
Malam menjelang,,,,
Malam itu Dewa dan semua anggota keluarga baru saja selesai makan malam bersama. Ada yang berbeda malam itu, Bukan hanya Dewa, Aya dan anak-anak mereka melainkan Dewa mengajak semua orang yang bekerja dirumah Dewa untuk makan bersama malam itu. Semua membaur dalam keakraban yang sangat jarang terjadi dirumah itu selama bertahun-tahun. Terlihat semua orang menikmati kebersamaan mereka.
Setelah selesai makan malam, Dewa berkumpul bersama Aya dan Anak-anak di ruang keluarga dan tengan menonton film kartun kesukaan sikembar. Dewa menggelar kasur lantai empuk dan menggeser meja agar sikembar dapat sambil tiduran saat menonton sementara Dewa dan Aya duduk di kasur lantai dengan bersandar di sofa. Terdengar gelegar tawa diruang keluarga saat keseruan mereka menonton film itu.
Perlahan Dewa merapat kan dirinya ke samping Aya, lalu tangannya naik keatas dan turun mengenai bahu Aya, perlahan Dewa mengeratkan tangannya dan membuat Aya semakin rapat. Aya hanya tersenyum dengan sikap dewa terhadap nya. Lalu Dewa menjatuhkan wajahnya di bahu Aya dan menghirup aroma wangi istrinya.
"Wanginya menggoda" ucap Dewa lirih bahkan hampir tak terdengar karena kalah dengan suara film yang anak-anak mereka tonton. Aya berpura-pura tidak mendengar ucapan Dewa dan dia hanya menatap layar TV didepannya.
"Ayah lagi ngapain?" tanya Gaza saat melihat Dewa
Dewa kaget ketika ketahuan putranya sedang menggoda Bundanya. Tiba-tiba saja jadi kaku dan bingung mau bilang apa
"Emm itu sayang,,, Ayah lagi ngusir semut tadi ada di pundak bunda" ucap Dewa dengan senyum kaku lalu menjauh sedikit dari Aya. Ingin sekali Aya menyemburkan tawanya ketika melihat ekspressi Dewa saat itu.
"Ohhhh" ucap Gaza yang kemudian kembali melihat film didepannya.
Dewa bernafas lega karena Gaza berhenti menanyainya, Sementara Aya masih bertahan dengan tidak menggubris Dewa yang seperti ulat bulu menempel pada dirinya.
"Bundaaaa,,,, Faca ngantuk" ucap Faza saat berpindah kepangkuan bundanya
"Ya sudah kita tidur yah,, pamit dulu sama Ayah" ucap Aya
Kemudian Faza dan Gaza berpamitan kepada Dewa, setelah berpamitan Aya mengantarkan kedua putranya ke kamar tamu, karena kamar mereka belum bisa di tempati.
"Nanti kalau anak-anak udah tidur bunda tidur sama Ayah yah" bisik Dewa kepada Aya
"Ntahlah, kalau Bunda ketiduran berarti enggak" ucap Aya
"Tapi bunda janji mau mijitin Ayah" ucap Dewa
"Gak merasa janji tuh" ucap Aya yang kemudian berlalu meninggalkan Dewa
Aya masuk kedalam kamar tamu dan menidurkan putra-putranya. Sementara Dewa masih berada diruang keluarga menunggu Aya.
Beberapa saat kemudian Sikembar terlihat sudah tidur pulas, dan Aya sepertinya juga hampir tertidur namun ia terbangun saat Dewa menyentuh pipinya.
"Mas" ucap Aya saat terbangun dan melihat Dewa sudah berdiri dibelakangnya
"Ayo pindah keatas" ucap Dewa
Lalu Aya bangun dan meninggalkan kedua putranya ke kamar Atas bersama Dewa. Dewa menggandeng tangan Aya tanpa ingin melepaskannya, sampai mereka masuk kedalam kamar
"Kangen gak sama kamar ini?" tanya Dewa saat menutup kamar mereka
"Emmm enggak" jawab Aya saat ia duduk di tepian tempat tidur
__ADS_1
"Hmm sedih deh,, padahal berharap kalau bunda juga kangen sama kamar ini. Ya udah deh kalau gitu, pijitin Ayah aja" ucap Dewa saat melepas kaos putihnya dan memperlihatkan sisi Gagah perkasanya Seorang Dewa. Aya pun gelagepan saat melihat Dewa melepas kaosnya.
"Kenapa harus lepas kaos sih?! dipake aja mas" ucap Aya
"Biar kerasa sayang" jawab Dewa
Kemudian Dewa tengkurap dan Aya mulai memijit pundak Dewa, sepertinya Dewa sangat menikmati pijitan Aya .
Beberapa saat kemudian....
"Udah mas?" tanya Aya yang sudah mengantuk
"Udah,, makasih yah bunda" ucap Dewa
Lalu Aya berbaring disebelah Dewa dan akan memejamkan mata, namun kantuknya hilang saat kedua bibir mereka bersentuhan. Beberapa kali Aya mengerjapkan matanya sementara Dewa menatapnya dengan penuh cinta. Setelah itu Dewa memejamkan matanya dan memperdalamnya membuat Aya sulit menolaknya. Keduanya pun terbawa suasana mesra saat itu, Dewa memang sangat pandai membuat Aya tidak berkutik didalam penjara cintanya.
