Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Cinta Mereka Tidak Sederhana


__ADS_3

Setelah cukup lama Aya dan Nadya berbincang juga Dion berdiri mendengarkan percakapan mereka, Dion menghampiri kedua wanita itu dan menyapanya


"Hai nad, Aya,, kalian sedang apa?' tanya Dion Ramah


Aya dan juga Nadya menoleh kebelakang dan melihat Dion yang berdiri menyapanya


"Dion?" Kata Nadya


"Oh mas Dion,, kami hanya mencari angin segar sambil lihatin anak-anak bermain" jawab Aya saat menunjukkan kedua putranya yang masih bermain


"Ohh,,, lucu sekali ya mereka,, sangat mirip dengan Dewa. Oh iya Nad,, ini aku bawain martabak India, kamu kan paling seneng sama makanan ini" ucap Dion


"Emm,, mas Dion kalau mau bicara berdua sama mbak Nadya boleh kok, biar saya main sama anak-anak ya" ucap Aya yang kemudian akan meninggalkan Nadya dan Dion.


Nadya menggenggam tangan Aya dan dari expressinya mengisyaratkan dia tidak ingin berdua dengan Dion, Aya tersenyum lalu mengangguk sebentar dan melepaskan tangan Nadya. Setelah itu Aya berjalan menuju kepada anak-anaknya dan menemaninya bermain. Dion duduk di tempat Aya duduk tadi dan dia juga Nadya sama-sama memandangi kedepan.


"Kamu mau makan sekarang?" Tanya Dion


"Nanti saja ion" jawab Nadya


"Nanti dingin gak enak Nad" ucap Dion yang kemudian membuka kotak makanan yang berisikan martabak India lalu menyuapkan kepada Nadya


"Ayo buka mulut nya....aaaa" ucap Dion membuka mulutnya


"Iooonnn aku bisa makan sendiri!! Berikan padaku!!!!" Ucap Nadya yang kemudian mengambil kotak makanan dari tangan Dion. Dion tersenyum lalu memakan sendiri potongan martabak yang ada di tangannya. Sementara Nadya memakan dengan tangannya sendiri....


"Coba deh istri Dewa, terlihat bahagia banget ya Nad, seperti tidak ada beban. Dewa sangat beruntung bisa dicintai oleh wanita sebaik itu, sayang keluarga lagi" ucap Dion


"Suka sama istri orang pak?!" Sahut Nadya


"Enggak, aku gak suka sama dia, hanya kagum Nad. Meski terlihat sederhana tapi cinta mereka tidak sederhana. Nadya,,,, mungkin aku tidak sempurna seperti Dewa, aku juga tidak sekaya dan seberuntung Dewa dalam hal apapun. Kita bertiga sudah saling mengenal hampir 10 tahun lamanya, Dalam waktu selama itu jujur aku selalu memperhatikanmu meski kamu tidak pernah menoleh kepadaku. Aku hanya ingin jujur jika aku mencintaimu Nadya,,,,," ucap Dion saat menatap Nadya begitu dalam


Nadya balik menatap Dion dengan tatapan tidak percaya jika dirinya menyatakan cinta saat itu. Nadya terdiam tanpa menjawab apapun, dia masih biingung dengan situasi sekarang, apakah dia harus menerima Dion atau menolaknya. Melihat Nadya yang tidak kunjung menjawab, Dion berdiri dengan senyum tipis dan hati kecewa


"Kamu gak usah jawab gak papa Nad, aku pergi dulu" ucap Dion yang akan pergi menuju Aya untuk berpamitan.


Saat Dion baru melangkahkan kakinya selangkah, Nadya memegang tangan Dion


"Aku ingin mencobanya,,,,, mencoba menjalani hubungan bersama kamu" ucap Nadya pelan


Dion menoleh kearah Nadya dengan menatapnya dalam, lalu Nadya melepaskan tangan Dion yang tidak meresponnya lagi


"Ya sudah kalau gak mau! Aku tarik ucapanku tadi!" Sarkas Nadya


Dion tersenyum bahagia lalu berhambur memegang tangan Nadya dengan tatapan penuh cinta


"Kalau sudah diucapkan gak bisa di cabut lagi Nad! Kita akan jalani hubungan kita sebagai sepasang kekasih mulai detik ini. Dan aku tidak hanya ingin menjadi kekasihmu tapi ingin menjadi suamimu Nad!" Ucap Dion dengan semangat


"Beri aku waktu ion, setidaknya untuk meyakinkan hatiku sendiri, aku takut membuatmu terluka" ucap Nadya


"Aku janji akan membahagiakanmu dan menghapus nama dewa didalam hatimu. Tapi kamu harus janji kepadaku untuk berusaha juga melupakan perasaanmu pada Dewa!" Ucap Dion


"Iya" jawab Nadya dengan senyum senyum malu

__ADS_1


Saat Dion ingin memeluk nadya, Aya menghampiri mereka dan membuyarkan semuanyaaa


"Ehem,,,, kalau mau peluk halalin dulu mas!" Ucap Aya dengan tawa gelinya


Dion dan Nadya terlihat kikuk saat itu, kemudian Dion berdiri dengan rasa tidak enak kepada cahaya dan juga nadya.


"Em,, aku mau balik kekantor Nad,,, nanti sore aku balik lagi. Aya tolong jagain nadku yah" ucap Dion sedikit malu


"Iya mas, Aya bakal jagain mbak nadya mas. Tapi mungkin sampai paman mbak Nad sampai dirumah sakit ya" ucap Aya


"Iya,, aku pergi dulu,,, assalamualaikum" ucap Dion


"Wa'alaikumsalam" jawab Nadya dan Aya bersaman.


