Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Sebuah Kejujuran


__ADS_3

Setelah meninggal nya Papa Aya dan Megan, sudah beberapa hari ini Aya dan Megan menginap dirumah mama, sementara Dewa maupun Evan hanya datang saat malam tanpa menginap dirumah itu. Meski mereka sering bertemu beberapa hari ini, namun Dewa maupun Evan masih terlihat kaku dan tidak banyak bicara.


Seperti malam ini, mereka tengah berkumpul di ruang keluarga dan menghibur mama yang masih terlihat sangat sedih yang sangat mendalam.


"Ma,,,, mama ikut Aya saja ya ma,,, mama tinggal bersama Aya dan anak-anak" ucap Aya yang tidak tega melihat mamanya terus bersedih.


Megan sempat melihat kearah Evan,, ingin sekali Megan bicara dia ingin mengajak mama untuk tinggal bersamanya namun Megan takut jika Evan tidak mengizinkan. Mana lagi hubungan mereka belum membaik.


"Mama disini saja Aya,,, terlalu banyak kenangan papa dirumah ini" jawab mama dengan pikiran kosong


"Aya tau ma,,,, tapi Aya gak tega ninggalin mama sendiri dirumah ini. Ya ma,,, mama mau ikut Aya,,,?" bujuk Aya


Mama kembali menangis dan Aya menarik mama kedalam pelukannya, Mama sangat terlihat rapuh saat itu. Kemudian mama mengangguk pelan didalam pelukan Aya.


"Maaf ma,,, bukan aku tidak ingin mama tinggal bersamaku,, tapi,,, aku takut mas Evan tidak menginginkan nya. Mungkin lebih baik saat ini mama bersama Aya" batin Megan yang berusaha menahan tangisnya.


"Aku akan membereskan barang-barang mama" ucap Megan yang kemudian beranjak dan menuju ke kamar mama.


Sampai nya Megan di dalam kamar, dia menangis dan menumpahkan semua rasa didalam hatinya. Rasanya dia ingin memeluk mama dan menguatkannya namun, Megan merasa sangat sulit.


Kemudian Evan memilih pergi ke ruang tamu dan disusul oleh Dewa


"Van"


Evan menghentikan laju kursi rodanya, setelah itu dia menoleh kearah Dewa yang berdiri di dekatnya


"Ada apa?!" tanya Evan


"Aku tidak tau kau ada masalah apa denganku! Aku tidak tau kenapa kau terlihat tidak menyukai ku, bahkan kau sempat mengirimkan anak buah mu untuk mengancam ku! Mungkin itu ada kaitannya dengan Bagas mantan asisten ku! tapi sudahlah aku tidak akan membahas hal itu, aku kesini hanya ingin mengatakan,, lebih baik kau jalankan koperasi papa Wijaya dengan baik, dari sana kamu bisa mendapatkan suntikan dana untuk perusahaan mu yang hampir bangkrut!" ucap Dewa


Deg!


Evan kaget ketika mendengar ucapan dewa,


"Bagaimana dia tau perusahaan ku akan bangkrut?!" Batin Evan


"Kenapa tidak kau saja yang menjalankan nya" jawab Evan


"Kau yang lebih membutuhkan" Jawab Dewa yang kemudian pergi meninggalkan Evan.


Dewa kembali ke ruang tengah untuk menemui Aya dan juga mama mertua nya. Tak lama kemudian Megan keluar dengan membawa koper berisi barang-barang mama.


"Kita pergi sekarang, mumpung belum terlalu malam" ucap Dewa yang kemudian Dewa berjalan lebih dulu menyiapkan mobilnya, Lalu Aya memapah mama untuk berdiri


"Hati hati ma,,, Aya,,, titip mama" ucap Megan dengan berat


"Iya kak" jawab Aya


Lalu Aya menggandeng mamanya menuju kedepan, sementara Megan membawakan koper mama kedepan rumah. Sampainya didepan, Edo menyambut koper yang di bawa Megan dan di masukkan kedalam bagasi mobil, kemudian Dewa, Aya, dan mama masuk kedalam mobil

__ADS_1


"Titip rumah ya kak, assalamualaikum" ucap Aya kepada Megan


"Iya,,,,,,Wa'alaikumsalam" jawab Megan


Kemudian mobil Dewa melaju meninggalkan rumah keluarga Aya.


Setelah mobil Dewa tidak terlihat, Megan berbalik dan akan kembali masuk kedalam rumah.


"Kita istirahat sekarang mas?!" tanya Megan dengan lembut kepada Evan. Evan tidak menjawab dan hanya mengangguk pelan. kemudian Megan mendorong kursi roda Evan dan mengajaknya masuk kedalam kamar tamu. Lalu Megan membantu Evan untuk berbaring di atas tempat tidur, setelah itu Megan ikut berbaring di sampingnya.


"Megan,,, aku ingin bicara denganmu" ucap Evan saat mereka sama-sama sudah berbaring


"Ada apa mas?" tanya Megan dengan menoleh kearah Evan


"Tadi,,, Dewa bicara padaku,,,, dia meminta ku untuk menjalankan perusahaan papamu" ucap Evan.


Sebenarnya papa Aya memberi kepercayaan kepada Dewa untuk mengurus perusahaan papa Aya, lagian didalam perusahaan itu juga terdapat modal dari Dewa. Namun setelah Dewa fikir lagi, perusahaan Evan tengah di ujung kebangkrutan karena papa Erika sudah mencabut investasi di perusahaan, bukan karena Evan tidak bisa menjalankan perusahaan nya. Dengan Evan mengelola perusahaan papa Wijaya, tentu Perusahaan Evan akan kembali bangkit dengan suntikan dana dari sana. Berharap setelah itu Evan dan Megan dapat berfikir dan berubah menjadi lebih baik.