Saat Dewa ingin melakukan lebih, tiba-tiba mereka dikagetkan dengan ketukan pintu bertubi-tubi dan terdengar tangisan dari kedua putranya
Dug.
Dug
Dug
"Hiii hiii bundaaa hiii hiiii bunda buka bunda"
Aya mendorong Dewa hingga mereka berpisah, lalu Aya membetulkan pakiannya yang kacau karena Dewa, sementara Dewa segera mengambil kaos oblong dan memakainya.
"Bundaaaaaaa,,, Faca gak mau bubuk cendiliiii" ucap Faza yang langsung memeluk Aya
"Gaca jugaaaa,, kenapa bunda tinggalin kami??" tanya Gaza
"Emm... maaf sayang,,, tadi bunda mijitin Ayah. Kan Ayah capek habis renovasi kamar kalian" ucap Aya
"Iya sayang,,, bunda tadi mijitin Ayah. Badan Ayah pegel-pegel semua" ucap Dewa
"Kami mau tidul sama Ayah dan bundaaaaaa hiks hiks" ucap Faza
"Ya sudah,,, ayo masukk kita tidur bersama yahh" ucap Aya
Lalu Aya mengajak kedua putranya masuk kedalam kamar mereka. Dewa tidak bisa menolak ataupun berkata tidak saat melihat kedua putranya menangis begitu. Wajah Dewa langsung kusut karena rencananya gagal total malam ini. Kemudian mereka berempat berbaring di tempat tidur dan memejamkan mata. Terpaksa Dewa harus mengalah dengan kedua putranya yang Masih belum bisa tidur tanpa ditemani bunda mereka.
*****
Hari berikutnya,,,,,,,
Pagi itu Aya tengah menyiapkan pakaian untuk suaminya. Sementara Anak-anak sudah menunggu di meja makan untuk sarapan bersama. Tak lama Dewa baru keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk putihnya.
__ADS_1
"Cepat ganti baju mas, anak-anak sudah menunggu dibawah" ucap Aya
"Iyah" jawab Dewa yang kemudian segera memakai pakaiannya.
"Mas,, apa mas gak ada rencana untuk mengajak Aya dan anak-anak bertemu orang tua mas?" tanya Aya
Deg!
Dewa langsung terhenti saat baru saja memakai kemejanya.
"Kenapa mas? apa selamanya kami tidak akan pernah mas bawa ke keluarga Mas?" tanya Aya saat mengancingkan kemeja Dewa
"Bunda,,,, Mama dan Papa sudah tau jika mas menikahimu dan bercerai dengan Megan" ucap Dewa dengan pelan
"Terus?" tanya Aya
"Mereka sangat syok dan marah saat itu. Mereka tidak ingin menantu lain dan tetap kekeh menyuruh mas rujuk dengan Megan sampai akhirnya waktu itu mas dan papa mama ribut besar. Dan sampai sekarang mungkin mereka masih marah sama mas. Beberapa kali mas kerumah tapi seperti diacuhkan oleh mereka" ucap Dewa
"Tapi mas, kita gak mungkin kucing-kucingan sama mereka. Bagaimanapun masalah ini gak boleh berĺarut. Siapa tahu setelah mereka melihat sikembar pikiran mereka berubah mas. Kita perlu mencobanya bukan?" ucap Aya
"Iya kamu benar, Weekend nanti kita berkunjung kerumah Wardana" ucap Dewa saat mengusap wajah Aya dengan mesra. Aya memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut Dewa yang membuatnya ingin lagi dan lagi. Saat Dewa hendak memberikan kecupan sayang, kedua putra mereka sudah berdiri tegak didepan pintu dan membuyarkan moment mesra mereka
"Bunda, Ayah, ayooo calapannnnnn" ucap Faza dan Gaza bersamaan
Aya dan Dewa langsung menoleh kepintu dan melihat dua jagoannya yang nampak sebal. Mereka tersenyum kaku lalu menghampiri mereka
"Iyaaa sayanggg ayoo kita sarpaan bareng" ucap Aya mengusap kedua kepala putranya.
Kemudian mereka turun dan menuju ke meja makan untuk sarapan bersama. Setelah selesai sarapan Aya dan anak-anak mengantar Dewa sampai didepan teras rumah.
"Ayah berangkat dulu yahh" ucap Dewa saat mengecup pipi gembul kedua putranya.
"Hati-hati Ayah" ucap Faza dan Gaza bersamaan
"Iyah" jawab Dewa
"Bunda,,, Ayah berangkat yah,,, lain kali kunci pintu kamar biar gak diganggu sama dua bocil kita" ucap Dewa sambil berbisik ketika mencium pipi kanan dan kiri Aya.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Aya hanya terkekeh geli mendengar ucapan Dewa, sementara Dewa tersenyum gak enak dipandang. Lalu Dewa masuk kedalam mobil dan sopir menjalankan mobilnya. Setelah mengantarkan Dewa berangkat bekerja, Aya mengajak anak-anaknya masuk kedalam rumah
.
.
__ADS_1
.
Bersambung........