Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Nakal!!


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB, papa dan mama aya berpamitan pulang kepada keluarga dewa dan juga besan mereka. Setelah ini papa dan mama aya akan menghadiri rapat anggota koperasi mereka.


"Mama dan papa pergi dulu ya Aya,, Dewa,,," ucap mama Aya


"Mama naik apa tadi?" tanya Dewa


"Naik taksi, itu taksinya udah nunggu didepan" ucap mama


"Hati-hati ya ma,, pa" ucap Aya saat akan mengantarkan papa dan mama nya pergi.


Kemudian Dewa beranjak dan menuju ke ruang kerja nya, tak lama kemudian Dewa berjalan ke depan menyusul Aya yang mengantarkan papa dan mama nya


"Edo, Bawa keluar mobil Pajero putih itu kemari!" ucap dewa memberikan kunci mobil kepada Edo


"Baik tuan" jawab Edo yang kemudian dengan cepat Edo mengambil mobil di garasi mobil Dewa


"Pa,, pakai saja mobil itu, papa kan sering keluar lagian mobil itu nganggur, yang punya gak mau pake" ucap Dewa melirik istrinya sementara yang dilirik hanya tersenyum kecil dengan wajah memerah


"Gak usah wa, kami tidak ingin merepotkan kalian lagi, papa dan mama sudah sangat banyak merepotkan kalian, sampai koperasi ini masih ada pun juga karena bantuan mu. Papa malu wa" ucap papa Aya


"Papa tidak perlu malu, Dewa sudah menganggap papa dan mama seperti orang tuan dewa sendiri" jawab Dewa


Papa dan mama Aya terdiam sesaat, rasanya sangat mengharukan ketika mendengar jawaban Dewa seperti itu. Mereka tidak menyangka jika mantunya sebaik itu kepada mereka.


Tak lama Edo sudah ada di depan rumah dan mobil putih itu terparkir disana.


"Sudah tuan" ucap Edo


"Berikan kunci itu kepada pak Wijaya dan bayar taksi nya" ucap Dewa yang kemudian memberikan selembar uang ganti kepada taksi


Kemudian Edo memberikan kunci mobil itu kepada papa Aya lalu Edo memberikan uang itu kepada supir taksi sebagai ganti rugi. Taksi itu pun langsung pergi meninggalkan rumah Dewa.


"Terimakasih banyak Dewa, Aya,, papa dan mama tidak tau lagi harus bagaimana berterima kasih kepada kalian" ucap mama


"Sudahlah ma,,, jangan menangis,,, nanti Aya ikut nangis ma" ucap Aya saat memeluk mamanya.


"Kalian sangat baik kepada kami, dan kami,,, tidak bisa membalasnya" ucap mama


"Cukup papa dan mama sehat, baik-baik aja udah lebih dari cukup" jawab Aya


Mama mengangguk dan melepaskan pelukannya.


"Sekali lagi terimakasih Dewa, Aya" ucap papa


Dewa dan Aya tersenyum lalu papa dan mama Aya masuk kedalam mobil. Kemudian Papa menghidupkan mesin mobil itu dan perlahan menjalankannya. Mama Dewa melambaikan tangan kepada Aya dan dewa dengan senyuman bahagianya.


"Hati-hati ma" ucap Aya


"Assalamualaikum" ucap mama dan papa


"Wa'alaikumsalam" jawab Dewa dan Aya


Lalu Dewa menggandeng istrinya masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Terima kasih mas" ucap Aya saat menatap Dewa


"Hanya itu?!" ucap Dewa dengan mengangkat alisnya sebelah


"Haiss,,, tadi papa dan mama berterima kasih mas jawab iya aja, giliran Aya, kok gitu jawabnya?!" ucap Aya protes


"Mereka berbeda denganmu, kamu istri mas, jelas mas meminta lebih kepadamu" jawab Dewa mengangkat dagu istrinya dengan mengedipkan mata kirinya


"Nakal!!" ucap Aya dengan manja dan mencubit pinggang Dewa


Dewa terkekeh saat melihat bagaimana merahnya wajah istrinya saat ini.


