
Hari berikutnya,,,,,,
Pagi itu, Aya sudah disibukkan dengan pekerjaannya di dapur untuk menyiapkan sarapan. Tak lupa juga Aya menyiapkan bubur ayam yang akan dibawanya ke rumah sakit. Rencananya Aya akan menemui kakaknya dirumah sakit. Setelah selesai menyiapkan semuanya, Aya pun memanggil anak-anaknya dan juga suaminya untuk sarapan bersama.
"Kita sarapan dulu yah,,, nanti setelah ini kita kerumah sakit untuk jenguk bibik Megan" ucap Aya
"Kami dilumah aja bunda. Kami gak ikut ke lumah Cakit" jawab si kembar bersahutan
"Loh,, kenapa?" tanya Aya
"Gak papa bunda" jawab Faza
"Emm ya udah kalau gitu, kalian dirumah sama mbak Sofi dan yang lainnya yah. Bunda gak akan lama dirumah sakit kalau gitu" ucap Aya
Setelah mereka selesai sarapan, Aya dan Dewa berpamitan kepada Sikembar untuk berangkat ke rumah sakit. Sebenarnya Dewa sangat malas untuk kerumah sakit, apalagi menjenguk Megan. Namun dia merasa tidak enak kepada Aya dan juga kedua mertuanya.
Sampainya dirumah sakit,,,,
Aya dan Dewa turun dari mobil lalu berjalan menuju keruang Megan di rawat.
"Assalamualaikum" ucap Aya saat membuka pintu kamar inap
"Wa'alaikumsalam" jawab papa dan mama
Aya masuk kedalam ruangan itu dan melihat Megan yang wajahnya masih tertutup perban keliling akibat kerusakan diwajahnya. Lalu Aya meletakkan kotak nasi di meja kecil disamping megan
"Aya,,, papa dan mama pulang sebentar yah, mau ambil pakaian ganti kakakmu" ucap mama
"Iya ma,," jawab Aya
Kemudian papa dan mama berpamitan kepada semuanya. Setelah kepergian papa dan mama Dewa duduk di sofa yang tak jauh dari Aya dan Megan. Dewa hanya diam dan mengawasi mereka berdua dari jauh
"Aya bawain bubur ayam untuk kakak, mau sarapan sekarang atau nanti?" tanya Aya
"Ngapain kamu kesini?! mau ngetawain kondisi aku?!" Sarkas Megan
Deg!
"Kak Megan kok ngomongnya gitu? Aya kesini mau jengukin kakak" jawab Aya
"Aku tau kamu pasti seneng banget lihat kondisi ku kayak gini!!! hidup menderita dan kehilangan semuanya!" ucap Megan
Mendengar ucapan Megan, Dewa memanas dan ingin sekali menjawab ucapan pedas Megan terhadap istrinya
"Harusnya, kakak itu belajar dari kejadian ini. Tidak ada yang ingin melihat kakak hidup menderita. Coba kakak pikir, apa semua ini lantas terjadi begitu saja tanpa ada sebabnya?! ini adalah buah yang kakak harus terima dari semua perbuatan yang Kak Megan lakukan. Harusnya kak Megan sadar" ucap Aya
__ADS_1
"Kalau mau ceramah, kemesjid aja, jangan disini!" jawab Megan
Dewa berdiri lalu menghampiri Aya
"Percuma bicara dengan orang yang sudah tertutup mata hatinya!! jangan buang-buang waktu untuk menasehatinya, karena percuma, hatinya sudah menjadi batu sampai tidak bisa menerima nasihat dari orang lain!! kita pulang sekarang!" ucap dewa
"Tapi mas,,,," ucap Aya menatap Dewa
Dewa tidak berkata lagi, wajahnya sudah memerah karena menahan amarahnya. Lalu Aya bangkit dari duduknya dan akan melangkah pergi meninggalkan Megan. Aya menoleh kearah Megan namun Megan membuang muka melihat kearah lain. Kemudian Aya dan dewa keluar dari ruangan Megan dan pergi meninggalkan nya. Tak lupa Aya mengirimkan pesan kepada mamanya.
