
Setelah cukup lama Aya meninggalkan Nadya dikamar rawatnya,, karena sudah ada Dion Jadi Aya memilih untuk menemani anak-anaknya dari mulai makan, bermain dan sampai Dewa sudah sampai dirumah sakit. Lalu Dewa menyuruh Devan untuk mengantarkan Sofi dan anak-anak Dewa pulang lebih dulu sementara Dewa dan Aya akan kembali menjenguk Nadya.
"Apa dia mengamuk?!" tanya Dewa kepada Aya
"Sedikit mas" jawab Aya dengan terkekeh
"Haha mas yakin dia pasti kesal karena ada kamu" ucap Dewa saat mereka terus berjalan bergandengan menuju keruangan Nadya
"Yah begitulah,,,, setidaknya Aya sudah mempertingatkan dia untuk tidak mengharapkan mas lagi. Sepertinya mas Dion sangat mencintai Nadya mas, hanya saja Nadya belum bisa membuka hatinya" ucap Aya
"Sepertinya begitu, Nadya memang belum menyadarinya" jawab Dewa
"Iya mas, semoga saja mas Dion bisa meluluhkan hatinya. Jadi dia berhenti mengharapkan mas Dewa lagi" jawab Aya
"Aamiin" jawab Dewa
Saat keduanya baru sampai didepan kamar inap Nadya, Dewa membuka gagang pintu dan baru akan membuka pintu, namun diurungkannya saat akan membuka pintu ketika mendengar percakapan Dion dan Nadya
"Dion!!! berhenti menciumku! aku bukan kekasihmu!!" sarkas Nadya sepertinya terdengar marah
"Aku geregetan sama kamu Nad! dari tadi gak sudah mengomeli istri Dewa! Mulai sekarang kamu adalah kekasihku!" ucap Dion tidak kalah tinggi dengan Nadya
"Kenapa kau membelanya? apa kau suka padanya?! dan aku gak mau jadi kekasihmu!!" sarkas Nadya
"Terserah! yang jelas aku gak akan pernah lepasin kamu!" ucap Dion
"Dasar pemaksa!" hardik Nadya
"Gak peduli!" jawab Dion enteng
Dewa dan Aya yang mendengar pertengkaran mereka pun ingin sekali menyemburkan tawanya. Namun keduanya mencoba untuk menahan dan bersikap biasa sebelum Dewa membuka pintunya
Ceklekkkk
Dewa masuk kedalam bersama Aya dengan raut wajah datar seperti tidak mengetahui apapun. Sementara Dion yang awalnya duduk di ranjang pasien Nadya buru-buru turun dan Nadya pun mengusap bibirnya setelah apa yang Dion lakukan. Mau melawan Nadya tidak sanggup dengan kondisinya saat ini.
"Dewa,,, kamu datang juga menjengukku" ucap Nadya dengan menatap Dewa dan tidak menghiraukan Dion
"Oh, iya,,, aku kesini tadi mau jemput istriku. Sejak kapan kamu disini ion?" tanya Dewa
"Dari tadi, istrimu meninggalkan Nadya jadi aku yang menjaganya" jawab Dion sedikit kaku
"Mas,,, Aya hanya ingin memberi ruang untuk mbak Nadya dan mas Dion saja, makanya Aya keluar dan menemani anak-anak bermain" sahut Aya yang tidak ingin dijadikan kambing hitam
__ADS_1
"Ehem,,,, Karena sudah ada Dion, maka aku dan Aya mau pamit Nad. Kasihan anak-anak kami yang dari tadi ngajakin pulang" ucap Dewa
"Tapi wa, kamu kan baru saja datang" ucap Nadya
Dion benar benar Kesal dengan sikap Nadya yang menghalangi Dewa untuk pulang. Lalu Dion akan beranjak dan pergi dari tempat itu namun ditahan bahunya oleh Dewa. Dewa membisikkan sesuatu kepada Dion saat itu
"Wanita itu butuh dikejar! pepet saja terus, pasti dia akan luluh!" ucap Dewa
"Berhenti berbisik! ku tau kalian berdua sednag merencanakan sesuatu!" sarkas Nadya
Dion menatap Dewa dan Dewa membalas tatapannya dengan tersenyum untuk meyakinkan Dion. Kemudian mengurungkan Niatnya untuk pergi dari tempat itu.
"Katanya mau pergi?! pergilah!" ucap nadya
Dion tidak bergeming dan tetep duduk di kursinya. Sementara Dewa dan Aya bersiap untuk pulang. Aya mengambil kotak makanan di meja samping Nadya.
