Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Wajah Bringasan


__ADS_3

Sayup-sayup Bagas membuka mata saat merasa begitu silau karena cahaya mentari pagi menerobos masuk kedalam kamar. Bagas melihat Erika yang masih tertidur pulas didalam dekapannya, dia tersenyum kecil namun matanya masih terpejam sangat erat.


Bagas melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB, lalu Bagas mengusap pipi Erika untuk membangunkan nya


"Sayang,,, bangun" ucap Bagas dan Erika hanya menggeliat kecil karena merasa diusik tidurnya


"Bangun,,,,,, kalau gak bangun, mas buat kamu menjerit lagi!" ucap Bagas saat berbisik ditelinga Erika dan sukses membuatnya terbangun


"Capek mas,,, rasanya pegel semua. Masih ngantuk" ucap Erika yang kemudian menenggelamkan wajahnya di dalam dada Bagas


Masih teringat jelas di benak Erika, Sekali Bagas merasakan manisnya madu cinta, dirinya tak henti-hentinya meminta lagi dan lagi. Bahkan semalam mereka baru tidur pukul 01.00 belum lagi setelah subuh, Bagas minta lagi dan membuat Erika tidak bisa menolak


"Katanya mau di anter ke kantor" ucap Bagas


"Emm,,,, lesuu mas,,," ucap Erika dan Bagas hanya terkekeh melihat istrinya yang malah mengeratkan pelukannya


"Ya sudah terserah kamu sayang,,," ucap Bagas


Sementara itu,,,


Dewa sudah bersiap untuk mengantar Aya mendaftarkan si kembar ke sekolah. Terlihat Sikembar sangat antusias untuk bersekolah, bahkan sedari pagi mereka sudah merengek ingin segera berangkat.


"Kalian sudah siap?!" tanya Dewa


"Sudah Ayahhhh!!" jawab anak-anak


"Let's go!!!" ucap Dewa yang kemudian menjalankan mobilnya menuju ke sekolah. Dewa ingin mengantar sendiri tanpa mengajak Edo untuk menyetirkan mobilnya.


Aya melihat ke belakang dan si kembar terlihat begitu ceria, mereka bercerita membayangkan disekolah mereka nanti dan Dewa sesekali melihat kebelakang dengan tersenyum saat mendengar celotehan kedua putranya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di sebuah sekolah Islam. Lalu mereka turun dan masuk kedalam gedung sekolah, Kemudian Aya dan Dewa mendaftar kan kedua putranya.


"Bagaimana? apa kalian senang akan sekolah disini?!" tanya Dewa


"Seneng Yah,,," jawab anak-anak saat mereka sudah keluar dari gedung pendaftaran.


"Sekarang kita ke toko buku dulu ya mas,, mau belikan anak-anak peralatan sekolah" ucap Aya


"Baiklah, ayo kita masuk kedalam mobil" ucap Dewa


Kemudian mereka masuk kedalam mobil dan Dewa menjalankan mobilnya menuju ke toko buku.


Saat di pertengahan jalan, Dewa melihat sebuah mobil mengikuti pergerakan mobil mereka. Beberapa kali Dewa mengawasi belakang, mobil hitam itu terus mengikuti mereka


"Ada apa mas?" tanya Aya saat melihat suaminya terlihat mengawasi belakang


"Kayaknya ada yang mengikuti kita" ucap Dewa dan Aya melihat kebelakang


"Mobil hitam itu mas?!" tanya Aya

__ADS_1


"Iya" jawab Dewa


Mobil hitam di belakang mobil dewa pun melaju lebih cepat dan menyalip mobil Dewa lalu memberhentikan dipinggir jalanan yang terlihat sepi.


"Mas"


"Kalian jangan turun!! biar ayah yang turun" ucap Dewa


"Hati-hati mas" ucap Aya


Kemudian Dewa turun dan menemui pria-pria tidak dikenal yang keluar dari dalam mobil hitam itu. Aya jadi khawatir, apalagi pria-pria itu bertubuh besar dengan wajah sangar melebihi suaminya Dewa. Terlihat Dewa dan pria-pria itu bersitegang, Dewa pun terlihat melawan dan tidak ingin kalah saat berbicara, namun Aya tidak mendengar sedikit pun percakapan mereka.


Aya jadi semakin khawatir, lalu dia menghubungi polisi dengan tangan bergetar saat menekan panggilan darurat. Belum Aya sampai menelfon, Dewa dan pria-pria itu membubarkan diri mereka. Lalu Dewa masuk kedalam mobil dengan wajah bringasan


"Mas,,,,,, mas gak papa?!" tanya Aya dengan cemas


"Gak papa, kita pulang sekarang" ucap Dewa yang kemudian mengambil jalan dan melakukan mobilnya dengan cepat. Tanpa kata, Dewa terus menjalankan mobilnya dengan harapan segera sampai dirumah mereka. Aya dan anak-anak juga tidak berani bicara lagi dan hanya diam karena takut jika Ayah mereka bertambah marah.