"Aku tidak perlu dikasihi mereka!!! aku tau, mereka hanya ingin menghinaku!!! mentertawakan kondisiku sekarang!! Aaarrrggghhhh!!!!" Teriak Megan didalam kamarnya
Lalu Aya dan Dewa masuk kedalam mobil dan akan kembali pulang kerumah Dewa.
"Mas udah bilang sama kamu Aya!! Kakakmu itu gak akan bisa berubah!!! percuma kamu bicara panjang kali lebar dia tidak akan mendengar nya! malah bikin emosi aja!!!" Sarkas Dewa
"Mas,, kita tidak akan pernah tau, sebelum kita mencoba menasehati nya" ucap aya
"Kamu lihat saja dia! sudah seperti itu saja masih tidak mau sadar!!" ucap Dewa
"Sabar mas,,,," ucap Aya dan Dewa kembali diam
Beberapa menit kemudian mobil Dewa sudah sampai dirumah, lalu Aya turun dan Dewa masih berada di mobil
"Mas langsung ke kantor, Assalamualaikum!" ucap Dewa dengan masih merasa kesal
Deg!
"Mas Dewa pasti marah banget sama aku" ucap Aya menarik nafas pasrah
Kemudian Aya berjalan lesu saat masuk kedalam rumah, sementara Dewa mengendarai mobilnya dengan cepat menuju ke kantor. Dewa masih kesal dengan Aya, apalagi dengan sikap angkuh Megan rasanya dewa ingin melenyapkan Megan untuk selamanya.
Sementara di tempat lain,,,,
Bagas dan Erika baru saja sampai dirumah keluarga Syahbana. Lalu mereka berdua masuk kedalam rumah dan melihat papa mama berada di ruang tamu.
"assalamualaikum pa,, ma" sapa Erika
"Wa'alaikumsalam" jawab semuanya
"Kata nya mau ambil barang, mana?!" tanya mama
Kemudian Erika dan Bagas duduk di sofa tamu bersama kedua orang tuanya
"Pa,, ma,, Erika dan mas Bagas memutuskan untuk belajar hidup berumah tangga mandiri. Kami akan tinggal dirumah mas Bagas di Bougenville" ucap Erika
__ADS_1
Deg!
"Apa?! kau akan ikut dia dirumah kecil itu?!" tanya papa
"Iya pa,,, Erika gak masalah jika harus tinggal dirumah kecil itu, disana Erika bisa belajar hidup mandiri, bukan begitu mas?!" tanya Erika kepada Bagas
Bagas mengangguk perlahan saat menatap balik istri nya
"Tidak! papa tidak setuju! kalian tidak boleh tinggal dirumah itu! minimal kalau kalian ingin hidup mandiri, kalian harus tinggal di tempat yang layak!!" jawab papa Erika
"Rumah itu juga layak huni pa,, disana juga ada satpam komplek yang berjaga 24jam jadi papa tidak perlu khawatir berlebihan" ucap Erika
"Kau akan hidup kekurangan, jika tinggal ditempat seperti itu!! jangan berfikir pendek Erika! rumah besar ini akan terasa sepi!" ucap papa
"Jika kami tetap tinggal disini, maka kami tidak akan bisa lepas dari bayang-bayang papa dan mama. Setidaknya biarkan kami menjalani hidup rumah tangga kami sendiri pa" ucap Erika
"Baru menikah saja kamu sudah berani melawan papa" sarkas papa
"Pa,,, erika tidak melawan papa, tapi sekarang aku memiliki suami dan Erika adalah tanggung jawab suami Erika" jawab Erika
"Terserah!!! jangan kau menyesal dengan keputusan mu itu!!!" Hardik papa yang kemudian memilih untuk pergi dari ruang tamu.
Mama Erika tidak bicara apapun lalu menyusul kepergian suaminya.
"Rika"
"Sudahlah mas,,, mas tidak perlu merasa tidak enak sama papa. Kalau tidak begini, papa akan terus ikut campur urusan rumah tangga kita. Sekarang aku mau beres-beres pakaian di kamar" Ucap Erika
Lalu Erika beranjak ke kamarnya dan diikuti oleh Bagas. Niat Erika sudah bulat untuk keluar dari rumah papa dan ikut bersama suaminya. Erika ingin membuktikan jika dia bisa hidup bersama pilihan nya.
.
.
.
Bersambung,,,,,
.
.
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
__ADS_1
...Semoga Suka❤️...