
Malam menjelang,,,,,
Keluarga Syahbana tengah makan malam bersama, terlihat papa Erika lebih memilih diam dan menikmati makan malamnya tanpa ingin berkata apapun. Sementara Bagas sedikit terlihat tegang meski disampingnya ada Erika
"Mas mau nambah?" tanya Erika
"Udah cukup" jawab Bagas
Papa Erika hanya melirik sedikit kearah Bagas dan Erika. Setelah itu dia kembali menikmati makanannya
"Kalian jadi mau ambil barang-barang Bagas?!" tanya mama
"Jadi ma,,, malem ini kami mau nginep dirumah mas Bagas" jawab Erika sengaja mengatakan itu.
Mendengar jawaban Erika yang akan menginap dirumah Bagas, papa Erika langsung menghentikan makannya
"Kenapa harus menginap?! cukup ambil barang saja dan pulang kerumah" ucap papa
"Memangnya kenapa pa? toh kami juga sudah menikah bukan?! jadi gak masalah mau nginep dirumah ini atau dirumah mas Bagas" jawab Erika
"Papa bilang jangan nginep ya jangan nginep. Gak ada bantahan" ucap papa
"Pa,,, ya biarkan mereka lah pa,,, lagian mereka kan juga sudah suami istri, jadi gak perlu khawatir" ucap mama
Papa tidak menjawab dan langsung pergi meninggalkan meja makan.
"Sudah,, kalau kalian mau menginap, menginap saja. Besok kalian ambil cuti kerja saja dulu. Nikmati waktu berdua kalian" ucap mama
"Makasih ma" jawab Erika
Setelah selesai makan malam, Erika dan Bagas berpamitan kepada mama, lalu mereka masuk kedalam mobil Bagas dan menuju ke kerumahnya. Papa Erika tidak tinggal diam, dia pun menyuruh anak buahnya untuk mengawasi pergerakan Bagas dari jauh.
"Kita beneran mau nginep?!" tanya Bagas
"Iya mas,, memangnya kenapa mas?" tanya Erika tau jika Bagas pasti merasa tidak enak pada papa nya
"Gak papa,,," jawab Bagas yang kemudian mengacak-acak poni Erika
Beberapa saat kemudian sampailah mobil Bagas di depan rumahnya. Lalu mereka berdua turun dan dan masuk kedalam rumah.
"Maaf yah,,, rumahnya berantakan" ucap Bagas
"Gak juga,,,, rapi kok rumahnya" ucap Erika saat melihat setiap sudut rumah Bagas yang barang-barang nya tersusun rapi.
Lalu Bagas membuka pintu kamar nya dan mereka masuk kedalamnya. Terlihat Bagas menyibukkan diri mengemasi pakaiannya, lalu Erika menghampiri nya
"Massss" ucap Erika saat menyentuh bahu Bagas dengan lembut
"Iya?" tanya Bagas yang kemudian menghentikan kegiatannya lalu menatap Erika
"Apa sebaiknya kita tinggal dirumah ini saja??" tanya Erika
"Kenapa begitu Rika?! nanti papa akan khawatir jika kamu tinggal ditempat ini" ucap Bagas
"Mas gak perlu pikirkan papa, justru dengan kita tinggal terpisah dengan papa dan mama, kita bisa belajar hidup berumah tangga mandiri. Aku gak masalah kita tinggal dirumah ini" ucap Erika
Bagas menatap Erika lalu menyentuh wajahnya dengan lembut. Erika pun memejamkan mata merasakan sentuhan Bagas saat itu.
"Terserah padamu, jika kamu ingin kita tinggal disini, kita akan tinggal disini, kalau kamu ingin tinggal dirumah papa kita akan tinggal disana" ucap Bagas
Erika mengangguk lalu Bagas memeluk nya.
"Tapi,,, mas harus mengajariku masak yah,,," ucap Erika dan Bagas terkekeh
"Baiklah istriku,,, aku akan mengajarimu masak nanti" ucap Bagas
Kemudian Bagas melonggarkan pelukannya dan kembali menatap Erika. Bagas menyentuh wajah Erika dengan lembut, menyentuh bibirnya yang merah yang ingin sekali dikecupnya. Lalu Bagas melepaskan tangannya dan mengembalikan pakaiannya kedalam lemari. Bagas berusaha mengusir pikiran-pikiran mesumnya terhadap Erika meski sangat sulit di lakukan nya.
