
Aya dan Dewa baru saja sampai di rumah sakit, setelah memarkirkan mobil, keduanya melangkah cepat menuju ke ruang IGD untuk melihat kondisi Megan. Sampainya dirumah didepan ruang IGD, mereka berdua sudah melihatnya kedua orang tua Aya berada disana.
"Mama?" ucap Aya saat menemui mereka
"Aya,,, Dewa" ucap mama
"Bagaimana kondisi kak Megan ma?!" tanya Aya
"Dokter belum juga keluar, didalam ada Megan dan juga Evan yang saat ini tengah di tangani oleh dokter" jawab mama
Beberapa saat kemudian keluarga Evan sampai juga didepan ruangan IGD
"Apa dokter sudah keluar?!" tanya mama Evan
"Belum" jawab mama Aya
Ceklekkkk
Pintu IGD terbuka Kemudian seorang dokter dari ruangan itu dan semua orang langsung memburu dokter
"Dokter bagaimana kondisi Megan?!" tanya mama Aya
"Pasien saat ini dalam keadaan kritis Bu, dan belum sadarkan diri. Untung saja janinnya masih bisa di selamat kan" ucap dokter
"Janin?!" tanya mama Aya sudah hampir pingsan mendengar nya
"Iya Bu,,, ibu Megan tengah mengandung 15 Minggu. Tapi ada hal penting yang ingin saya sampaikan, akibat dari kecelakaan itu, wajah ibu Megan mengalami kerusakan dan untuk bapak Evan,,,, beliau mengalami patah kaki akibat terjepit saat kecelakaan itu" ucap dokter
"Apa kakinya masih bisa sembuh dok?!" tanya Mama Evan
"Kemungkinan untuk sembuh sangat kecil Bu, tapi kita tidak tau jika Allah berkehendak lain segalanya bisa saja terjadi. Saat ini kondisi tuan Evan pingsan akibat pengaruh obat" ucap dokter
"Apa kami bisa melihat kondisinya?!" tanya mama Evan
"Nanti kita akan pindahkan keruang rawat ya Bu. Kalau begitu saya permisi" ucap dokter yang kemudian kembali masuk kedalam ruangan IGD.
"Aya,,,, apa benar kakakmu hamil?!" tanya mama dan Aya mengangguk
"Iya ma,,, dan itu anaknya Evan" jawab Aya
Mama langsung terperosot jatuh ditempat duduk dengan hati yang sudah sangat lemas. Inilah hal yang paling di takutkan oleh papa dan mama akibat ulah Megan selama ini. Kemudian mama Evan duduk di samping mama Megan dan memegang tangannya
"Ini semua juga salah Evan Bu,,, kami akan bertanggung jawab atas kehamilan Megan" ucap mama Evan
Mama Aya menatap mama Evan dan mengangguk pelan.
Beberapa saat kemudian suster keluar dari ruangan IGD membawa Evan lebih dulu ke ruangan inapnya. Sementara Megan masih berada di ruangan itu dan menunggu dia melewati masa kritisnya.
Hampir 1 jam Megan berada di ruang IGD dan akhirnya suster memindahkan Megan keruang inap. Semua keluarga pun mengikuti suster membawa Megan keruangan inapnya. Lalu Dewa mengajak Aya untuk pulang, bagaimana pun mereka masih punya tanggung jawab terhadap anak-anak dan juga seharian Aya belum beristirahat. Dewa takut jika Aya kembali jatuh sakit
"Ma,,, Kami pamit dulu ya,,, kasihan Aya belum istirahat dari tadi ma" ucap Dewa
"Baiklah,,, biar papa dan mama yang menjaga kakakmu" jawab mama
Setelah berpamitan mereka pun segera meninggalkan ruangan Megan dan menuju kerumah mama Dewa untuk menjemput anak-anak mereka.
Sementara di tempat lain,,,,,
__ADS_1
Acara pernikahan Erika dan Bagas sudah selesai. Semua tamu-tamu juga sudah pulang dan kini tinggallah keluarga Erika dan pelayan yang membersihkan tempat itu seperti sedia kala. Erika tengah masuk kedalam kamar mandi, sementara Bagas akan merebahkan dirinya setelah berjam-jam menyapa tamu, namun ketukan pintu membuatnya kembali terbangun
Ceklekkkk
"Permisi tuan,,, Tuan besar menunggu anda di taman samping" ucap pelayan
"Baiklah" jawab Bagas
Lalu Bagas keluar dan menutup pintu kamarnya sebelum pergi. Bagas berfikir pasti ada sesuatu yang akan dibicarakan papa Erika bersamanya.
"Pak" sapa Bagas
"Duduklah" jawab papa Erika
Bagas duduk di kursi dan menajamkan indera pendengarannya
"Kau tinggal dimana?!" tanya papa Erika
"Di komplek Bougenville Blok F7 pak" ucap Bagas
"Tinggal bersama siapa?!" tanya papa Erika
"Sendiri pak, ibu saya sudah tidak ada, sedangkan papa saya sudah menikah lagi dan memiliki kehidupan sendiri bersama keluarga barunya" jawab Bagas
"Kamu tau kenapa aku memanggil mu kemari??" tanya papa Erika
"Tidak pak" jawab Bagas
"Ada beberapa hal yang akan aku sampaikan padamu! pertama,, meski kau adalah mantu dirumah ini, aku belum menganggap kamu sebagai mantu sebelum kamu bisa membuktikan dirimu layak menjadi mantu di keluarga ini. Kedua! Kau jangan berani menyentuh putriku sebelum kau mampu mengumpulkan banyak uang untuk Erika! Aku sudah tau siapa kau Bagas! Aku sudah mengingat semuanya! Kamu jangan pernah bermimpi untuk memimpin perusahaan keluarga Syahbana!" ucap papa Erika
Deg!
