Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Aku Masih Punya Hati!!


__ADS_3

Setelah semua tamu dan juga Keluarga Evan sudah pulang, keluarga Megan membawa Megan dan juga Evan kekamar mereka untuk berganti pakaian. Suasana di rumah itu pun tidak seramai tadi, kemudian pihak WO membantu Megan melepaskan hiasan pengantin yang berada diatas kepalanya. Setelah itu Megan berganti pakaian sementara Evan sudah lebih dulu berganti pakaian dan memilih duduk di depan jendela kaca dikamar Megan.


Pihak WO pun sudah membereskan barang-barang dan berpamitan pulang meninggalkan Megan dan Evan di kamar mereka. Lalu Megan menghampiri Evan setelah dikamar itu hanya ada mereka berdua.


"Enak sekali mas berkata seperti tadi!! mas kira aku senang menikah dengan pria seperti mas?!" Sarkas Megan


Evan langsung menoleh kearah Megan dengan tatapan marah dan juga kebencian


"Kau yang sudah menghancurkan semua rencana ku!! andai kau tidak datang waktu itu, tentu aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan!!" Sarkas Evan


"Enak saja kau menyalahkan ku mas!! salah siapa membuatku hamil hah?! Aku sudah sering memperingatkan mu!!" Sarkas Megan


"Aku juga sudah bilang padamu Megan, gugurkan saja bayi itu!!" Hardik Evan


Megan mengeleng-gelengkan kepala dengan sangat marah atas ucapan Evan yang didengarnya lagi


"AKU MUNGKIN BUKAN ORANG BAIK MAS! TAPI AKU MASIH PUNYA HATI NURANI!! AKU TIDAK AKAN PERNAH MAU MEMBUNUH DARAH DAGING KU SENDIRI!!! CAMKAN ITU!!" Sarkas Megan menatap tajam kepada Evan


"TERSERAH!!" Hardik Evan yang kemudian menggerakkan roda dan beranjak dari tempatnya, Evan memilih membaringkan dirinya daripada meladeni ucapan Megan.


Saat Evan akan berpindah ke tempat tidur Evan malah terpeleset dan membentur pinggiran tempat tidur


Duugg!!


"Ahhhh siall!!" teriak Evan saat merasa kakinya terasa sakit


Melihat Evan jatuh, sontak membuat Megan berlari dan membantunya berdiri dan membantu nya duduk di pinggiran tempat duduk. Keduanya tidak ada yang saling bicara lagi, dan Evan lebih memilih memejamkan matanya sementara Megan memilih untuk keluar dari kamarnya.


Saat Megan keluar, mama menghampiri nya dan memberikan kado yang dikirim oleh Aya dan Dewa


"Megan,, ini ada kiriman hadiah dari adikmu" ucap mama


Megan melihat sebuah kotak berukuran sedang dengan dibungkus kertas kado berwarna pink bunga-bunga yang tengah di pegang oleh mama


"Megan gak mau ma, mama ambil saja" jawab Megan


"Loh,,, ini buat kamu,,, ambilah, setidaknya terima hadiah dari adikmu" ucap mama


"Tidak! aku tidak mau menerimanya!" jawab Megan yang kemudian memilih pergi meninggalkan mama yang masih berdiri didepan pintu kamarnya. Mama jadi kecewa dengan sikap Megan yang terlihat begitu egois, padahal mama berharap Megan akan senang mendapat hadiah dari adiknya namun dugaan mama salah. Lalu mama membawa kotak itu kembali dan membawanya masuk kedalam kamarnya. Mama duduk di tepian tempat tidurnya dan membuka bungkus kado itu sendiri.


Mama cukup terkejut melihat isi dari kado itu yang ternyata pakaian couple dengan corak yang sama dan terlihat sangat mahal, dapat dilihat dari kotak pembungkus itu salah satu brand besar ternama. Didalam kotak itu juga terdapat sepucuk kartu ucapan


_Selamat menempuh hidup baru, semoga bahagia_


Setelah melihat isi kado yang di berikan Aya, mama menyimpan nya kembali.

__ADS_1


"Meski Aya tidak datang, tapi setidaknya dia masih memiliki perhatian pada kakaknya. Ya Allah,,, kapan Megan akan berubah??" batin mama yang kemudian menangis seorang diri didalam kamarnya.


Sementara di tempat lain,,,,


Dewa dan keluarga kecilnya lebih memilih menghabiskan waktu libur mereka dengan bercengkrama dirumah saja. Meski hanya dirumah, Sikembar sudah terlihat begitu senang karena Ayahnya menemani mereka bermain seharian.


"Ayah,,,,, kami mengantuk" ucap Faza dengan wajah lesunya


"Baiklah,,,, kita tidur siang sekarang yah,,, ayah akan temani kalian tidur" ucap Dewa yang kemudian mengajak kedua putranya kembarnya ke kamar. Sementara Aya masih di ruang tamu membereskan mainan kedua putranya


"Nyonya,,, biar saya saja yang membereskan, nyonya istirahat saja" ucap Sofi


"Hm,, baik lah" jawab Aya yang kemudian beranjak menuju ke kamar atas.


Tak lama kemudian Dewa sudah keluar dari kamar anak-anak dan tidak melihat Aya berada di ruang tengah lagi. Lalu Dewa berjalan ke kamar atas dan menduga pasti Aya ada di sana.


Ceklekkkk


Dewa membuka pintu kamar dengan perlahan, dan dilihatnya Aya yang saat itu tengah berbaring diatas tempat tidurnya. Dewa mendekat lalu ikut berbaring disamping istrinya.