Lalu Bagas mengambil ponselnya dan akan menghubungi Dewa
"Mas nelfon tuan dewa dulu yah" ucap Bagas dan Erika mengangguk.
__ADS_1
Saat Bagas keluar dari kamar, Erika membuka lemari pakaian Bagas dan mengambil satu kaos Bagas lalu membawanya ke kamar mandi.
"Hallo Assalamualaikum tuan" ucap Bagas
"Wa'alaikumsalam,,, ada apa Bagas? pengantin baru malam menelfonku!" jawab Dewa
"Tuan,,, apa besok saya boleh mengambil cuti?!" tanya Bagas
"Berapa hari?!" tanya Dewa
"Mungkin 2 hari tuan, saya dan Erika memutuskan untuk tinggal dirumah saya" ucap Bagas
"Kamu tidak tinggal dirumah mertuamu?!" tanya Dewa
"Erika ingin tinggal disini tuan" jawab Bagas
Dewa terdiam sesaat, dia berfikir pasti ada sesuatu diantara Bagas dan mertuanya. Bagaimana pun Papa Erika bukanlah orang sembarangan.
"Seperti nya papa Erika belum bisa menerima Bagas sepenuhnya" batin Dewa
"Baiklah, jika ada apa-apa kau hubungi aku" ucap Dewa
"Baik tuan,,, terimakasih,,, assalamualaikum" ucap Bagas
"Wa'alaikumsalam " jawab Dewa
Kemudian Bagas menutup telfonnya dan masuk kedalam rumah. Saat Bagas masuk kedalam kamar, Bagas dikejutkan saat melihat Erika mengenakan kaos putihnya saja tanpa mengenakan Daleman. Terlihat Erika sedikit malu, namun dia berusaha menutupi rasa malunya didepan Bagas
"Rika" ucap Bagas dengan susah payah menelan salivahnya saat melihat Erika begitu menggoda matanya
"Maaf mas, tadi aku pinjem kaos,,, aku gak bisa tidur pake celana panjang" jawab Erika
Wajah Bagas memerah, bahkan Bagas melihat Erika tidak mengenakan bra saat itu.
"I,,,iya gak papa" jawab Bagas sedikit gugup
Lalu Erika membaringkan dirinya diatas tempat tidur, ditariknya selimut putih itu sebatas pinggang. Bagas pun merebahkan dirinya disamping Erika. Dimatikannya lampu utama dan menyisakan lampu tidur.
"Kamu bisa kan tidur kayak gini?!" tanya Bagas
"Em,,, besok kita beli guling yah,,, karena aku gak pernah tidur pake guling" jawab Bagas
"Aku,,, boleh peluk mas gak?!" tanya Erika
Deg!
Bagas takut jika Erika memeluknya dia tidak akan mampu menahan hasrat nya. Tapi Bagas kasihan jika Erika tidak bisa tidur karena tidak memeluk guling.
"Ya sudah kalau gak boleh" ucap Erika
"Boleh" jawab Bagas dengan cepat
Erika tersenyum didalam hati, rencananya membuat Bagas menyentuh akan berhasil. Lalu Erika merapat dan memeluk Bagas dengan erat layaknya guling. Sementara Bagas jadi panas dingin sendiri saat merasakan sesuatu yang lembut menempel di dadanya. Belum lagi kaki jenjang Erika menerpa kakinya membuat gelayeran-gelayeran membangunkan jiwa lelakinya. Andai tidak diperingatkan papa Erika, mungkin Bagas sudah melahap habis istrinya saat ini.
"Mas,, tolong usapin punggungku" ucap Erika dengan manjanya
Bagas ingin sekali berteriak dengan kelakuan Erika yang terus menggoda nya.
