
Malam Menjelang,,,,,
Setelah kegaduhan yang sempat Erika ciptakan didapur karena dirinya tengah belajar membuat nasi goreng, tak lantas membuat Bagas marah dan malam ini mereka akan menikmati nasi goreng yang sudah di masak Erika dengan susah payah. Selain nasi goreng, ada juga ayam goreng yang sedikit overcook
"Mas,,,, maaf yah sudah membuat kekacauan didapur" ucap Erika sedikit malu dengan dirinya sendiri. Sebesar ini dia bahkan sudah menikah dirinya tidak bisa masak sedikit pun. Rasanya sangat malu, dan menyesal kenapa dulu dia tidak pernah menyentuh barang-barang didapur, tapi ini juga karena sejak kecil Erika tidak diperbolehkan mamanya untuk menyentuh dapur, semua di lakukan oleh Asissten rumah tangga dirumah besar itu. Maka dari itu Erika tidak bisa masak sama sekali.
Bagas tersenyum dan menatap Erika yang terlihat sangat malu
"Gak papa,,, kan udah di beresin tadi. Mas seneng kamu mau belajar masak" ucap Bagas dan Erika hanya tersenyum kaku
"Kita makan sekarang?!" tanya Bagas
"Boleh" ucap Erika
Kemudian Erika mengambilkan makanan untuk Bagas lalu untuk dirinya sendiri. Setelah itu Bagas menyuapkan sesendok nasi goreng ke mulutnya dan sejenak terdiam. Erika mengawasi ekspresi wajah Bagas yang tidak berubah sama sekali. Erika pun jadi harap-harap cemas
"Enak" ucap Bagas yang kemudian menyuapkan lagi makanan kedalam mulutnya
Melihat wajah Bagas tanpa ekspresi, membuat Erika penasaran dengan rasa nasi goreng buatannya. Lalu dia menyuapkan sesendok nasi goreng dan langsung menyembur nasi goreng itu kedepan dan mengenai wajah Bagas
Buuurrrrrrrrrrrrrr
Bagas terpejam ketika puluhan nasi goreng mengenai wajahnya. Buru-buru Erika mengambil air minum dan meminumnya
"Maaf massss!!!!" ucap Erika langsung panik
Bagas mengambil tissue dan mengusap wajahnya
"Mas!! itu,,, nasi gorengnya asiiinnnnnn! jangan dimakan!" ucap Erika yang langsung mengambil piring Bagas
"Jangan,,, nasi goreng nya enak kok" ucap Bagas
"Gak!! ini gak enak mas!! asiinnnn!!! jangan-jangan,,,," lalu Erika mencicipi ayam yang di gorengnya dan ternyata ayam itu tidak ada rasa sama sekali.
Lalu Erika menjatuhkan dirinya di meja, lemas ketika masakannya tidak ada yang bisa dimakan sama sekali.
"Sayanggggggg,,,,, mas mau makan" ucap Bagas
"Kita delivery aja mas,,," ucap Erika
"Hehehe,,, " lalu Bagas berdiri dan membuka kulkas,
"Mau makan mie aja gak?" tanya Bagas saat Erika sudah membuka aplikasi untuk memesan makanan
"Em,, boleh" jawab Erika
Kemudian Bagas menghidupkan kompor dan menyiapkan mie dengan beberapa toping dan campuran sayur. Erika pun menutup ponselnya dan melihat Bagas yang tengah memotong sayuran.
"Kamu duduk aja" ucap Bagas
__ADS_1
"Aku mau lihat" jawab Erika dan Bagas hanya tersenyum lalu memasukkan sayuran dan juga bahan lainnya kedalam panci.
Erika melihat tahapan-tahapan Bagas memasukkan bahan makanan dan beberapa menit kemudian 2 porsi mie rebus sudah terhidang diatas meja
"Selamat makan" ucap Bagas dan Erika tersenyum lalu Menikmati mie rebus buatan suaminya.
"Begini saja enak banget!! kalau aku yang buat, ntah jadi apa mie rebus ini" ucap Erika dan Bagas hanya terkekeh
"Nanti lama-lama pasti bisa masak" ucap Bagas
Setelah selesai makan malam, keduanya membereskan meja dan juga dapur, lalu Bagas mengajak Erika duduk di ruang tengah sembari menonton film.
"Mau nonton?!" tanya Bagas
"Boleh" jawab Erika
Lalu Erika menarik wadah berisi banyak sekali film didalamnya dan kebanyakan adalah film action.
"Mas sering nonton dirumah ya?!" tanya Erika sembari membuka kaset
"Gak juga, biasanya malem Minggu, temen-temen mas kesini dan kami nonton bareng" jawab Bagas
"Ouhh" Tangan Erika terhenti saat melihat sebuah kader DVD dengan konten dewasa dan sontak membuat Erika terkaget-kaget
"Mas! apa ini?!" tanya Erika dan Bagas menoleh
"Astagfirullah!! kok ada begituan?!" ucap Bagas juga kaget
"Itu,,, itu bukan punyaku sayang,,,, serius,,,,!! nonton gituan aja gak pernah! beneran deh!!" ucap Bagas
"Beneran?!" tanya Erika
"Iyah!! demi Allah sayang,,, aku gak pernah nonton begituan!!" ucap Bagas berusaha meyakinkan Erika
Lalu Erika memasukkan lagi kaset DVD itu kedalam tempatnya, dan akhirnya mereka memutuskan untuk menonton salah satu film action romance. Erika pun menyenderkan kepalanya di dada Bagas, Bagas pun memegang tangan Erika dan meremasnya perlahan.
