Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Membangunkan Macan Tidur


__ADS_3

Waktu menjelang siang,,,


Aya keluar dari privat room dan akan menghampiri Dewa yang masih berkutat pada laporan didepan mejanya. Aya mendekat kepada Dewa dan tangannya terulur mengusap bahu Dewa lalu memeluknya dari samping. Seketika Dewa menghentikan kegiatannya memeriksa laporan dan menatap istrinya


“Lagi sibuk ya mas?” ucap Aya dengan nada lembut


“Lumayan sayang,,, anak-anak sudah tidur ya? Kok gak ada suaranya lagi?” tanya Dewa yang kemudian menarik istrinya hingga duduk di pangkuannya. Tangan Dewa sudah tidak bisa diam dengan posisi Aya yang seperti saat itu.


“Udah mas,, Aya laper mas, kita mau makan dimana?” tanya Aya dengan manja


“Emm,, karena anak-anak lagi tidur kita makan di sini aja ya, nanti mas minta Vannya untuk memesankan makanan untuk kita. kamu mau makan apa?” tanya Dewa yang sudah menyentuh tempat yang paling disukainya


“ Aya pengen makan rendang mas” jawab Aya


“Ya udah mas pesenin dulu yah,,,” ucap Dewa yang melepaskan Aya lalu mengambil telfon kantor dan menelfon sekertarisnya


Tuuutttttt Tuuutttttt


“ Hallo Vannya, tolong kamu siapkan makan siang untuk kami, 2 porsi nasi Rendang pedas dan 2 nya lagi jangan pedas. Minumnya Es Jeruk tapi gak pake gula” ucap Dewa


Setelah mendapat jawaban dari Vannya, Dewa mematikan sambungan telfon kantor lalu kembali menyentuh istrinya.


“ Kita mau di sofa apa disini?” tanya Dewa dengan nada menggoda Aya, sementara Aya hanya tersenyum kecil saat Dewa mulai tergoda.


“Gak sekarang mas, disini terlalu berbahaya!” ucap Aya saat menjawil hidung mancung Dewa


“Kamu sudah memulainya sayang, dan harus kita akhiri bersama!!” ucap Dewa yang sudah menggendong aya dan membawanya ke sofa.


Aya benar-benar salah membangunkan macan tidur, karena dia akan dimakan saat itu juga.......


.


30 Menit Kemudian Aya dan Dewa sudah kembali rapi dengan pakaiannya seperti semula dan mereka bersiap untuk ibadah Zuhur yang sempat tertunda beberapa menit. Setelah selesai sholat Aya mengambil botol parfume dan menyemprotkan di sofa tempat mereka memadu kasih beberapa waktu lalu, sementara Dewa membantunya merapikan kembali meja kerja yang juga sempat mereka pakai. Setelah rapi, Dewa membuka pintu ruangannya dan akan mengambil makanan yang sudah di pesannya melalui Vannya.


“ Mana pesananku Vanyya?” tanya Dewa


“Ini tuan pesanan anda” ucap Vannya ketika memberikan pesanan Dewa tadi


Lalu Dewa mengambil pesanannya dan akan kembali keruangannya. Vannya sudah menunggu Dewa membuka pintu dari 20 menit yang lalu. Dia tidak berani mengetuk pintu, karena tadi Saat akan mengetuk pintu, Vannya mendengar sedikit kegaduhan didalam ruangan Dewa, jadi dia mengurungkan niatnya dan lebih memilih menunggu Dewa keluar saja. Ternyata Dugaan Vannya benar ketika melihat Dewa keluar dari ruangannya, rambut bossnya itu terlihat basah dan jelas terlihat tanda cinta Nyonya Aya seperti mengintip di krah kemeja Dewa. Vanya tersenyum kecil saat melihat semuanya

__ADS_1


“Kenapa kamu senyum-senyum! Kamu bosan bekerja disini?!” Hardik Dewa


“Tidak tuan, maafkan saya” Ucap Vanyya yang langsung menutup rapat mulutnya, lalu Dewa masuk kedalam ruangannya kembali.


Sementara itu, Aya tengah berada diruangan privat room dan sedang menemani kedua putranya sholat Zuhur. Meskipun kedua putranya masih terbilang kecil dan belum baligh namun Aya sudah mengajarkan kedua putranya untuk menjalankan ibadah, walaupun belum hafal bacaan nya secara keseluruhan.


