Project Cinta Istri Kedua

Project Cinta Istri Kedua
Bela Saja Istrimu!


__ADS_3

Waktu menjelang sore,,,


Aya mengajak anak-anak untuk bersiap mandi, dengan sangat hati-hati Aya memandikan Faza yang tangannya masih belum sembuh.


"Kalau sakit bilang ke bunda yahh" ucap Aya


"Iya bunda" jawab Faza


Setelah selesai memandikan Faza kini giliran Gaza yang mandi. Keduanya sudah membersihkan dirinya lalu Aya memilihkan pakaian yang nyaman untuk mereka, terutama untuk Faza, Aya memilihkan pakaian tidur dengan lengan pendek agar tidak susah masuk ke dalam tangannya yang sakit.


"Bunda pelan-pelan" ucap Faza


"Iya sayang,,, ini bunda pelan-pelan,,," Ucap Aya saat memakaikan pakaian untuk Faza dengan sangat hati-hati.


Sementara itu....


Mobil papa Dewa baru saja tiba dirumah besar itu, Keduanya masuk kedalam dan hanya melihat Dewa bersama Gaza


"Assalamualaikum,,,,," ucap mama Dewa membawa bingkisan dan diletakkan di atas meja


"Wa'alaikumsalam salam eyang,,,," ucap Gaza menyambut eyang putri dan kakungnya.


"Dimana Faza?" tanya papa Dewa


"Ada di dalam kamar, masih pake baju. Ada apa pa,,, papa kesini se sore ini?" tanya Dewa


"Papa cuma mau kasih tau ke kamu dan Aya, besok papa dan mama mau ke Semarang menghadiri pernikahan Anaknya Om Cipto, itu akad nikahnya hari Selasa, jadi papa dan mama pulangnya hari Rabu. Kalian sesekali nginep dirumah papa selama papa tinggal" ucap papa


"Ohhh,,,, iya nanti kami nginep disana" jawab Dewa


Aya dan Faza keluar dari kamar Faza dan berjalan menuju keruang tamu.


"Eyang" ucap Faza saat melihat eyang putri dan eyang kakung nya


"Faza?! tangan kamu kenapa?!" tanya Mama Dewa yang begitu kaget melihat tangan Faza di perban


"Faca jatuh eyang" jawab Faza

__ADS_1


"Tadi dia jatuh waktu main trampoline dan ada anak yang nabrak dia ma,,, udah Dewa bawa ke dokter dan tinggal pemulihan" ucap Dewa


"Kalian ini gimana sih?! jagain anak kok gak becus semua?! terutama kamu Aya, harusnya kamu sebagai ibu lebih waspada menjaga anak-anak kalian!! kalau sampai parah gimana?! " ucap mama Dewa dengan nada tinggi


"Ma,,, ini kecelakaan ma,, jangan salahkan Aya" ucap Dewa


"Bela saja istrimu! anak celaka gini masih saja membela Istrimu Dewa! ini bukti keteledoran dia! dan kamu juga harus nya lebih tegas sama istrimu!" ucap mama


"Ma! sudah Dewa bilang ini kecelakaan! murni kecelakaan! didalam ada penjaga dan kami berada di luar pagar! Mama gak bisa menyalahkan Aya gitu aja! apa-apa yang disalahkan Aya!" Sarkas Dewa meninggi


"Ma,,, mungkin mama benar, Aya juga salah dalam hal ini karena kurang pengawasan terhadap anak-anak, tapi ma,,, tidak ada sedikitpun keinginan Aya semua ini terjadi, ini diluar kuasa Aya dan mas Dewa. Ini murni kecelakaan. Dan sekarang Faza sudah diobati, mudah-mudahan segera pulih" ucap Aya


Mama Dewa sempat terdiam setelah mendengarkan jawaban Aya, ingin menyangkal lagi tapi dia bingung ingin berkata apa lagi


"Faca udah gak papa Eyang,,,, jangan calahin bunda,,,, bunda gak calah eyang,,, yang calah Faca kalena gak hati-hati " ucap Faza saat menjelaskan kepada eyang putrinya


"Lain kali kalau Faza main harus hati-hati,,, hindari tempat ramai ya" ucap mama Dewa


"Iya Eyang" jawab Faza


"Namanya orang panik! meskipun begitu apa salah mama bilang kalau mereka tidak waspada dengan permainan yang Faza dan Gaza lakukan?! Harusnya sebagai orang tua harus peka dan waspada setiap saat!" sarkas mama


"Kalau mama seperti ini terus,, maka mama tidak akan bisa melihat kebaikan menantu mama!" ucap papa


Semua orang terdiam setelah papa angkat bicara. Begitu juga Dewa yang langsung turun emosinya saat setelah papa menceramahi mamanya. Aya yang menahan sesak di dada berangsur melega, sementara mama memikirkan semua ucapan papa Dewa. Setelah cukup lama mereka bertamu, papa memilih mengajak pulang mama Dewa.


Setelah kepulangan papa dan mama, Aya memilih mengalihkan pikirannya dengan menemani anak-anak bermain sore itu, sementara Dewa juga ada bersamanya


"Jangan dipikirkan ya ucapan mama" ucap Dewa


"Iya mas,,, Aya gak masalah" jawab Aya dengan tersenyum


Dewa mengusap bahu Aya dan memeluknya dari samping, Aya pun menyenderkan kepalanya di bahu kokoh Dewa sembari melihat Faza dan Gaza bermain puzzle di meja. Sesekali Dewa mengecup kening Aya untuk menenangkan nya.


***


Malam Menjelang,,,,,,,

__ADS_1


Setelah menidurkan kedua putranya, Dewa mengajak Aya untuk ke kamar atas untuk beristirahat. Aya mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur kemudian dia menyusul Dewa yang sudah lebih dulu membaringkan dirinya di tempat tidur.


Dewa menarik Aya untuk merapatkan diri mereka, lalu dipeluknya erat-erat dan Aya menenggelamkan wajahnya di dada suaminya.


" Mas "


"Iya sayang,,,," jawab Dewa


" Terima kasih sudah belain Aya didepan mama" ucap Aya


"Mas hanya ingin mama sadar dan tidak menyalahkan mu terus-terusan. Tiap mama ngomong selalu saja memojokkan kamu. Mas heran, pikiran mama kepada jadi seperti itu?!"ucap Dewa


"Aya juga gak ngerti mas,,, tapi Aya udah gak terlalu kepikiran sama ucapan mama sih mas,,," ucap Aya


"Sampai mas berfikir apa ada orang yang mencuci otak mama, sampai mama sebenci itu sama kamu!" ucap Dewa


"Jangan berfikir buruk begitu mas,,, kk Ita doakan saja supaya hati mama luluh, Kayak hati mas dulu juga keras sama Aya kan? hehe tuh sekarang luluh " ucap Aya saat menjawil dagu suaminya


"Iyah kamu itu sudah berhasil meluluhkan hati mas, Aya,,,, kamu sudah membuat mas bener-bener jatuh cinta" ucap Dewa saat menatap mata Aya dengan penuh cinta.


Aya tersenyum lalu mengecup suaminya sekilas


"Mas juga sudah buat Aya jatuh cinta" ucap Aya sedikit manja kepada suaminya


Dewa terkekeh lalu mengecup Aya dan memperdalamnya. Keduanya terus terhanyut kedalam manisnya cinta, saling membuai saling membalas. Setelah cukup lama memadu kasih, Keduanya kini sudah tertidur pulas dengan saling berpelukan.


.


.


.


.


.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2