"Masss,, aku boleh tanya" ucap Erika
"Tentu" jawab Bagas
"Setelah kita tidak bersama dulu, apa mas pernah punya kekasih?!" tanya Erika dengan takut-takut
"Hm,,, ada,,," jawab Bagas
Deg!
"Siapa mas? dan dia sekarang ada dimana" tanya Erika penasaran
"Namanya Anita, dulu dia bekerja di kantor tuan Dewa sebagai Staff keuangan, lalu dia dipindahkan ke Surabaya dan karena LDRan dia memutuskan mas dan setelah itu mas gak pernah lagi pacaran" jawab Bagas
__ADS_1
Terbesit rasa sakit didalam hati Erika, tapi dia yang memulai bertanya, jadi rasa sakit itupun dirasakannya juga. Melihat Erika diam, Bagas mendorong Erika dan mereka saling menatap
"Itu sudah 5tahun yang lalu,, kamu tidak perlu cemburu" ucap Bagas saat mengusap lembut wajah Erika dan Erika tersenyum kecil lalu mengangguk
"Yang terpenting sekarang, kamu adalah masa depanku, kebahagiaan ku dan partner dalam hidupku. Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia dan satu hal lagi, aku akan menghapus jejak Evan yang sudah pernah mampir kehati kamu" ucap Bagas dan Erika mengangguk
Bagas menyentuh bibir Erika, meski malam itu terlihat remang-remang namun masih terlihat wajah ayu Erika yang menggetarkan jiwa dan raga. Perlahan Bagas mendekatkan wajahnya dan kecupan hangat berhasil mendarat dengan lembut hingga membuat keduanya merasakan gelayeran aneh seperti sengatan listrik yang cukup banyak.
Sedikit tidak cukup, Bagas mendorong Erika hingga tertidur di kasur lantai dan semakin memperdalam aktivitas nya. Sekarang, bukan film yang mereka tonton, tapi film yang jadi menonton mereka.
"Massss" ucap Erika yang sudah tidak tahan dengan sentuhan Bagas yang memabukkan dirinya
"Hmmm"
"Apa kita hanya begini saja?! apa kamu tidak ingin menyentuhku lebih?!' ucap Erika yang sudah tidak bisa berfikir Jernih malam itu
Bagas terdiam dan sejenak menatap Erika yang sudah dipenuhi kabut gairah. Bagas masih ragu karena masih terngiang-ngiang ucapan papa Erika tapi dirinya tidak bisa lagi membendung hasrat yang sudah membuncah sampai Keubun-Ubun.
Lalu Bagas bangkit dan menggendong Erika dan membawanya masuk kedalam kamar mereka. Bagas tidak peduli lagi ucapan mertuanya, lagian mereka berdua sama-sama saling menginginkan. Kemudian Bagas menurunkan Erika diatas tempat tidur mereka dan Bagas mematikan lampu utama menyisakan lampu tidur yang tamaran.
Setelah itu Bagas mengunci istrinya dan menatapnya dengan tatapan ingin
"Malam ini,,, aku akan menjadikanmu milikku selamanya Erika" ucap Bagas saat melepas satu persatu kain yang melekat pada mereka
Erika mengangguk dengan wajahnya yang sudah memerah, dia sangat malu, ketika seorang lelaki melihat dirinya tengah polos seperti itu. Bagas tidak bisa menahan lagi hasratnya dan akhirnya Bagas bersama Erika menghabiskan waktu bersama mengarungi lautan cinta yang dalam, meneguk manisnya cinta yang terasa manis mengalahkan manisnya madu. Bagas Melakukan nya dengan perlahan, karena dia tau ini adalah pertama kalinya untuk mereka berdua, tidak ingin terburu-buru, keduanya menikmati setiap momen hangat yang tercipta malam ini, dan sepertinya akan terus berlanjut pada malam-malam berikutnya.
Sementara di tempat lain,,,,
Evan di kagetkan dengan berita yang di sampaikan oleh Asissten nya. Bagaimana tidak, Evan mendapat laporan jika Perusahaan Syahbana sudah mencabut sahamnya di perusahaan Evan sebesar 60%, tentu hal itu membuat Evan sangat kecewa. Belum lagi berita yang di sampaikan Asisstentnya jika Erika sudah menikah dengan pria lain
"Tuan,,, Nona Erika sudah menikah dengan Bagas"
"Apa?! Bagas siapa?!" tanya Evan
"Bagas Asissten tuan Dewa kusuma Wardana, pada hari yang sama saat Anda batal nikah dengan nona Erika"
"SIAL!! Kau Cari tau soal Bagas dan habisi dia!!! beraninya dia merebut Erika dari tanganku!!! Dan kamu, urus mobil dan apartemen yang aku berikan pada Megan! tarik semuanya!!" ucap Evan
"Baik tuan"
Lalu Asissten Evan pergi dari ruangan Evan dan akan menjalankan tugasnya.
"Erika!! aku akan mendapatkan mu kembali!! aku tidak akan membiarkan perusahaan Syahbana jatuh ke tangan orang lain, sampai kapanpun!!!" ucap Evan dengan tatapan kebencian
.
.
.
__ADS_1
Bersambung,,,,,,,,