
Waktu menjelang Sore,,,,,,
Setelah Aya memandikan Sikembar beberapa menit yang lalu, Aya masuk ke dalam kamar Dewa membawa baskom berisikan air hangat. Aya melihat Dewa yang terbaring di tempat tidur, masih betah bersembunyi dibalik selimutnya.
Kemudian Aya mengunci pintu kamarnya, ditakutkan saat Aya membersihkan tubuh suaminya nanti, anak-anak nyelonong masuk seperti biasa.
"Mas,,, bangun yukk,,, kita lap dulu badannya. udah lengket banget mas, keringat mas keluar semua tuh" ucap Aya saat sudah menghampiri Dewa setelah mengunci pintu kamar mereka
Dewa membuka matanya, sayu-sayu menatap istrinya yang tersenyum manis. Kemudian perlahan Dewa bergerak dan duduk dengan masih sedikit sempoyongan. Aya mengambil termometer dan mengecek suhu Dewa
"Alhamdulillah panasnya sudah berangsur turun,,, masih pusing kepalanya??" tanya Aya dan Dewa mengangguk pelan
"Ya sudah Aya lap aja yah badan mas, biar gak lengket dan gak gerah nanti malam. Panasnya juga gak kayak tadi, mudah-mudahan sebentar lagi sudah normal " ucap Aya sembari melepasi pakaian Dewa satu persatu.
"Celananya juga dilepas?" tanya Dewa
"Iyah" jawab Aya menatap Dewa
"Malu" jawab Dewa pelan
"What????!!!!!!!!" Aya kaget setengah mati mendengar jawaban Dewa yang mengatakan kalau dia malu? Aya bengong beberapa saat, menatap Dewa dengan tatapan tidak percaya.
"Malu mas?" Aya mengulangi pertanyaan demi meyakinkan dirinya tentang apa yang didengar tidak salah
"Iya mas malu kalau dibuka semua,,, kamu mau lap aja kan? bukan mau minta lebih?" ucap Dewa dengan pelan
"Aya cuma mau bersihin aja kok,,, gak lebih" jawab Aya yang kemudian membantu Dewa melepas celana tidurnya dan menyisakan celana pendek miliknya.
Kemudian Aya membantu Dewa untuk duduk di kursi agar tempat tidur mereka tidak Basah nantinya. Setelah itu Aya mengambil handuk kecil dan mencelupkan kedalam baskom lalu memerasnya dan mengusapkan perlahan pada tubuh dewa dengan memberi sedikit tekanan agar Dewa lebih rileks. Aya begitu telaten saat membersihkan tubuh suaminya, sementara Dewa hanya diam merasakan sentuhan tangan Aya yang terasa begitu nyaman.
"Nah udah selesai,,, sekarang tinggal ganti bajunya" ucap Aya saat sudah selesai mengelap dengan handuk kering.
Aya berjalan mengambilkan pakaian ganti didalam lemari dan akan membantu Dewa memakai pakaiannya
" Sini Aya bantuin" ucap Aya saat akan mengambil celana dlm milik Dewa
"Ini biar mas aja,,, kamu hadap kesana ya, mas malu Aya" ucap Dewa
Aya kembali bingung dengan sikap Dewa yang jadi pemalu dadakan. Padahal biasanya Dewa tidak punya malu jika dihadapan Aya. Berjalan mondar mandir tanpa memakai pakaian pun Sangat sering Dewa lakukan, bahkan Aya sering sekali mengomelinya, karena ditakutkan anak-anak yang bisa saja langsung masuk kedalam kamar mereka. Tapi sekarang bagai berbanding berbalik 180°.
Beberapa saat Dewa sudah selesai memakai pakaiannya dan duduk di tepian tempat tidur mereka.
"Sudah mas?" tanya Aya
"Sudah" jawab Dewa
Aya berbalik dan melihat Dewa sudah memakai pakaiannya. Aya tersenyum dan mendekat kepada suaminya
__ADS_1
"Mas,,, Aya turun dulu ya,, mau balikin baskom nya" ucap Aya
Dewa memegang kedua tangan Aya dan menatapnya dengan penuh cinta
"Terima kasih sudah merawat ku" ucap Dewa yang kemudian mengecup kedua tangan Aya
"Sudah kewajiban ku sebagai istrimu mas,, Aya berdoa semoga mas segera sembuh" ucap Aya saat melepas tangannya dan memeluk suami nya. Beberapa kali Dewa mengecup perut istrinya dan kemudian mendekapnya dengan sangat erat
"Aya turun dulu yah," ucap Aya saat melonggarkan pelukan mereka
Sebelum Aya melepaskan pelukannya, Dewa menarik Aya dan mengecupnya dengan cinta. Hawa panas masih sedikit terasa pada nafas Dewa, namun Aya tidak ingin protes dan membiarkan Dewa melakukan apapun yang dia inginkan saat itu dan Setelah cukup lama, Dewa melepaskan istrinya juga.
