
Mobil Bagas sudah sampai di apartemen tempat Megan tinggal sesuai dengan apa yang didengar dari obrolan Aya dan mamanya. Lalu Bagas turun dan menuju ke pusat informasi yang berada di apartemen elite itu. Dilihatnya seorang pria yang tengah berjaga disana
"Selamat malam kak" ucap Resepsionis
"Malam,,, saya mau tanya, Unit atas nama Ibu Megan Aulia Wijaya' di mana ya kak?" tanya Bagas
"Maaf anda siapa ya kak, karena kami tifak bisa memberitahu kamar customer kami jika tidak jelas, semua ini dilakukan untuk mencegah hal buruk yang mungkin terjadi"
"Saya Bagas,,, Asissten tuan Evan" jawab Bagas sedikit berbohong
"Ohh,, Sebentar yah kak"
Kemudian resepsionis itu mencari kamar Megan di komputernya
"Ibu Megan ada di Unit No 202 di lantai 10"
"Baik Terima kasih, apa tuan saya ada di atas?" jawab Bagas
"Seperti saya tidak melihat kak"
"Baiklah,, terima kasih" ucap Bagas yang kemudian pergi meninggalkan resepsionis dan menuju ke mobilnya. Lalu Bagas masuk kedalam mobil dan mengambil ponselnya.
Bagas mencari nomer Erika lalu menelfonnya
"Hallo,,,, assalamualaikum" ucap Bagas
"Wa'alaikumsalam,,, ada apa Bagaskara? malam-malam begini kau menelfonku?!" tanya Erika
"Aku sedang di parkiran apartemen Sudirman Suites, Megan tinggal di apartemen ini sekarang" ucap Bagas
"Aku akan kesana sekarang!" ucap Erika yang akan beranjak
"Tidak Erika, ini sudah malam, sangat berbahaya jika kamu kemari. Biar aku menunggu disini" jawab Bagas
"Tapi,,,," ucap Erika
"Besok pagi saja kamu kesini" ucap Bagas
"Baiklah,,, kamu Hati-hati" ucap Erika
"Tentu" jawab Bagas
Dan akhirnya malam itu Bagas menginap di parkiran apartemen sampai fajar terbit.
***
Pagi menjelang,,,,
Bagas sudah terjaga di dalam mobil sejak setelah subuh tadi dan mengawasi pergerakan yang ada di parkiran melihat apa ada hal yang mencurigakan. Sementara Erika sudah pergi setelah menyiapkan sarapan untuk Bagas, dia tau pasti lelaki itu tidak sarapan dalam kondisi seperti itu. Kemudian Erika membawa bekal dan langsung keluar menuju ke mobilnya
Ditempat lain, Bagas melihat sebuah mobil mewah memasuki area parkir, beberapa saat kemudian keluarlah seorang pria yang melihat dari wajahnya seperti pria di foto yang sempat Erika kirimkan padanya. Beberapa kali Bagas memasati dan dia yakin jika itu adalah Evan. Kemudian Bagas mengirimkan pesan video kedatangan Evan di apartemen itu kepada Erika
Erika
Target sudah berada di tempat!
__ADS_1
Erika membuka pesan yang dikirim kan Bagas lalu dia mempercepat laju kendaraan nya menuju ke Sudirman Suites. Sementara Bagas melihat Evan sudah masuk kedalam lobby apartemen dan dia memutuskan untuk memasang alat perekam di saku kemejanya dengan berbentuk sebuah bulpane yang tidak akan di curigai oleh siapapun.
Tak lama kemudian mobil Erika sudah memasuki area apartemen lalu Bagas segera turun dan menghampiri nya
"Bagas"
"Erika" ucap Bagas saat melihat Erika keluar dengan membawa kotak makanan
"Ini buat kamu" ucap Erika
"Nanti saja setelah masalah selesai, ayo kita masuk" ucap Bagas
Kemudian Erika memasukkan lagi kotak makanannya kedalam mobil, Setelah itu meeka berdua masuk kedalam apartemen dan menuju ke unit apartemen milik Megan.
"Kamu yakin ini kamarnya?!" tanya Erika
"Iya,, menurut informasi yang aku dapat dari resepsionis ini kamarnya" jawab Bagas
"Baiklah" jawab Erika yang Kemudian Erika menekan bel apartemen itu.
Klik
Megan membuka pintu apartemen nya dan begitu terkejutnya dia saat melihat Erika dan Bagas berdiri didepan pintu. Sesaat ketiganya terdiam dengan fikiran masing-masing
"Siapa sayang,,,,," ucap Evan yang menghampiri Megan karena tak kunjung kembali
"Mas Evan?!" ucap Erika
"Erika?????????" ucap Evan dengan sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya
"Erika,,,, aku bisa jelaskan semuanya, aku kesini,,,," belum selesai Evan bicara
Plaaakkkkkkkkkkkkk!!!