"Mertuamu pake mobilmu Wa?!" tanya mama saat menghampiri Aya dan Dewa yang baru sampai ruang tamu


"Mobil Aya ma, itu mobil yang Dewa belikan untuk Aya, tapi Aya gak pernah mau pake" jawab Dewa


"Kenapa?!" tanya mama


"Mau dipake kemana ma? Aya hanya dirumah ngurusin anak-anak" jawab Aya


"Nanti kalau anak-anak sudah sekolah kamu bisa mengantarkan jemputnya" jawab mama


"Nanti beli lagi lah ma,,, mama kenapa? mau di belikan mobil?!" tanya Dewa terkekeh melihat mamanya sedikit iri


"Enggak! mama sudah punya mobil sendiri, untuk apa lagi?!" ucap mama


"Hehe,,, mama mau apa?!" tanya Dewa seolah tau apa yang dipikirkan mamanya


"Mama ingin kado dari kalian, sebentar lagi mama kan ulang tahun!" ucap mama


"Baiklahhh,,,,, kami akan memberikan kado spesial untuk mama nanti" jawab Dewa


"Beneran?!" tanya mama meyakinkan


"Iyahhhh" jawab Dewa


"Mama tunggu!! awas kamu lupa!!" sarkas mama


Dewa mengangguk sembari merangkul istrinya, lalu sekilas Dewa mencuri satu kecupan dipipi Aya saat mama memalingkan wajahnya melihat kearah lain. Aya sempat membola ketika Dewa nekad menciumnya, takut ketahuan mama yang berada didepannya.


Sementara ditempat lain,,,,,


Megan baru sampai di tempat pemotretan, dengan langkah anggunnya, Megan memasuki lobby dan bertemu dengan teman-teman seprofesinya. Lalu Megan berjalan menuju keruangan bossnya


Tok


Tok


"Masuk"


Lalu Megan membuka pintu dan masuk kedalam


"Selamat pagi mas Evan" ucap Megan dengan sangattttttt lembut

__ADS_1


"Pagi Megan,,, " jawab Evan yang kemudian menghentikan kegiatannya dan Megan berjalan menghampirinya


"Apa kau merindukanku?" ucap Evan yang kemudian menyentuh tangan Megan


"Iya mas,, aku merindukanmu,," jawab Megan yang kemudian menyentuh wajah Evan dengan manjanya.


"Apa kamu tidak ada jadwal pemotretan pagi ini?!" tanya Evan


"Ada nanti jam 10 mas. Mas,,, aku ingin tinggal di apartemen mas, Aku males kalau di hotel. Jadi kalau mas Evan mau menginap kan gak ada yang ganggu" ucap Megan yang kemudian duduk di pangkuan Evan. Saat itu Evan benar-benar digoda oleh megan, tangan Megan tidak bisa diam dan menyentuh apapun yang dia inginkan, Sementara Evan begitu pasrah merasakan sentuhan Megan yang membuatnya menggila pagi itu


"Stop!! jangan sentuh itu!!" ucap Evan saat menahan tangan Megan yang akan masuk kedalam sesuatu yang berharga milik Evan


"Kenapa massss?" tanya Megan


"Malam ini Erika akan mengajakku makan malam," ucap Evan


Megan langsung cemberut dan menarik tangannya.


"Ya sudah! kalau begitu aku pergi saja!" ucap Megan dengan kesal


Belum selangkah Megan pergi, Evan sudah menariknya dan membuatnya kembali duduk di pangkuannya


"Jangan cemburu,,, bagaimana pun Erika adalah tunangan ku, dan kamu kekasih ku. Besok malam, kita pindah ke apartemen baru" ucap Evan saat mengangkat dagu Megan


Megan tersenyum penuh kemenangan didalam hatinya, karena hanya di gertak sedikit saja Evan sudah menurutinya.


"Beneran yah??!" ucap Megan menangkap tangan Evan


"Hm,,, aku janji,, tapi kamu harus membuatku puas besok malam" ucap Evan saat mengecup kilas Megan


"Aku akan membuatmu gila mas!" jawab Megan tak kalah nakal.


"Aku suka kenakalan mu Megan!" sahut Evan


"Aku pemotretan dulu yah,,," ucap Megan kepada Evan, sebelum pergi Megan meninggalkan satu kecupan untuk Evan, lalu berlalu meninggalkannya. Sementara Evan hanya menatap lenggak-lenggok Megan yang berjalan meninggalkan nya.


"Dia benar-benar membuatku menggila setiap saat!" batin Evan yang tersenyum penuh makna


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍...


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...

__ADS_1


__ADS_2