
Hari berikutnya,,,,,,
Pagi itu Dewa sudah di riwehkan oleh undangan pernikahan dadakan Erika dan Evan yang dipercepat. Padahal di undangan yang sudah tersebar acara itu akan di adakan satu Minggu lagi. Sebagai salah satu kolega bisnis di perusahaan Syahbana, Dewa mendapat kan undangan khusus.
"Loh mas,,, kok pake baju batik?? ini loh masih hari Kamis?!" tanya Aya saat masuk kedalam kamar melihat suaminya bersiap-siap
"Pagi-pagi tadi mas dapet kiriman undangan pernikahan Erika dan Evan yang di percepat dari Tuan Syahbana" jawab Dewa
"Hah?! mereka tetep jadi nikah mas?!" tanya Aya kaget
"Sepertinya begitu,,, kamu mau ikut?! mumpung anak-anak ada dirumah mama, nanti pulang kondangan kita jemput sekalian" ucap Dewa
"Emm boleh mas" jawab Aya
Kemudian Aya mengambil gamis dan bersiap-siap untuk ikut Dewa pergi menghadiri undangan pernikahan Erika dan Evan
Sementara itu di tempat lain,,,,
Bagas juga sudah sangat rapi, sesuai janjinya pada Erika, hari ini dia akan datang kerumah Erika, dengan segala resiko yang sudah pikirkan dan siap untuk dihadapi nanti. Bagas akan berangkat lebih pagi sebelum akad nikah di mulai. Setelah selesai bersiap, Bagas langsung mengambil kunci mobil dan berangkat kerumah Erika.
"Aku gak boleh telat!" batin Bagas
Di kediaman Evan,,,,,
Evan tengah bersiap-siap bersama keluarga besarnya untuk berangkat kerumah Erika, karena pagi ini akan diadakan akad nikahnya bersama Erika. Masih ingat dibenak Evan, dipertemukannya kemarin bersama papa Erika. Meski Evan sempat dihajar oleh calon mertuanya, namun papa Erika tetap akan menikahkan mereka mengingat papa Evan sudah mendonorkan jantungnya untuk papa Erika dan Evan berjanji kepada papa Erika akan meninggalkan Megan untuk selamanya.
Setelah semua keluarga sudah siap, mereka masuk kedalam mobil, dan mobil keluarga Evan berangkat beriringan menuju kerumah Erika.
Dikediaman calon mempelai wanita,,,,,
Erika tak henti-hentinya menangis meratapi nasibnya yang sebentar lagi akan menjadi istri pria brngsk seperti Evan. Sampai sang tata rias bingung melihat calon pengantin tak henti-hentinya menangis saat itu.
"Mbak,,, jangan nangis terus,,, makeup nya jadi sulit"
"Kau tidak perlu memakaikan ku makeup!!" sarkas Erika
Wanita itu langsung terdiam dan melakukan pekerjaan meski terasa sangat sulit. Beberapa menit kemudian mobil Bagas sudah sampai dirumah keluarga Erika. Disana sudah terlihat banyak orang yang berkumpul dan semua terlihat orang-orang penting dari kalangan pembisnis terkenal. Lalu Bagas turun dari mobilnya dan masuk kedalam dan akan menemui papa Erika. Dilihatnya papa Erika tengah berbincang dengan salah satu koleganya. Bagas kembali teringat bagaimana ucapan papa Erika dulu saat merendahkannya.