"Kau berkhianat mas!! kau jahat!!! aku tidak akan Sudih menikah denganmu!!! dan kau jalang!! aku sangat jijik melihat tampang sok manis mu!!! ternyata kau sangat murahan!!!" teriak Erika
"Tutup mulutmu ya ma Mbak!!!!" ucap Megan menantang
Erika yang sudah di penuhi kabut amarah langsung menjambak rambut Megan dengan sangat kuat
"Kau benar-benar ular betina!!!" sarkas erika
"Harusnya mbak berkaca dari diri mbak Erika!!! apa mbak gak berfikir kenapa mas Evan lebih seperti itu!!" jawab Megan
"Oh jadi kau bangga menjadi simpanan mas Evan?? ambil sana!!! ambil!!! aku tidak Sudi dengan pria yang dengan mudah tergoda dengan wanita murahan sepertimu!!!" ucap Erika yang kemudian mendorong Megan hingga terjatuh ke arah Evan
"Denger ya mas!!! MULAI DETIK INI,,, KITA TIDAK ADA HUBUNGAN LAGI!!! PERNIKAHAN KITA BATAL!!!! Sarkas Erika
"Erika,,,," ucap Evan melepaskan Megan
"Aku tidak mau mendengarkan penjelasan apapun lagi!" sarkas Erika yang kemudian mengajak Bagas untuk pergi dari tempat itu namun Evan menahan lengan Erika dan membuatnya berbalik arah menatap Evan
"Kita akan tetap menikah!" ucap Evan dengan tajam
"Aku gak Sudih!!! lepaskan tangan kotormu itu mas!!! aku kecewa padamu!!!" Sarkas Erika
__ADS_1
"Tidak!! aku tidak akan melepaskan mu Erika!!" jawab Evan lalu Bagas mencengkram tangan Evan
"Lepaskan tangan dia! atau,,, kau akan menyesal!" ucap Bagas
"Siapa kau ikut campur urusan kami?!" sarkas Evan
"Kau tidak perlu tau siapa aku! yang jelas lepaskan tangan Erika!" ucap Bagas dengan tegas
"TIDAK!!"
Buugggg!!!
Bogeman besar dan keras Bagas langsung meluncur mengenai wajah Evan dan membuat nya terjungkal ke lantai. Lalu Bagas memegang tangan Erika dan membawanya keluar dari tempat itu. Hati Erika benar-benar panas melihat perselingkuhan Evan dengan Megan saat itu. Keduanya masuk kedalam lift sementara Megan membantu Evan berdiri
"Lepaskan aku!! aku akan mengejar Erika!" ucap Evan kepada Megan
"Mas!! kenapa sih mas masih saja mengejar Erika?! apa kurangnya aku?!" sarkas Megan
"Kau tau,,, perusahaan Erika adalah pemegang saham terbesar di perusahaan ku! Dan kau tau dia adalah pewaris tunggal di perusahaan milik keluarga besar Syahbana!! itu sebabnya aku tidak bisa melepas Erika!!" Ucap Evan dengan tegas dan Megan langsung terdiam saat itu juga
Sementara itu Bagas mengajak Erika masuk kedalam mobilnya.
"Kamu baik-baik saja?!" tanya Bagas memeriksa tangan Erika yang sempat di Cengkram Evan dengan sangat kuat dan benar saja tangan Erika menjadi sangat merah saat itu. Lalu Bagas mengambil kotak P3K dan mengambil salep dingin
Erika tidak menjawab dan malah menangis saat melihat Bagas mengobati lukanya sembari dia mengingat kelakuan Evan di belakang nya.
"Kenapa kau menangis Rika?! berhenti menangisi pria brengsk seperti dia!!" Sarkas Bagas tidak suka
"Huhuhu,,, sakit bego! pelan-pelan ngolesnya!" ucap Erika memukul bahu Bagas dan Bagas malah terkekeh
"Ouh,,, sorry,,, aku akan pelan-pelan" ucap Bagas yang kemudian meniup niup tangan Erika saat itu.
Saat Bagas masih mengobati Erika, terlihat Evan sudah berada di parkiran dan melihat mobil Erika. Lalu Bagas menarik Erika untuk menundukkan agar Evan tidak melihat mereka.
"Sial!!! kemana perginya dia!!!!" umpat Evan yang kemudian masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan apartemen.
Sementara Bagas mengangkat sedikit kepala untuk melihat situasinya.
"Sudah aman! dia sudah pergi!" ucap Bagas dan Erika mengangkat kepalanya melihat kedepan tidak ada lagi mobil Evan.
"Iya" jawab Erika yang kemudian menoleh kearah Bagas dan Bagas juga menoleh kearahnya hingga tatapan mereka bertemu.
.
.
.
Bersambung,,,,
...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......
...❤️ Terima kasih sudah mampir,...
...Semoga Suka❤️...
__ADS_1