"Sayang,,,, apa kamu sengaja menggodaku?!" tanya Bagas
"Apa kamu tergoda?!" tanya Erika menatap Bagas
"Jelas aku tergoda! aku normal. Bahkan kamu bisa berasakan dia sudah mendesak keluar!" ucap Bagas sedikit kesal dengan dirinya sendiri
Erika terkekeh melihat kekesalan diwajah Bagas
"Kalau sudah gak tahan,,, jangan di tahan mas,,," ucap Erika saat menyentuh wajah Bagas yang terasa sudah menghangat
"Tapi,,,,"
"Aku istrimu,,, seperti yang kamu katakan sebelumnya padaku, kamu berhak menyentuhku mas,,, semuanya milikmu, tidak ada yang bisa menghalangi termasuk papa" ucap Erika
__ADS_1
"Benar kata Erika,,, dia istriku, dan aku sudah menikahinya sah di mata hukum dan agama, jadi aku memiliki hak atas dirinya" batin Bagas
Kemudian Bagas bangkit dan mengunci Erika dibawahnya. Disentuhnya wajah Erika dengan sangat lembut, Bagas mencium kening Erika dengan berdoa memohon kebaikan atas istrinya. Setelah itu Bagas mengecup pelan kedua mata Erika bergantian, pipinya, hidungnya, telinganya dan terakhir pada bibirnya dan Bagas membawa Erika hanyut kedalam buiannya.
"Mass Bagasss,,,," ucap Erika saat Bagas berlarian kesana kemari diatas taman diantara bukit-bukit yang indah.
Kreeeekkkkkkkkk
Sontak Bagas menghentikan kegiatannya saat mendengar seperti ada seseorang diluar rumah mereka. Erika pun langsung tersadar karena dia juga mendengar suara itu.
"Sepertinya ada orang diluar" bisik Bagas pada Erika
"Apa orang suruhan papa?!" ucap Erika
"Bisa jadi, mas pastikan dulu diluar" jawab Bagas.
"Hati-hati mas" ucap Erika
Lalu Bagas turun dari tempat tidur dan berjalan pelan menuju ke depan. Sementara Erika mengambil kaos dan mengenakan lagi. Sementara itu, anak buah papa Erika segera kabur sebelum ketahuan oleh Erika dan juga Bagas.
Bagas membuka sedikit gorden diruang tamu dan melihat sebuah mobil berjalan meninggalkan samping rumah Bagas. Melihat plat mobilnya, Bagas tidak pernah melihat tetangganya memiliki mobil itu.
"Sepertinya itu memang suruhan papa Erika" batin Bagas yang kemudian menutup kembali gorden rumahnya.
Setelah itu Bagas kembali ke kamar dan memilih untuk tidur dan beristirahat melepas lelah mereka. Setidaknya tenaga mereka kembali besok untuk menghadapi keluarga Erika besok.
Sementara ditempat lain
Ceklekkkk
"Sayangggg, ngagetin aja deh!" ucap Dewa kaget saat melihat Aya masuk kedalam kamar
"Hehe,,, maaf mas,,, habis nelfon siapa mas??" tanya Aya yang kemudian ikut duduk di sofa bersama Dewa
"Bagas tadi nelfon, anak-anak sudah tidur?!" tanya Dewa
"Udah mas,,, nelfon kenapa mas?!" tanya Aya
"Dia mau cuti 2 hari buat pindahan kerumah dia. Erika mau tinggal sama Bagas dirumahnya" ucap Dewa
"Gak tinggal di rumah keluarga Erika?!" tanya Aya
"Enggak, kayaknya tuan Syahbana belum bisa menerima Bagas sepenuhnya" ucap Dewa
"Yang bener mas?? padahal Bagas itu orang yang baik loh" ucap Aya
"Sepertinya begitu, mungkin papa Erika belum saja mengenal Bagas jadinya begitu" ucap Dewa
"Apa kita perlu membantunya lagi mas?!" tanya Aya
"Gak perlu sayang,,, mas yakin Bagas bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Karena Erika berada di pihak suaminya. yang susah kalau sampai Erika berada di pihak papanya" jawab Dewa
"Hm,,,, sudah yah berhubungan dengan orang kaya! ribet!" ucap Aya yang kemudian akan beranjak namun ditahan oleh dewa dan membuatnya duduk di pangkuannya suaminya
"Gak semua orang kaya ribet,,, buktinya mas enggak tuh!" ucap Dewa sedikit tidak terima
"Heleh!! dulu juga mas gitu,," ucap Aya dan Dewa malam terkekeh
"Itu kan dulu,,, sekarang udah enggak!! kan kamu udah nyadarin suamimu ini!!! kebahagiaan itu gak bisa diukur dengan harta!" ucap Dewa
Aya tersenyum lalu mengecup pipi Dewa dengan cepat. Dewa memegangi pipinya yang jadi menghangat hanya karena Aya mencium pipinya.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
__ADS_1
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...