Kemudian Aya membantu Dewa bersenderan di dinding tempat tidur mereka. Setelah itu Aya membawa baskom dan membuang airnya di dalam kamar mandi. Lalu Aya berpamitan untuk turun kebawah kepada Dewa, saat Aya membuka pintu, begitu terkejutnya Aya ketika melihat kedua putranya dan juga papa mama Dewa sudah berdiri tegak dan siap untuk mengetuk pintu
"Astagfirullah,,,, " ucap Aya
"Maaf kami mengagetkan mu,,, tadi mama baru mau mengetuk pintu" ucap mama Dewa
"Maaf ma,, pa,, Aya tadi baru saja memandikan mas Dewa, kalau pintunya gak di tutup nanti malah anak-anak nyelonong masuk,,, hehe silahkan masuk ma,,, itu mas Dewa sudah mendingan kondisinya" ucap Aya memberikan jalan kepada kedua mertuanya untuk masuk kedalam kamar mereka.
Papa dan mama Dewa masuk kedalam kamar Dewa bersama anak-anak sementara Aya pamit untuk kebawah dulu, mengembalikan baskom yang di bawanya.
"Dewa,,,,, kami dengar dari Edo kamu sakit" ucap mama Dewa
"Iya ma,, kayaknya kecapekan aja, 2 hari ini Dewa lembur" jawab Dewa
"Harusnya kamu gak perlu terlalu memporsir tenaga dan pikiranmu untuk pekerjaan, kamu kan ada Asissten wa" ucap papa
"Kamu itu kalau di kasih tau jawab terus!" Sarkas mama
Tak lama kemudian Aya datang dengan membawa minuman untuk kedua mertuanya.
"Ayah udah cembuh yah?" tanya Faza
"Sudah sayang,,, Ayah sudah mendingan" jawab Dewa
"Alhamdulillah" jawab Faza dan Gaza bersamaan
"Ma,,, pa,,, ini diminum dulu teh hangatnya" ucap Aya saat menaruh 2 gelas teh hangat diatas meja.
" Iya Aya,, terima kasih. Apa kata dokter Gunawan Ay" tanya mama
"Mas Dewa kecapekan ma, jadinya demem. Kalau sampai besok pagi belum juga turun, mas Dewa harus di bawa ke rumah sakit dan di periksa lebih lanjut, Tapi ini mas Dewa udah turun ma panasnya gak kayak tadi pagi" jawab Aya
"Syukurlah kalau sudah turun panasnya. Omongi suami kamu itu, kalau kerja jangan terlalu sampai kurang waktu istirahat!!" ucap mama
"Loh mama bisa bilang langsung, itu mas Dewa ada di depan mama" jawab Aya bingung, padahal Dewa ada dihadapan mama malah menyuruh Aya menasehatinya
__ADS_1
"Kalau mama yang bilang langsung ke Dewa, dia tidak mau dengar!" jawab mama dan Aya baru nyambung setelahnya
"Hehe iya nanti Aya bilangin" jawab Aya
Setelah beberapa menit mereka berbincang, anak-anak mengajak eyang Kakung dan eyang putri nya untuk bermain di bawah, sementara Aya dan Dewa masih berada di kamar mereka
"Mas mau turun kebawah?? gak bosen apa di kamar terus?" tanya Aya
"Enggak bosen,,,,, kalau disini sama kamu" jawab Dewa
"Mulai deh gombalnya,,!! hayuk lahh kita turun,,,, mas gerak dikit biar cepet sembuh," ucap Aya
"Ya sudah ayo" jawab Dewa dan Aya tersenyum senang ketika Dewa menurutinya.
Lalu Aya mengiringi langkah Dewa menuruni anak tangga dengan pelan-pelan. Mereka berjalan menuju ke halaman belakang dan ikut berkumpul bersama papa Wardana, mama Angelista, Faza dan Gaza yang tengah bermain. Meski belum sembuh total, setidaknya Dewa sedikit bergerak agar tidak bosan didalam kamar. Setelah mengantarkan Dewa, Aya berjalan kedapur.
Tak lama kemudian Aya kembali menghampiri mereka dengan membawakan berbagai cemilan dan juga minuman. Lalu Aya duduk di sebelah Dewa, dan setelah itu Dewa menyenderkan kepalanya pada bahu Aya kemudian Dewa memeluknya dari samping sembari melihat anak-anak mereka yang tengah bermain
"Manja sekali kamu Wa?!" Sarkas mama
Aya terkekeh dan Dewa hanya diam tidak menghiraukan sindiran mamanya
"Aya juga heran ma, setelah sakit mas Dewa jadi sangat manja, bahkan sekarang jadi pemalu" ucap Aya melirik sekilas suaminya
Papa tidak berkomentar tapi malah tertawa terbahak-bahak
"Hahahahah papa jadi ingat, dulu waktu pertama kali mama hamil,, inget gak ma,, papa juga gitu?" ucap papa setelahnya
"Iya yah pa,,,,,, mama inget,,, waktu pertama kali mama hamil Dewa dan Dewi papa kan jadi berubah manja banget sama mama! atau jangan-jangan,,,, kamu hamil Aya?" ucap mama
"Hamil?" ucap Dewa dan Aya bersamaan
"Iya,,, bisa saja itu terjadi, Aya yang hamil dan Dewa yang ngerasain sakitnya!" ucap mama
Aya dan Dewa saling menatap dengan tatapan sulit diartikan
"Apa kami,,,,,akan punya adik?" tanya Sikembar bersahutan
Dewa dan Aya teralihkan tatapannya mendengar ucapan kedua putranya dan semua orang terdiam sesaat,,,,
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung,,,,,,,,,,