"Mas,,,,, anak-anak sudah tidur?" tanya Aya saat merasakan tangan dewa melingkar diperutnya yang sudah semakin membuncit dan diusap nya perlahan perut Aya


"Sudah,,, mas boleh nengokin anak gadis mas gak?" tanya Dewa dan Aya langsung tersenyum saat sudah mengetahui maksud Dewa


"Boleh, tapi hati-hati yah,,, dia sangat sensitif" jawab Aya


Tanpa membuang waktu, Dewa pun membawa Aya berlayar mengarungi samudera cinta dengan penuh kehati-hati an karena Dewa tidak ingin menyakiti calon anak mereka. Meski begitu,,, rasa manisnya cinta masih tetap dirasakan keduanya.


"Aku sangat-sangat mencintaimu Cahaya Sukma Wijaya!" bisik Dewa yang membuat Aya semakin menggelora.


Saat Dewa dan Aya tengah menghabiskan waktu berdua, beda halnya dengan Bagas dan Erika yang berada di kantor papa Erika. Dari kemarin Bagas dan Erika masih berada di kantor, banyak hal yang tengah di pelajari Bagas dan Erika juga disana menemani Bagas dengan setia.


"Mas,,, kita makan dulu yuk,,," ucap Erika setelah menyiapkan makan siang diatas meja


"Sebentar lagi sayang" jawab Bagas yang tengah mencoret-coret buku agendanya.


Kemudian Erika menghampiri Bagas dan melihat apa yang tengah di tulis suaminya.


"Apa ini mas?" tanya Erika saat melihat catatan Bagas


"Hm,,, ini rencana yang akan mas ambil untuk mendongkrak penjualan di perusahaan papa. Setelah mas pelajari, perusahaan ini hanya mengandalkan kerjasama dengan pedagang besar saja. Jadi mas punya ide, untuk mengembangkan penjualan ini bukan hanya di pedagang besar saja melainkan juga pada pedagang menengah dan juga pedagang kecil atau retail yang berada dibawah naungan perusahaan ini" jelas Bagas


"Jadi maksud mas,,, mas akan menggait pedagang kecil itu kayak warung?" tanya Erika


"Utamanya bukan itu, tapi sejenis seperti warung pinggiran yang mereka itu sebenarnya adalah bagian dari perusahaan ini dan mereka hanya akan memasarkan produk-produk kita" jawab Bagas

__ADS_1


"Apa itu tidak terlalu ribet mas?!" tanya Erika


"Tidak akan ribet sayang,,, karena mereka nanti akan di kelola oleh pedagang besar. Jadi nanti mas akan mengajak para perusahaan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan papa untuk mengembangkan ide ini dan mas rasa bisnis ini akan berkembang terus kedepannya karena produk dari perusahaan ini termasuk barang-barang yang di konsumsi setiap hari" jawab Bagas dengan menarik Erika duduk di pangkuannya


"Bagaimana mas bisa kepikiran seperti ini?!" tanya Erika


"Mas belajar dari para pengusaha minuman ataupun makanan ringan yang dijual dipinggiran toko-toko dan sudah menjamur di setiap kota-kota. Dalam satu brand bisa terdapat banyak sekali cabang-cabang kecil dan menurut mas kita bisa mengembangkan ide itu di perusahaan papa ini yang menaungi banyak produk yang dihasilkan" jawab Bagas meyakinkan istrinya


"Aku gak nyangka mas bisa mendapatkan ide cemerlang secepat itu!" ucap Erika dan Bagas tersenyum


"Tentu aku harus berfikir keras agar bisa terus bersama mu sayang, karena aku,, benar-benar tidak akan bisa hidup tanpa mu" ucap Bagas saat menjawil dagu Erika


"Gomballlllll" ucap Erika dengan manja sembari memukul dada Bagas perlahan


"Aku gak gombal Rika,,,,,,!! aku seriussss!!" ucap Bagas saat menatap Erika dengan lekad


"Iya,,, aku tau mas,,,," jawab Erika yang kemudian memeluk Bagas dengan sangat erat. Bagas pun membalas pelukan Erika tak kalah eratnya. Namun sesaat jiwa jahil Bagas pun muncul, tangan Bagas yang awalnya hanya diam, kini menjalar kemana-mana dan membuat Erika melepaskan pelukannya


"Mesum!!" ucap Erika dan Bagas hanya terkekeh, Kemudian Bagas mengangkat Erika


"Massss,,,!! mau kemana?!" tanya Erika kaget sekaligus takut jika Bagas membawanya ke kamar


"Katanya mau makan siang??" ucap Bagas yang kemudian membawa Erika ke sofa tamu


"Hehe oke-oke" jawab Erika kaku saat dugaannya salah


"Apa kamu pikir aku akan membawamu ke ranjang hah?!" tanya Bagas yang kemudian menurunkan Erika


"Hehe,,, mikirnya tadi gitu. Kan biasanya mas kayak gitu!!!" ucap Erika saat mengambil kan Bagas makan siangnya


"Nanti setelah pekerjaan ku selesai, aku akan membawamu meledak ke angkasa berkali-kali!!!" bisik Bagas dan sukses membuat erika membulat.


"Maaasss!!!!" Sarkas Erika dan Bagas hanya tersenyum sambil menikmati makan siangnya.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,


Malam nanti akan ada Novel baru uni yang bakal lounching, Judulnya SKANDAL CINTA. Mampir yahhhh😍


...Setelah baca, jangan lupa like yah ( 👍) komentar (📝) dibawah, terus simpan di rak buku kalian(❤️) biar uni makin semangat nulisnya!! Kalian senang, uni juga senang😍......

__ADS_1


...❤️ Terima kasih sudah mampir,...


...Semoga Suka❤️...


__ADS_2