Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Serba Salah Jadi Menantu


__ADS_3

Mobil Dewa dan juga milik papa sudah sampai di Villa mereka, Si kembar tertidur lalu Aya menggendong Faza dan Sofi menggendong Gaza saat turun. Sementara Dewa menyuruh Edo membawa koper mereka. Dewa mengajak Aya masuk kedalam dan didepan mereka sudah disambut penjaga Villa.


"Selamat datang tuan muda,, Nyonya,, Silahkan masuk,, kamar sudah saya siapkan"


"Terima kasih pak " ucap Dewa


Lalu Dewa dan Aya masuk kedalam diikuti Sofi dan juga Edo menuju ke atas. Sementara itu papa dan mama Dewa juga akan masuk ke dalam Villa mereka juga disambut oleh penjaga Vila itu


"Selamat datang tuan besar"


"Iya" jawab pak Wardana dan keduanya masuk kedalam Villa


Aya menidurkan Faza dan setelah itu Sofi juga menidurkan Gaza. Sementara Edo segera keluar setelah mengantarkan koper tuannya.


"Kamu istirahat di kamar tamu saja Sof" ucap Aya


"Baik Nyonya,, saya permisi" ucap Sofi yang kemudian turun dari kamar atas


Tak lama Dewa masuk kedalam kamar dan melihat Aya yang tengah membuka kopernya.


"Sayang,,, nanti saja beres-beresnya. Kita istirahat dulu yuk,, kan capek dari perjalanan jauh" ucap Dewa saat merangkul pinggang istrinya dan menjatuhkan wajahnya dibahu Aya


"Baiklah mas,,, ayo kita istirahat" ucap Aya yang kemudian menuruti permintaan suaminya


Aya tidur disebelah Faza dan Dewa tidur disebelah Gaza, keduanya saling menatap dan saling melempar senyum. Kemudian Dewa mengusap lembut wajah istrinya


"Tidurlah sayang,,, nanti mas bangunin pas adzan ashar" ucap Dewa. Aya mengangguk lalu memejamkan matanya. Tak lama Dewa pun tertidur dengan memeluk putranya.


Sementara di kamar lain, Papa dan mama Dewa juga tengah beristirahat.


1 Jam kemudian Dewa terbangun saat mendengar suara adzan dari ponselnya, dilihatnya Aya yang masih tertidur lalu dibangunkan ya perlahan


"Sayang,,,, bangun,,," ucap Dewa saat menyentuh wajah Aya dengan lembut


Aya terbangun dan anak-anak juga ikut bangun


"Waktunya ashar, kita sholat dulu yahh, setelah itu kita berenang di belakang, kalian mau??" ucap Dewa


"Mauuuuuu" ucap Anak-anak


Lalu Dewa, Aya dan anak-anak masuk kedalam kamar mandi dan bergantian wudhu, setelah itu mereka bersiap untuk ibadah Ashar bersama.


Kemudian, Dewa dan anak-anak berganti pakaian, mengambil perlengkapan berenang yang sudah mereka persiapkan dari rumah. Lalu Dewa mengajak anak-anak dan juga Aya turun dari kamar Atas, dan saat dibawah mereka melihat papa dan mama Dewa

__ADS_1


"Eyang,," sapa si kembar


"Hay cucu-cucu eyang, kalian mau berenang ya??" tanya papa Dewa


"Iya Eyang,,,, ayoo eyang kita kebelakang" ucap Si kembar bersahutan


"Baiklah" jawab papa Dewa


Dewa dan papanya bersama si kembar berjalan ke halaman belakang sementara Aya menuju ke dapur dan disusul oleh mama Dewa.


Aya melihat dimeja makan belum tersedia makanan apapun untuk mereka nanti. Sofi baru saja tiba di dapur dan menyapa Aya


"Sof,, kita masak dulu ya,, ini gak ada makanan cuma ada cemilan dan bahan makanan aja" ucap Aya


"Baik Nyonya"


"Harusnya dari tadi kalau niat masak! ini udah sore baru mulai masak. Mau jam berapa matangnya? dari tadi kalian ngapain sih di kamar?" tanya mama


"Tadi kami istirahat sebentar ma,, dan ini juga sudah mau masak" jawab Aya


"Harusnya kamu itu sebagai ibu rumah tangga gak biasain meja makan kosong seperti ini. Kalau anak-anak kamu kelaparan gimana?! jadi ibu itu harus peka dan tanggap Aya, harus bener-bener becus ngurus anak. " ucap mama


"Baik ma" ucap Aya yang hanya bisa ngelus dada mendengar ucapan mama Dewa.


