
Mobil Dewa baru saja sampai dirumah, seperti yang dikatakan Dewa dia akan segera pulang kerumah setelah rapat selesai, mengingat kondisinya yang perlu istirahat cukup beberapa hari kedepan sesuai anjuran dokter.
"Assalamualaikum" ucap Dewa saat masuk kedalam rumah
"Wa'alaikumsalam Tuan,,,," jawab Sofi yang tengah membereskan mainan anak-anak
"Dimana Nyonya dan tuan Muda?" tanya Dewa
"Tuan muda ada di kamar mereka sedang tidur siang, kalau Nyonya kekamar atas tuan" jawab Sofi
"Oh baiklah" jawab Dewa yang kemudian berjalan menuju ke kamar atas.
Sampainya di kamar Dewa meletakkan tas dan melepas semua pakaian kantornya, dilihatnya Aya yang tertidur pulas diatas tempat tidurnya. Lalu Dewa mendekat dan ikut merebahkan dirinya diatas tempat tidur mereka. Sebelum tidur, Dewa mengecup pipi Aya perlahan lalu memeluknya dan ikut tertidur. Aya hanya menggeliat dan merapatkan diri nya ketika merasa sesuatu yang hangat menemani tidurnya dan keduanya kini tidur siang bersama.
1 jam kemudian,,,,,,,
Aya sayup-sayup membuka matanya, perutnya merasa berat seperti ditindih sesuatu yang berat. Lalu dia melihat sebuah tangan besar melingkar erat diatas perutnya, dari aromanya saja Aya sudah tau siapa yang tengah memeluknya. Aya tersenyum lalu mendongak ke atas dan melihat suaminya yang masih memejamkan matanya
Aya mengusap lembut wajah Dewa dan membuat Dewa terbangun dari tidurnya.
"Mas, sudah pulang kerja?"
"He'em mungkin 1 jam lalu" jawab Dewa setelah melihat jam dinding
"Maaf Aya ketiduran sampai gak tau mas pulang" ucap Aya
"Gak papa,, kamu capek,," ucap Dewa yang kemudian mengecup kening istrinya
"Mas"
"Iya sayang?"
"Aya mau cerita,,, " ucap Aya sedikit takut
"Apa?" tanya Dewa
"Emm,,, tadi mama dan kak Megan kerumah"
"Trus?"
"Terus,,, kak Megan bilang kalau dia mau jadi Pengasuh untuk anak-anak" ucap Aya yang kemudian melipat bibirnya setelah bicara
Dewa langsung melepaskan pelukannya dan duduk, begitu juga Aya yang ikut duduk berhadapan dengan suaminya.
"Terus kamu gimana?"
"Aya belum jawab mas, tapi anak-anak tadi sempat main bersama kak Megan, tapi pas Aya selesai sholat Zuhur kak Megan udah gak ada" jawab Aya
"Sayang,,, mas gak suka ada Megan dirumah ini, Mas gak mau terjadi apa-apa sama kamu dan anak-anak, tolong sampaikan pada kakak mu, dia TIDAK perlu menjadi pengasuh kedua putra kita!" ucap Dewa dengan tegas
"Baik mas, nanti Aya bilang sama kak Megan,, maafin Aya ya mas" ucap Aya saat memegang tangan Dewa
"Kamu gak salah, mas lakukan ini karena mas sangat mencintaimu dan mas gak mau sampai terjadi hal buruk terhadapmu. Mas tidak bisa percaya dengan kakak mu" ucap Dewa mengusap wajah istrinya
"Mas masih membencinya?" tanya Aya menatap Dewa sendu
"Mas tidak lagi membencinya, hanya mas tidak bisa percaya lagi kepada seseorang yang sudah berkhianat kepada mas,, tolong mengertilah sayang" ucap Dewa
__ADS_1
"Iya mas, Aya mengerti" jawab Aya
Dewa memeluk Aya dengan sangat erat, baginya cukup Aya disampingnya saat ini bersama anak-anak mereka. Merekalah harta berharga bagi Dewa saat ini setelah kedua orang tuanya. Dewa hanya ingin berjaga-jaga saja dari orang-orang yang tidak tulus terhadap keluarga nya. Apalagi Dewa juga cukup mengenal sisi buruk Megan yang menjadikannya sulit untuk mempercayainya lagi.
Setelah cukup lama berada di kamar, Dewa mengajak Aya turun kebawah dan bersiap menjalankan ibadah Ashar bersama anak-anak mereka.
Beberapa saat kemudian setelah selesai menjalankan ibadah, Dewa mengajak anak-anaknya bermain sepeda didepan rumah, sementara Aya duduk di teras sembari melihat suami dan anak-anak bermain sepeda.
