
Setelah menidurkan si kembar, Aya keluar dari kamar dan akan beranjak ke dapur. Aya ingin membuat makanan untuk Mama Dewa yang sedang sakit. Saat sampai di dapur Aya melihat pelayan dirumah itu sedang mempersiapkan bahan makanan
"Mau masak apa bik?" tanya Aya
"Nyonya besar minta di buatkan sup jamur Nyonya" jawab pelayan.
"Ohh,,, boleh saya bantu?" tanya Aya
"Tentu Nyonya,,,"
Lalu Aya mempersiapkan bumbu halusnya dan mengulek sendiri dengan tangan tanpa menggunakan blender. Beberapa saat kemudian Dewa sampai di dapur dan melihat istrinya tengah memasak
"Sayang,,,"
"Iya mas??" tanya Aya
"Mas mau ke kantor dulu sebentar,, nanti mas balik sebelum jam 5" ucap Dewa
"Ohh iya mas,,, hati-hati ya mas" ucap Aya saat mencium tangan suaminya
"Iyah,,, assalamualaikum" ucap Dewa
"Wa'alaikumsalam" jawab Aya
Sebelum Dewa pergi meninggalkan Aya, sebuah kecupan mendarat mulus di bibir Aya dan membuatnya malu karena di dapur ada beberapa pelayan dengan tugasnya masing-masing.
"Masss!!" ucap Aya namun Dewa sudah berlalu pergi dengan tawa geli melihat istrinya tersipu malu.
"Dasar mesum gak tau tempat!" batin Aya ngedumel
Aya kembali pada aktivitas mengolah bahan makanan menjadi sup jamur untuk mertua nya. Sementara yang lain mempersiapkan bahan masakan lainnya untuk makan malam nanti.
Beberapa menit kemudian,,,,,,
Sup Jamur sudah siap di sajikan, Aya mengambil seporsi sup jamur, dan air minum kekamar mama mertuanya.
Ceklekkk
Aya membuka pintu dan masuk kedalam kamar dan masuk kedalam
"Ma,,, ini Aya buatkan sup jamur" ucap Aya saat duduk di tepian tempat tidur mamanya
"Tadi mama nyuruh Darmi bukan kamu. Lagian kamu kenapa gak pulang kerumah Dewa saja?!" ucap mama Dewa
"Bik Darmi lagi masak untuk menu makan malam ma,,, jadi Aya yang masakin buat mama Dan papa menyuruh Aya untuk merawat mama sampai sembuh" ucap Aya dengan tersenyum
"Mama gak mau dirawat sama kamu!" jawab mama Dewa ketus
"Mama akan cepat sembuh jika Aya yang merawat mama. Setiap hari mama lihat Aya dan setiap hari juga mama akan semakin sebal dengan Aya " ucap Aya dengan tersenyum seolah mengerti isi hati mertuanya itu
__ADS_1
"Justru karena kamu disini mama jadi semakin sakit" jawab mama
"Hehe benarkah? tapi Aya rasa tidak begitu ma,,, Aya rasa dengan adanya Aya disini bisa menjalin hubungan baik antara mama dan Aya. Kita bisa saling mengenal dan memahami satu sama lain" ucap Aya
"Jangan ngarep kamu" jawab mama
" Sudah jangan berdebat lagi,, lebih baik mama sekarang makan yah sup jamurnya, mumpung masih hangat. Kalau sudah dingin rasanya kurang mantap" ucap Aya memberikan mangkuk berisi sup jamur kepada mama Dewa.
Meski dengan wajah cemberut mama Dewa seperti nya tergoda melihat sup jamur yang Saya bawakan. Mama Dewa terlihat begitu menikmati sup jamur itu, tanpa berkomentar apa-apa, mama Dewa terus melahapnya sampai tak bersisa.
Lalu mama Dewa meletakan mangkoknya di meja dan mengambil gelas berisi air lalu meminumnya.
"Aya kupasin jeruk ya ma" ucap Aya mengambil sebuah jeruk lalu mengupas kulitnya
Mama Dewa diam-diam memperhatikan gerak gerik Aya, Meski mama Dewa bersikap jutek dan berkata ketus, tapi Aya sama sekali tidak terpengaruh bahkan sampai berkata kasar. Mama Dewa berfikir jika selama ini dirinya salah menilai Aya.
"Benar-benar berbeda dari Megan!" batin Mama Dewa
"Ini ma buahnya,,, Aya ke dapur dulu ya ma balikin mangkok. Kalau mama perlu apa-apa panggil Aya Aja, nanti Aya kesini" ucap Aya yang kemudian memberikan kupasan buah jeruk kepada mama Dewa lalu dia mengambil nampan berisi mangkok dan gelas kosong lalu membawanya ke dapur. Sementara mama Dewa tidak menjawab apa-apa dan hanya memperhatikan menantunya.
Beberapa saat kemudian Anak-anak Dewa masuk kedalam kamar eyang putrinya.
