Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Hadiah Kecil Dewa


__ADS_3

Setelah menjalankan ibadah Maghrib, Anak-anak segera turun kebawah dan bersiap untuk makan malam bersama. Sementara Aya masih membereskan perlengkapan ibadahnya bersama Dewa.


"Ayo kita turun mas" ucap Aya


"Sayang,,, sini sebentar deh" ucap Dewa yang kemudian membuka tas kecilnya dan mengeluarkan sesuatu didalamnya


"Ada apa mas???" tanya Aya saat menghampiri Dewa


"Ini untuk kamu" ucap Dewa


"Apa mas??" tanya Aya


"Bukalah sayang,," ucap Dewa Lalu Aya membuka kotak merah dan melihat didalamnya ada sebuah cincin, Aya terkejut ketika melihat cincin itu sama persis seperti cincin kawinnya dulu.


"Masss ini,,,???"


"Mirip kan sama cincin kawin yang mas berikan dulu??" tanya Dewa


"Iya mas mirip banget mas, kok bisa mas?" tanya Aya penasaran


"Cincin itu mas pesan dari salah satu rekan bisnis mas. Cincin itu hanya dibuatkan untuk mas dan tidak ada dijual di tempat manapun. Di dunia ini hanya ada 2, satu milikmu dan satu lagi yang kamu jual 3 tahun lalu.


"Terima kasih banyak yah mas" ucap Aya


Kemudian Dewa mengambil cincin itu dan memasangkan dijari manis Cahaya. Terlihat Aya begitu senang karena mendapatkan kembali cincin yang sama meski ini yang kedua kali tapi Aya tetap bahagia. Dipeluknya erat Dewa dan dewa membalas pelukannya, lalu Dewa merenggangkan pelukan mereka dan menggantinya dengan kecupan hangat. Keduanya saling membalas dan menikmati manisnya cinta mereka.


Ceklek


Aya dan Dewa terlonjak saat mendengar pintu kamar akan terbuka


"Bunda,,, ayah,,, ayo kita makan,, Kami cudah lapallll" ucap si Kembar


Aya dan Dewa terkekeh, kemudian Dewa merengkuh pinggang istrinya dan mengajaknya untuk segera turun kebawah


"Baiklah,,, ayo kita turun sayang" ucap Dewa


Kemudian mereka turun ke bawah bersama dan di meja makan sudah ada papa dan mama yang menunggu mereka untuk makan malam bersama.


Aya mengambilkan makanan untuk suami dan anak-anak dan juga dirinya, saat mengambilkan makanan, mama melihat Aya memakai cincin dan terlihat sangat cantik juga pasti mahal harganya.


"Pasti itu habis merengek kepada Dewa! sampai Dewa membelikan cincin mahal itu!!" batin mama


Mereka menikmati makan malam tanpa ada yang berbicara, hanya ada peraduan piring dan sendok saja yang terdengar. Beberapa saat mereka sudah selesai makan malam, lalu Aya membereskan meja makan dan yang lainnya tengah berkumpul di ruang keluarga.


"Nyonya, biar Sofi saja yang mencuci piring" ucap Sofi menghampiri Aya


"Kamu sudah makan Sof?" tanya Aya saat mengangkat piring kotor ke tempat pencucian


"Sudah nyonya tadi di belakang" jawab Sofi


"Terus Edo dan sopir papa sudah makan belum?" tanya Aya lagi


"Gak tau Nyonya, Sofi gak nanyain dia" ucap Sofi


"Coba kamu tanya mereka sudah makan apa belum. Mungkin dia malu mau masuk Sof. Kasihan kalau mereka kelaparan" ucap Aya

__ADS_1


"Baik Nyonya" jawab Sofi yang kemudian beranjak ke depan untuk menemui Edo dan sopir papa Dewa.


Tak lama setelah kepergian Sofi, mama ke belakang dan melihat Aya yang tengah mencuci piring.


"Belum selesai beres-beresnya?" tanya mama


"Belum ma,, sedikit lagi ini tinggal nyuci piring" ucap Aya


"Oh,,,,, itu kamu pake cincin, dari Dewa ya?" tanya Mama


"Hehe iya ma,, tadi mas Dewa memberikan ini sama Aya, cincin ini sama persis dengan cincin kawin kami dulu" ucap Aya


Mama tersenyum sinis namun Aya tidak melihatnya


"Pasti harganya mahal! apalagi itu dibuat sama persis! bisa sampai ratusan juga harganya!" sindir mama


Deg!


Aya tersenyum tak enak ketika mendengar ucapan mama yang seolah mengatakan jika Aya hanya menghabiskan uang Dewa saja untuk membeli cincin itu. Pasalnya Aya juga tidak bertanya kepada Dewa berapa harga cincin itu.


"Aya tidak tau ma harganya" jawab Aya pelan


"Kamu itu harusnya lebih pinter ngatur keuangan Aya! jangan boros!! anak kalian masih kecil-kecil dan kalian butuh biaya besar untuk kehidupan mereka! belum lagi jika mereka memiliki adik!" ucap mama


"Baik ma, Aya akan belajar untuk mengelola keuangan" jawab Aya mengalah


"Jangan sering belanja! nanti habis uang Dewa!" Sarkas mama yang kemudian berlalu pergi meninggalkan Aya dan datanglah Sofi.