Aya tengah memasak Capcay udang kesukaan anak-anak, dan Sofi ditugasi nya untuk memasak nasi. Sementara mama mengawasi keduanya yang tengah masak. Beberapa saat Aya mempersiapkan bahan untuk membuat ayam goreng crispy


"Itu ke enceran Aya! mana Jadi nanti?!" ucap mama Dewa


"Iya ma, nanti kan kena tepung kering bisa jadi kental lagi ma" ucap Aya


"Kamu ini di bilangin mama, malah bantah!!" ucap mama Dewa kesal


Aya berusaha sabar dan tidak tersulut emosi dengan ucapan mama Dewa


"Aya gak bantah ma,, tapi kalau di kasih tepung lagi nanti ayamnya keras,,, Anak-anak kurang suka kalau kalau keras" jawab Aya


"Terserah kamu deh!!" ucap mama yang kemudian pergi meninggalkan Aya dan juga Sofi menuju ke belakang dan melihat si kembar berenang bersama Dewa


"Nyonya besar kenapa sih Nyonya? bawaannya kok sensi banget sama Nyonya?" tanya Sofi


"Ntahlah Sof,, saya juga gak tau kenapa Nyonya besar begitu. Sudahlah, lebih baik kita cepat selesaikan masakan kita. Itu tolong siapkan bahan untuk sambalnya" ucap Aya


"Nyonya yang sabar yahhhh,,, orang sabar disayang Allah" ucap Sofi

__ADS_1


"Aamiin,,,," sahut Aya


Kemudian keduanya kembali fokus pada pekerjaannya masing-masing.


Beberapa saat kemudian Dewa dan anak-anak sudah naik keatas dan akan membilas dengan air bersih


"Bunda,,,, kami mau mandi" ucap Faza


"Ohh iyaa sini sayang,,, di kamar mandi sini aja yahh biar gak basah lantai depan" ucap Aya yang kemudian mengajak Dewa dan anak-anak masuk kedalam kamar mandi belakang yang cukup besar


"Iya bunda" jawab si kembar


"Sof,, tolong kamu siapkan untuk hidangannya, taruh dimeja. saya mau mandikan anak-anak" ucap Aya


"Baik Nyonya" jawab Aya


Aya masuk kedalam kamar mandi sementara Sofi menata hidangan diatas meja. Sudah ada Capcay udang, ayam goreng Crispy, udang Goreng Crispy, sambal tomat, lalapan,dan buah-buahan.


Dari luar terdengar gelegar tawa didalam kamar mandi, Karena Dewa dan anak-anak malah mengajak Aya untuk bermain Air, Aya sempat menolak tapi apalah daya jika 3 lawan 1 maka dia juga yang akan kalah


Papa dan mama masuk kedalam dan mendengar tawa mereka dari dalam kaamr mandi


"Nyonya kemana Sof?"


"Ada didalam bersama tuan dan juga si kembar, Nyonya besar" Jawab Sofi


"Bisa-bisanya dia begitu sedang kerjaan dia belum beres" ucap mama Dewa


"Sudahlah ma,,, biarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan. Dewa dan Aya sudah dewasa bukan anak-anak lagi" ucap papa menasehati istrinya


"Kalau di biarin jadi kebiasaan pa!" ucap mama


"Ahh!!! sudahlah ma! lebih baik mama mandi biar pikiran mama dingin lagi!!" ucap papa Dewa yang kemudian merangkul bahu mama dan mengajaknya menuju ke kamar mereka.


Mama Dewa tidak bisa menolak lalu mengikuti langkah papa Dewa menuju ke kamar, dalam hatinya masih belum bisa terima.


Tak lama kemudian Dewa sudah keluar dari kamar mandi bersama anak-anak mengenakan bathrobe sementara Aya masih berada didalam kamar mandi sampai kondisi aman. Setelah Dewa memastikan kondisi aman, Tidak ada pria yang berada di sisi manapun, barulah Aya keluar dari kamar mandi dengan cepat menuju ke kamar mereka


.


.


.

__ADS_1


Bersambung,,,,,,,


__ADS_2