
Hari berikutnya,,,,,,,
Pagi itu setelah sarapan, Dewa mengajak putranya untuk berkemas dan pindah ke kamar baru mereka. Keduanya terlihat sangat gembira ketika akan menempati kamar baru. Dewa membantu Faza membereskan barangnya, sementara Aya membantu Gaza membereskan barang dikamarnya.
"Suka gak sama kamar barunya?" tanya Dewa
"Cukaaaa banget Yah,,," ucap Faza
"Kalau suka berarti mulai malam ini Faza harus berani bobok sendiri, kan udah gede" ucap Dewa
"Bunda bobok dimana??" tanya Faza
"Bunda tidur diatas sama Ayah, katanya mau dibikinin adik perempuan?" ucap Dewa
"Iya yah " Jawab Faza
Setelah selesai membereskan pakaian Gaza, Aya mengambil barang-barangnya dan membawanya ke kamar Atas. Tak lama Dewa menyusul Aya setelah menyelesaikan tugasnya. Saat Dewa masuk kedalam kamarnya, Dewa melihat Aya yang tengah memasukkan pakaiannya didalam lemarinya dulu
"Sayang,,,,," ucap Dewa saat memeluk Aya dari belakang
"Massssss nanti dilihat anak-anak loh" ucap Aya kegelian saat dewa menelusuri bahunya
"Anak-anak lagi main di depan sama Devan" ucap Dewa
"Mas gak siap-siap kekantor?" tanya Aya
"Sebentar lagi, masih mau sayang-sayangan dulu sama kamu" ucap Dewa
"iiihhhh lepass mas,, ini gak selesai nanti kalau kayak giniii" ucap Aya saat tangan Dewa tidak bisa diam
"Gitu aja geli,,, mas kangen kamu banget tau,,," ucap Dewa
"Tapi gak sekarang mas,,, kan mas harus ke kantor, gak enak sama Devan nunggu mas lama" ucap Aya
"Sedikittt aja yang,,,,," ucap Dewa merayu Aya
Aya tersenyum lalu berbalik menatap Dewa dengan penuh cinta,,
"Lakukan apapun yang mas inginkan, tapi janji sebentar yah?!" ucap Aya dan Dewa tersenyun lebar
"Mas Gak bisa janji sebentar sayang, selama 3 tahun mas tersiksa tanpa kamu! tunggu sebentar yah, mas kunci dulu pintunya" ucap Dewa yang sudah menggendong Aya ke tempat tidur mereka, lalu Dewa beranjak dan mengunci pintunya sementara Aya deg-degan membayangkan apa yang akan dilakukan mereka setelah Dewa mengunci pintu kamar mereka.
Dewa melepas kaosnya dan berjalan mendekati Aya dengan senyum sejuta arti.
"Mas nakut-nakutin Aya deh! sumpah jadi deg-degan" ucap Aya dengan mengigit kukunya sendiri
"Sama, mas juga deg-degan kayak baru pertama dulu" jawab Dewa saat membelai wajah Aya dengan lembut
__ADS_1
"Kalau dulu Aya jauh lebih takut sama mas Dewa" ucap Aya
"Jangan diingat yang dulu, karena kita janji akan menjalani hidup yang baru kan" ucap Dewa
"Iya mas" jawab Aya
Tanpa membuang waktu lagi, Dewa dan Aya langsung memulai berlayar ke lautan Cinta, meluapkan segala rasa yang selama 3 tahun ini mereka pendam didalam lubuk hati mereka yang terdalam. Seolah mereka melupakan orang-orang disekitar mereka dan merasa dunia ini hanya milik mereka berdua.
2 Jam berlalu......
Aya masih tertidur pulas karena kelelahan setelah Dewa mengajaknya berlayar ke lautan cinta yang dalam. Sementara Dewa sudah baranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah memakai pakaiannya Dewa turun kebawah untuk menemui Asisstentnya.
Sampai di bawah Dewa melihat Sikembar yang masih bermain dengan Devan dan juga pelayan dirumah mereka.
"Tuan jadi mau kekantor?" tanya Devan
"Jadi, ayo kita berangkat" ucap Dewa
"Ayah,, mana bunda?" tanya Faza
"Em,,, bunda lagi istirahat sayang, jangan ganggu bunda yah, kasihan bunda sangat capek" jawab Dewa
"Oh begitu,,, ya udah deh" ucap Faza
Dewa berpamitan kepada kedua putranya dan setelah itu ia pergi kekantor bersama Devan. Meski lama menunggu Boss nya, Devan tidak ingin bertanya ataupun mengeluh, apalagi mengganggu kebahagiaan bossnya. Jelas terpancar dari raut wajah Dewa jika saat itu dia sedang berbunga-bunga. Dari kaca mobil Devan bisa melihat Dewa yang tengah senyum-senyum sendiri. Mobil terus melaju cepat menuju ke kantor Dewa.
