Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Dasar Genit!!!


__ADS_3

Mobil Dewa baru saja sampai di depan rumah, kemudian mereka turun dari mobil dan akan masuk kedalam rumah. Terlihat sedari tadi Aya tidak banyak bicara setelah melihat Nadya datang kerumah papa dan mama Dewa sepagi tadi.


"Bunda,,, tunggu bunn" ucap Dewa saat mengejar Aya masuk kedalam rumah bersama anak-anaknya


"Kalian masin sama mbak Sofi ya,, Bunda mau siapin pakaian Ayah kekantor" ucap Aya


"Iya bunda" jawab Faza dan Gaza bersamaan


"Sof, tolong temani mereka bermain" perintah Aya


"Baik nyonya,,, mari tuan muda,,, kita main ke dikamar" ajak Sofi


Kemudian Sofi mengajak sikembar untuk bermain di kamar Gaza. Sementara Aya naik ke atas bersama Dewa, terlihat Aya masih diam dan seperti tidak ingin berbicara dengan Dewa. Setelah mereka masuk kedalam kamar, Dewa mengunci pintu kamar dan Aya mengambil pakaian kerja untuk Dewa. Saat sedang memilih kemeja, Dewa menghampiri Aya dan memeluknya dari belakang.


Diteriknya hijab jersey Aya yang langsung terlepas begitu saja dan di lemparkan Dewa keatas tempat tidur. Dewa tau saat ini istrinya tengah marah kepadanya. Ditenggelamkam wajah Dewa di ceruk leher Aya dan Dewa menghujaninya, sementara Aya mati-matian menahan glayeran yang menyerang dirinya


"Bunda marah ya?" tanya Dewa


"Enggak tuh" sahut Aya saat masih fokus dengan aktivitasnya memilih kemeja Dewa. Lalu Aya mengambil Kemeja Abu dan berpindah mengambil Dasi, tentu Dewa tidak melepaskan Aya barang sedetik.


"Lepasin massss!! geliiiiiii" ucap Aya saat tangan Dewa merajalela sesukanya


"Pasti bunda kepikiran soal Nad tadi, iya kan?!" ucap Dewa saat membalikkan istrinya dan kini mereka berhadapan. Aya mengangguk saat tatapannya bertemu Dewa


"Sini deh duduk,, jangan ngambek gitu" ucap Dewa yang mengajak Aya duduk di tepian tempat duduk.


"Denger yah,,,, perusahaan mas dan perusahaan pamannya Nadya itu udah lama kerjasama dan Nadya itu lagi bantuin pamannya mengurus project baru mereka. Mas gak ada perasaan apapun sama Nad selain pertemanan. Cuma kamu yang ada didalam hati mas Aya" ucap Dewa saat menangkup wajah istrinya


"Berarti nanti mas akan sering bertemu Nadya?" tanya Aya


"Mas ketemu bukan hanya berdua sayang, pasti ada Asisstent mas juga. Percaya deh, kamu yang sudah memenangkan hati ini" ucap Dewa meyakinkan Aya


Aya Mengangguk namun hatinya belum bisa tenang. Ntah mengapa rasanya sangat sulit bagi Aya. Kemudian Aya membantu Dewa bersiap kekantor, Aya mengancingkan satu persatu kancing kemeja Dewa sementara Dewa merapakan jarak mereka dengan tangannya yang asyik menjelajah.

__ADS_1


"Mas,,," ucap Aya


"Apa sayang??" tanya Dewa


"Aya boleh gak ikut ke kantor?" tanya Aya


"Ikut kekantor? mau apa sayang?? kamu gak percaya sama mas?" tanya Dewa ketika melihat istrinya seakan tidak percaya


"Aya percaya kok mas, cuma Aya pengen aja lihat kantor mas Dewa. Itu sih kalau bolehhh" ucap Aya


"Hmmm,,, ya sudah kalau mau ikut, sekarang bunda siap-siap. Kita berangkat kekantor, oke?" ucap Dewa


"Beneran boleh?!" tanya Aya


"Tentu sayangggg,,,, " ucap Dewa yang kemudian menghujani Aya dengan sejuta kecupan. Setelah puas, Dewa melepaskan Aya.


"iihh dasar genit!" ucap Aya saat mencubit hidung mancung Dewa. Lalu Aya segera bersiap untuk ikut Dewa kekantor, Sementara Dewa keluar dari kamar dan memanggil kedua putranya yang akan diajak juga ke kantor. Tak lama Aya keluar dari kamar dan turun kebawah.


"Bunda ambil pakaian ganti kalian yah, kali aja kalian nanti ngompol" ucap Aya


Aya mengambil pakaian ganti untuk sikembar, kemudian mereka berjalan keluar rumah dan masuk kedalam mobil. Dewa menjalankan mobilnya menuju ke kantor pusat Wardana Group.


