengantarkan laporan untuk tuan Dewa" ucap Bagas yang kemudian membantu Erika bangun dan duduk di kursi. Lalu Bagas mengambil laporannya dan membawanya keruangan Dewa.
Sampainya diruangan Dewa, Bagas tidak menemukan sosok tuannya, saat dia masuk kedalam samar-samar terdengar perbincangan mesra didalam privat room Dewa. Lalu Bagas meletakkan laporannya diatas meja dan segera keluar dari ruangan Dewa.
"Vannya, jangan biarkan siaappun masuk keruangan tuan! dan nanti jika tuan mencari ku tolong katakan aku keluar sebentar" ucap Bagas
"Iya" jawab Vannya
Buru-buru Bagas berjalan menuju keruangannya, lalu mengajak Erika untuk pulang kerumah.
"Kenapa cepat sekali?!" tanya Erika saat sudah berada di dalam mobil Bagas
"Aku tidak ingin mengganggu waktu berdua tuan Dewa dan Nyonya Aya" jawab Bagas yang kemudian menjalankan mobilnya.
Mobil Bagas terus melaju membelah jalanan menuju kerumah keluarga Erika, sementara Erika terus diam dengan ntah apa yang sedang dipikirkannya. Rasanya dia tidak kuat menghadapi hari esok,,,,,
.
.
.
Bersambung,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
__ADS_1
...Semoga Suka❤️...