"Besok aku kembali, mau dibuatkan apa mbak?!" tanya Nadya ramah
"Gak usah repot-repot!" jawab Nadya dengan nada masih kesal
"Baiklah kalau begitu" jawab Aya
"Kami pulang dulu, kalian jangan terus bertengkar!" ucap Dewa
"Bukankah kalian tadi sudah saling dekat?! bahkan aku dengarrrrrrr......" ucapan Dewa terjeda
"Berhenti mengataiku Dewa!" Sarkas Nadya, dia teringat kembali kelakuan Dion yang keterlaluan tadi.
Dewa terkekeh lalu mengucapkan salam, Setelah itu Dewa merangkul pinggang Aya dan mengajaknya keluar dari tempat itu. Tak henti-hentinya Nadya mengawasi Dewa dan Cahaya sampai mereka menghilang dari pandangannya.
"Udah deh jangan dilihatin terus! kalau pengen kita juga bisa Nad, kita buka lembaran baru dan kita jalani kehidupan kita menjadi sepasang kekasih bahkan aku siap untuk menikahimu" ucap Dion saat memegang tangan Nadya
Nadya masih belum bisa melupakan rasa cintanya kepada Dewa, Selama ini dia tidak pernah melihat betapa baik Dion dan dialah yang selalu ada disaat Nadya membutuhkan bantuan.
"Aku gak bisa putusin sekarang!" jawab Nadya saat menarik tangannya dari genggaman Dion
"Aku akan menunggu jawabanmu Nad," ucap Dion
Sejenak ruangan itu sunyi sepi tanpa ada yang bersuara. Keduanya tampak bingung mau bicara apalagi.
"Maaf soal tadi, aku khilaf" ucap Dion menyesali perbuatannya karena berani membungkam mulut Nadya dengan bibirnya.
Nadya tidak menjawab hanya saja dirinya tidak bisa menyembunyikan rona merah dipipinya.
__ADS_1
Sementara itu,,,,
Dewa dan Aya sudah masuk kedalam mobil setelah Supir yang menjemput keduanya sudah tiba dirumah sakit. Kemudian supir menjalankan mobilnya menuju kerumah Dewa....
Dewa memegang tangan Aya dan sesekali mencium tangnnya. Aya sedikit malu karena didalam mobil itu bukan mereka berdua saja, melainkan ada supir Dewa yang terlihat masih muda dan belum menikah
"Mas,, berhenti melakukannya, malu ada supir" ucap Aya setengah berbisik
"Kenapa harus malu? kalau dia lihat dan kepengen, ya biar dia cepetan nikah! " jawab Dewa enteng
"Tuan,,,, anda sangat tega kepada saya,,,, sedang Nyonya tidak begitu" sahut Edo
"Berani kamu bicara begitu Do?! mau gajimu aku potong?!" sarkas Dewa
"Masss,,, hentikan,, jangan keterlaluan, Kasihan Edo. Sudah jomblo di bully lagi" ucap Aya
"Jadi kamu belain Edo, sayang?!" Ucap Dewa
"Ya Allah,,, salah lagi,,, bukan belain mas. Tapi mas itu keterlaluan deh. Udah ah males ngomong sama mas Dewa!" ucap Aya yang kemudian memalingkan wajahnya.
"Do! ini semua gara-gara kamu!" sarkas Dewa
"Ya Allah tuan,,, kenapa aku lagi yang salah?! Nyonya,,, tolong maafkan tuan, kalau tidak gajiku beneran di potong tuan Nyonya" Ucap Edo memelas.
Aya menghembuskan nafas kasar lalu berbalik menatap suaminya.
"Maafin Aya yah mas,,, jangan potong gaji edo" ucap aya yang kemudian mengusap wajah suaminya dengan sayang
"Hem,,, dimaafkan asal kiss dulu" ucap Dewa
Aya tidak ada pilihan lain lagi selain menuruti permintaan suaminya. Aya tidak ingin Dewa memotong gaji supirnya hanya karena pertengkaran mereka yang tidak berfaedah sama sekali. Sementara Dewa sangat sangat sangat sangat sengaja melakukan itu hanya karena ingin diperhatikan istrinya.
"Edo! palingkan pandanganmu!" Hardik Dewa
Edo buru-buru fokus pada jalanan dan tidak ingin melihat tuan dan Nyonyanya di bangku penumpang. Bener-Bener Dewa berlaku eenaknya kepada istri dan supirnya.......
Rasanya Aya ingin sekali segera sampai dirumah dan kabur dari kungkungan suami mesumnya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......