"Loh papa,,, mas Bagas,,, disini yah,,, aku cariin di kamar gak ada. Katanya mau ganti baju,,, itu bajunya aku udah siapin" ucap Erika saat menghampiri Bagas dan papanya
"Pergilah" ucap papa Erika
Lalu Bagas berdiri dan menghampiri Erika yang terlihat bingung melihat Bagas menekuk wajahnya. sementara papanya sudah lebih dulu masuk kedalam
"Mas kenapa?!" tanya Erika bingung
"Gak papa sayang,,, ayo kita masuk ke kamar" ucap Bagas
Lalu keduanya berjalan masuk kedalam kamar Erika. Erika memberikan baju ganti kepada bagas dan rencananya nanti malam mereka akan mengambil pakaian Bagas dirumah kecilnya.
"Rika,,,, "
"Iya mas?!" tanya Erika
"Seperti aku masih ingin bekerja di kantor tuan Dewa" ucap Bagas
"Kenapa mas gak ikut aku mengelola perusahaan ku mas?!" tanya Erika
Bagas duduk sedikit berjarak dari Erika, kemudian dia menatap Erika dengan tatapan sendunya
"Mas masih merasa nyaman bekerja disana, tapi mas janji, akan membantu di perusahaan mu" ucap Bagas
"Apa ini semua ada kaitannya dengan papa?!" tanya Erika.
__ADS_1
Seolah Bagas lupa jika istri nya itu terbilang cerdas dan bisa dengan cepat mengerti situasi dan kondisi saat ini
"Jangan berkata begitu,,, aku cukup bahagia bisa menikah denganmu, meski aku masih banyak kekurangan, aku akan tetap menafkahi mu dengan keringatku sendiri" ucap Bagas
Erika menatap Bagas dengan tatapan tidak mengerti. Kemudian disentuh wajah Bagas dan Erika mencoba mendalami perasaan Bagas saat ini
"Apa yang papa bicarakan padamu mas?!" tanya Erika
"hanya ngobrol biasa" jawab Bagas
"Tidak mungkin! kamu tidak bisa membohongi ku!" ucap Erika
"Papamu sudah mengingat aku di masa lalu" ucap Bagas
Deg!
Erika menggeser duduknya dan mendekat pada Bagas
"Setidaknya biar aku buktikan pada papamu jika aku layak untuk putrinya" ucap Bagas saat Erika terus menatapnya dengan dalam
Keduanya saling terdiam, tanpa ada yang bicara sama sekali. Erika bisa menebak, pasti papanya sudah bicara yang tidak-tidak pada Bagas tadi. Jika tidak, Bagas tidak mungkin seperti ini. Lalu Erika memeluk Bagas dan mempererat pelukannya. Bagas bingung ingin membalas pelukan Erika namun dia kembali teringat ucapan papanya, jika Bagas tidak boleh menyentuh Erika. Sementara Erika bingung kenapa Bagas tidak membalas pelukannya
Kemudian Erika melepas pelukannya dan menatap Bagas kembali
"Kenapa tidak membalas pelukanku?! apa karena papa juga?!" tanya Erika
Bagas hanya diam dan menatap Erika yang juga menatapnya. Tanpa perlu menjawab Erika tau jawabannya. Lalu ditariknya Bagas dan Erika mencium Bagas lebih dulu. Bagas membola namun sesaat dia ikut memejamkan mata seiring Erika memperdalamnya. Tanpa disadari Bagas, kini dia ikut hanyut dan membalasnya hingga keduanya terjatuh diatas tempat tidur tanpa saling melepas.
Bagas sudah dipenuhi kabut hasrat dan cinta hingga membuat nya hampir lupa dengan peringatan papa Erika. Menyentuh Erika membuat benar-benar hilang akal. Saat Bagas sudah hampir membuka semua pakaian atas istri nya. Bagas kembali teringat ucapan papa Erika dan membuatnya menghentikan sentuhan nya pada erika dan keduanya kini hanya bisa mengatur nafas yang sudah memburu dengan menekan hasrat yang sudah mencapai ubun-ubun.
"Maaf,,, aku kebablasan" ucap Bagas yang kemudian mengambil pakaian Erika dan memberikan kepadanya.
"Kenapa mas tidak meneruskan nya?!" tanya Erika
"Ini bukan waktunya Rika,,, " ucap Bagas
"Tapi aku menginginkanmu" ucap Erika
"Aku tau,,, aku juga menginginkanmu, tapi,,, kita harus bersabar,,, sampai,,,,"
"Sampai kapan??"
"Sampai kita mendapat restu papa dan mamamu sepenuhnya" ucap Bagas
Sekarang terbuka sudah, Erika sudah mengetahui kenapa Bagas bersikap sedikit dingin seperti tadi dan benar dugaan Erika semua ini pasti ada hubungannya dengan papanya.
"Papa benar-benar keterlaluan!" batin Erika
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
__ADS_1
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...