"Eyang,,,,," teriak si kembar ketika masuk kedalam kamar eyangnya
"Hallo sayang,,, kalian bangun tidur yahh,,, itu rambutnya kayak singa hehe" ucap mama Dewa
"Iyah,,, bunda mana eyang?" tanya Gaza
"Tapi, tadi di dapul bunda gak ada" jawab FaA
"Emmm,,, Eyang gak tau" ucap mama Dewa
Aya baru saja masuk kedalam kamar mama Dewa dengan membawa kue yang akan di berikan kepada mama Dewa
"Wahhh anak-anak bunda udah bangun yahh???" tanya Aya saat masuk kedalam kamar dan meletakan kue di meja kecil
"Bunda Dali mana?' tanya Faza
"Tadi bunda Sholat Ashar dulu,,, hmm kalian belum sholat kan?,,, ayo kita sholat dulu terus mandi, sebentar lagi Ayah pulang" ucap Aya
"Baik bunda,,,, Eyang, kami kelual dulu yah" ucap Gaza dan Faza bersahutan
"Iyah" jawab mama Dewa
"Ma,, itu Aya bawain bolu buat mama, Aya mau mandiin si kembar dulu ya ma" ucap Aya yang kemudian menggandeng kedua putranya untuk keluar dari kamar Eyangnya. Sepanjang perjalanan keluar dari kamar, Aya mengajak kedua putranya berbincang, menanyakan hal-hal kecil kepada keduanya. Melihat kedekatan Aya dan anak-anak membangkitkan jiwa keibuan seorang mama Dewa
"Kenapa aku tidak bisa melihat kebaikan hati mantuku?! padahal dia benar-benar orang yang baik dan penyayang, Ya Allah,,,, jahat banget aku jadi mertua" ucap mama Dewa saat memegangi dadanya. Sementara Aya berlalu pergi bersama Sikembar dan masuk kedalam kamar mereka.
Beberapa menit kemudian,,,,
__ADS_1
Mobil Dewa sampai didepan rumah, lalu Dewa dan papa turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Papa Dewa berjalan menuju ke kamarnya, Sementara Dewa akan menuju ke kamar atas, saat Dewa akan ke atas, Anak-anak yang baru aja akan turun dari tangga melihat kedatangan Ayahnya
"Ayahhhhhh" teriak Faza dan Gaza bersamaan
"Hallo sayang,,,,,uhh udah mandi yah?? wangi" ucap Dewa saat kedua putra gembulnya itu mencium tangannya bergantian
"Udah dong,,,, " Jawab mereka kompak
"Bunda kemana?" tanya Dewa
"Di Kamal ,, tadi katanya bunda mau mandi" jawab Faza
"Ohh,, ya sudah kalian sama bibik dulu yah,, Ayah mau ke atas ganti baju dulu" ucap Dewa
"Baik Yah" jawab Sikembar yang kemudian berlari kedepan dan menemui para penjaga dirumah itu dan mengajak mereka bermain.
Dewa masuk kedalam kamarnya dan melihat Aya baru saja keluar dari kamar mandi.
"Masss?? udah pulang?" tanya Aya yang jadi gagu karena hanya memakai handuk saja selepas mandi. Dewa melepas pakaiannya satu persatu dan berjalan mendekati istrinya. Aja jadi semakin gugup ketika memikirkan endingnya setelah ini.
"Iya sayang,,, kamu habis mandi yah?? Emmm wangiiii" ucap Dewa saat mencium bahu istrinya
"I...iya habis mandi. Mas cepetan mandi gih,, bau keringat kan?" ucap Aya yang sudah memegangi handuknya dengan kuat karena dia yakin Dewa pasti akan menariknya
Direngkuhnya pinggang Aya dan mereka semakin rapat mendekat.
"Mas,,, nanti anak-anak masuk ke kamar mas,,, lagian gak enak sama mama dan papa" ucap Aya dengan sudah menahan segara rasa yang ingin meledak saat itu juga akibat ulah suaminya
"Mas gak peduli" jawab Dewa yang kemudian sudah mengecup Aya dengan lembut, semakin lembut hingga membuat Aya terbuai saat itu. Sampai Aya lupa jika kedua tangannya yang memegangi handuknya malah saat ini beralih melingkar di leher Dewa.
Sekali tarik Handuk itu sudah terjatuh di lantai dan Dewa mencondongkan Aya sampai di terjatuh di atas tempat tidur.
"Mas menginginkan kamu sayang" ucap Dewa dengan hasratnya yang sudah membara
"Aya gak bisa menolak mas" jawab Aya dengan nada pasrah apapun yang akan di lakukan Dewa setelah ini. Melarang percuma, menolak apalagi, Karena Dewa tidak menerima penolakan apapun darinya Jika sudah dalam keadaan seperti saat ini.
Dewa menyeringai nakal dan langsung menghujani istrinya dengan sejuta cinta. Sore itu mereka habiskan dengan saling memadu kasih melepaskan segala rasa dihati. Dewa benar-benar tidak peduli jika saat ini mereka berada di rumah orang tua Dewa.
❤️❤️
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.......