
Waktu terus berlalu,,,,,,,
Kelakuan Erika sedikit aneh beberapa hari belakangan ini, sering sekali Erika meminta Bagas untuk melakukan hal-hal konyol yang sepertinya tidak mungkin akan di lakukan oleh seorang Bagaskara, namun demi sang pujaan hati, Bagas rela melakukan apapun yang di minta istrinya.
Seperti beberapa hari lalu, Erika meminta Bagas membelikan gado-gado di jam 12 malam, dan mereka berkeliling kota tidak ada yang menjual gado-gado ditengah malam. Hingga akhirnya Bagas bertindak membuatkan gado-gado setelah mati-matian membujuk Erika. Pernah juga Erika meminta Bagas membelikannya Erika makanan serba pink saat mereka tengah hangout berdua dan hampir semua makanan serba pink di borong oleh Erika. Meski terlihat sangat aneh, tapi Bagas tetap menuruti permintaan istrinya.
Seperti pagi ini juga , Erika meminta Bagas mengenakan kemeja berwarna pink muda dengan dasi berwarna pink tua. Sempat Bagas syok dengan permintaan Erika pagi itu. Begitu keluar dari kamar mandi Bagas melihat Erika dengan senyum gembiranya menenteng hanger dengan kemeja pink dan dasi pink sudah berada di hadapannya
"Massss,,,, aku pengen mas pake ini,,,, pasti manis banget" ucap Erika dengan wajah sumringah
Bagas menutup wajahnya rapat-rapat, rasanya dirinya tidak ingin pergi kekantor, tapi pagi ini Bagas harus menghadiri rapat bersama papa Erika dan belum lagi, Bagas akan mengunjungi beberapa tempat.
"Sayang,,,,,, hari ini mas ada rapat,,,, kalau pake kemeja pink gini,,, mas agak ,,,,," ucap Bagas belum selesai wajah Erika sudah berubah menjadi sedih
"Apa? malu? ya sudah kalau malu!" ucap Erika dengan wajah hampir menangis
Bagas menyugarkan rambut pendek nya dan membuang nafas kasarnya.
"Fuuuhhh!! baiklah, mas akan memakainya" ucap Bagas pasrah
Kemudian Bagas mengambil kaos yang sudah disiapkan Erika dan ternyata berwarna pink, lalu Bagas memakai kemeja dan Erika membantunya mengancingkan kemeja pink Bagas, setelah itu Erika memasang dasi pink tua untuk Bagas. Terlihat senyum Erika semakin melebar saat dia melihat Bagas seperti itu
"Kaaannn manissssss,,, iiihh gemesssss!" ucap Erika mencubit pipi suaminya. Sementara Bagas hanya bisa tersenyum kaku, dia tidak ingin membayangkan bagaimana orang-orang nanti akan melihatnya. Yang pasti Bagas harus bisa menahan malu demi istrinya
"Ayo kita sarapan" ucap Erika yang kemudian mengajak Bagas keluar dari kamar mereka.
"Assalamualaikum" ucap mama Erika saat masuk kedalam rumah
"Wa'alaikumsalam,,,,," jawab Erika yang langsung berjalan ke ruang depan dan melihat siapa yang datang
"Mama,,,,, papa,,,,," sapa Erika yang kemudian mencium tangan mama dan papanya
"Udah sarapan? ini mama bawain lontong sayur pesenan kamu" ucap mama
"Waaahhh,,,,, ayo ma kita sarapan, kami baru saja mau sarapan" jawab Erika
Kemudian mereka berjalan menuju ke meja makan. Sampai nya di meja makan, mama dan papa Erika sangat kaget melihat Bagas mengenakan kemeja pink.
"Bagasssss?????!" ucap mama kaget melihat mantunya mengenakan kemeja pink
Bagas hanya bisa tersenyum pasrah, rasa harga dirinya sudah hilang dihadapan papa dan mama Erika
"Hahahahahahahah" terdengar tawa papa Erika menggelegar di rumah kecil itu. Baru kali inilah terdengar tawa papa Erika dengan lepas.
"Kenapa pa?" tanya Erika tidak senang
"Itu,,,, itu suamimu kenapa pake baju begitu hah?! ahhahaah" tanya papa yang tidak bisa menahan tawanya
"Memangnya kenapa pa?! manis kok! aku suka lihatnya!" jawab Erika kesal dengan papanya
__ADS_1
Mama mengelengkan kepala dengan menahan tawanya sementara Bagas menutup mata dengan tangannya. Dia benar-benar sangat malu saat itu
"Iihhh papa!!! udah ketawanya!!! aku gak suka papa ngetawain suamiku!! itu baju pilihanku pa!!" Ucap Erika dengan kesal
"Hahaa,,,, oke oke maaf,,, hahah" ucap papa yang kemudian duduk di samping mama
"Kamu aneh banget sih sayang?! jangan-jangan kamu lagi ngidam ya?! masak suami kamu pake baju pink, belum lagi kamu minta mama bikin lontong warna pink! mama pikir kamu kayak orang ngidam!" ucap mama
"Ngidam ma? maksud mama aku hamil?!" ucap Erika
"Iya,,, bisa jadi,,,, karena tingkah kamu itu aneh banget! jangan-jangan anak kalian nanti cewek lagi, semua serba pink!" Ucap mama
Erika dan bagas saling menatap dengan tatapan sulit diartikan. Beberapa hari belakangan ini memang Erika sering bertingkah aneh namun keduanya tidak menyadari apapun. Bahkan kepikiran tanda-tanda kehamilan saja tidak.