Aya mengusap air mata yang jatuh di pelupuk matanya. Rasanya sangat sedih dan sakit dengan ucapan mama yang begitu menusuk kedalam hatinya.


Aya mengangguk lalu tersenyum kepada Sofi


"Dimana Edo dan supir papa??" tanya Aya


"Mereka didepan Nyonya dan saya disuruh mengambilkan saja. Mereka malu mau makan didalam karena di ruang keluarga ada tuan besar dan tuan muda" jawab Sofi


"Ohh begitu,,, ya sudah ambilkan saja Sof makanan mereka dan bawa ke depan" ucap Aya


"Baik Nyonya" Jawab Sofi


Kemudian Sofi mengambilkan 2 porsi makanan dan membawakannya ke depan. Sementara Aya berjalan ke ruang tengah dan menghampiri keluarganya.


"Sayang,, udah selesai beres-beresnya?" tanya Dewa


"Sudah mas,,," Jawab Aya dengan tersenyum dan Dewa membalas senyumnya. Terlihat mama melirik keduanya dengan senyum jengah nya.


"Bundaaaa,,,, kami ngantukkkk" ucap Faza dan Gaza yang ambruk di pangkuan ibunya


"Udah ngantuk yahh,,, ayo kita ke kamar" ucap Aya


"Pamit dulu sama Eyang putri dan eyang kakung" ucap Aya


Kemudian keduanya berdiri dan berdiri dan menghampiri eyang nya dan mencium tangan eyang Kakung dan eyang putrinya


"Kami bobok dulu ya yang" ucap Faza dan Gaza bergantian

__ADS_1


"Iyah,,,"


Setelah berpamitan, Aya mengajak anak-anak keatas untuk menidurkannya.


"Wa',,,, " ucap mama


"Ada apa ma?" jawab Dewa


"Kamu itu jangan terlalu memanjakan istrimu, nanti bisa ngelunjak!" ucap mama


"Maksud mama apa?!" tanya Dewa mulai memanas


"Iya,,, kamu itu jangan terlalu memanjakan istrimu, minta ini dan itu langsung kamu turuti. Bagaimana pun kalian harus memikirkan kehidupan anak-anak kalian nanti" ucap mama


"Ma,,, Dewa kerja untuk menyenangkan hati istri dan anak-anak Dewa, tidak ada yang berlebihan dari Aya ma! mama belum mengenal Aya sebenarnya! dia itu berbeda dari kakaknya yang bisanya menghamburkan uang!" ucap Dewa


"Kamu itu dibilangin masih saja membela Istrimu!! dengan kamu membelikan cincin mahal itu mesti dia besar kepala dan secara tidak langsung kamu mengajari dia untuk hidup boros, dan suka membeli barang-barang sesuai keinginannya! karena kamu terus menurutinya" ucap Mama


" Mama jangan terlalu ikut campur urusan keluarga Dewa ma!!" Ucap Dewa dengan nada meninggi


"Kamu itu di bilangin mama ngeyel!!!" Sarkas mama yang kemudian berlalu pergi


Dewa terlihat kesal dengan sikap mama yang ikut campur dalam keluarga kecilnya.


"Sudahlah,,, jangan di ambil hati omongan mamamu. Kayak gak tau mama saja kamu Wa!" ucap papa


"Tapi mama keterlaluan pa! bisa gak sih, Mama itu menerima Aya dengan tulus?! Aya itu wanita yang baik pa, bukan wanita yang suka berfoya-foya! itu saja Dewa belikan cincin yang sama hanya Hadiah kecil untuk Aya. Dewa bahkan tidak bisa membayar bagaimana besarnya penderitaan Aya dimasa lalu kami" ucap Dewa


"Nanti papa yang bicara sama mamamu,, istirahatlah" ucap papa saat menepuk bahu Dewa dan berlalu pergi


"Terima kasih pa" ucap Dewa


Papa menuju kamarnya dan Dewa menuju ke atas untuk istirahat. Sampainya di kamar Dewa melihat Aya yang tengah mengeloni kedua putranya dan Si kembar terlihat sudah tidur pulas. Dewa membaringkan dirinya di samping Aya dan memeluk Aya dengan erat dari belakang


Aya terbangun saat merasakan tangan hangat Dewa melingkar di pinggangnya dan Aya menoleh kearah belakang


"Mas,,,"


"Apa sayang,,, mau main hah?" tanya Dewa saat mengecup istrinya dan Aya tersenyum, tersenyum tanda setuju, lalu Dewa membalikan Aya dan kini keduanya berhadapan.


"Jangan disini, nanti mereka bangun" ucap Dewa saat mengecup Aya kembali


"Dimana?" tanya Aya


"Disofa" jawab Dewa yang kemudian keduanya bangun dan turun dari tempat tidur mereka menuju ke sofa.


Sejenak Dewa ingin melupakan ucapan mama nya yang membuat hati Dewa memanas. Begitu juga Aya yang sejenak ingin melupakan ucapan pedas dari mama mertuanya. Malam yang hangat melunturkan amarah didalam jiwa......


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2