"Nyonya,,, ini minumannya" ucap Sofi membawakan cemilan dan juga minuman
"Terima kasih Sof,, letakkan saja disitu, anak-anak belum mau turun sepertinya"
"Baik Nyonya,,,, tuan muda sudah sangat lancar mengayuh sepeda mereka ya nyonya"
"Iya, makanya dia seneng banget kalau naik sepeda gitu" jawab Aya
"Seneng banget lihat keluarga Nyonya dan tuan begitu harmonis" ucap Sofi
"Harmonisnya dalam sebuah keluarga bisa diciptakan oleh anggota keluarga itu sendiri, dengan tetap saling percaya, berkomunikasi, mengasihi dan kompak, insya Allah sesulit apapun jika diterpa ujian akan bisa di hadapi. Aku cukup belajar dari masa lalu kami" ucap Aya
"Nyonya benar-benar wanita yang sabar" ucap Sofi
Aya tersenyum sembari terus menatap anak-anak di depan sana.
"Nanti kamu akan merasakan ketika kamu sudah menikah dan memiliki keluarga Sof, Menikah itu gak selalu hanya manis-manis saja, tapi dengan menikah kita bisa berbagi rasa dengan pasangan kita. Kalau kamu penasaran, makanya cepetan nikah, hehehe" ucap Aya
"Hehehe Nyonya,,, ujungnya bilang gitu lagi, gak enak banget dengernya hehe" ucap Sofi dan Aya terkekeh
Tak lama kemudian anak-anak dan Dewa menghampiri Aya lalu meminta minum karena merasa haus. Aya pun mengambilkan minuman untuk mereka.
"Emm cegelllll" ucap Faza
"Udah sore, kita mandi dulu yah,,, main sepeda nya udahan dulu" ucap Aya
"Baik bunda" jawab Anak-anak
"Mas, Aya mandikan anak-anak dulu ya" ucap Aya
"Iya,, " Jawab Dewa
Lalu Aya dan Sofi mengajak anak-anak masuk kedalam sementara Dewa membawa sepeda mereka untuk di simpan ke garasi. Setelah menyimpan sepeda, Dewa berjalan masuk kedalam rumah dan akan membersihkan dirinya.
Aya keluar dari kamar Gaza lalu berjalan ke kamar atas sementara Sofi mengajak anak-anak duduk diruang keluarga dan mengambilkan cemilan juga minuman mereka tadi. Aya masuk kedalam kamar dan melihat Dewa sudah Selesai memakai pakaiannya.
"Aya mandi dulu ya mas" ucap Aya yang kemudian mengambil handuk dan akan masuk ke kamar mandi
"Iya,,," jawab Dewa yang kemudian merebahkan dirinya diatas tempat tidur, lalu diraih ponselnya dan Dewa mengecek pesan yang masuk.
"Dion?"
Dewa membuka pesan WA dari Dion
*Dion*
_Wa, malam ini kamu bisa gak temani aku untuk datang kerumah Nadya? rencananya aku ingin melamar Nadya Wa, papa dan mama lusa baru sampai di Indonesia_
Kemudian Dewa membalas pesan Dion
__ADS_1
*Dion*
_Jam berapa?"
Tidak lama kemudian balasan pesan dari Dion sudah masuk
*Dion*
_Malam ini setelah Isya',, aku agak gerogi kalau datang kerumah pamannya sendiri, please!_
*Dion*
_Baiklah, kita ketemu dirumah paman NAD malam ini_
*Dion
_Thanks Wa_
Setelah balasan pesan Dion, Dewa mengalihkan fokusnya pada pesan email yang masuk. Beberapa saat kemudian Aya keluar dari kamar mandi.
"Sayang,,,"
"Iya mas,, ada apa?" tanya Aya berhenti di samping Dewa
"Malam ini mas mau nemenin Dion kerumah paman Nadya, rencananya Dion mau melamar Nadya malam ini, bolehkan?" tanya Dewa
"Boleh mas" jawab Aya dengan tersenyum
"Baiklah,,, terima kasih istrikuuu" ucap Dewa
Plakkk
Dewa menepuk bokng istrinya dan membuat Aya terkejut
"Aaaa!!" teriak Aya yang langsung berlari menjauh
"Dasar suami mesum!" ucap Aya setengah ngedumel dan Dewa hanya terkekeh.
Aya segera mengambil pakaian nya dan berganti pakaian sebelum suami mesumnya itu bertindak lebih. Melihat tatapan laparnya membuat Aya bergidik.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,
******
Mampir ke Novel uni yang baru yukk
PURA PURA JATUH CINTA
__ADS_1
(Paduan cerita Terpaksa Menikah dan Kepentok Cinta Dosenku)
Ditunggu😍