Bagas menarik nafas panjang dan menghembuskan kasar lalu dia melangkah menghampiri papa Erika
"Selamat pagi pak" ucap Bagas
Papa Erika menoleh kearah Bagas, menatapnya, menitinya dan mengingat anak muda dihadapannya saat ini. Namun sepertinya ingatan papa Erika sedikit berkurang, dia tidak mengenali Bagas yang saat ini lebih terlihat gagah dan seperti bukan orang sembarangan
"Pagi,,,, anda siapa yah?!" tanya papa Erika merasa tidak kenal dengan Bagas dan tidak mengundangnya
"Saya temannya Erika pak, Kalau boleh saya ingin bicara sebentar dengan anda pak" ucap Bagas dengan sopan
"Ada keperluan apa?!" tanya papa Erika
"Ada hal penting yang ingin saya sampaikan" ucap Bagas
"Baik,,, mari ikut saya" ucap papa Erika yang kemudian berpamitan sebentar kepada koleganya. Lalu Bagas mengikuti papa Erika yang berjalan ke samping rumahnya.
__ADS_1
"Katakan, apa yang ingin kau katakan!" ucap papa Erika tanpa ingin basa basi
"Pak,,,, Saya disini ingin mengatakan hal terkait perselingkuhan Evan dan Megan. Saya lah kemarin yang menemani Erika memergoki Evan dan Megan di kamar apartemen nya. Pak,,, Evan bukanlah pria yang baik untuk putri bapak,,, dia,,,"
PLAAAAAAKKKKKKKKKKK
Belum Bagas menyelesaikan ucapannya, sebuah tamparan keras mengenai wajah Bagas dan membekas merah.
" Tutup mulutmu! kau hanya orang luar yang tidak perlu ikut campur dalam urusan pribadi keluarga kami!! aku tau mana yang terbaik untuk putriku! lebih baik kau pergi dari rumah ini!!" sarkas papa Erika
"Saya pasti akan pergi dari sini pak, saya hanya menyampaikan kenyataan yang saya lihat sendiri. Semoga anda tidak menyesal dengan keputusan anda tetap menikahkan Erika dan Evan. Permisi!!" ucap Bagas yang kemudian pergi dari samping papa Erika.
Belum Bagas keluar dari rumah besar itu, iringan pengantin pria sudah berada didepan dan memenuhi halaman depan dan membuat Bagas tidak bisa lewat dan membuatnya terpaksa mundur dan ikut berdiri bersama tamu-tamu lain menyambut kedatangan pengantin pria.
Terlihat wajah sumringah Evan saat memasuki rumah besar keluarga Syahbana, lalu dia duduk di depan penghulu, dan tak lama kemudian pengantin wanita keluar dan duduk di antara Keluarga wanita. Terlihat Erika tertunduk dengan air mata yang terus menetes. Dari kejauhan Bagas melihat Erika, mengawasinya dengan dalam.
"Baik,,, karena semuanya sudah lengkap, mari kita mulai saja akad nikahnya" ucap pak penghulu
"Baik saya sudah siap pak" jawab Evan dengan semangat
Kemudian tangan Evan berjabat tangan dengan penghulu dengan sangat erat.
"Bismillahirrahmanirrahim,,,,,,,,"
"TUNGGU!!"
Semua orang menoleh kedepan pintu masuk dan melihat seorang wanita cantik berdiri disana dan tak lain, tak bukan adalah MEGAN
"PERNIKAHAN INI TIDAK BISA DILAKUKAN!! KARENA AKU,,, SEDANG MENGANDUNG ANAK MAS EVAN!!!" teriak Megan kepada semua orang
"Tutup mulutmu Megan!!! jangan membual kau!!!" sarkas Evan saat mencengkram kuat lengan megan
"Aku tidak membual mas!!! aku memang hamil!! dan ini adalah anakmu!!!" sarkas Evan
"Tidak mungkin anakku!!! itu pasti anak pria lain!!!" Hardik Evan
"Jaga bicaramu mas!!! aku tidak pernah bermain-main dengan pria lain selain denganmu!!!!" Sarkas Megan
"EVAN!!!!" Teriak papa Erika yang kemudian berdiri lalu menghampiri Evan didepan pintu
"Kau!! benar-benar keterlaluan!!!!"
