
Saat semua orang sedang sarapan, terdengar ucapan salam menyapa semuanya dan ternyata papa dan mama Dewa sepagi itu sudah sampai dirumah Dewa.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam"
"Eyanggggggg" sapa anak-anak
"Hallo cucu-cucu Eyang,,,, mau ikut eyang ke rumah kak Verrel dan kak Tisya gak?" tanya mama Dewa kepada anak-anak
Sejenak Sikembar terdiam menatap Aya dan Dewa bergantian. Mereka sangat ingin ikut namun takut jika tidak diperbolehkan ayah dan bundanya.
"Kalian mau ikut?!" tanya Aya dengan lembut dan Sikembar mengangguk pelan dengan tatapan sendu memohon
"Ikutlah eyang kalau kalian mau ikut" ucap Dewa ketika melihat kedua putranya yang seperti nya ingin sekali ikut bersama kedua eyangnya.
"Yeyyyy,,,, kami ikut eyang!!!" Ucap Sikembar dengan sangat senang
Lalu Sikembar pun turun dari kursi dan menghampiri papa dan mama Dewa.
"Papa dan mama mau kerumah kakakmu, mungkin sore kami baru pulang" ucap mama
"Iya ma" jawab Dewa
Kemudian Sikembar berpamitan kepada ayah dan bundanya, setelah itu mereka pergi bersama eyang Kakung dan eyang putrinya menuju kerumah Dewi. Sementara kini tinggallah Aya dan Dewa yang berada dirumah.
"Mas,,, Aya boleh gak ikut kekantor?!" tanya Aya saat mengantar Dewa yang akan berangkat
"Mau ngapain?!" tanya Dewa
"Aya pasti bosan dirumah sendiri, anak-anak gak ada dirumah!!" jawab Aya dengan wajah memelas
"Hmm,,, baiklahhh kamu boleh ikut" jawab dewa pasrah ketika melihat wajah memelas Aya meluluhkan hatinya seketika. Lalu Aya tersenyum dan ikut masuk kedalam mobil bersama Dewa. Setelah itu Edo menjalankan mobil menuju ke kantor.
Sementara itu ditempat lain, Bagas dan Erika juga sudah bersiap untuk kekantor Setelah papa dan mama Erika pamit pulang. Rencananya Bagas akan menemui Dewa untuk membicarakan semuanya. Setelah selesai bersiap, keduanya masuk kedalam mobil dan segera berangkat ke kantor Dewa.
Beberapa menit kemudian Mobil Dewa sudah sampai di kantor, lalu Dewa mengajak istrinya menuju keruangannya. Terlihat para karyawan yang berpapasan dengan mereka memberi salam hormat, Aya pun melihat para pegawai wanita di kantor itu juga sudah berpakaian lebih rapi dan sopan dibandingkan dulu saat pertama kali Aya ke kantor.
"Vannya, tolong panggil kan Bagas" ucap Dewa saat melihat sekertaris nya menyambut dirinya di depan ruangan
__ADS_1
"Kak Bagas belum sampai di kantor tuan" jawab Vannya
Dewa melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 09.00, biasanya jam segitu Bagas sudah berada di kantornya.
"Nanti kalau dia sudah sampai di kantor" ucap Dewa
"Baik tuan" jawab Vannya
Lalu Dewa dan Aya masuk kedalam ruangannya
Tak lama kemudian, Mobil Bagas sudah sampai di kantor Dewa, Lalu keduanya berjalan masuk kedalam menuju keruangan Dewa.
"Apa tuan sudah sampai?!" tanya Bagas kepada Vannya
"Sudah kak, tadi tuan juga mencarimu" jawab Vannya
Kemudian Bagas mengetuk pintu dan Dewa mempersilahkan masuk
"Bagas" ucap Dewa saat melihat siapa yang datang
"Selamat pagi tuan" Sapa Bagas saat masuk kedalam bersama Erika
"Pagi,,,," jawab Dewa menghentikan pekerjaannya saat melihat Erika juga ikut Bagas ke kantornya. Lalu Bagas duduk di depan meja Dewa sementara Erika lebih memilih untuk bertegur sapa dengan Aya yang duduk di sofa tamu tak jauh dari kedua pria mereka yang tengah berbincang
"Apa yang ingin kau sampaikan?!" tanya Dewa ketika melihat Bagas yang malah melamun dan menatap dirinya. Dalam hati Dewa seperti sudah merasa tidak enak melihat gelagat Bagas yang seperti pagi ini.