Kemudian Erika beranjak melihat kalender yang ada diatas kulkas dan dia baru sadar jika dirinya sudah telat 4 Minggu. Buru-buru Erika berjalan ke kamar nya dan segera mengambil tespack yang sudah disiapkan nya jauh-jauh hari sebelumnya.
Bagas pun tidak ingin duduk diam saja, dia menyusul Erika masuk kedalam kamar mereka.
"Sayang,,,," ucap Bagas dari balik pintu kamarnya mandi
"Sebentar mas" ucap Erika yang kemudian membuka pintu kamar mandi
"Lagi apa?" tanya Bagas
"Mau cek pake tespack" jawab Erika dengan menunjukkan tespack yang di bawanya
"Ohh,,, mas temenin yah" ucap Bagas yang kemudian menutup pintu kamar mandi
"Kenapa harus malu sih?! cepetan deh,,, mas penasaran! gak sabar!" ucap Bagas
"Tapi hadap sana dulu,,,," ucap Erika yang kemudian membalikkan badan bagas.
Setelah Bagas berbalik badan, dengan cepat Erika mengambil sedikit air seni untuk melakukan tes kehamilan dengan tespack yang dibawanya. Mereka menunggu beberapa saat
"Masssss" ucap Erika dengan sudah menutup mulutnya kaget. Dirinya tidak menyangka jika dia bisa hamil secepat itu
"Gimana sayang?" tanya Bagas saat berbalik dan melihat tespack yang di bawa Erika menampilkan garis 2 merah
"Kamu hamil sayang?????? Ahhhh senang nyaaaa" ucap Bagas yang kemudian memeluk Erika dengan sangat bahagia. Sementara Erika tidak bisa berkata apa-apa lagi saat itu.
Kemudian Bagas mengajak Erika keluar menemui kedua orangtuanya mereka, berharap mereka akan bahagia dengan kabar ini
"Alhamdulillah,,, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua,,,, terima kasih sudah memberikan kebahagian berlipat untukku" ucap Bagas saat mengecup kening Erika
"Gimana sayang?" tanya mama Erika saat melihat mereka sudah kembali
"Alhamdulillah positif ma,,, Sebentar lagi mama dan papa akan punya cucu" jawab Erika.
"Alhamdulillah,,,,, mama seneng dengernya" ucap mama Erika.
__ADS_1
Papa Erika tidak bicara apapun dan hanya menatap Erika dan Bagas bergantian.
"Bukankah papa sudah katakan padamu Bagas?! untuk tidak menyentuh Erika sampai kamu bisa membuktikan kamu layak menjadi menantu kami?!" ucap papa dengan nada dingin
Deg!
Semua orang terdiam saat mendengar ucapan papa
"Pa,,,,,!" sahut Erika
"Papa bicara pada Bagas! bukan padamu" ucap papa Erika
"Saya,,,, minta maaf pa,, karena saya melanggar perintah papa, tapi,,,," ucap Bagas belum sempat melanjutkan ucapannya Erika sudah naik darah
"Mas Bagas gak bersalah pa! aku yang memulai duluan! aku yang menginginkan mas Bagas menyentuhku! lagian,,, kami sudah menikah!" jawab Erika
"Dasar anak nakal!" ucap papa yang kemudian menikmati lontong sayur di piringnya
"Papa,,,, gak marah?" tanya Erika dengan hati-hati
"Tentu tidak,,,,!! bagaimana papa bisa marah jika sebentar lagi papa akan jadi kakek?!" ucap papa Erika dengan tersenyum
"Tadi?" tanya Erika masih bingung
"Gak papa,,,, iseng aja" jawab papa santai
"ISENG??????????" Ucap Erika dan Bagas bersamaan
"Papa bikin aku jantungan tau gak sihhh!!!! jahat banget!!! seneng banget ngerjain anaknya!!!" Sarkas Erika
"Iya ih papa,,, taunya ngerjain aja!" sahut mama dan papa hanya terkekeh
"Sudah-sudah ayo sarapan" jawab papa
Kemudian mereka pun sarapan bersama, tentu suasana pagi ini terasa begitu berbeda. Obrolan hangat dan semakin mencair antara semua keluarga, Sudah tidak ada jarak diantara mereka.
.
.
.
Bersambung,,,,
Mampir ke Novel baru uni yukkk,,, Judulnya SKANDAL CINTA. Mampir yahhhh😍
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
__ADS_1
...Semoga Suka❤️...