Adzan Zuhur berkumandang,,,
Aya terbangun dari tidurnya dengan badan terasa pegal semua. Aya melihat sekitar kamar itu dan baru ingat beberapa jam lalu ia dan Dewa menghabiskan waktu bersama dalam gelora asmara yang berkobar. Aya langsung tersenyum saat mengingat kembali semuanya. Kemudian ia menarik selimut dan membawanya kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Beberapa saat kemudian Aya sudah rapi dan bersiap untuk ibadah Zuhur.
Setelah selesai ibadah Zuhur, Aya keluar dari kamar mencari keberadaan kedua putranya.
"Bundaaaaaa"
Aya menoleh saat mendengar suara sikembar di dapur, lalu Aya menghampiri mereka yang tengah menikmati makan siang
"Sayang,,,, bunda kangennn,,, maafin bunda yahhh tadi bunda kecapekan jadi ketiduran lama" ucap Aya penuh penyesalan
"Iya bunda gak papa,,, bunda kan capekk" ucap Faza dan Gaza bersahutan
"Maaf yahh,,, sini bunda suapin" ucap Aya yang kemudian mengambil piring makanan dari sofi dan menggantikannya untuk menyuapi sikembar.
"Nyonya makan saja, biar saya yang menyuapi tuan muda" ucap sofi
"Nanti saja Sof, saya mau menyuapi anak saya" ucap Aya
"Baik Nyonya, kalau begitu saya ke belakang" jawab Sofi
__ADS_1
Lalu Sofi pergi meninggalkan mereka. Setelah selesai makan siang, Aya mengajak anak-anaknya untuk ke kamar dan menemani mereka tidur siang, Awalnya mereka berada di kamar Faza, namun setelah mereka tertidur, Aya menggendong Gaza dan memindahkan kekamarnya sendiri. Kemudian Aya kedapur untuk makan siang sendiri.
Tak lama kemudian Mobil Dewa sudah sampai dirumah mereka, Aya segera berjalan kedepan dan menyambut kedatangan suaminya.
"Assalamualaikum sayang" ucap Dewa saat masuk kedalam rumah dan melihat Aya menyambutnya
"Wa'alaikumsalam mas,, capek yah? mau dibuatkan minuman dingin?" tanya Aya setelah mencium tangan Dewa
"Boleh, bawa keatas ya" ucap Dewa
"Iya mas" Jawab Aya
Aya kedapur membuatkan minuman untuk Dewa sementara Dewa langsung ke atas untuk beristirahat. Tidak membutuhkan waktu lama Aya sudah membawakan segelas es lemon segar untuk Dewa
Ceklekkk
"Mas,, ini minumannya diminum dulu biar seger" ucap Aya yang kemudian memberikan gelas itu kepada Dewa
"Makasih sayang,,, anak-anak dimana?" tanya Dewa saat meminum esnya
"Mereka lagi tidur mas. Tau gak mas, Aya sampe bangun pas adzan Zuhur tadi! Anak-anak nyariin akuh" ucap Aya saat memijit tangan Dewa
Dewa terkekeh melihat Aya yang sepertinya terlihat sebal kepadanya.
"Hehe iya maaf,,, janji gak diulangi dehh. Lain kali malem aja biar gak kecapekan banget" ucap Dewa
"Kan tadi juga udah aku bilang kalau malem aja, tapi mas gak mau sabaran!" jawab Aya
"Hehe namanya rindu sayang,,, apalagi udah gak kebendung rindunya sampai tumpah-tumpahhhh "ucap Dewa
"Ya sudah mas istirahat aja, tadi belum sempet istirahat kan. Aku kebawah dulu yahhh mau buat cemilan untuk anak-anak" ucap Aya
"Gak temenin Ayah bobok?" tanya Dewa
"Enggak,,, tadi bunda udah bobok 2 jam sangking capeknya di gempur Ayah,," ucap Aya
Lalu dikecupnya pipi Dewa sebelum aya pergi meninggalkannya. Dewa tersenyum ketika merasakan betapa bahagia perasaannya saat ini. Bahkan perasaan bahagia itu terus memenuhi relung hatinya. Andai Dewa bisa memutar waktu, pasti akan diputarnya kembali dan Dewa ingin memperbaiki hubungannya dengan aya sejak dulu.
Tapi takdir berkata lain, karena mereka berdua harus melewati ujian Cinta sebelum mendapatkan semua kebahagiaan ini.
.
.
.
Bersambung......
__ADS_1