Plaaakkkkkkkkkkkkk
Tamparan keras mengenai wajah Evan dan membuatnya terjungkal. Lalu papa Erika mengangkat Krah kemeja Evan dengan tatapan tajam membunuh
"Aku sangat kecewa padamu!!!!" Sarkas papa Erika
"Pa! aku bisa jelaskan ini semua,,, itu tidak mungkin anakku!!" jawab Evan
PLAAAAAAKKKKKKKKKKK
Satu tamparan lagi mengenai wajah Evan
__ADS_1
"Cepat pergi dari sini!!!!!" teriak papa Erika
Evan benar-benar membuat malu seluruh keluarganya, lalu dia pergi diikuti oleh keluarga yang lainnya. Begitu juga Megan yang ikut kemana Evan pergi. Papa Erika sangat marah dan sangat malu dengan semua tamu-tamu penting yang melihat semua kejadian itu. Belum lagi status anaknya yang gagal nikah pasti akan menjadi buah bibir banyak orang nantinya.
Sementara di rombongan ibu-ibu pernikahan itu sudah dibicarakan. Banyak yang mencela ada juga yang prihatin. Mendengar bisikan-bisikan banyak orang, sepupu Erika mengajaknya untuk masuk kembali kedalam kamar.
"Pa,, bagaimana ini? keluarga kita dibuat malu oleh Evan dan wanita murahan itu!! ini semua gara-gara papa yang memaksa Erika menikah hari ini!!!!" Sarkas mama
Papa Erika terdiam dan bingung langkah apa yang akan diambilnya setelah ini. Dia benar-benar malu dihadapan semua orang.
"Pak, buk,,, jika tidak keberatan,, izinkan saya menikahi Erika"
Papa dan mama Erika menoleh kebelakang dan melihat pria yang tadi sempat di tampar bahkan diusir papa Erika gara-gara mengatakan buruk soal Evan. Mama Erika meniti penampilan Bagas dan mengingat seperti dia pernah melihat Bagas.
"Seperti Bagas teman Erika dulu waktu SMA,, tapi,,,, rasanya tidak mungkin" batin mama Erika.
Dulu Bagas sering mengantar Erika pulang, meski mereka hanya naik angkot, namun Bagas sering bertemu mama Erika saat mengantarnya pulang kerumah dan kondisi papa Erika tidak ada di rumah.
Ketiganya masih saling diam, papa Erika tidak mungkin menikahkan Erika dengan pria yang tidak di kenalnya.
"Pa,,, nikahkan saja dia dan Erika!! daripada kita malu dengan semua orang! toh seperti dia pria baik-baik,, " ucap mama Erika
"Apa kau mengenal Erika?!" tanya papa Erika
"Iya pak, saya mengenal Erika, sudah saya katakan tadi jika saya adalah teman Erika. Dan saya yang membantu Erika mengungkap keburukan Evan dan Megan" jawab Bagas
"Apa pekerjaan mu?!" tanya papa Erika
"Saya,,,, saya hanya seorang,,,,,"
"Dia adalah Asisstent pribadi saya tuan Syahbana" ucap Dewa saat menghampiri Bagas yang tengah berbincang bersama papa dan mama Erika. Sempat Dewa mencari keberadaan Bagas namun dia melihat seperti Bagas tengah menghadapi masalah
"Tuan Dewa?!"
"Iya tuan,,, saya mengenal baik dia, karena dia adalah Asisstent saya yang sudah berkerja di kantor saya bertahun-tahun. Jadi saya bisa menjamin dia adalah pria yang baik dan bertanggung jawab" ucap Dewa
Papa Erika menatap Bagas kembali
"Baiklah,,, karena tuan Dewa sudah menjamin, tentu dia tidak akan sembarangan!" ucap papa Erika
Lalu papa Erika, Bagas, Dewa, mama Erika, dan Aya menuju ke ruang tengah. Dewa yang akan menjadi saksi di pernikahan Bagas pagi ini.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
__ADS_1
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...