Ini adalah pertama kalinya Aya dan anak-anak akan melihat perusahaan milik suaminya. Meski sedikit rasa ragu, tapi Aya ingin sekali melihat nya secara langsung.


Beberapa saat kemudian mobil Dewa sudah sampai diarea kantor dan berhenti tepat didepan pintu masuk utama. Lalu Dewa mengajak istri dan anak-anaknya turun dari mobil. Para pegawai dan juga satpam yang berjaga tampak menunduk dan memberi hormat kepada Dewa. Namun setelahnya mereka sedikit berbisik ketika seorang wanita keluar dari mobil Dewa bersama dua anak laki-laki yang sangat mirip rupanya.


Aya menggandeng Faza sementara Dewa menggendong Gaza dan menggandeng tangan Aya, lalu mereka melangkah masuk kedalam kantor menuju lift VIP. Semua pegawai memberi hormat sampai mereka masuk kedalam lift dan tak terlihat lagi. Berita heboh mengenai CEO Wardana Group pun langsung menyebar ke seluruh penjuru perusahaan itu. Masih banyak karyawan yang belum melihat sosok istri dan anak-anak CEO mereka.


Aya hampir sesak nafas saat melihat pegawai wanita di kantor Dewa. Ketika mereka sudah masuk kedalam ruangan Dewa, Aya langsung mendudukkan dirinya dan menetralkan nafasnya. Sementara Dewa dengan cekatan mengambilkan air minum untuk Aya. Hal yang paling ditakutkan Dewa sepertinya akan terjadi. Dewa menyuruh kedua putranya untuk masuk kedalam privat room Dewa.


"Mas" ucap Aya


"Iya sayang?" ucap Dewa

__ADS_1


"Nafas Aya sesek mas lihat pegawai wanita di kantor ini" ucap aya setelah merasa nyawanya berkumpul kembali


"Sayang,,,,,," ucap Dewa


"APA?! Apa mereka gak ada pakaian yang pantas di pakai ke kantor mas?! Astagfirullah mas,,, Aya gak mau lagi lihat mereka seperti itu mas! Dosa rasanya tiap hari Aya biarin mas lihat mereka dengan berpakaian begitu!!" ucap Aya saat marah besar kepada Dewa


Masih jelas diingatan Aya bagaimana dirinya menutupi mata Faza dan menyuruh Dewa menutupi mata Gaza ketika melihat penampilan pegawai wanita di kantor Dewa, semuanya menor dengan pakian kerja super ketat dan pendek diatas lutut. Aya benar-benar gak habis fikir dengan suaminya yang mengizinkan pegawainya berpakaian seperti itu.


" Kenapa sih mereka berpakaian seperti itu? bikin sakit mata lihatnya!" sarkas Aya


"Itu, apa yah,,, mas gak pernah melarang mereka berpakaian seperti apapun asalkan mereka bisa bekerja dengan baik dan juga kemampuannya bisa di pertimbangkan oleh perusahaan,,, jadi sekarang maunya gimana??" ucap Dewa pasrah dan mengalah. Selama ini dia tidak pernah mempermasalahkan pegawainya memakai pakaian apa, yang terpenting mereka berpakaian rapi tidak semrawut. Bagi Dewa bukan dilihat dari pakaiannya tapi dari cara kerja dan kecerdasannya.


"Pokoknya Aya gak mau tau! semua pegawai wanita di kantor mas wajib berhijab untuk muslim dan yang non muslim wajib pakai pakaian panjang! Minimal kalau mereka belum mendapat hidayah, pakai pakaian panjang jangan pendek seperti itu!" Sarkas Aya dengan sudah meluap-luap kemarahannya.


"Baiklah,,,, mas akan menyuruh mereka berganti pakaian" ucap Dewa mengalah


Lalu Dewa menelfon Devan untuk keruangannya. Dewa menyuruh Devan untuk membuatkan 1 peraturan baru mengenai pakaian para pegawai wanita di kantornya dan segera memberitahukan peraturan itu kepada semua karyawan yang bekerja di kantor itu terkhusus bagi para wanita.


"Maafin Mas ya" ucap Dewa memohon


"Dimaafkan!" jawab Aya singkat


"Terima kasih sayang" ucap Dewa yang kemudian mengecup Aya namun Aya tidak mau membalasnya.


"Memangnya semua masalah langsung selesai dengan kecupan?!" batin Aya


Setelah Dewa menyuruh Devan menjalankan perintahnya, amarah Aya berangsur mereda tidak seperti tadi awal Aya menginjakkan kakinya di kantor Dewa. Kemudian Aya beranjak dan masuk kedalam privat room menyusul kedua putranya. Sementara Dewa kembali berkutat pada pekerjaannya.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2