"Bukannya papa menyuruh Dewa untuk menjalankan perusahaan itu mas?!" tanya Megan


"Ada hal yang perlu kamu tau Megan, perusahaan ku saat ini sudah diambang kebangkrutan" ucap Evan


Deg!


Megan kaget dengan apa yang didengarnya saat itu.


"Bangkrut mas?!" ucap Megan


Megan tidak mengerti kenapa Dewa malah memberikan kepercayaan kepada Evan, dan membiarkan Evan yang menjalankan perusahaan papa Megan. Tapi di sisi lain, Megan merasa kasihan mendengar perusahaan Evan hampir bangkrut dan semua itu karena kesalahan yang mereka perbuat.


"Aku tidak masalah mas, asalkan mas bisa menjalankan perusahaan itu dengan baik" ucap Megan dan Evan menoleh kearah Megan.


Tatapan mereka bertemu, seolah saling bicara dari hati. Evan tidak percaya jika Megan setuju begitu saja


"Terima kasih" ucap Evan dan Megan tersenyum kecil saat itu


"Apa,,, kamu mau kita memulai semuanya dari awal?" tanya Evan dengan perlahan


Tanpa berpikir panjang, Megan mengangguk tanda setuju. Evan tersenyum, lalu perlahan Evan menggenggam tangan Megan dengan tatapan masih saling bertemu,


"Maafkan semua kesalahanku padamu" ucap Evan


"Aku juga minta maaf mas atas semua kesalahan yang pernah aku perbuat padamu" ucap Megan.


Kemudian Evan mengecup tangan Megan membuat Megan merinding saat itu. Terlihat dari sorot mata Evan memancarkan ketulusan disana


"Maaf aku bukan suami sempurna untukmu" ucap Evan


"Aku juga bukan istri yang sempurna untukmu mas,, bukankah dalam pernikahan harus bisa menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya? saling melengkapi untuk saling berbagi?" tanya Megan dan Evan mengangguk.

__ADS_1


Kemudian Evan menarik Megan dan memeluknya dengan erat.


Sementara itu di tempat lain,,,,,,


Mobil Dewa sudah sampai di rumah Dewa, Lalu Aya mengajak mama untuk beristirahat di kamar tamu yang sudah disiapkan oleh pelayan dirumah itu. Setelah mengantarkan mama ke kamarnya, Aya pamit kepada mama untuk beristirahat ke kamarnya.


Kemudian Aya menutup pintu kamar dan berjalan ke kamar putranya. Dilihatnya Gaza juga tidur di kamar Faza dan keduanya terlihat sudah sangat pulas. Lalu Aya mengecup kening keduanya bergantian setelah itu Aya beranjak keluar dan menuju ke kamarnya.


"Belum tidur mas?" tanya Aya saat sudah berbaring di samping Dewa


"Belum sayang" jawab Dewa


"Mas,,,, mas gak keberatan kan, mama tinggal bersama kita??"Tanya Aya dengan hati-hati


"Enggak,,,, mas gak masalah mama tinggal disini" jawab Dewa


"Terima kasih mas,,," ucap Aya dengan mengusap dada Dewa dengan lembut.


"Sayang,,,, tadi mas bilang kepada Evan untuk menjalankan perusahaan papa. Bukan tanpa alasan mas melakukan itu, perusahaan Evan saat ini sudah hampir bangkrut karena papa Erika sudah mencabut semua investasi di Perusahaan Evan. Dan dengan dia mengelola perusahaan papa, dia bisa mendapatkan suntikan dana dari perusahaan papa. Mas yakin Evan bukan orang bodoh yang tidak bisa menjalankan bisnis" ucap Dewa


"Jadi mas membantu Evan?" tanya Aya


"Hmm,,, berharap Evan dan Megan bisa berfikir dan hidup lebih baik setelah ini" jawab Dewa


"Mas,,,, mas benar-benar orang yang baik,,, sampai Aya tidak tau lagi bagaimana menggambarkan kebaikan mas" ucap Aya


"Aku bukan orang yang baik tanpamu Aya, Mungkin jika kita tidak bertemu, aku adalah orang yang paling kejam di dunia ini. Bahkan aku tidak kenal ampun bagi siapa saja yang berani mengusikku. Tapi,,,, kamu merubah semua kehidupanku. Mas banyak belajar darimu, dari kesabaran dan kedewasaan mu menghadapi segala masalah. Terimakasih karena kamu mau bertahan bersamaku dan menghancurkan batu keangkuhan dalam hatiku" ucap Dewa.


Mata Aya berkaca-kaca saat mendengar betapa dalamnya perkataan Dewa hingga dia bingung akan berkata apalagi. Lalu Aya mengusap wajah Dewa yang ditumbuhi jambang tipisnya, setelah itu Aya menghadiahkan satu kecupan hangat dipipi suaminya.


"Aku sangat mencintaimu mas Dewa" ucap Aya saat menatap mata Dewa


"Aku juga mencintaimu Aya" jawab Dewa yang kemudian menarik Aya dan membuat keduanya saling menempel. Kemudian Dewa mengecup bibir Aya dengan lembut


Keduanya saling berbagi rasa, semua rasa yang sudah menumpuk didalam dada. Aya benar-benar bersyukur mendapatkan suami sebaik Dewa, meski diawal dia harus merasakan pahitnya hubungan mereka dulu. Namun kini pahitnya kehidupan sudah berbuah manis dan Aya akan menikmati nya setiap hari, setiap saat.


Setelah keduanya berbagi manisnya cinta, kini keduanya sudah terlelap dan berlayar kedalam mimpi yang indah.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,


Mampir ke Novel baru uni yukkk,,, Judulnya SKANDAL CINTA. Mampir yahhhh😍


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......

__ADS_1


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2