Setelah selesai, Dewa mengajak istri dan anak-anaknya untuk makan siang bersama, meski sedikit lewat jam makan siang. Terlihat Aya sangat lahap menyantap makanannnya, karena merasa sangat lapar dan tenaganya juga sudah hampir habis terkuras oleh kenakalan suaminya.


.


Tak lama setelah mereka selesai makan siang, Vannya mengetuk pintu ruangan Dewa


Tok


Tok


Tok


"Masuk" ucap Dewa


Vannya masuk kedalam ruangan Dewa dan melihat Aya dan anak-anak tengah bermain di sofa. Vannya tersenyum ramah saat Aya menatapnya.


"Diluar sudah ada Nona Nadya ingin bertemu tuan" ucap Vannya


"Suruh dia masuk" ucap Dewa datar


Lalu Vannya keluar dari ruangan Dewa dan memanggil Nadya untuk masuk kedalam ruangan Dewa. Saat Nadya masuk kedalam, dia sedikit terkejut ketika melihat Aya dan anak-anak Dewa ada diruangan itu juga. Kemudian Nadya berusaha menetralkan mimik wajahnya. Nadya hanya melihat Aya tanpa menegurnya


"Dewa" sapa Nadya dan hanya fokus pada Dewa


"Ada apa? silahkan duduk" ucap Dewa


"Begini Wa, rencananya aku ingin mengajakmu meninjau lokasi proyek kita yang baru. Kamu kapan ada waktu?" tanya Nadya


"Lusa, Karena besok aku sudah ada janji dengan klienku" jawab Dewa


"Oh begitu, ya sudah besok kita ke proyek bareng kalau begitu" ucap Nadya dengan semangat


"Aku akan pergi bersama Devan. Kita ketemu di lokasi" jawab Dewa

__ADS_1


Deg!


"Ya sudah kalau begitu gak masalah, apa kamu sudah makan siang wa? aku ingin,,,,," ucap Nadya belum selesai


"Aku sudah makan siang bersama ISTRI DAN ANAK-ANAKKU tadi" jawab Dewa memberikan penekanan pada kata istri dan anak


Nadya terlihat habis akal untuk mengejak Dewa keluar dan akhirnya Nadya memilih untuk pamit pulang saja saat itu. Nadya sedikit kecewa dengan sikap datar Dewa yang tidak seperti biasanya. Ditambah lagi ada istri Dewa di kantor itu membuat rencana Nadya berantakan. Setelah kepergian Nadya, Aya menghampiri suaminya


"Apa mas bisa melihat gelegat Nadya?" tanya Aya


"Iya sepertinya bunda benar" jawab Dewa


"Sudah jelas terlihat mas, kalau hanya ingin meninjau proyek dia bisa menelfon Asisstent mas kan gak perlu dateng kekantor" ucap Aya setengah cemburu


"Iya nanti kalau ketemu lagi, Mas akan menegaspan kepadanya. Oh iya, mau pulang sekarang atau nanti?" tany Dewa


Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB


"Kita pulang yuk mas, tapi nanti mampir ke supermarket ya mas, Aya mau belanja keperluan sikembar mas" ucap Aya


"Baiklah, ayo kita pulang sekarang" ucap Dewa yang kemudian membereskan berkas laporannya dan mengambil kunci mobil juga ponselnya. Sementara Aya membereskan mainan anak-anak dan mengajak mereka untuk ikut pulang. Setelah beres Dewa mengajak istri dan anaknya meninggalkan ruangan Dewa. Mereka masuk kedalam lift dan turun kebawah


Ting!


Pintu CEO terbuka, Aya, Dewa dan anak-anak keluar dari lift, semua karyawan yang melihat boss mereka memberi hormat. Sementara Aya melihat para pegawai wanita tampaknya sudah lebih baik dari tadi pagi. Krah baju mereka tertutup hingga hanya menyisakan 1 kancing diatas.


Lalu mereka masuk kedalam mobil dan meninggalkan kantor menuju ke supermarket untuk berbelanja.


.


.


.


Bersambung.....


Hallo semua,,,


Uni ada Novel baru nih,, mampir ke DARI GUDEG TURUN KEHATI yuk😍

__ADS_1


__ADS_2