Beberapa menit kemudian mobil Dewa sampai di rumah, lalu Dewa menyuruh Aya dan anak-anak untuk turun dari mobil.


"Mas mau kemana?!" tanya Aya cemas


"Ada sedikit masalah, nanti mas cerita semuanya padamu. Sekarang mas harus pergi" ucap Dewa


"Iya mas, hati-hati" ucap Aya


"Wa'alaikumsalam"


Kemudian Dewa menjalankan mobilnya meninggalkan rumah. Dewa mengambil ponselnya dan menghubungi Bagas.


Tuuuuuttttttt Tuuuuuttttttt Tuuuuuttttttt


Bagas yang masih berada di atas tempat bersama Erika pun langsung mengambil ponselnya saat mendengar getaran dari ponselnya


"Tuan?" ucap Dewa yang kemudian mengangkat telfon dari Dewa


"Hallo assalamualaikum tuan" ucap Bagas


"Wa'alaikumsalam, aku tunggu kamu di kantor sekarang! ada hal penting yang harus kita bicara kan" ucap Dewa


"Baik tuan, saya segera kesana" jawab Bagas


Kemudian Dewa mematikan sambungan telepon dan Bagas langsung beranjak dari tempat tidur lalu membersihkan dirinya. Sementara Erika terbangun saat mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi.


"Dia mau kemana?!" batin Erika yang kemudian mengambil kaosnya yang teronggok di lantai dan memakainya


Tak lama kemudian Bagas keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk nya dan sedikit kaget ketika melihat Erika berdiri didepan lemari pakaiannya


"Mau kemana mas?!" tanya Erika

__ADS_1


"Aku harus ke kantor, tuan Dewa menelfon ku katanya ada urusan penting" jawab Bagas


Kemudian Bagas membuka lemarinya dan mengambil kemeja lengan pendek dan segera memakainya


"Aku ikut yah?" ucap Erika


"Tidak, ini terlalu berbahaya" jawab Bagas


"Aku ikut!" ucap Erika


"Hm,,, terserah padamu" jawab Bagas


Lalu Erika berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, tidak membutuhkan waktu yang lama, Erika dan Bagas sudah bersiap untuk ke kantor Dewa. Namun sebelum sampai di kantor, Bagas menghentikan mobilnya di sebuah restoran cepat saji untuk membeli sarapan untuk dirinya dan juga Erika. Setelah membeli sarapan, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke kantor Dewa.


Beberapa saat kemudian mobil Bagas Sudah sampai di kantor Dewa, Lalu Bagas dan Erika turun dari mobil dan masuk kedalam kantor. Sampai nya di depan ruangan Dewa, Vannya membuka kan pintu ruangan, kemudian Bagas dan Vannya masuk kedalam


"Assalamualaikum tuan" ucap Bagas saat masuk kedalam


"Wa'alaikumsalam,, masuklah" jawab Dewa saat melihat Bagas dan Erika masuk kedalam ruangannya


"Ada apa tuan?" tanya Bagas


"Tadi, saat aku pulang mengantar si kembar mendaftar ke sekolah, Kami di hadang mobil hitam dan mereka mencari informasi mengenai kamu Bagas. Dan terlihat mereka bukan orang-orang baik" ucap Dewa


"Apa mereka orang-orang suruhan papa?!" sahut Erika


"Aku rasa bukan, karena mereka menanyakan Bagas denganku, harusnya jika mereka memang orang-orang papamu, dia tidak perlu menemui ku bukan?"jawab Dewa


"Apa mereka orang-orang Evan tuan?" tanya Bagas


"Bisa jadi,,,karena mereka mengancam ku, jika aku tidak memberi tahu informasi soal kamu, maka mereka akan menghancurkan perusahaan ku" jawab Dewa


"Ini gak bisa di biarkan! kita harus ke rumah sakit sekarang untuk memberi pelajaran kepada Evan!" Sambung Erika yang sudah geram


"Sepertinya dia tidak terima jika aku menikahi mu" ucap Bagas


"Kita kerumah sakit sekarang mas!" ucap Erika yang kemudian dia berdiri dan mengajak Bagas untuk pergi ke rumah sakit.


Bagas pun langsung pamit kepada Dewa, kemudian dia dan Erika segera menuju kerumah sakit tempat Evan di rawat. Erika yang sudah terlihat sangat geram, sudah tidak sabar lagi untuk memberi pelajaran kepada Mantan tunangannya.


Sementara dari kejauhan, terlihat ada sebuah mobil yang juga mengikuti pergerakan mobil Bagas menuju kerumah sakit.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2