"Tuan,,, sebelum saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada anda dan perusahaan ini yang telah menerima saya dan memberikan kesempatan kepada saya untuk bekerja selama bertahun-tahun di perusahaan ini. Jujur saja saya sangat berat untuk memilih keputusan ini, tapi saya harus memutuskannya dengan cepat. Tuan,,, saya ingin mengajukan resign dari pekerjaan saya" ucap Bagas
Deg!
Dewa terdiam sesaat, perasaan tidak enaknya ternyata karena ini.
"Maaf jika saya mengecewakan tuan karena kemarin saya sempat berbicara jika saya akan tetap bekerja di perusahaan ini. Tapi hari ini malah saya harus mengundurkan diri dengan dadakan" ucap Bagas lagi
"Kenapa?!" tanya Dewa
"Karena,,, pak mertua meminta saya untuk menjalankan perusahaan nya dan saya mendapat tantangan dari beliau untuk menaikkan profit perusahaan 50% selama 3 bulan. Jika saya gagal, maka kami berdua akan berpisah" ucap Bagas
Dewa berfikir sejenak dan terlihat beberapa kali membuang nafas kasar. Dewa juga tidak ada pilihan lain selain melepas Bagas, Bagaimana pun pasti Bagas sudah menerima tantangan dari mertuanya.
__ADS_1
"Baiklah,,, kau segera urus surat mengundurkan dirimu dan berikan kepadaku" ucap Dewa
Bagas menatap Dewa dengan perasaan haru, selama ini Bagas sudah menganggap Dewa bukan sekedar atasan bahkan sudah menganggap seperti saudara, seperti kakak, Ayah bagi Bagas. Banyak hal yang dipelajari Bagas dari sosok Dewa terutama dalam menjalankan perusahaannya yang sudah sebesar sekarang.
"Terima kasih tuan,, terima kasih atas segalanya" ucap Bagas dan Dewa hanya mengangguk.
Setelah menyampaikan maksud dan tujuan nya, Bagas pamit untuk keruangannya dan menyiapkan surat pengunduran dirinya. Meski lagi-lagi terasa berat, namun Bagas tidak memiliki pilihan lain.
"Mas,,,,,," ucap Aya saat menghampiri Dewa di kursinya. Aya melihat seperti nya Dewa sangat merasa kehilangan, diusapnya perlahan kedua bahu Dewa
"Aku gak papa" jawab Dewa
"Mas sangat merasa kehilangan dan itu tidak bisa mas tutupi dari Aya" ucap Aya
"Dia terlalu mendadak meninggalkanku, sampai aku belum siap" Jawab Dewa
"Bukahkan pertemuan dan perpisahan itu sudah biasa mas? Aya tau mungkin hubungan kalian sudah sangat dekat, sampai mas merasa begitu kehilangan sosok Bagas. Tapi,,,, bukan berarti dengan perginya Bagas, berhenti juga perusahaan ini" ucap Aya
"Kamu benar,,, tapi,,, aku sudah menganggap Bagas seperti adikku sendiri. Rasanya sedikit berat melepas nya" jawab Dewa
"Yang sabar ya mas" ucap Aya dan Dewa mengangguk.
Tak lama berselang, Bagas kembali keruang Dewa dengan membawa surat pengunduran dirinya. Keduanya terlihat sama-sama berat tapi perpisahan itu akan tetap terjadi
"Tuan,,, apa boleh saya memeluk anda sekali saja?" tanya Bagas dengan sedikit takut
Dewa beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Bagas yang berdiri di dekat nya, Lalu Bagas memeluk Dewa
"Aku yakin kamu bisa menyelesaikannya dengan baik! jika ada apa-apa jangan segan untuk menghubungi ku" ucap Dewa saat menepuk bahu Bagas
"Terima kasih tuan" ucap Bagas
Setelah urusannya selesai, Bagas berpamitan kepada Dewa untuk pergi meninggalkan nya dan juga perusahaan yang sudah memberikannya banyak hal, dan sampai kapanpun Bagas tidak akan pernah melupakan semua apa yang dia dapatkan dari Dewa dan perusahaan nya.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,