Setelah kepergian Dion, Aya membawa Nadya kembali ke ruangan pasien sementara anak-anak bersama Sofi dan juga anak-anak lainnya yang sedang asyik bermain.


Terlihat ada yang berbeda dari wajah Nadya saat itu, Aya yang melihatnya pun jadi ikut tersenyum. Aya berdoa didalam hatinya, "Semoga mbak Nadya dan mas Dion berjodoh, aamiin" batin Aya. Setelah sampai di kamarnya Aya memanggil suster dengan tombol bantuan, tak lama kemudian mereka tiba dan membantu Aya memindahkan Nadya ke ranjang pasien.


"Gimana tadi mbak?" Tanya Aya kepo


"Gimana apanya?!" Jawab Nadya


"Tadi sama mas Dion? Aya lihat sepertinya ada yang lagi kasmaran nih" goda Aya


"Berhenti menggodaku cahaya!!! Aku hanya ingin mencoba menjalaninya seperti cerita kamu" jawab Nadya setengah malu-malu


Aya tersenyum lalu memegang tangan Nadya


"Aku tuh heran ya sama kamu Aya! Kamu itu masih baik Sama aku, meski aku gak suka sama kamu!" Ucap Nadya dan Aya hanya tersenyum


"Tidak perlu membalas keburukan dengan keburukan pula mbak, kecuali sudah keterlaluan mungkin aku bisa lebih jahat dari mbak hehehe" ucap Aya dengan tersenyum namun tatapannya sangat tajam. Nadya masih tidak habis fikir dengan pemikiran dan karakter seorang cahaya.....


*****


Waktu menjelang siang,,,,,


Aya pamit kepada Nadya dan juga keluarga paman Nadya untuk pulang. Setelah berpamitan, Aya pergi meninggalkan kamar inap Nadya dan menuju ketaman untuk menjemput kedua putranya.


"Anak-anak,,, ayo kita pulang" ucap Aya


Kemudian anak -anak dan sofi menghampiri Aya lalu mereka berjalan ke parkiran, disana sudah ada Edo yang menunggu mereka karena Dewa tidak bisa menjemput Aya dan anak-anak siang itu. Tak lama Edo menjelankan mobilnya meninggalkan rumah sakit.


Ddrrttt Ddrrtttt


Aya merasa ponselny bergetar, dilihatnya dewa yang menelfonnya.


"Hallo mas assalamualaikum" ucap Aya


"Wa'alaikumsalam sayang, jadi pulang sekarang?" tanya Dewa


"Ini aya sama anak-anak udah dijalan pulang mas, dijemput Edo" jawab Aya


"Ohh ya sudah hati-hati yah,,, sayang, hari ini mas pulang agak telat, tapi mas usahain sebelum jam makan malam mas udah sampai dirumah. Ini ada klien mas yang mundur jadwal petemuannya sore nanti, mas takutnya bakal telat pulang" ucap Dewa

__ADS_1


"Ohh gitu,,, ya sudah gak papa, nanti Kami tunggu dirumah yah,, mas hati-hati juga" ucap Aya


"Iyahh,,, kok gak ada suara anak-anak kita?!" tanya Dewa


"Anak-anak tidur mas, mungkin kecapekan. Nanti setelah mas pulang, banyak yang ingin aya ceritakan sama mas Dewa" ucap Aya


"Soal apa sayang?!" tanya Dewa penasaran


"Nanti deh kalau udah pulang yah,,, " jawab Aya dengan terkekeh


"Hmm baiklah kalau begitu,, tunggu mas pulang lah Love you,,,, Assalamualaikum" ucap Dewa


"Love you too mas,,, wa'alaikumsalam" jawab aya dengan pelan takut terdengar sofi dan Edo. Aya mematikan sambungan telfonnya dengan senyum-senyum sendiri


"Eciiieeee Nyonyaaa,,,,, sweettt banget sama tuan" ucap sofi menggoda aya


"Hehee bisa aja kamu sof,, kamu kan masih single, itu si Edo juga masih single, kenapa kalian gak nikah aja berdua" ucap Aya asal


Sofi dan Edo saling menatap lalu membuang muka kearah berlawanan


"Kenapa harus Edo lagi sih Nyonya? kan masih ada Lutfi atau yang lainnya kek" jawab Edo


"Idihh siapa juga yang mau sama kak Edo! playboy gitu Nyonya!" sarkas Sofi


"Hahahaha,,,, jangan benci nanti jadi cinta,,, cukup Saya dan tuan kalian saja yang seperti itu " ucap Aya yang kemudian mereka bertiga tertekeh geli.


"Kalau kalian mau, kami akan nikahkan kalian berdua, gimana Do?? Sof?" ucap Aya masih terkekeh


"Gak mau Nyonya!" jawab Sofi dan Edo bersama


"Tuh jawab aja kompak! tanda jodohhh tuhhh" ucap Aya yang masih menggoda keduanya


Sofi nampak malu-malu sementara Edo memilih menyembunyikan expressi wajahnya. Sementara Aya hanya mengeleng-gelengkan kepala dengan tersenyum.


Beberapa saat kemudian mobil yang di tumpangi Aya dan anak-anak sampai didepan rumah. Lalu Aya dan sofi menggendong sikembar masuk kedalam rumah.


.


.


.


Bersambung.......


.


.


.


.


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2